Masih ingat kan kalau aku suka
menulis ulang sms yang kau kirim untukku. Ya, tadi sesiangan aku tulis sms mu
yang masih ku simpan, inbok nya sudah penuh jadi musti dihapus sebagian. Ada buku
tempat aku menulis cerita dan semua hal termasuk tentangmu, ku tulis sms-sms
itu di sana. Dan kubaca lagi yang sudah tertulis. Aku rindu. Heiii...
Malam ini aku tidur lebih awal
karena merasa migrain akan datang. Dan terbangun pukul 20.30, ku tengok ponsel
ku, tidak ada pesan darimu, cemas menyergap, ah langsung ingat mimpi buruk
barusan. Aku mencoba membuka mata, melafalkan dzikir dalam hati, berusaha
bangun kemudian minum air putih. Ku ketik sms untukmu, “bagaimana
senut-senutnya? Masih mumet?” menunggu hingga setengah jam dan kau tidak
membalas. Ah mungkin kau sudah tidur. Tak apa. Baik-baik kau ya. Sehat kau ya. Semoga
kau baik-baik saja...hanya doa yang mampu ku kirim untukmu ketika kita
dibentangkan jarak seperti ini. Duh...aku rindu padamu.
Ku alihkan pikiranku dan kubuka
twitter, sebuah akun per-kopi-an menulis “Minum kopi secangkir berdua adalah
salah satu hal romantis (bagi yang sudah memiliki pasangan) :D”. Aku teringat padamu,
kita berdua suka minum kopi, dan kau pernah mengirimiku pesan “couple of coffee
and we talks”.
Pernah kita berangan suatu pagi
nanti aku dan kamu, kita berdua, duduk di teras rumah saling menatap dan
menikmati kopi, menikmati pepohonan yang menghadirkan kicauan burung-burung. Ah
betapa pagi itu akan luar biasa. Yah..semakin rindu lah aku.
Nah...sleepwell sayang. Baik-baik kau ya.
Mari sholat isya dulu, sepertinya mimpi buruk tadi
dikarenakan aku belum sholat.
No comments:
Post a Comment