Selamat Pagiiiiii.....hahaha.
Saya bangun dengan perasaan kok-sudah-senin-lagi-bisa-nggak-sih-hari-minggu-leyeh-leyeh-saja-tanpa-ada-acara-di-rumah. Tapi begitu lihat novel Negeri van Oranje yang semalam kelar saya baca, senyum di bibir tersungging dengan sumringah. hahaha.
Mas Wicaaaaaak...
Duh jangan difilmin deh ini novel kalau cuma dibikin satu sesi macam 5 cm. :p
Semua tokoh dalam novel ini saya suka. Penulis menjelaskan dengan cukup rinci bagaimana karakter masing-masing tokoh, jadinya saya bisa membayangkan bagaimana mereka.
Saya suka sama Mas Wicak. Selain karena dianya anak 'hutan', juga karena keriting dan lebih anteng dalam melihat situasi. Adegan pas dia diam sejenak pegang plakat di kaki patung yang ada di Charles Bridge dan make a wish supaya dia menemukan Lintang. Kebayang toh, dia bawa keril yang paling gede sambil lari nyari si Lintang panik tapi kemudian bisa nata pikiran dan ketemu. hahaha. Ah sejak itu saya yakin pasti Mas Wicak inilah yang nantinya mendapatkan hati Lintang. hahaha.
*joget-joget*
Nah tema challenge hari ini adalah grup dance atau grup nari atau grup joget. Saya tidak punya grup dance. Saya pun tidak bisa nari, apalagi nari Jawa, padahal itu penting dalam usaha melestarikan kebudayaan yah. Tapi apa daya, jari jemari serta tubuh saya tidak luwes. Boro-boro nari, olah raga saja canggung ini badan. hihihi. Namun jika joget-joget ala kadarnya dikarenakan senang, saya bisa. hahaha. Ya itu, sehabis baca novel atau buku yang bagus misalnya, atau ketika dengar lagu yang menyenangkan dan membuat semangat, oh dan juga setelah melihat film atau drama yang ceritanya juga ciamik. Jogetnya macam Mas Jae Youl di drama korea It's Ok That's Love itu lho. hahahaha. Tapi lebih semangat. Ekspresi senangnya juga semacam mas itu. Eh Mas Jae Youl iku gantenge rek. Hahaha
Seperti semalam, selepas saya menyelesaikan membaca novel Negeri van Oranje ini, saya joget joget di kasur. Sudah malam, bahkan sudah masuk dini hari, pukul satu saya kelar baca. Senang dan senyum senyum membayangkan Mas Wicak di samping Lintang saat di pelaminan, dan adegan ketika dia mengungkapkan perasaannya di Charles Bridge. cie..cie..hahaha.
Entah kenapa saya ngerti perasaan si Lintang saat lihat mata Mas Wicak,
"dalam teduh mata Wicak, Lintang menemukan semua yang ingin ia gapai bersama pacar-pacar asingnya, tapi selalu gagal. Kedamaian di tengah badai. Kehangatan seribu musim panas. Dan, ketulusan untuk dapat mencintai segala kekurangan, menjadikan segalanya sempurna."
Saat baca paragraf ini muncul lagunya Angsa dan Serigala di kepala saya, "dan kulihat semua masa depan di matamu dan berjalanlah bersamaku...bersamaku.."
Hahaha....
Habis tutup novel itu, joget-joget di kasur, sambil senyum-senyum, sambil ngulet terus tidur.
Agak serius ah bahas tentang dance group. Jaman SMA ada mata pelajaran muatan lokal, dulu diisi dengan nari. Saat itu saya bisa nari tradisional, tapi gerak-gerak tangan doang sih. hehehehe. Ujian prakteknya bikin kelompok nari gitu, boleh tari tradisional, boleh tari modern yang joget macam film india yang lebih mirip senam sih. Iya. Saya punya kelompok dance ya cuma pas ujian praktek itu. Dance nya agak nggak cetho, tapi untuk kekompakkan kami dinilai lebih dari kelompok yang lain lho. hahaha.
Udah gitu aja tentang tari dan joget joget ini.
Yak kurang satu hari lagi. :)
Selamat pagi yaaa.....have a great day. muach.
bukuku ini hilaaaang di chinaaaaaaaa... aaaaaaa
ReplyDeletehahaha...iya. bar mbaca ceritane mbak chop,esuke aku dikon moco buku iki karo mbak ku.
Delete