Showing posts with label sadar diri. Show all posts
Showing posts with label sadar diri. Show all posts

Saturday, March 07, 2015

Lupa kok sombong

"Dek, kenapa kamu selalu menyebut namaku dalam statusmu? Kan wagu. Dan kenapa kamu senang sekali menuliskan segala hal yang kita bicarakan." seperti biasa, itu Mbak Dian yang bertanya.

Karena Mbak, jika aku menyebutmu menggunakan kata ganti 'dia', nanti orang akan menyangka njenengan adalah kekasihku. Kan wagu. Aku hanya mengarsipkan, Mbak. Aku ini pelupa, meskipun aku tidak pernah bermaksud untuk bangga bahwa aku sering lupa.


Lah malah sekarang saya tulis di blog ya. hehehe. Sssttt....

Kadang kita tidak sadar kalau sering sombong. Menyombongkan kebiasaan lupa, bangga. Saya pun secara tidak sadar menunjukkan perilaku yang demikian. Berulang kali lupa, tapi tidak mau mencatat atau berusaha untuk evaluasi diri, piye carane ben gak lalinan. Mencatat sih sudah saya lakukan. Kebetulan akhir tahun 2014 saya beli ponsel pintar, yang di dalamnya berisi aplikasi untuk mencatat to-do-list. Tapi jeleknya adalah, apa yang luput dituliskan, ya luput untuk dikerjakan. :) Keterlaluan. Iya memang keterlaluan.

Lalu bagaimana?

Ya, teruslah berusaha, untuk mengingat. Janganlah kamu sadar betul kamu pelupa, tapi lantas menjadi permisif pada dirimu sendiri. Kan lali. *plak*

Kalau menjadi pelupa lalu kamu bangga, secara tidak langsung kamu menyepelekan kekuasaan Tuhan. Lho kok bisa?! Iya, karena kamu sudah diberi otak yang ciamik daya serap informasinya kok malah tidak dimanfaatkan sebaik mungkin.

Beraaaat, jika sudah disangkutkan dengan Tuhan ya. hehehe. 

Tapi ya harus gitu. Jika teguran dari orang tua, atasan dan teman-teman sudah tidak mempan. Ya tho.

Iyain ajaaa.... :)

Selamat akhir pekan. 

*peluk leptop sudah sehat*

Wednesday, December 03, 2014

Perkara Rem

Rem yang masih baik. Kendali sepenuhnya ada di tangan (kaki) kita. Mau direm atau tidak, sepenuhnya kita yang menginjak dan mengendalikan.

Rem yang baik. Bisa selalu baik adalah kita yang merawatnya. Setiap satu bulan satu kali dicek. Jika kampas nya sudah tipis, segera diganti yang baru.

Bijak-bijak kau saja, bagaimana memanfaatkan dan merawat rem.

Bijak-bijak kau saja....

Tuesday, November 11, 2014

Revolusi Diri. Fighting!

Revolusi mental itu dimulai dari diri sendiriiiiii, bukan orang laiiiiin. 
Jadi, yang pertama kali mesti dinyinyirin adalah diri sendiriiiiii, bukan orang lain. 
Memberi diri sendiri ucapan terima kasih dan pujian, dan meminta maaf sekiranya sudah bersalah pada diri sendiri. Ah itu perlu. Menghargai diri sendiri.

catet Dan...

saya nulis ini sambil ingat Mas Jae Yeol.


Sunday, November 09, 2014

Ibu nya

Sore tadi saya lihat seorang anak yang sudah sukses, tidak mau turun dari mobil sekadar untuk menyapa ibunya.

Saya hidup 26 tahun bersama ibu. Dan tahu betul bagaimana seorang ibu ketika rindu pada anaknya.

Entah bagaimana perasaan sang ibu itu yang telah menua seiring halusinasi nya pada makhluk gaib. Ya, mungkin si ibu ini kesepian hingga "siapa" saja yang muncul di hadapannya dia ajak bicara. Terkadang saya pun dia libatkan dalam persoalan "tamu" nya itu. Seringkali dia bertanya apakah saya lihat seseorang yang terluka atau saya ditanyai nya tentang seorang yang minta makan padanya atau apakah saya melihat anak-anak yang berlarian. Kadang saya takut, seringnya tidak, karena sudah terbiasa. 

