Monday, July 16, 2012
puasa itu seni
Saya pernah ditertawakan teman saya ketika saya berniat akan berpuasa agar lebih 'kalem'/sabar, supaya tidak terlalu meledakledak.
Dia bilang, "justru lapar itu malah bikin gampang marah!"
Saya tersenyum geli.
Puasa itu seni. Seni mengendalikan diri.
Ketika kita minta pada tuhan supaya diberi rejeki, apa lalu tuhan menurunkan segepok uang? Enggak kan? Tuhan dgn caranya sendiri menuntun kita untuk mendapat pekerjaan. Kerja dulu baru dapat rejeki.
Sama, ketika kita minta supaya lebih disabarkan, dilapangkandadanya, tidak langsung kita cling jadi lebih sabar, tapi justru kita diuji dulu, entah yang si bos protes hasil kerja kita kurang baik-lah, entah yang partner kerja ngga bisa diajak kerjasama-lah, dll. Dari situ, ketika kita mampu menyelesaikan semua dengan ikhlas, maka level sabar kita setahap lebih tinggi.
Kirakira sama seperti itu lah puasa, dengan lapar, saat situasi memancing untuk marah, kita ingat, bahwa marah juga membatalkan puasa, sehingga kita akan mengendalikan marah, kemudian beristighfar, dan menjadi lebih tenang. Insyaallah.
Marhaban yaa ramadhan..
*Cepet yaa..sudah puasa tahun kedua.bismillah.*
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment