Jika sebuah rindu tak harus diucapkan, maka tunjukkan. Kau tak pernah
menunjukkan. Entah aku yang terlalu buta, atau rindumu yang tak kasat mata.
Pada akhirnya kau memilih diam...diam...DIAM!
Diam kemudian terhempas angin. Kau yang diam, aku yang terhempas. Kau meninggalkan sebuah tanya. Tanya yang entah
kapan akan terjawab. Kata orang kita tak menyadari memiliki sesuatu yang
berharga sampai kita kehilangannya, apa kau berharap aku kehilanganmu terlebih
dahulu supaya aku tahu kau rindu??
Katamu kau akan bersabar mengajari aku tentang cerita ini.
Iya...memang aku bilang aku akan belajar lebih banyak. Tapi sendiri?? Apa aku
harus mempelajarinya sendiri tanpa arahan kasih sayangmu??
Atau kau sudah lelah?? Katakan padaku jika kau lelah. Maka, kita berhenti
sejenak. Biarkan aku lebih memahamimu, tapi jangan biarkan aku meraba segalanya
sendiri. Ini terlalu sepi.
No comments:
Post a Comment