Dalam pikiran saya tadi sore, apa sih susahnya turun sebentar dan menyapa ibunya, sukur-sukur salim bawa oleh-oleh. Saya tahu, si anak sukses oleh usahanya sendiri, orang tuanya hanya menyekolahkannya hingga tamat SMU, dia mengusahakan sendiri kuliah di universitas terbuka, kursus bahasa inggris ini itu. Apa yang dia capai kini sebagai pegawai bank yang sukses adalah usahanya sendiri. Tapi tidakkah ia sadar, doa orang tua nya jua yang membuatnya demikian. Atau setidaknya berterima kasih karena anaknya ia titipkan di rumah si ibu. Si cucu ini yang begitu sayang pada uti nya. Padahal dia baru kelas 5 SD.

Saya masih belum paham, bagaimana bisa dia tidak turun dan menyapa ibu kandungnya, sedangkan mereka hanya berjarak sepuluh langkah. Dan kejadian itu tidak hanya sekali dua kali saja.

Entahlah.

Sepertinya saya sedang waras, biarpun hanya sedikit.

Tuesday, October 29, 2013

Debu di pelupuk mata dan belalang

Debu di pelupuk mata adalah hal kecil yang terasa besar. Mau dikucek terus sampai iritasi, atau segera ditetesi obat mata kemudian lega
Dipilih...dipilih..dipilih...


Sejak kemarin saya menulis demikian. Saya pikir, saya sering sekali menganggap hal kecil dan menjadikannya besar. Padahal bisa saja saya mengguyur masalah kecil itu dengan lebih bijaksana. Seharusnya begitu. 

Tentu debu itu adalah masalah penting karena jika didiamkan dia akan mengganggu penglihatan, ngganjel. Tapi ya itu tadi lho, disikapi dengan bijaksana saja. Diguyur dengan obat tetes mata, bukan dikucek atau diubek-ubek, beneran jadi gawat itu kalau iritasi.

Lebay memang tulisan ini. Tapi perumpamaan itu memang bener dan cukup ngampleng saya. Kemarin saya kelilipan. Waktu masang anggrek epifit di batang pohon sukun di belakang rumah. Debu gesekan tali raffia di batang itu terbang oleh angin dari arah depan, masuklah ke mata. Kebayang debu nya sekecil apa kan? Tapi beneran itu ganggu. Udah ditetesi obat mata, tapi nggak mau minggir, nempel di kelopak mata atas bagian dalam. Ngganjel bangetttt. Setelah operasi kecil, saya cungkil debu hitam itu menggunakan cotton bud yang sebelumnya sudah ditetesi obat mata, bisa diambil. Lega. Meskipun menyisakan perih akibat gesekan cotton bud dengan kelopak mata.

Sorenyaaaaa, yang kelilipan gantian mata kanan, oiya tadi yang kelilipan adalah mata kiri. Yang mata kanan ini, sampai malam tidak terdeteksi dimana debu itu berada. Sudah ditetesi obat mata beberapa kali tetep masih ngganjel, dan ndak bisa keluar debu nya. Yaweslah..saya menyerah, saya merem, tidur, istirahat. Paginya sudah bersih, tapi beleknya banyak. Hehehehe. 

Berarti ada satu lagi jalan keluar, selain berusaha mengeluarkan debu itu dengan obat tetes mata dan mengambil dengan cotton bud, juga bisa diatasi dengan tidur, maksudnya adalah ikhlas. Kan sudah berusaha sebisa mungkin. Sudah berusaha dengan ditetesi obat mata, tapi gagal, ya sudah, terima saja, mata punya cara sendiri untuk melindungi dirinya. Mata punya prosedur untuk membersihkan dirinya. Tuhan juga punya caranya sendiri untuk membantu kita keluar dari masalah, yang perlu kita lakukan adalah berusaha sebisa mungkin, kemudian ikhlas dengan apa yang dikehendaki tuhan. Begitulah...tuhan punya prosedurnya sendiri, yang cepat atau lambat kita akan menyadari itu sebagai berkah. Bukankah tidur dalam kasus kelilipan saya yang kedua juga merupakan berkah. Hehehehe. Mekso memang analoginya.

