Friday, October 10, 2014

Hari ketiga - What are You Afraid of



Air ledeng di rumah saya nggak ngalir sejak kemarin sore. Padahal saya kalau mandi sore seringnya malam, air dalam bak semalam sudah menipis. Tadinya niat nggak mandi, tapi kok sumuk kali. Eh pukul 11 malam airnya ngalir, buru-buru saya mandi, saya nandon air di ember dan mengisi bak. Bisa tidur tanpa kegerahan. Tapi pagi-pagi tadi ibu telpon penjual galon air minum langganan, pesan dua galon. Air ledeng tidak ngalir lagi sodara sodara... jadi, pagi ini saya sukses tidak mandi. Hohoho. Jadi ingat jaman ngekos dulu, tiap masuk musim kemarau selalu minim air. Kosan dulu pakai air sumur, yang tiap kemarau selalu sepi. Jadi kalau mandi harus ngungsi ke toilet masjid atau pom bensin. Alhamdulillahnya sih mushola rektorat itu airnya banyak. Hehehe.

Tema hari ketiga ini tentang ketakutan.

Saya takut berada di tempat yang sempit, gelap dan sendirian. Seperti misalnya di kamar mandi ketika mandi dan tiba-tiba mati lampu. Tidak selalu tiga unsur itu yang hadir secara bersamaan sih. Berada di tempat sempit sendirian meskipun tidak gelap juga membuat saya takut, di dalam lift misalnya. Takut tiba-tiba lift nya mati dan kehabisan oksigen, kayak yang di film film gitu. Melewati terowongan panjang dan cukup luas tapi remang-remang juga membuat saya takut, meskipun ketika itu mengendarai motor. Ketika dibonceng pun, tangan saya selalu menggenggam erat baju atau jaket si pembonceng jika melewati terowongan. Dan keparnoan itu semakin bertambah ketika setahun yang lalu saya ditabrak dari belakang oleh motor lain, di dalam terowongan. Takut dan sakit.

Ada lagi ketakutan yang saya miliki, saya takut menyesal. Klise ya. Oleh sebab itu sebisa mungkin sendiko dawuh nya ibu dan bapak, saya jalankan. Saya hanya tidak mau nantinya menyesal tidak bisa memenuhi apa yang mereka inginkan. Bukan pada hal-hal besar. Justru hal-hal kecil seperti tidak pulang terlambat atau ngabari dulu jika pulang terlambat. Karena saya sejak kecil selalu punya jiwa pembangkang, nggak nurut dan ngeyel. Memang bukan ngeyel yang ngotot, ngeyel saya adalah ngeyel yang diam. Dan hal-hal seperti tidak boleh ikut kegiatan fisik atau kegiatan ekstrim. Naik gunung, ikut menwa, keluar malam. Sekarang sudah lebih mendingan, bisa lebih mikir rumah, tidak melulu mikirin kesenangan diri sendiri. Berusaha lebih sering nyenengin dan memperhatikan mereka berdua, seperti membawa jajanan ketika pulang dari dolan. Hehehe. Beliau berdua suka capucino cincau lho. Hehehe.

Saya takut dengan kecelakaan lalu lintas. Salah satu hal yang menyedihkan adalah kematian karena kecelakaan lalu lintas. Jika tiba-tiba di dalam perjalanan saya lihat kecelakaan, otomati kecepatan saya kurangi. Itu spontan saja. Dan degup jantung lebih kencang. Dalam pikiran saya adalah bagaimana perasaan keluarga para korban. Kehilangan yang mendadak adalah kecelakaan lalu lintas. Dan itu pasti sedih sekali. Maka, budayakan keselamatan sebagai kebutuhan. Ya, tanamkan dalam diri bahwa keselamatan diri sendiri dan orang lain adalah kebutuhan, kewajiban juga, saya rasa.

Ketakutan di dalam diri adalah hal yang manusiawi. Ketakutan-ketakutan itu bukan penghalang untuk kita menjadi lebih baik. Dengan kita tahu ketakutan yang kita miliki, kita jadi bisa mengolahnya menjadi suatu kewaspadaan dan lebih positif. Kok isi tulisan ini jadi begini. Ya yang penting adalah jangan menyerah pada rasa takut.

Be brave, tapi tetap behave. Yaelah...

Thursday, October 09, 2014

Hari Kedua : 20 Fact About You

Selamat pagiiii...setelah semalam ngebut nonton drama sampai tiga episode hingga pukul satu. Pagi ini agak mabuk rasanya. Tapi tidur tanpa diintervensi dan bangun pukul delapan itu semacam berkah. Hehehe. Next, hari ini nulis 20 fact about you, eh about me.

