Sunday, December 21, 2014

Naeil Cantabille pasca jejamuran

Setelah merana (halah merana) beberapa minggu tidak ada drama korea yang baru, akhirnya kemarin saya dapat lagi beberapa judul: Neil Cantabile, Three Musketeer, King of High School, Lovely Girl dan satu anime berjudul Baka to Test. hahahaaaa....

Beberapa minggu sibuk nge-lab dan nulis laporan (laporane ki ndak seberapa jane, cuma hitung-hitungan yang sudah ada rumusnya, mumetnya adalah menghadirkan data mentahnya itu).
Berangkat pagi, iye jam 8 sampai di lab itu termasuk pagi untuk ukuran saya yang lambannn, dan pulang sore dengan keadaan capek. 
Nggarap apa to? Mengerjakan Uji Mutu Agensia Pengendali Hayati (APH). APH nya yaitu jamur Trichoderma sp dan Metarhizium sp. Beberapa uji mutu yang dilakukan antara lain, identifikasi penampakan jamur, menghitung kadar air, menghitung kerapatan spora, menghitung viabilitas (kemampuan berkecambah) spora dan uji antagonis. Jenis jamurnya memang hanya dua, tapi dua jenis jamur tersebut ditumbuhkan pada beberapa media, untuk jamur Trichoderma sp pada media agar dan jagung, sedangkan jamur Metarhizium sp pada media agar, jagung, beras dan kaolin.
Menghitung kerapatan alhamdulillah semakin mahir, terutama jika didukung dengan mikroskop yang bagus, hanya saja memang harus teliti. Kendala ternjelehi adalah menghitung kerapatan spora Metarhizium sp yang diambil dari media kaolin. Apakah kaolin? Kaolin adalah butiran putih seperti tepung. Kenapa sulit? karena ukuran butiran kaolin dan spora hampir sama. Berrrr...mripate sampe jereng. Fuh..fuh..
Eh mari saya jelaskan terlebih dahulu apa itu Agensia Pengendali Hayati. Sama seperti agen FBI yang menumpas dan meringkus para penjahat, agen pengendali hayati juga bertugas untuk menumpas penyakit atau hama. Pada dunia tumbuhan terdapat beberapa penyakit yang menyerang bagian-bagian tubuh tumbuhan, misalnya busuk daun, busuk akar maupun busuk batang. Daun yang membusuk dapat diakibatkan oleh bakteri virus maupun jamur. Nah Phythoptora sp adalah salah satu penyebab timbulnya penyakit busuk-busuk itu. Jika daun tumbuhan membusuk, maka dia tidak akan mampu berfotosintesis dengan baik. Padahal makanan didapat dari mana? Yap, dari proses fotosintesis, akhirnya tumbuhan tersebut perlahan-lahan akan mati. Nah ini akan merugikan manusia jika yang diserang adalah tumbuhan atau tanaman yang bernilai ekonomis. Pada perkebunan misalnya. Yaaa pakai saja fungisida atau bahan kimia yang bisa langsung membunuh dan mematikan para penyakit-penyakit itu. Eits...pemakaian bahan kimia yang secara rutin dan terus-menerus dapat meningkatkan kekebalan tubuh si penyakit, sehingga mau tidak mau petani harus selalu menaikkan dosis bahan kimia tersebut. Dosisnya ditambah terus, penyakitnya kebal terus, uang untuk membeli bahan kimia semakin membengkak dan kerusakan lingkungan pasti terjadi. Bahan kimia tidak mungkin tidak ikut terserap di dalam tanah tempat tanaman itu tumbuh kan? :) Jadi kita perlu musuh alami si penyakit ini. Musuh alami Phythopthora sp adalah Trichoderma sp. Nah salah satu uji mutu adalah uji antagonisme. Pada uji ini, Trichoderma dan Phythoptora diadu, kekuatan siapa yang lebih kuat. Uji yang satu ini juga cukup ribet. Capeeek. Hahahaha. Sabtu minggu haru ke lab, ngukur jari-jari miselium jamur. 

Setelah beberapa minggu mengutik-utik jejamuran ituuu, saya merasa capek dan tambah gendut. hahaha. Tiap penat makan, jajan, minum manis. Lebih sering duduk dan jika sudah sampai di rumah makan kemudian tidur. Besoknya bangun pagi dan mengulang aktivitas yang sama. Agak kesepian juga saya nya. hahahaha. Ndak ada yang bisa diajak ketawa ketiwi cerita ceriti. fuh.

Oke, tentang uji mutu APH itu saya ceritakan lagi di lain waktu, full beserta foto.

Balik ke drama korea. hahaha. Malam ini saya nonton Neil Cantabile. Harus pakai earphone karena di rumah ramai sekali, sedangkan drama ini berisi musik-musik orkestra. Habis nonton drama ini mendadak saya ingin bisa memainkan piano. huhuhu. 
Pemeran di film ini adalah yang memerankan dokter park di drama Good Doctor. Heh, jangan membayangkan dia autis seperti di drama itu yaa, di drama ini doski keren sekaliiii. *pingsan*. Oh tapi tetap saja ada mas-mas yang antagonis, nggak antagonis yang jahat sih, cuma ceritanya dia saingan si mas pemeran utama. Dan mbuh kenapa saya selalu kepincut dengan second lead (si antagonis) ini. aaaahh... *meleleh* Lelaki yang usil memang menarik kan. heuheuheu. Usil bandel dan saru beda yaa. :)

Malam ini saya kelar nonton 10 episode dari 16 episode. Dan nonton dengan urut, meskipun agak ngintip juga 3 menit terakhir episode 16. heehehehe. Kan sing penting hepi endingnya sama mas pemeran utama.

Setelah nonton drama ini saya jadi ngerti bekson anime Hyouka adalah Fauré Sicilienne Op. 78. Nadanya ndak asing gitu.

Mendadak saya jadi senang musik klasik. eaaa.... :)

6 comments:

  1. seru kan seru kan...

    ada lagi yang seru loh
    mr back
    pinokio
    misaeng terus ada birth beauty semua sek on going. cuman nek birth beauty ki asa asa wagu piye. kurang kerasa cemistrinya.

    ReplyDelete
  2. wah kui kabeh wingi ning leptope kancaku jg ono mbak, nunggu dia rampungan leh donlod lah. hihihihi....

    ReplyDelete
  3. mba bole tau caranya menghitung kerapatan spora dalam medium kaolin?bagi info ya mba...

    ReplyDelete
    Replies
    1. kemarin diberi pewarnaan Mbak, pakai metilen blue. Nanti yang bubuk kaolinnya menyerap warna, sedangkan spora nya nggak. :)

      Delete
  4. meghitung viabilitas spora juga nggak mbk? cara misahin media kaolin dg spora hnya memakai metilen blue..mba bole minta infonya lg ngga ttg cara2nya?secara detail. soalnya lg butuh bgt. kalau boleh nge-mail ke aku ya mbk.. refa.inta@yahoo.co.id . aku tunggu info selanjutnya.slm kenal dr aku.

    ReplyDelete
  5. kalau ngga line aja ke aku ya mbk (refainta - ini lineku).. aku minta tolong dan butuh bantuannya ya mbk.. terimakasih. dibales ya mbk . aku nunggu

    ReplyDelete