Beda lagi dengan kelilipan belalang, eh bukan kelilipan sih sebenarnya, tapi ditemploki. Saat malam kemarin pulang dari kost teman, tetiba ada belalang nemplok ke dada saya, belalang besar. Saya kaget, tapi mungkin dia lebih kaget ya. Hehehe. Setelah itu, karena gelap saya tidak tahu apa kabar belalang itu, jatuhkah pasca menubruk saya, atau bagaimana saya tidak tahu, karena gelap malam. Saya toh mengendarai motor dengan kecepatan cukup tinggi. Ternyataaa...belalang itu nggremet ke atas, ke wajah saya, sontak saya kaget dan buru-buru membuangnya. Saya kibaskan dia begitu saja. Nah jika tidak hati-hati ketika membuang belalang itu, bisa jadi saya yang jatuh, dan ngglangsar dengan sukses. Buru-buru menyelesaikan masalah tanpa tahu pasti penyebab masalah itu timbul juga akan berakibat tidak baik bukan. Harus punya strategi dan kondisi yang seimbang. Supaya efek yang ditimbulkan dari pengambilan keputusan itu juga bisa diterima dengan baik dan tidak menimbulkan ”cedera” yang berlebihan. 

Baik debu maupun belalang, adalah hal yang sulit diprediksi akan datang. Tapi kemungkinan mereka mak bedunduk datang pasti ada, karena ini hidup. *uwooooooh..bahasane* Ya kan habitat tempat kita hidup ada banyak debu dan ada belalng, kemungkinan mereka tiba-tiba nyempil dan nemplok itu pasti ada. Dalam hidup juga demikian. Menjadi siapapun, dokter, profesor, presiden, peneliti, pasti akan ada banyak masalah datang tak terduga, jadi persiapkan diri untuk bisa selalu bijaksana dan ikhlas menerima, siapkan semangat yang tak pernah pupus untuk mencoba menyelesaikan.

Sunday, August 04, 2013

Lembur yang menyenangkan pada akhirnya

Alhamdulillah...ujian skripsi sudah dijalani. Hahahaha. *ngekek tok* Ujian macam apapun itu. Tapi bersyukur, nggak terlalu nervous, sudah pasrahlah itu, yang penting dapat masukan dan wawasan. Semoga revisi yang bejibun itu segera kelar dan lancar jaya. Hai Mr.Brain *ketuk kepala*, lets melembur lagi. :D

Jumat memang berkah. Ujian proposal februari 22, 2013. Dan ujian skripsi agustus 2, 2013. Sama-sama hari jumat dan ada angka dua nya. Itu bukan kebetulan, mungkin memang semacam asesoris dari Tuhan bahwa, yes angka dan hari yang berkah untuk sebuah ujian. Ikhlas, pasrah dan legowo.

Tugas selanjutnya revisi-revisi. Cemamaaaaad. \(^o^)/

Friday, July 12, 2013

Teguran dan provokasi yang pas.

Tuhan menegur dengan cara yang luar biasa. Selamat pagi jumat berkah...
Ya, sekali lagi Tuhan menegur saya. Dengan cara yang nampol luar biasa. Berkali-kali saya mencari pembenaran dalam diri saya pun akhirnya hanya berujung pada, oyeee saya yang salah.

Ya sudah, bismillah, mungkin ini pertanda komunikasi harus diperbaiki, Tuhan mengingatkan saya. Alhamdulillah. Semoga jalan memperbaiki juga terbuka.

Ndilalah juga di halaman news feed fesbuk ada yang mengatakan bahwa
Adalah hal yang sangat baik adanya jika seseorang mau berubah jadi lebih baik. Tetapi, beberapa perubahan memang membutuhkan proses dan provokasi yang pas.

Menghargai setiap proses manusia yang sedang bertumbuh akan lebih memungkinkan ia berubah menjadi semakin baik dan hebat dari hari kehari :)

Berproses itu hukum alam, maka ia itu ALAMIAH :)
Siapapun yang menentang kebenaran alamiah ini akan menghantam tembok kekecewaan yang mendalam dan stres yang sebenarnya tak perlu.
Menggarisbawahi  kalimat Proses dan provokasi yang pas.  Yang pas atau dipaspaskan lebih tepatnya. Harus dipaspaskan. :) Provokasi bisa dari dalam diri atau menggali dari yang orang lain tunjukkan. Misalnya, saya sedang dalam proses menyelesaikan tugas akhir, sebelumnya saya acuh tak acuh karena merasa bahwa masih banyak waktu, sekarang tinggal satu bulan, harus selesai, harus. 

Provokasi dari dalam diri saya adalah, kalau ndak mau berjuang keras, saya akan DO, dan itu tentu akan mengecewakan orang tua saya, dan tentu diri saya sendiri. 

