Sunday, June 21, 2015

mas pram (yang lain)

“Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari." (Pram)

Dulu, kalimat ini pernah menjadi spesial. Karena diungkapkan seseorang, pertama kali dalam hidupku. Atas kegemaranku menulis. Padahal tulisan-tulisanku ketika itu tidak penting. Sungguh.
Ah tapi aku lalu ingat, jauh sebelumnya ada juga seseorang yang memintaku menulis. Dia menawarkan dirinya sebagai pembaca pertama. Padahal ketika itu cerita yang kutulis adalah bualan. Tapi dia suka, dia menunggu cerita pendekku, yang tak selesai ku tulis.
Dan keduanya kini tak menarik lagi. Toh selama ini aku menulis untuk diriku yang lain. Bukan untuk mereka.

No comments:

Post a Comment