Wednesday, November 21, 2012

merbabu oh merbabu


Merbabu oh merbabu...

Saya dan gunung merbabu. Pernah kebayang?! Enggak!
Yang saya bayangkan justru merapi, semeru, pangrango dan rinjani.

Merapi, jangan buru-buru menyimpulkan saya kepengen naik merapi, Cuma pengen ke keteb nya. Hehehe. #dikethak

Semeru, oh iya pasti mahameru dan ranu kumbolo nya.

Pangrango, mandalawangi.

Rinjani, hanimun. Hahaha. Amiiiin.

Merbabu oh merbabu...
Dua hari sebelum tanggal kelahiran saya, saya naik merbabu, bersama teman-teman baru, dua belas orang. Mba chopi, Mba Tyas, Mas Nanang, Mas Dhanny, Mas Adhi, Mas Arif, Mas Rizqon, Mas Drajat, Mas Fajar, dan Mas Rizky, serta tentu saja, saya.

Niat utama adalah merapikan egosistem.
Wejangan mas adalah mengenal diri sendiri dan alam sekitar.

Hasilnya: belum mampu merapikan egosistem, baru mengenal diri sendiri. Diri sendiri yang masih terlalu berporos pada ego.

Selama perjalanan, saya sadar betul, bagaimana diri saya selama ini. Hampir menyerah. Hampir ingin berhenti dan kembali.

Beberapa kalimat yang membuat saya bertahan adalah “tuhan, menciptakan manusia dengan kemampuan yang luar biasa, hanya saja manusia itu sendiri yang seringnya menciptakan batasan.”

Saya pasti bisa. Dan saya bisa. Meski dengan terseok-seok merayapi tanah merbabu.
Senyum teman-teman yang mengokohkan.
Terima kasih untuk segala semangat, canda, tawa dan foto-foto nya ya. Hehehe.

Tujuh belas nopember dua ribu dua belas, dua puluh empat tahun, dan saya baru saja berhasil menapaki puncak-puncak merbabu. Sungguh alam milikMu ini ya Rabb, beserta teman-teman yang luar biasa adalah kado yang menakjubkan. Subhanallah J

No comments:

Post a Comment