Showing posts with label 25DaysBlogChallenge. Show all posts
Showing posts with label 25DaysBlogChallenge. Show all posts

Tuesday, November 04, 2014

Final day - Why do I Blog?

Hampir saja terlewat untuk ngisi blog challenge hari terakhir. hahaha.

Yeyeye....tunai sudah challenge ini.

Untuk apa saya nulis blog. Itulah tema hari ke-25. 
Maka jawaban saya adalah untuk curhat. hehehe. Menulis itu bikin waras. Karena ada hal yang tidak bisa diungkapkan dengan suara, tapi bisa ditulis dengan cantik. Tidak banyak yang tahu saya punya blog. Dan sesungguhnya memang tidak untuk diketahui banyak orang terutama yang kenal di dunia nyata. hehehe. Karena isi blog adalah cecoretan keluh kesah curhatan menye-menye. Nulisnya memang tidak setiap hari. Biasanya menuliskan di blog setelah segala yang tertahan di jiwa *halah* sudah tidak bisa dibendung lagi. Sedang kesal dengan seseorang misalnya. Tapi beberapa tahun ini, cecurhatan itu telah dimasak sedemikian rupa setelah mengambil hikmah kejadian. Yaaa...berusaha untuk memiliki sudut pandang, jarak pandang dan cara pandang yang lain. Sehingga apa yang saya tulis semoga bisa bermanfaat bagi yang juga mengalami kekesalan dengan orang sejenis. hehehe. 

Tak jarang sudah nulis banyaaaaaak eh tidak jadi diposting, masuk ke folder draft. Karena dirasa perasaan sudah cukup lega menulisnya dan merasa tulisan itu tidak cukup pantas untuk di-publish. hahaha. Biasanya sudah sebut 'merk' atau detil yang cukup akurat bahwa cecurhatan itu adalah misuhi orang lain. Yang demikian tidak boleh di-publish.

Isi blog juga bisa berupa cecurhatan yang tidak jua menemukan hikmah dibalik kejadian yang kemudian diplintir menjadi pantun puisi menye-menye. hahaha. Itu biasanya pengaruh 'tamu' bulanan, ketika pikiran sedang terendam oleh hormon perempuan yang membuat saya menjadi begitu sentimentil atau sensitip.

Sedang mencoba memperbanyak menulis cerita dengan EYD yang benar, meskipun masih amburadul, sekarang sudah lebih mending, bandingkan saja tulisan tahun 2009 dan yang sekarang. Nggak beda ya?! hehehe. Beda lah. Dikit. Hiih.

Seperti ikut challenge ini cukup membantu untuk bisa menulis mengumpulkan referensi dan mengolahnya dengan baik. Dan membantu mengenal diri sendiri, ternyata oh ternyata saya ini adalah pribadi yang masih belum jelas mau apa. Bisa dilihat isinya ngepoin diri sendiri, buku favorit lah, penulis favorit, makanan favorit, lagu favorit. Saya agak curiga challenge ini adalah niatan seseorang yang sedang ngepoin blogger kesayangannya. Mungkin saja, dia penasaran dengan blogger tersebut kemudian membuat challenge ini. Challenge ini hanya modus semata. hihihihi. Secret blogger admirer. *imajinasikuuuuu..duh*

Nah, isi blog ini juga merupakan imajinasi-imajinasi liar yang juga sudah tak terbendung lagi di kepala. Ada dialog imajiner, senandika imajiner, drama imajiner (tetangga depan rumah adalah tokohnya), atau skenario harapan untuk masa depan *halah*. Saya sering menganggap diri saya kreatif setelah menuliskan semua imajinasi saya tersebut. hahahaha. *dilempar kotak jahit*