Provokasi dari luar adalah pertanyaan-pertanyaan dan perhatian yang ditunjukkan orang sekitar. Teman, sahabat, orang tua, saudara, semua selalu memberi semangat dengan caranya masing-masing. Tidak selalu dengan cara kalimat yang positif tapi juga sindiran dan guyonan yang nyelekit, tapi ya itu tadi harus dipaspaskan, harus ada mindset bahwa mereka menyemangati bukan sedang menyakiti, mereka hanya menunjukkan perhatian. Meskipun nyelekit tapi diri kita sendiri yang harus ngepaske bahwa itu wujud menyemangati yang mereka bisa. Ndak bisa kita meminta mereka untuk menyemangati sesuai dengan keinginan kita. Itu perhatian mereka, itu cara mereka.

Intinya, provokasi yang pas bisa dari diri sendiri maupun orang lain, kadang yang nyelekit itu memang musti dipaspaske dewe, dengan berpikir positif.

Jumat berkah...semoga memberkahi setiap langkah kita.

Amin.

Saturday, March 02, 2013

drama skripsi


Sudah semestinya kamu bersyukur. Kamu sudah checking akhir, tinggal bimbingan artikel saja toh. Baru ditolak sekali, mungkin kemarin ibu dosen sudah cape’ sudah sore, mungkin seharian sibuk, dan lagi mendekati bulan april begini yang pengen segera kelar urusan artikelnya kan bukan cuma kamu saja, pasti banyak artikel yang musti ibu itu bimbing. J hahaha. Coba lihat aku, baru akhir februari ujian proposal, belum apa-apa, masih puanjang lagi prosedurnya. J iya sih masih ada beberapa teman yang bahkan belum mengajukan judul, pada dasarnya aku juga harus bersyukur, aku baru ujian proposal tapi penelitian sudah kelar. Ya itulah intinya kita harus lebih bersyukur dengan apa yang kita raih. J tetep semangat yaaa...


*kemudian ada suara menggema, “SETELAH BERSYUKUR KAMU HARUS BERUSAHA LEBIH KERAS LAGI, DANI!!!”

*kemudian diglundungkan dari atap auditorium

Hahahaha...

Wednesday, February 20, 2013

holaaaaa....



holaaaaa......selamat pagi... ^_^

Saturday, February 16, 2013

#plapti #buUt

si plapti temen saya, banyak hal yang bisa bikin saya ingat sama dia. salah satunya adalah bu utami. nah cerita tentang bu utami ini berawal dari ketika saya mengasisteni salah satu mata kuliah beliau, mikroteknik. gegara saya jadi assisten itulah beliau jadi hafal nama panggilan saya, Dani. saat itu saya sebenarnya cuma ngebantuin si ima, bu ut sering bilang saya mirip dengan ima. nggak cuma bu ut saja sich, hampir semua orang kalo melihat saya lagi jalan bareng sama ima pasti dikira kembar. padahal ya nggak ada mirip-miripnya.

acara asisten selesai satu semester, semester berikutnya saya mengulang mata kuliah beliau, mata kuliah struktur jaringan hewan, jreeng jreeng... nah tambah hafal beliau dengan saya.

berikutnya, ada hubungannya sama plapti, bu ut ini sering keliru antara saya, plapti dan sari. katanya mirip. oke, dari sini bisa kita simpulkan, saya mirip dengan ima, dengan plapti dan dengan sari. oh well...muka pasaran.

kemudian ketika saya mulai sibuk peneltitian di lab, saya sering bertemu dengan bu ut, dan beliau sering bertanya "wes rampung durung peneltitianmu?wes TA1?" pokoknya tiap ketemu pasti nanya itu. sampai suatu hari beliau bertanya dan jawaban saya masih sama, "belum, bu." kali ini beliau bilang "yo alon alon tapi digarap ya, anakku kae yo podo, rung rampung."

lamaaaaa setelah itu saya ketemu lagi dengan beliau di jurusan, "lho kowe ki ngopo ning kene?wes lulus ta?" saya jawab "belum bu. ini mau ngurus ujian ujian.". beliau bilang "lho anakku wes lulus lho, sing tak padak-padakke ben kowe semangat, kok kowe malah rung rampung, ayo gek ndang."

