![]() |
| gambar di ambil secara semena-mena dari gugel image |
Pertama kali saya menyadari mengagumi pagi adalah ketika membaca puisi tulisan Goenawan Mohamad. Ya, banyak hal menarik yang disajikan tuhan di pagi hari. Kejutan-kejutan yang membantu saya tersenyum di pagi hari. Seperti pagi ini, rush hour di rabu pagi. Lalu lintas begitu padat, seolah tak ada spasi untuk saya menyeberang. Karena saya termasuk seseorang yang takut menyeberang. hehehe.
Kemudian seseorang melintas. Awalnya saya tidak mengenali, karena sosoknya yang sudah lamaaaa sekali tidak saya jumpai. Dia melirik dan memastikan bahwa yang dilihatnya adalah SAYA. Saya cuek, tapi begitu beberapa saat saya mengenali matanya, tapi refleks senyum saya tidak bekerja dengan baik, jadi yaa cuma saya pandang sebentar saja. hehehe. *cool* *padahal setelah dia berlalu saya senyum-senyum*
Oke.
Selamat pagi hari rabu..
Selamat pagi hai mantan pacar yang tadi melintas. Kamu(matamu) masih nampak seperti dulu.

No comments:
Post a Comment