Banyak lirik lagu juga di dalam blog ini. Saya senang menyanyi, saya senang menulis lirik lagu yang sedang saya dengarkan. Kadang langsung saya ketik, kadang saya tulis tangan terlebih dahulu. Dan lirik lagu yang paling banyak dilihat adalah lirik lagu Menantang Rasi Bintang dari Farid Stevy Asta (FSTVLST). Lirik lagu indie memang paling laku. Saya menuliskan liriknya ketika mendengarkan lagu tersebut, biasanya gegara terseret arus lagu. Begitu terlarut hingga harus diungkapkan melalui tulisan, seolah supaya semua orang membaca apa yang yang saya tulis-sambil-dengar. Seringnya lirik lagu tersebut saya beri narasi berupa bagaimana perasaan saya terhadap lagu itu. Contohnya yang beberapa hari kemarin saya posting, lagu Menikahimu - Kahitna, yang di pikiran saya adalah acara resepsi pernikahan. hehehe.

Saya ini seorang yang mudah bosan, seringnya sesuatu yang awalnya ingin dilakukan dengan menggebu-gebu akhirnya tidak dilakukan secara tuntas, mandeg di tengah jalan. Alhamdulillah, challenge ini tuntas ya, meskipun ada beberapa hari yang bolong tidak nulis tapi tetep jadi 25 tulisan meskipun tidak dalam 25 hari berturut turut. hehehe. Sudah lumayan, sudah peningkatan. *memuji diri sendiri itu perlu :p* Nulis challenge ini juga sempat bosan, tapi mengingat niatan bahwa "apa yang sudah dimulai harus diselesaikan", maka lanjut teruuuus.

Dan dengan spirit nulis challenge ini, seminggu kemarin saya juga bikin challenge sendiri, menyelesaikan tiga dompet pesanan. Alhamdulillah jadi tiga setengah dompet tapi pada hari H, rusak satu dompet, resletingnya rusak. huhuhu. Kenapa tiga setengah dompet, karena satu dompet sudah jadi separo, dan tidak dilanjutkan karena ternyata tidak sesuai pesanan. Seminggu jadi tiga dompet itu agak lama ya, karena jahit tangan. hehehe. 

Eh saya jadi pengen ngisi blog ini dengan tutorial handcraft lho, sudah ada satu tutorial beberapa bulan yang lalu. Membuat bingkai foto dari kaset CD yang tidak terpakai. Lumayan kan. hehehe.

Nah intinya, saya menulis blog untuk curhat, untuk menjaga kewarasan dan mengikat kenangan. Segala cerita yang telah ditulis, baik yang di-publish maupun tersimpan sebagai draft, akan selalu mengingatkan saya pada suatu waktu ketika kejadian itu terjadi.

:)

Besok kita kembali pada rutinitas tanpa tema, eh ralat, tema bebas.

Chao...

Monday, November 03, 2014

Hari Keduapuluhempat - About My Dance Group

Selamat Pagiiiiii.....hahaha. 
Saya bangun dengan perasaan kok-sudah-senin-lagi-bisa-nggak-sih-hari-minggu-leyeh-leyeh-saja-tanpa-ada-acara-di-rumah. Tapi begitu lihat novel Negeri van Oranje yang semalam kelar saya baca, senyum di bibir tersungging dengan sumringah. hahaha. 

Mas Wicaaaaaak...

Duh jangan difilmin deh ini novel kalau cuma dibikin satu sesi macam 5 cm. :p

Semua tokoh dalam novel ini saya suka. Penulis menjelaskan dengan cukup rinci bagaimana karakter masing-masing tokoh, jadinya saya bisa membayangkan bagaimana mereka. 

Saya suka sama Mas Wicak. Selain karena dianya anak 'hutan', juga karena keriting dan lebih anteng dalam melihat situasi. Adegan pas dia diam sejenak pegang plakat di kaki patung yang ada di Charles Bridge dan make a wish supaya dia menemukan Lintang. Kebayang toh, dia bawa keril yang paling gede sambil lari nyari si Lintang panik tapi kemudian bisa nata pikiran dan ketemu. hahaha. Ah sejak itu saya yakin pasti Mas Wicak inilah yang nantinya mendapatkan hati Lintang. hahaha. 

