Monday, February 27, 2012

Kekasih

Dia jauh berbeda dari yang pernah singgah
Satu nya persamaan adalah dia mampu membuatku selalu menoleh padanya
selalu membuat hati ini mencari nya
Tinggi, keriting, kurus, bola matanya coklat, senang bersenanadung, suka puisi, suka sastra, penulis, cinta buku, nggak akan pernah selesai jika harus menjelaskan bagaimana dia, di mataku.



Segala hal dalam pemikiran dan sikap, kami memiliki banyak persamaan, sehingga kadang aku hanya perlu melompati pikiran ku sendiri jika bimbang harus bagimana bersikap kepadanya.
Hal itu pula yang kadang membuatku khawatir, kata orang setiap pasangan yang berjodoh memiliki perbedaan dan akan saling melengkapi. Hei jangan tertawa, aku benar-benar merasa khawatir, saat memiliki pemikiran seperti itu. Namun kemudian seseorang mengatakan bahwa yang namanya jodoh mau banyak perbedaan atau persamaan, ketika tuhan menetapkan mereka berjodoh, maka terjadilah. Yap...kembali pada ketetapan tuhan bukan, yang penting kita percaya bahwa apa yang ditetapkan tuhan adalah yang terbaik.
Kesibukannya membuat kami jarang berada di satu kota yang sama. Jarang bertemu. Tabungan rindu kami jadi gendut. :) 
Tiga dari tujuh hari dalam seminggu kadang dia di kota ini, tapi itupun hanya sehari atau beberapa jam saja kami dapat bertemu. Sekali lagi, kesibukannya yang membuat benar-benar harus meredam ingin ku untuk terus bersamanya. Kesibukan dan tanggung jawabnya, sebagai "kakak", dewan pembina, dewan kehormatan, dewan penasihat. haha. Yeah mari meracau dan membuat tulisan yang pada awalnya puitis ini menjadi kacau balau.
*tarik napas dalam...dalam...* *sigh*
Seperti kemarin, baru satu jam bersamanya, dan tetiba seserang datang dan mengatakan hal yang aku tahu pasti membuatnya beranjak dari tempatnya menemaniku. Errrr...imajinasi berkembang pengennya punya tatapan menusuk dan menusuk bocah itu..huh..
aku kangen, tapi yang dikangeni punya umum. aku kangen tapi yang dikangeni milik masyarakat sekitar. aku kangen tapi yang dikangeni berlabel 'bukan untuk dimiliki sendiri'. aku kangen, tapi yang dikangeni adalah orang penting. aku kangen tapi yang dikangeni baru ketemu sebentar sudah harus 'terbang' ke tempat lain.
Kangen ini numpuk-numpuk, sampe seringnya nge-twitt kalimat kalimat penuh keluhan seperti itu. 
Bukan sepenuhnya mengeluh, hanya dengan meluapkan dengan cara seperti itu menjadi bisa berpikir lebih jernih. Hei dia masih milik bersama, saatnya nanti dia yang harus benar-benar membagi waktu dengan adil antara istri (me) dan mereka. Maka perasaan ini akan menjadi lebih baik. Hanya perlu lebih bersabar . Hanya perlu mencari hal lain yang dikerjakan untuk mengalihkan semua kangen ini. skripsi #eh. *sigh*
Tunggu sebentar, ISTRI??? (amien).hehehe. Aku menyebutnya sebagai calon suami, maka aku berharap dia juga menganggapku sebagai calon istri. :D Bismillah.

 nite...^^

No comments:

Post a Comment