1.    Dulu bapak berniat memberi saya nama Uswatun Khasanah. Tapi oleh ibu agak dimodifikasi menjadi Uswahdani, karena ibu tidak mau anaknya dipanggil dengan nama Atun. Ya, jadinya sekarang saya dipanggil Dani.

2.       Punya kakak perempuan satu orang. Mbak saya ini jauuuuuh berbeda dari saya. Dari fisik pun berbeda. Dia putih, cantik, imut, rajin, rapi, teratur dan perfeksionis. Sedangkan saya, kebalikannya. Saya lebih sering dianggap sebagai kakaknya, alias wajah saya nggak imut.

3.    Zodiak scorpio yang lahir di bulan november, membuat saya senang jika ada teman atau kenalan yang lahirnya juga november.

4.       Golongan darah B. Sering berniat untuk donor darah tapi belum terwujud sampai saya nulis postingan ini.

5.      Senang minum kopi, terutama jika mumet tidak karuan. Kopi hitam bisa dua cangkir dalam sehari, kopi saset kuat empat cangkir dalam sehari tapi habis itu mual. Hehehe. Sekarang membatasi dua cangkir saja, baik kopi hitam maupun saset.

6.      Suka baca. Baca apa saja, buku, komik, majalah. Buku, lebih suka beli dan pinjam. Komik biasanya nyewa di rental komik, tapi ini sedang memulai untuk membeli, sudah punya hai miiko jilid 1-26. Yotsubato jilid 1-12. Dan sedang mikir untuk punya detectiv conan. Majalah seringnya pinjam. Koleksi buku saya lumayan banyak ada novel, esai, kumpulan cerpen, buku puisi, ah buku motivasi juga ada. Hahaha.

7.    Senang dengan hal-hal berbau detektif, forensik gituuuu. Senang bekerja di laboratorium. Biarpun lab.nya horor.

8.     Suka mengumpulkan plastik bersih, kain perca dan kertas undangan dengan maksud untuk digunakan lagi, supaya tidak terlalu nyampah. Tapi ya jadinya kamar penuh sampah. Hehehe.

9.    Senang membuat prakarya dari sampah-sampah di poin 7, juga senang menggambar eh oret-oret maksudnya, karena gambarnya abstrak, gak cetho. Termasuk sedang senang menjahit dompet dan merekondisi kaos tak terpakai.

10.   Senang jalan-jalan. *macak turis*

11.   Tidak suka lari jika yang dimaksud adalah lari untuk olahraga. Tapi kalau lari-larian karena senang, ya senang.

12.   Suka nimba air di sumur. Pokoknya tiap dari pulang kampung, lengan ini agak kekar. Hehehe. Tapi saya rajin mandi dua kali sehari lho biarpun harus nimba dulu. Entah kenapa justru jadi excited, selain karena di sana cuaca nya memang panas.

13.   Anteng tapi sekali tersinggung balesnya nyelekit. Begitu kata teman-teman. Nyelekit kok tersinggungan yaaa... *toyor*

14.   Suka ngobrol dengan tanaman di belakang rumah. Kadang ada ayam kalkun, ayam kampung, menthok dan kucing yang juga saya ajak bicara.

15.   Jika berada di satu lingkungan atau komunitas baru, lebih sering diam dan mengamati. Hari pertama biasanya begitu, nanti lama-lama menjadi yang paling berisik dan memicu pandangan “hih ternyataaa bisa ngomong.....”

16.   Lagi mikir ini mau nulis apa lagi.

17.   Suka pakai tas gendong, lebih simpel dan muat banyak.

18.   Oh iya..saya suka hujan. Suka..suka..suka..

19.   Suka kereta api tapi belum pernah naik kereta api. Ini juga masih PR, selain donor darah.

20.   Pengen keliling Indonesia. Terutama Borneo.

21.   Suka Jepang dan segala tentangnya.

 
Semua itu tadi fakta atau opini sih? Hihihihi.
Chao..

Wednesday, October 08, 2014

Hari Pertama : Introduction



Selamat pagiii...buka fb kemudian mendapati Mbak Chop nge-link postingan blog. Doi sedang mengikuti tantangan 25 Days Blog Challenge. Kebetulan yang di share adalah postingan hari kedua. Saya jadi tertarik ikutan. 25 hari ngisi blog dengan tema yang berbeda tiap harinya.