*joget-joget*

Nah tema challenge hari ini adalah grup dance atau grup nari atau grup joget. Saya tidak punya grup dance. Saya pun tidak bisa nari, apalagi nari Jawa, padahal itu penting dalam usaha melestarikan kebudayaan yah. Tapi apa daya, jari jemari serta tubuh saya tidak luwes. Boro-boro nari, olah raga saja canggung ini badan. hihihi. Namun jika joget-joget ala kadarnya dikarenakan senang, saya bisa. hahaha. Ya itu, sehabis baca novel atau buku yang bagus misalnya, atau ketika dengar lagu yang menyenangkan dan membuat semangat, oh dan juga setelah melihat film atau drama yang ceritanya juga ciamik. Jogetnya macam Mas Jae Youl di drama korea It's Ok That's Love itu lho. hahahaha. Tapi lebih semangat. Ekspresi senangnya juga semacam mas itu. Eh Mas Jae Youl iku gantenge rek. Hahaha 

Seperti semalam, selepas saya menyelesaikan membaca novel Negeri van Oranje ini, saya joget joget di kasur. Sudah malam, bahkan sudah masuk dini hari, pukul satu saya kelar baca. Senang dan senyum senyum membayangkan Mas Wicak di samping Lintang saat di pelaminan, dan adegan ketika dia mengungkapkan perasaannya di Charles Bridge. cie..cie..hahaha. 

Entah kenapa saya ngerti perasaan si Lintang saat lihat mata Mas Wicak, 
"dalam teduh mata Wicak, Lintang menemukan semua yang ingin ia gapai bersama pacar-pacar asingnya, tapi selalu gagal. Kedamaian di tengah badai. Kehangatan seribu musim panas. Dan, ketulusan untuk dapat mencintai segala kekurangan, menjadikan segalanya sempurna." 

Saat baca paragraf ini muncul lagunya Angsa dan Serigala di kepala saya, "dan kulihat semua masa depan di matamu dan berjalanlah bersamaku...bersamaku.."

Hahaha....

Habis tutup novel itu, joget-joget di kasur, sambil senyum-senyum, sambil ngulet terus tidur.

Agak serius ah bahas tentang dance group. Jaman SMA ada mata pelajaran muatan lokal, dulu diisi dengan nari. Saat itu saya bisa nari tradisional, tapi gerak-gerak tangan doang sih. hehehehe. Ujian prakteknya bikin kelompok nari gitu, boleh tari tradisional, boleh tari modern yang joget macam film india yang lebih mirip senam sih. Iya. Saya punya kelompok dance ya cuma pas ujian praktek itu. Dance nya agak nggak cetho, tapi untuk kekompakkan kami dinilai lebih dari kelompok yang lain lho. hahaha.

Udah gitu aja tentang tari dan joget joget ini. 

Yak kurang satu hari lagi. :)

Selamat pagi yaaa.....have a great day. muach.

Sunday, November 02, 2014

Hari Keduapuluhtiga - Favorite Childhood Book

Buku favorit saya semasa kanak-kanak adalah buku mewarnai dan buku untuk menempel. Sedangkan buku bacaan, saya suka membaca Petualangan Lima Sekawan karya Enid Blyton, majalah Donal Bebek, Gober Bebek, Asterix dan Obelyx, dan Petualangan Tintin. 

Mewah sekali ya, dan saya bersyukur karenanya. Sekarang buku-buku tersebut tergolong mahal. heuheuheu. Dulu kami (saya dan mbak), mendapat kemewahan itu berkat bapak. Dulu sebelum menikah, bapak nderek Mbah Moel. Mbah Moel ini seorang perwira TNI dan pernah menjadi anggota DPR-RI. Buku-buku tersebut lungsuran dari anak-anak beliau. 

Petualangan Lima Sekawan selalu membawa saya pergi jauh ke negeri empat musim, dan petualangan-petualangan mereka yang sering saya anggap sebagai kisah nyata. hihihi. Apalagi jika mereka sedang piknik, membawa bekal roti, telur, bacon dan mentega serta limau yang segar. auhh..ngeces.

