terkadang saya menyadari, menjadi seorang yang sendiri itu jauh lebih menyenangkan. kenapa? karena secara alami tubuh dan hati menyadari bahwa 'saya sendiri' maka saya harus bisa segala sesuatunya sendiri, mengahadapi segalanya sendiri, mencari kesenangan sendiri, menyupport diri sendiri. tentu masih ada keluarga dan teman, tapi untuk beberapa hal memang banyak yang harus dihadapi sendiri dan yang bisa mengatasi adalah diri sendiri.
dan ketika ada seseorang yang mengisi hati, secara spontan tubuh-hati mengatakan bahwa ada tempat berbagi, rindu keluh kesah dan bahagia. tapiiiii ya itu tadi gak setiap waktu ada. dan itu yang membuat sistem tubuh-hati menjadi sedikit melemah, menurut saya, menurut apa yang terjadi pada diri saya, *halah curhaaat*
saat saya sendiri, lucu susah senang keluh kesah ya dinikmati ya diusahakan untuk ayo ditata semua sendiri, tapi sekarang berhawanya maunya cerita, maunya ada yang nemenin, maunya ditungguin, dan saya jadi jengah sendiri. untuk mengembalikan 'kemandirian' yang dulu itu susaaah, seperti sudah terlanjur gitu. jadi sering ''wuuuuh ayo dani wake up wake up! you can do this. kamu kok lemah banget sekarang, penakut dan pengecut. woiiiii...mana dani yang pikiran dan perasaannya seimbang? mana dani yang kuat? mana dani yang gak takut sendirian? mana dani yang cuek?? kemana kemana dimana?" *halah dangdut*
Jump..Jump..Jump..
tetapi pun saya juga menyadari bahwa dengan adanya dia saya lebih berusaha untuk jadi lebih baik. menjadi yang terbaik. karena tuhan menjanjikan seorang yang baik akan mendapat pasangan yang baik pula. dia baik dan saya ingin jadi yang baik supaya nantinya disandingkan dengannya.
maka saya akan berusaha lebih lagi. lebih memahami dan mengerti.
dan semoga tuhan merestui niatan ini.
amien.
No comments:
Post a Comment