nah pokoknya sekali lagi saya bilang, tiap ketemu bu ut selalu nyemangatin saya, pernah pas ketemu di jalan (sering banget ketemu ya) beliau nanya lagi "kurang opo sih?" saya jawab "ujian bu." dan beliau bercerita, "iyo wes ndang yo. sek aku tak meh cerito anakku, sing aku cerito wingi. dia lulus ki itungane telat tinimbang kanca-kancane, tapi ya Gusti Allah memang maha adil, ndilalah gampang dapat kerjanya, langsung keterima. sekarang dia sudah kerja di jakarta, tapi karena bagian yang musti bolak balik jakarta-jogja ya riwa riwi, itupun riwa riwi numpak pesawat dibayari, kadang uang saku nya juga lumayan. wes semoga kalian (saya dan teman saya) lulus keri ora popo semoga kerjaan lancar. sukses. amiiin.." :)

jadi, kenapa tiap ketemu bu ut ini saya selalu ingat plapti, karena bu ut juga pernah cerita bahwa beliau punya rumah di temanggung dekat rumahnya plapti. si plapti juga pernah cerita, kalau dia terharu bu ut masih ingat sama dia. kemarin pagi pas ketemu bu ut, dari jauh beliau bilang "iku ndak Dani?(saya jawab 'iya bu') ora Dan, aku ora meh takon meneh. wes tak dongakke wae yo." hahahahaha saya ketawa keras banget pas itu padahal di kantor jurusan. hahaha. bu ut, i love you bu. :). habis itu saya sms plapti, si plapti nya bingung, saya juga bingung mau jelasin gimana, teman saya yang ada sangkut pautnya sama bu ut ya cuma plapti, ima dan sari. si sari mah kemana-mana sama saya, jadi ya diceritain secara langsung, si ima lagi hamil jarang sms'an,  yawes sasaran sms ya plapti. tapinya dia bingung, aku juga bingung. nah kira-kira sepanjang inilah nanti kalo diceritain ke plapti kenapa kalo ketemu bu ut saya ingat plapti.

selamat pagi...

^_^


#memiliki orang-orang yang begitu mendukung dan mendoakan kita adalah anugerah. :)

#alhamdulillahirrobil'alamin...

Wednesday, November 21, 2012

merbabu oh merbabu


Merbabu oh merbabu...

Saya dan gunung merbabu. Pernah kebayang?! Enggak!
Yang saya bayangkan justru merapi, semeru, pangrango dan rinjani.

Merapi, jangan buru-buru menyimpulkan saya kepengen naik merapi, Cuma pengen ke keteb nya. Hehehe. #dikethak

Semeru, oh iya pasti mahameru dan ranu kumbolo nya.

Pangrango, mandalawangi.

Rinjani, hanimun. Hahaha. Amiiiin.

Merbabu oh merbabu...
Dua hari sebelum tanggal kelahiran saya, saya naik merbabu, bersama teman-teman baru, dua belas orang. Mba chopi, Mba Tyas, Mas Nanang, Mas Dhanny, Mas Adhi, Mas Arif, Mas Rizqon, Mas Drajat, Mas Fajar, dan Mas Rizky, serta tentu saja, saya.

Niat utama adalah merapikan egosistem.
Wejangan mas adalah mengenal diri sendiri dan alam sekitar.

Hasilnya: belum mampu merapikan egosistem, baru mengenal diri sendiri. Diri sendiri yang masih terlalu berporos pada ego.

Selama perjalanan, saya sadar betul, bagaimana diri saya selama ini. Hampir menyerah. Hampir ingin berhenti dan kembali.

Beberapa kalimat yang membuat saya bertahan adalah “tuhan, menciptakan manusia dengan kemampuan yang luar biasa, hanya saja manusia itu sendiri yang seringnya menciptakan batasan.”

Saya pasti bisa. Dan saya bisa. Meski dengan terseok-seok merayapi tanah merbabu.
Senyum teman-teman yang mengokohkan.
Terima kasih untuk segala semangat, canda, tawa dan foto-foto nya ya. Hehehe.

Tujuh belas nopember dua ribu dua belas, dua puluh empat tahun, dan saya baru saja berhasil menapaki puncak-puncak merbabu. Sungguh alam milikMu ini ya Rabb, beserta teman-teman yang luar biasa adalah kado yang menakjubkan. Subhanallah J

Monday, October 22, 2012

Fighters vs Haters #skripsi

Selamat pagi...senin nih...