Misteri-misteri yang mereka alami dengan penuh ketegangan juga sering menyeret saya, seolah apa yang mereka hadapi bisa saya rasakan. hahaha. Namanya juga anak kecil. Gampang sekali terhanyut. halah...Lha wong sekarang saja juga masih gampang terhanyut kok. hihihihi...

Sedangkan komik seperti donal bebek, gober bebek, asterix obelyx dan tintin, sudah tidak diragukan lagi kan. Kedodolan Donal dan kecerdikan ponakan-ponakannya, Desy yang selalu bimbang memilih antara Donal atau Untung Bebek, Lang Ling Lung dengan segala penemuannya, salah satu penemuannya yang saya suka adalah televisi beraroma, ah seandainya ada televisi seperti itu, saya akan berlangganan tv yang penuh dengan acara masak. hahahaha. 

Paman Gober yang pelit dan selalu gigih mengumpulkan uang bahkan sekeping uang koin pun takkan dia lepaskan begitu saja, serta seterunya dengan Mimi Hitam yang tak pernah kehabisan akal untuk mencuri keping keberuntungan Paman Gober meskipun segala kelicikannya selalu berujung dengan kegagalan. hahaha. 

Asterix dan Obelyx, duo dari Desa Galia yang gigih melawan Romawi dan ramuan dari dukunnya yang membuat warga Desa Galia menjadi kuat. Warga Desa Galia yang unik-unik. Kepala Desa yang selalu ditandu. Seorang seniman musik yang suaranya tak karuan. Ibu Kepala Desa yang galaknya minta ampun tapi baik hati. 

Petualangan Tintin, ah saya memang suka dengan cerita yang berbau petualangan dan misteri macam detektif-detektifan, Petualangan Lima Sekawan juga termasuk genre ini.

Sepertinya saya melupakan beberapa judul buku. Apa yaa? Ah sudah lama sekali masa kanak-kanak itu. 

Oh iya, buku bonus dari susu Dancow. Buku cerita bergambar, fabel, cerita rakyat dan legenda yang ada di Indonesia. Dulu saya senang mengunpulkannya, jika memungkinkan, saya selalu meminta ibu untuk beli susu yang ada bonus buku cerita tersebut. Bukunya kecil kok, semacam buku saku, kertasnya kertas gilap dan cukup tebal. Tapi karena judul buku tidak tertera di bungkus susu (yaiyalah), jadinya beberapa kali saya mendapat judul yang sama yang sudah saya miliki. Namun, belum lengkap, bonus-bonus tersebut sudah dihentikan. hahaha. Jan tenan memupuskan harapan untuk memiliki koleksi yang lengkap. Eh btw, saya rajin minum susu tiap pagi, sampai SMP loh. Kadang kalau ditanya kenapa saya bisa sebongsor ini, sering saya jawab karena rajin minum susu tiap pagi. hahaha. Padahal ndak ngaruh juga. Eh gugling nemu situs yang bahas tentang buku ini di sini. hihihi.

Dan di mana sebenarnya semua buku itu sekarang yah.

Jadi kangen.  :)

Saturday, November 01, 2014

Hari Keduapuluhdua - Books You Love to Reread.

Books You Love to Reread.

Manjali dan Cakrabirawa nya Ayu Utami, dan Angel and Demon nya Dan Brown.

Tadi siang datang ke Pesta Semarang Sejuta Buku. Niatnya cuma nginguk, sodara-sodara. Tapiiiiiii.....duit dalam dompet mengalir ke kantong penjual seperti air mengalir dari atap ke pelimbahan..halah. hahaha. Eh serius lho. Pertamanya cuma lihat-lihat saja, semua stan dilihat-lihat, baca-baca sekilas. Kemudian stan stan yang menarik mulai disambangi dengan seksama, mulai tawar menawar bukunya. Buka dompet, ambil duit, bayar. Ke stan berikutnya, bayar buku yang sudah di-cup pas lihat-lihat tadi. Tetiba saja tas sudah penuh buku. hahaha.

Dan saya dapat Angel and Demon dong. hahaha. Beli dong. hahaha.

