kekuatan pikiran. jika kita benar-benar memikirkan sesuatu, atau menginginkan sesuatu hingga terus menerus memikirkannya, maka apa yang kita pikirkan kemungkinan akan terjadi. kekuatan pikiran yang didukung alam semesta.
*ah ngomong apa saya ini*
iya saya pernah baca tentang kekuatan pikiran ini. dan kemarin saya nonton film thailand yang berjudul "who are you" itu juga sedikit banyak ngomongin kekuatan pikiran. di dalam pilem itu ada adegan seorang yang ditutup matanya kemudian di tangan kirinya dia memegang pensil dan di tangan kanannya dia memegang selembar kertas. orang tersebut diberi sugesti bahwa benda di tangan kiri (pensil) merupakan benda lunak dan benda di tangan kanan (kertas) adalah benda tajam. dengan kekuatan pikirannya dia harus mampu memotong benda lunak dengan benda tajam. dan berhasil. pensil terpotong menjadi dua.
*kamu percaya?* *saya percaya!*
apa yang kita pikirkan akan terjadi, bisa terjadi. untuk itu saya selalu berusaha bahwa setiap bangun pagi saya berpikir yang baik-baik saja, supaya segala hal yang baik yang terjadi. tapi bukan berarti juga saya tidak pernah memikirkan kemungkinan terburuk. salah kalau orang-orang berpikir saya tidak pernah memikirkan kemungkinan terburuk. hahahah. *melotot sama adek kelas* saya, ketika memikirkan satu rencana, di belakang rencana itu saya selalu mencantumkan kemungkinan terburuk untuk saya waspadai. waspada itu dalam rangka menyiapkan hati saya untuk jatuh, dan waspada untuk menyiapkan jalan keluar lain jika kemungkinan terburuk itu terjadi.
jatuh??
ada hal-hal yang memang di luar kendali kita. tentang perasaan. jika seseorang yang saya cintai memilih untuk mencintai perempuan lain, maka saya harus bilang apa, itu di luar kendali saya. of course, saya akan beruasaha untuk tidak melakukan hal-hal yang membuatnya berpaling ke perempuan lain, tapi jika segala usaha saya tersebut tidak berhasil, tentunya hal pertama yang harus saya lakukan adalah jatuh dengan tidak terlalu sakit. bukankah jika kita berani mencintai kita juga harus harus siap untuk kehilangan?
lalu ke mana perginya>> berani mencintai, mencintai dengan berani.
*mbuh*
selamat pagi...
endingnya kok jadi berani mencintai dan mencintai dengan berani dan?
ReplyDeleteberujung galau =))
wahahaahahahha... *ngekek* iya mba chopie, mbuh iki. geje. gak jelas.
Delete