Oke sip. Saya akan nulis tentang skripsi. *ouch* Bukan, bukan skripsi saya yang lantas saya tulis di sini, hehehe. Tentang seorang teman yang juga sedang berjuang menggarap skripsinya.

Dulu sering ada yang nanyain tentang teman ini, bagaimana dia, apa kabar dia, sudah sampai mana skripsinya. Well, saya yang juga dalam tahap mengerjakan, kadang merasa terganggu dengan pertanyaan-pertanyaan seperti itu, meskipun mungkin maksud si penanya adalah menyemangati. Jadi, saya lebih memilih untuk tidak bertanya padanya, hanya memberi nya senyum lebar lewat emoticon di twitter atau sms atau via fesbuk. Ya setidaknya dia pasti tahu maksud saya adalah ayoo semangat digarap, masih ada waktu dan jangan menyerah.

Nah pagi ini teman saya menulis di twitternya tentang haters, sontak saya terkejut, apa yang dia maksud dengan haters? apakah ada yang mencemoohnya tentang kegiatan dia yang mengajari anak-anak kecil belajar? atau tentang apa? saya bertanya-tanya. Oh iya, teman ini punya semacam perkumpulan di mana dia dan teman-temannya mengajari anak-anak belajar, belajar apa saja, bahasa inggris, keterampilan, pelajaran sekolah, dll. Karena saya penasaran, saya kepo deh, buka profil nya kemudian membaca temlen nya. Dan tarraaa..oohhh ngomongin skripsi. Hari ini dia berniat mencari referensi skripsi, tapi ada yang nyinyir gitu deh, yang mengatakan bahwa "oooh pagi-pagi ngomongin skripsi karena nyesel udah telat wisuda?" wahahaha, orang-orang seperti ini yang terkadang pengennnnn sekali saya pukul mulutnya, atau ya tangannya lah ya secara dia nulis, ngetik di twitter. Saya tidak suka terhadap orang-orang yang nyinyir nya kaya gini. Asli, ngeselin, dan sok tahu.

Tapi teman saya lempeng aja membalas nyinyiran itu, dia bilang dia tidak menyesal, karena yah seperti yang saya tahu, dia memiliki banyak kegiatan dan pengalaman yang luar biasa di luar sana. Dan saya percaya dia pasti mampu menyelesaikan apa yang seharusnya dia selesaikan. Saya percaya dia tahu apa yang dia pilih dan dia lakukan. Dan orang yang tahu sudah tentu adalah orang yang akan bertanggung jawab.

Kamu pasti bisa teman.
Dan saya juga pasti bisa.

Bismillah...

Yuhuuu...selamat beraktivitas dan bahagia selalu.

Wednesday, April 04, 2012

Buku Petunjuk Pemakaian

Naik ke lantai tiga, balik lagi ke lantai satu, naik lagi ke lantai tiga turun lagi ke lantai satu. Sebisa mungkin mengingat apa saja yang dibutuhkan untuk lantai tiga dan mengambilnya sekaligus dari lantai satu. 
Capek tapi menyenangkan. hahaha. Semoga semua berjalan lancar dan saya bisa kembali ke tempat semula, di lantai satu tanpa sercaan dan caci maki serta suara tinggi. amin.
Ruangan baru di lantai tiga, ruang riset. Semua alatnya baru, dan mungkin saya bisa betah kerja di ruangan baru itu andai ada waterbath, freezer dan juga microsentrifuse-nya sesuai standar isolasi DNA. Microcentrifuse yang kepake di isolasi DNA adalah yang kecepatannya bisa sampai minimal 10.000rpm dan ada suhu rendah-nya minimal suhu empat derajat celcius. Waterbath ada tapi belum di pasang. Kalo inkubasi musti turun ke lantai satu. dang!
Hari ini tadi ngecek wastafel dan setting alat-alat. Kalibrasi timbangan analitik, di pojokan alat ada bulatan yang berisi air dan gelembung udara. Dianggap seimbang posisi alat ini adalah jika gelembung udara itu berada di tengah-tengah bulatan merah. Si meja donk ternyata nggak rata permukaannya, jadinya musti puter-puter kaki si timbangan biar agak tinggi dan pas. Sampe gembrobyos, susah bener ngepas-in gelembung udara itu. *ambil napas* nyoba nyalain alat itu, kalibrasi nya eror, duh memang kudu ning tengah-tengah gelembung udara kuwi. Mas penanggung jawab lantai tiga tanya, "gimana dek? apa yang kurang?" setelah saya jelaskan, akhirnya kami bagi tugas, si mas yang ngangkat alat sampe gelembung di tengah, saya yang puter-puter kaki timbangan. Setelah beberapa menit akhirnya posisi kaki sebelah kanan udah pas, gantian ngepas-ke kaki kiri. Nyalain AC nya dulu. hahaha. Setelah duanya beres dan seimbang, nyalain alat itu dan kalibrasi. tet tot. eror. hahaha. 
"mas, ini buku petunjuknya di mana ya?ada nggak?", saya ngerasa pasti ada yang terlewat nih, alat baru kok kalibrasinya lama. Baca-baca-baca-baca buku petunjuk. huahuahuahua. Kesalahan berada pada saya. Yaiyalah eror lha wong silikagelnya guedhe banget nangkring di plate timbangnya kok. duuuuuhhhh...dingdong.
hahahaha. Si mas ikut ketawa.
Pokoknya dimanapun berada, bacalah "buku petunjuk pemakaian" jangan sok tahu. :))

