Tuesday, September 09, 2014

Dua Gelas Cerita



Niatan kami adalah makan, tapi prasmanan membuat kami tak berselera. Kami memesan es kofimiks dan jus jambu tanpa es. Kami memilih satu meja, di sudut ruang dengan empat kursi. Dua kursi untuk kami berdua, dan dua kursi lainnya untuk tas punggung kami. Pesanan datang, segelas es kofimiks dan segelas jus jambu dengan es. Dia berdiri memesan gelas kosong, untuk es yang tak seharusnya hadir. Es yang nantinya menjadi air seiring cerita kami yang tak akan menguap.

Segelas es kofimiks kataku, bukan secangkir, bagaimana rasanya? Manis, ya, karena bu pujasera menambah satu sendok teh gula pasir. Tak mengapa, semanis kenangan yang melekat di tiap sudut tempat itu. Hampir semuanya masih sama seperti dulu, hanya mendoan yang berubah. Gorengan dingin itu tak senikmat seperti yang ada dalam ingatanku. Entah karena kami hanya berdua atau ibu penggoreng sudah berbeda.

Segelas jus jambu dengan es. Mungkin bu pembuat jus lupa dengan pesan kami. Tidak pakai es. Atau mungkin bu pembuat jus merasa salah dengar, mana ada jus tanpa es.

Pesanan kami hanya dua gelas minuman tapi kami bertahan dua jam, duduk bercerita. Dia bercerita, sambil mengaduk jus jambunya. Dia angkat sesendok cairan jus, dia tuang di dinding gelasnya, begitu dia lakukan hingga seluruh dinding gelas buram, kemudian dia bersihkan. Begitu terus hingga ceritanya selesai. Agaknya kenangan yang dia ceritakan seolah muncul dalam tiap butir jus jambu. Aku mendengarkan sambil mengaduk es kofimiks ku. Es kofimiks yang kusesap sedikit demi sedikit. Cerita kami pasti panjang, aku tak ingin memesan es kofimiks manis lagi. Manis gelas kedua tidak akan nikmat lagi. Oh ini hanya berlaku untuk es kofimiks.

Serombongan mahasiswa asing datang, bersama juru foto dan penerjemah, mereka makan kemudian pergi. Kami masih asyik dengan cerita-cerita kami. Hingga ibu pujasera membereskan meja yang penuh piring dan gelas kotor. Es dalam gelas mencair. Es kofimiks habis. Kami beranjak. Berjanji bertemu di tempat lain. Cerita yang lain.

Semarang, 5 September 2014

No comments:

Post a Comment