Besok dibaca dong..hahaha.

*lama-lama isi tulisan challenge ini sedikit-sedikit ya*

Friday, October 31, 2014

Hari Keduapuluhsatu - Places You Want to Travel

Nah, daripada sedih tak berujung, *eh ditemani Glen Fredly boleh juga* mari kita nulis tantangan hari ke dua puluh satu.

jeng..jeng..jeeeng...

Tempat yang ingin dikunjungi. fuah...akehmen. hahaha. Seluruh pulau di Indonesia, gunung-gunungnya, pantai dan lautnya serta hutan rimbanya. Tapi sudah penasaran sih ke :

Jam gandang dan Lembah Anai.
Danau Toba dan Pulau Samosir.
Hutan Harapan, Jambi.
Borneo, Taman Nasional Tanjung Puting.
Taman Nasional Lore Lindu dan Lembah Palu Gorontalo, Sulawesi.
Pantai-pantai di NusaTenggara.
Keliling Bali.
Nyebur di Sempu.
Ngecengin banteng di Baluran.
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Karimunjawa.
Pulau Seribu.
Dufan .

Poin terakhir agak gimana gitu ya, setelah menjelajah taman nasional kok ya Dufan. hehehe. Dufan karena beberapa kali ke sana wahana yang ekstrim dan pengen saya cobain selalu tutup atau sedang dalam perbaikan dan cuaca buruk.

hauuuuuf....

Thursday, October 30, 2014

Hari Keduapuluh - I Hate Bullies

Terendam oleh hormon-hormon PMS. EH hormon yang bikin melow se melow melow nya itu apa yaa... *buka buku fisiologi hewan*

Btw, tema-nya I hate bullies.
Tadi buka kamus, bullies artinya kekerasan, penganiaya, pengganggu.

Saya memang bukan orang yang punya postur tubuh untuk diganggu/dipukul, selama saya hidup, dan naudzubillahimindzalik, amit amit jangan sampek. 

Tapi ada yang sama fatal akibatnya dibandingkan penganiayaan secara fisik, yaitu penganiayaan secara verbal. Kadang malah lebih fatal akibatnya.

Dipukul hanya membekas luka saja, tapi dipukul sambil dimaki-maki dan diejek, itu sakitnya dobel. Dan dobelannya bisa sampai seumur hidup. I told you. Apa yang telinga manusia dengar bisa diteruskan sampai ke hati. *eaaaak.* 

Dan saya tidak suka dengan orang yang mulutnya nggak punya aturan. Sekalipun tiap ada yang ngomong ndak enak sama saya, saya bisa balas lebih nyengit. Lah kan, efeknya bahaya. Bikin orang yang anteng macam saya jadi nyinyir dan nyelekit juga. *keplak* Seharusnya saya juga tidak suka pada diri saya sendiri yah. *jenggung* Lho tapi memang itu salah satu sifat yang saya tidak suka dlalam diri saya kok *pembelaan*. Saya sedang terus berjuang meminimalisir sifat itu lho. Ya pengalihannya kadang orang itu jadi bahan cerita fiksi saya, orang itu jadi pihak antagonis yang nantinya kena azab. hahahaaaa. 

Seorang teman saya pernah curhat. Perihal istrinya, dia lebih memilih memukul tangan istrinya daripada meluapkan kemarahan melalui kata-kata. Dia ini pria kasar kalau sudah marah semua binatang di Kebun Binatang Mangkang disebutnya, bahkan kata yang tak pantas diucapkan sebagai manusia juga dia ucapkan. Ha?apasih kata yang tidak pantas diucapkan manusia? gini lho : gukgukgukguk. Jangan, ndak boleh, itu bagian si anjing, kalau manusia ngucapin itu, nanti anjing menyalaknya gimana dong. *duh lucu*

Nah teman saya itu bilang : kalau mukul sakitnya paling cuma sepuluh menit, kalau aku mbentak sakitnya bisa numpuk sampai kapan-kapan.

