Sunday, December 04, 2011

atmosfer neraka


Bau neraka menyengat, meski dari jarak ribuan kilometer, itu bagi calon penghuninya. Baiklah, itu bahasan yang terlalu tinggi untuk saya. Saya akan membicarakan atmosfer neraka di bumi, versi saya.
Atmosfer neraka, salah satunya adalah rumah yang sedang dilanda ketegangan tingkat tinggi. Ketika kondisi rumah sedang tidak kondusif. Yaitu ketika ibu murka. Can you imagine? Ibu yang mengurus rumah tangga, segala keperluan anggota rumah tangga. Ibu yang di telapak kakinya adalah surga.
Ridho tuhan berasal dari ridho ibu, ridho orang tua. Bahkan nabi menyebutnya tiga kali, ibu, ibu, ibu kemudian bapak, ketika ditanya siapa orang tua yang pertama kali dihormati.
Ketika ibu merasa diabaikan, dilupakan, tidak dihargai, dan disakiti, maka saat itu murka tuhan perlahan akan turun. Dan ketika itulah suasana rumah beratmosfer neraka.
Namun, ibu takkan melupakan kewajibannya, mengurus rumah tangga, menjadi ibu dan istri yang luarbiasa, tapi tetap saja pedih dan kecewanya membuat suasana hujan  seperti menyesakkan. Dan sakit kepala melanda. Ibu, mungkin tidak akan membanting pintu, memecahkan gelas, dan melempar piring ketika marah, hanya diam. Tapi diam itu seperti menusuk nusuk seluruh sudut rumah. Atmosfer neraka merebak.
Ibu dengan semua kelembutannya, kesabarannya, dan dalam diamnya.
Ketika ibu merasa tak marah dan kecewa, semua itu masih melekat hanya saja sekali lagi saya bilang, atmosfer neraka merebak.

*sigh* bahkan kopi dan teh, tidak mampu meredam sakit kepala ini, tak mampu setidaknya mengurangi efek atmosfer neraka ini.

Saya nulis apa sich ini.huwaaaahhhh....

No comments:

Post a Comment