Friday, January 27, 2012

having fun


ijinkan saya narsis kalii ini hihihi

in the middle of  DNA isolation training 

pertama kalinya ikut ngisi pelatihan isolasi DNA tumbuhan
biar capek dan kucel tetep ayu. *ditimpuk*

laboratorium genetika dan biologi molekuler
universitas negeri semarang
kamis, 29 Desember 2011

Saturday, January 14, 2012

PKMP dan mules, tanggung jawab baru

Pagi-pagi sudah dapat sms dari dosen pembimbing. Seringnya tiap dapat sms dari beliau perut langsung mules. wkwkwk. Pagi ini lebih mules dari biasanya.
Selamat ya...PKMP nya diterima...

Kaget, karena saya sendiri belum tahu pengumuman itu dan baru berniat buka pengumuan siang ini.
Seneng sih..tapi...hahahaha. Baiklah. Ini tanggung jawab baru, kerja keras juga harus lebih dari biasanya.

Males..males..pergilah dariku!


Sunday, December 04, 2011

setan


Jangan mengkambinghitamkan setan
Memang sudah tugasnya menggoda manusia, menjerumuskan
Ia dulunya tinggal di surga
Tapi kesombongannya membuatnya terlempar ke neraka, kelak di hari kiamat
Dan ia bersumpah membawa anak adam turut serta ke neraka.
Jangan salahkan setan
Yang membujuki rayu dengan kenikmatan sesat
Melemparmu ke neraka, kelak
Sekali, sebut itu khilaf, termaafkan..mungkin.
Salahkan dirimu sendiri
Kebodohanmu terbujuk rayunya
Untuk kali kedua, ketiga, keempat..
Kau tahu itu godaan setan
Kau sadar betul setan menyenang-nyenangkanmu dengan gemerlap dunia
Dan kau menyambutnya dengan suka cita
Godaan neraka itu.
Kubilang! Jangan terus-terusan menyalahkan setan atas pilihan yang sadar betul kau ambil untuk mengikutinya.

atmosfer neraka


Bau neraka menyengat, meski dari jarak ribuan kilometer, itu bagi calon penghuninya. Baiklah, itu bahasan yang terlalu tinggi untuk saya. Saya akan membicarakan atmosfer neraka di bumi, versi saya.
Atmosfer neraka, salah satunya adalah rumah yang sedang dilanda ketegangan tingkat tinggi. Ketika kondisi rumah sedang tidak kondusif. Yaitu ketika ibu murka. Can you imagine? Ibu yang mengurus rumah tangga, segala keperluan anggota rumah tangga. Ibu yang di telapak kakinya adalah surga.
Ridho tuhan berasal dari ridho ibu, ridho orang tua. Bahkan nabi menyebutnya tiga kali, ibu, ibu, ibu kemudian bapak, ketika ditanya siapa orang tua yang pertama kali dihormati.
Ketika ibu merasa diabaikan, dilupakan, tidak dihargai, dan disakiti, maka saat itu murka tuhan perlahan akan turun. Dan ketika itulah suasana rumah beratmosfer neraka.
Namun, ibu takkan melupakan kewajibannya, mengurus rumah tangga, menjadi ibu dan istri yang luarbiasa, tapi tetap saja pedih dan kecewanya membuat suasana hujan  seperti menyesakkan. Dan sakit kepala melanda. Ibu, mungkin tidak akan membanting pintu, memecahkan gelas, dan melempar piring ketika marah, hanya diam. Tapi diam itu seperti menusuk nusuk seluruh sudut rumah. Atmosfer neraka merebak.
Ibu dengan semua kelembutannya, kesabarannya, dan dalam diamnya.
Ketika ibu merasa tak marah dan kecewa, semua itu masih melekat hanya saja sekali lagi saya bilang, atmosfer neraka merebak.