Hmmm...bener lho. Kan banyak toh pelaku pembunuhan dikenal sebagai orang yang pendiam eh ternyata menyimpan dendam gegara orang yang dia bunuh sering berkata kasar atau mengejek. Numpuk lah amarah itu selama bertahun-tahun. Beruntung aja itu ketika orang yang mengejek itu di sebelah nya ndak ada benda tajam atau sumur yang dalam. Eh ndilalah kok ya dia ulangi lagi perkataannya, sikapnya, pas ada balok kayu nganggur leyeh-leyeh, atau pas ada balok beton tetangga bangun rumah. Matilah dia bersama mulut nyelekitnya. 

Auuuh...naudzubillah...

Kebayang ndak itu yang khilaf mukul masuk penjara dan menyesal merasa bego, kok yaaa kepancing emosi, kok yaaa pas ada balok kayu nganggur. Tapi pasti ada juga sisi lain dalam dirinya mebenarkan, mampus aja lu sama mulut yang ndak sekolah itu. Jika sisi lain itu yang lebih mendominasi, bukan tidak mungkin kedepannya dia jadi preman, malakin orang, dan menjadi pelaku bullying juga. 

Jadi lingkaran setan kan.

Gara-gara mulut dan kata-kata yang menyulut emosi.

Duh banyakin istighfar deh...

Dani......banyakin istighfar....hehehehe.

Ya pokoknya saya tidak suka penganiayaan secara fisik dan verbal.

Wednesday, October 29, 2014

Hari Kesembilanbelas - What are you looking for?



Ini yang dimaksud benda yang hilang atau gimana sih? Kalau benda, ada satu cincin yang gak ketemu. Dia jatuh di kolong tempat tidur. Tapi diubek sampe pegel ini leher juga gak ketemu-ketemu. Padahal itu cincin ciamik dari Yogya. Cincin perak yang beli di Malioboro. Harga 25ribu setelah ditawar sedemikian rupa. Sang penjual awalnya mematok harga 45ribu. Yah...mahasiswa macam saya mana kuat beli. Eh tapi akhirnya dibeliin ibu deng. Ya setelah ditawar sedemikian rupa sehingga penjual merelakan cincin itu dibayar 25ribu. Hehehe.

Cincin itu sudah seperti teman baik untuk jari manis saya. Hiks... Bentuknya sih biasa, bermata satu, meskipun bukan berlian asli. Biarpun kehujanan, kepanasan bahkan kebelerangan (opo iki kebelerangan), dia tidak berubah warna lho. Ya kalau pas mandi di air yang mengandung belerang memang dia jadi hitam, tapi setelah dicuci air tawar jadi kinclong lagi, lebih kinclong malah.
Sekarang sudah agak nyerah mencarinya, tapi saya yakin pasti ada di kolong tempat tidur. Dan saya akan tetap menjaga keyakinan saya ini sampai nanti pindah rumah. Ya kan kalau pindah rumah pasti bongkar semua barang-barang kan. Heuheuheu.

Tuesday, October 28, 2014

hari Kedelapanbelas - Favorite food.



Favorite food.

Nasi goreng dan mie ayam. Gado-gado dan pecel. Gorengan. Sambel.

Ini nggak sekalian minumannya? Kopi. Es teh disaat hawa sumuk. Air putih disaat sudah mabuk kopi.

Makan nasi putih hangat dan sambel plus tempe goreng itu sudah nikmat sekali. Ketika itu bisa dibacakan QS.ArRahman ayat 31, nikmat tuhan yang manakah yang kau dustakan. Hehehe. Kadang kalau siang-siang gitu, makan nasi hangat plus ikan peda yang ditaburi irisan bawang merah cabe rawit dan minyak jlantah bekas goreng ikan peda nya. Awuuuuhhhh....kalau ikan peda nya belum habis, belum berhenti. Gini ni ya, jadi pertama ambil nasinya sedikit, plus ikan peda dan irisan cabe. Setelah makan, nasinya habis, tapi ikan peda nya masih, berasa eman-eman nambahlah nasi nya. Makan lagi. Lalu nasinya masih dan ikan peda nya habis, nambahlah ikan peda nya. Heuheuheu. Begitu seterusnya sampai perut jebol. Mashaallah, sungguh rakus itu masuk dalam tujuh dosa besar. Hehehe. Ndak boleh gitu ya.

