Tuesday, November 18, 2014

17 Nopember



17 Nopember 2014

Dua tahun yang lalu tepat tanggal ini, saya telah melakukan perjalanan yang hingga detik ini saya masih tak percaya saya pernah melakukannya. Itulah berkah dari Gusti. Dan saya mensyukurinya. Entah kapan lagi saya mampu.

Mungkin suatu kebetulan mungkin juga tidak. Saya tidak percaya kebetulan terjadi begitu saja, ada skenario luar biasa di dalamnya, itu pasti. Seperti hari ini, saya berjalan melewati halaman pak tetangga, beliau sedang membuat sebuah meja dibantu seorang mas tetangga. Saya menyapa anaknya, si mas tetangga yang menjawab. Dia tertegun sejenak membaca tulisan di kaos yang saya kenakan. Keep Merbabu amazing, Gunung merbabu 3142 mdpl. Lantas si mas tetangga berkata, “wah mbak dani kaosnya merbabu. Pernah ke merbabu to mbak dani?” tatapan matanya seolah tak percaya. Saya menjawab, “hehehe. Iya mas, pernah.” Dan masih dengan tatapan tidak percaya dia bertanya lagi, “naik dari mana?cunthel?”. Saya jawab, “dari Wekas mas.” Sepertinya si mas tetangga masih ingin bertanya, namun saya berlalu. Dalam hati saya berkata, saya saja tak percaya bahwa dua tahun yang lalu saya naik merbabu, mas. Dan jangan percaya saya mampu, saya naiknya digendong kok. Hahaha.

Lalu saya ingat, oh iya tanggal ini tepat dua tahun yang lalu. Kebetulan sekali, saya mengenakan kaos ini sejak hari sabtu, which is tanggal 15 Nopember, tepat ketika kami memulai perjalanan itu. Aduh saya jadi mengingat lagi detil perjalanan itu. Maklum yaa, itu pengalaman pertama. Jadi agak susah move on.
Sambil menyirami anggrek di belakang rumah, saya senyum-senyum mengingat semua itu. Lalu saya lewat lagi di depan mas tetangga, dia masih ingin bertanya, saya senyumin saja. Nampaknya dia memang tidak percaya, anak rumahan macam saya dolan sampai Merbabu. Hahaha. Sekali lagi saya ingin memberi tatapan padanya “Saya pun tak percaya mas, bahwa saya bisa sampai di sana. Jika bukan karena kehendak Gusti dan teman-teman yang luar biasa.”

26 tahun dan saya kewalahan menghitung berkah Gusti. Sehat, bahagia, riuh, sabar, paham. Semua rasa itu berkah. Pun berkah kecil yang seringnya luput saya syukuri. Sakit, sedih, sepi, marah, sentimental, bingung. Semua itu juga berkah kan ya.

Selamat tanggal lahir, Dan. Semoga semakin dewasaaa. Hahaha. *toyor*

No comments:

Post a Comment