*sigh* bahkan kopi dan teh, tidak mampu meredam sakit kepala ini, tak mampu setidaknya mengurangi efek atmosfer neraka ini.

Saya nulis apa sich ini.huwaaaahhhh....

Thursday, November 10, 2011

hari pahlawan ini terasa seperti hari ibu

Sekali lagi saya membuat ibu sedih. Dengan kenakalan dan kecuekkan saya. Ibu, maafin Dani ya.

Dan saya berdoa semoga saya masih diberi kesempatan untuk bisa menjadi pribadi yang lebih baik.
Seharian kemarin saya marah-marah. Seorang adik kelas saya marahi karena dia gak sopan. Tapi saya lalu menyesal.
Sebenarnya dulu saya sering marah-marah, hahaha. Sering gak bisa mengendalikan emosi. Dan sebenarnya akhir-akhir ini sudah jarang lagi marah, dan kemarin marah itu rasanya aneh.

Mungkin saya ketularan auranya mas yang anteng itu yaa..alhamdulillah kalau begitu.
Semoga saya selalu diberi kesempatan untuk jadi pribadi yang lebih baik lagi.amien.

Wednesday, May 25, 2011

banjir lah sudah karena kebodohan saya

Kebodohan demi kebodohan saya lakukan akhir-akhir ini. Seperti yang TERNYATA saya lakukan kemarin. Saya lupa menutup keran wastafel di Laboratorium, dan hasilnya ketika pagi ini air dialirkan, banjirlah ruangan itu PLUS ruangan sebelahnya. Semua penghuni lab pun mengeluarkan opini-opini nya. "yang pasti ini salah mahasiswanya!"
Yak! Ini salah saya, mahasisiwi yang kadang benar-benar gak mutu dan ceroboh.
Akhirnya, agenda yang saya jadwalkan bisa saya kerjakan hari ini pun tidak semua terpenuhi.
Jiah...P-E-N-I-N-G....Bzzzzzzzzttttttt....
Istighfar aja dari tadi...
Padahal setiap selesai menggunakan lab, saya selalu mengecek segala sesuatunya, sudahkah semua aliran listrik dimatikan dan dicabut. Nah begonya, karena dua hari kemarin, air tidak dialirkan, jadi saya nyalain kerannya, dan lupa saya kembalikan seperti semula. huhhhhh......

Ya..ya..ya..ini kelalaian saya. Saya tau. Dikiranya saya gak menyesal apah?! hahaha
Untuk pelajaran saja yah, biar besok-besok lebih teliti lagi.

Capek rasanya bersihin ruangan itu, apalagi semua barang yang ada di bawah jadi terendam. Semua kardus jadi ambrol...untungnya alat yang masih baru ada di dalam stereofom jadinya gak ikut basah. Bisa tambah gila saya.

Memang sich yang ngebersihin bukan saya seorang, ibu-ibu cleaning service banyak bantuin, teman-teman juga pada bantuin, tapi yang bikin capek adalah, beban mental bahwa SAYA LAH YANG MENYEBABKAN MEREKA SEMUA IKUT BERSIH-BERSIH.

Dan sampai detik ini saya masih merasa TOLOL, meskipun teman-teman bilang "udah gak usah dipikirin"
Tetap saja kepikiran, besok pasti saya terkenal se-Jurusan Biologi, atau paling tidak tragedi tadi jadi meluasss.

Hmm...bagusnya saya sangat bersyukur memiliki mereka semua, yang selalu memberikan senyum  dukungan dan candaan. Terimakasih, teman-teman. ehehehehe...semoga saya gak bego lagi besok-besok. amiiiiiiiiin.

Tuesday, May 17, 2011

motivasi lagi

dapet pencerahan malam ini.

berharap besok pagi punya energi full buat ngutik-ngutik daun duren ituh. yang sudah kurendam dari hari kamis kemarin.

semoga lancar. amiin.