  1. Introduction
  2. 20 facts bout you
  3. what are you afraid of?
  4. favorite quote
  5. 10 songs you love
  6. what's inside the bag? 
  7. if you won the lottery
  8. your glory days
  9. meaning behind your blog name
  10. top 5, difficult times in your life
  11. best things to happen this year
  12. kind of book i want to write
  13. 10 places to visit in philipines
  14. game i play
  15. favorite author and books
  16. your dream job
  17. an old photo of you
  18. favorite food
  19. what are you looking foward for?
  20. i hate bullies
  21. places you want to travel
  22. books you love to reread
  23. favorite chilhood book
  24. about my dance group
  25. why do i blog?

Saya tetapkan untuk memulai hari pertama di hari ini, jadi temanya adalah introduction.


Ehem..ehem...*tenggorokan gatel* *kretekin jari* *benerin kerudung*


Nama lengkap saya Rohati Uswahdani Hikmah. Seringnya dipanggil Dani, dan oleh karenanya sering disangka lelaki. Tapi ketika SMP lebih sering dipanggil Rohati, sesuai dengan daftar presensi, dan sering pula dibecandain sebagai Rohalus. Dulu sempat marah tapi yoweslah, ayu ngene kok, panggilan tidak akan merubah kenyataan bahwa saya berparas ayu. Heuheueheu. *dikeplak* *ayu-ayu kok dipanggil mas* Iyah, selain karena nama, saya sering disangka lelaki karena postur tubuh yang cukup tinggi dan kekar eh maksudnya bongsor, apalagi sering mengenakan celana jeans dan jaket, pakai helm, naik motor dan sukseslah saya dipanggil mas, bahkan om.


Lahir di Semarang, zodiak scorpio (cah november), besar dan tinggal di Ungaran. Tampang sangar (jarene ayu..huuu) tapi hati drama korea. Hehehe. Saya senang nonton drama asia: Jepang, Korea, Taiwan, sesekali Thailand, biarpun Indonesia juga masuk asia, tapi saya ndak suka drama-nya alias sinetron-nya. Karena nonton sinetron Indonesia itu mendzolimi diri sendiri.


Anak kedua dari dua bersaudara, perempuan semua. Kata ibu, saya ini anak paling ndableg. Yaaa...jika dibandingkan dengan mbak, tentu saya ini ruwet dan tidak karuan. Kata ibu lagi, itu karena saya lahir hari kamis wage which is malam jumat kliwon. Hihihihihiiii...*ketawa ala mak lampir*


Saya senang membaca, tapi tidak pernah bisa menggolongkan suka buku genre apa. Pokoknya jika buku/bacaan itu menarik hati saya, pasti saya baca sampai habis. Setebal apapun dan selama kapanpun. Hehehe. Maksudnya, kalau bukunya tebal yaa butuh waktu lama. Saya cepat bosan, tapi saya setia. Jika ditengah cerita saya merasa bosan, saya akan beristirahat, menutup buku kemudian mencari kegiatan lain, atau membaca buku lain. Tapi buku yang belum selesai itu tetap akan dibaca lagi entah esok hari, lusa atau minggu depan. Hehehe. Setia kaan.


Segitu saja lah perkenalannya. Besok, tema berikutnya lebih panjang kayaknya. :)




Thursday, September 25, 2014

Kamu jadi pulang?



Saya tidak kenal mas yang satu ini, tapi cukup tahu namanya dan pacarnya. Hehehe. Seangkatan, dan dia termasuk mas-mas yang yah cukup melek dari segi tampang. Hari ini ketemu secara tidak sengaja, di sosial media. Entah dia juga cukup tahu saya atau tidak. Tapi yang saya ingat tentang dia adalah ketika di tempat parkir dia sedang bercakap dengan pacarnya.
Mase: kamu jadi pulang?
Pacarnya: iya jadi.
Mase: naik apa?
Pacarnya: Naik bus.
Mase: kuantar saja ya. Boleh?
Pacarnya: nggak usah, nanti kamu capek, jauh lho.
Saya tidak tahu bagaimana kelanjutan percakapan mereka. Saya hanya lewat saja. Berlalu sambil ngikik. Ihiiiir... percakapan yang cukup lucu yang tidak sengaja saya dengar. Hehehe. Lucu lucu romantis gitu lah. Hahahaha.
Dan setelah beberapa tahun sepertinya mereka menikah dan punya anak.
Lelaki yang tulus dan perempuannya yang malu-malu.