Nasi goreng ini mengganggu kalau tetiba ada resep baru mletik di kepala. Resep baru? Jangan membayangkan resep yang wah. Saya sering iseng kok, ngowahi resep bumbu nasi goreng. Kalau sedang malas nguleg, seringnya saya nyomot dua sendok sambal tomat bikinan ibu, trus digoreng  bersama nasi dan telur ayam diublek jadi satu. Sudah, begitu saja sudah kenyang dan bahagia. Bahagia ngikik karena rasanya aneh. Hihihi.

Mie ayam ini saya punya partner jajan. Seringnya nyobain warung mie ayam baru di sekitaran kos. Saya kasih tips ya, kalau sekadar nyoba warung baru yang belumm terjamah, sebaiknya belilah ketika tidak lapar, karena ekspektasi tidak akan memuaskan rasa lapar. Eh siapa bilang lapar itu obatnya kenyang saja. Lapar itu obatnya kenyang bahagia dan puas. Halah apasih. Kalau lapar yaa makan lah di warung yang sudah pasti rasa nya.

Gado-gado pecel mah sodaraan, saya senang kalau bumbu kacangnya banyaaaaak dan pedas. *kemecer*

Gorengan-gorengan. Ndak sehat tapi enak. Apalagi kalau bumbunya bumbu jadi yang banyak. Hahaha.

Sunday, October 26, 2014

Hari ketujuhbelas - An Old Photo of You

An old photo of you.

Ada sih pas foto raport jaman TK. Tapi saya ndak punya scanner dan kamera. Jadinya, pakai foto ini saja ya.

Foto ini justru lebih lama dibanding foto TK. Ini ketika usia saya mungkin satu atau dua tahun. Hehehe. Saya yang pakai baju warna putih yaaa, yang berbaju batman warna biru itu teman sepermainan saya. Entah kenapa batman kok bajunya biru. Hehehe.

Auh...saya lucu sekali kaan. Hihihi.  Foto ketika hidung sudah mulai tumbuh lebih imut lagi lho, waktu TK. Tapi saya unggah kapan-kapan saja yaa. Mulai tidak imut adalah foto ijasah SD. Muka judesnya kelihatan.

Saturday, October 25, 2014

Hari Keenambelas - Your Dream Job



Your Dream Job

Bekerja di Laboratoriuuuuuum. Hehehe.

Setelah melewati penelitian yang menyenangkan dan mumet, saya jadi senang bekerja di lab. Bahkan dalam masa dolan-dolan di lab pun saya senang membantu mbak laboran mengerjakan apa saja. Hihihi.

Orang tua mengharap anaknya jadi PNS, tetap saya inginnya di lab. Dulu ketika PKL (Praktik Kerja Lapangan), saya bekerja di Balai Karantina Hewan (BKH). Sebelum menuju ke BKH, kami (saya dan seorang teman) minta ijin PKL di Balai Karantina Tumbuhan, dan banyak bertanya apa saja yang dilakukan balai tersebut, saya sumringah mendengarnya. Hehehe. Tapi karena saat itu mereka sedang tidak membuka lowongan magang, maka kami beralih di BKH. Bekerja di BKH pun tidak kalah menyenangkan. Andai Balai Karantina Ikan tidak sedang penuh dengan mahasiswa magang, saya juga pasti akan senang bekerja di sana. Teknologi di BKI sudah menggunakan PCR-RFLP seperti dalam penelitian saya.

Maka, bekerja di lab adalah salah satu impian saya.
Jika pun nanti harus bekerja di lab sebuah perusahaan, tidak jadi masalah. Mari belajar banyak-banyak. Memiliki laboratorium sendiri juga impian saya yang lain. Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Tanaman Kopi, misalnya. Hihihi. Aamiin..mugi Gusti memberkahi.