17 Nopember 2014
Dua tahun yang lalu tepat tanggal
ini, saya telah melakukan perjalanan yang hingga detik ini saya masih tak
percaya saya pernah melakukannya. Itulah berkah dari Gusti. Dan saya
mensyukurinya. Entah kapan lagi saya mampu.
Mungkin suatu kebetulan mungkin
juga tidak. Saya tidak percaya kebetulan terjadi begitu saja, ada skenario luar
biasa di dalamnya, itu pasti. Seperti hari ini, saya berjalan melewati halaman
pak tetangga, beliau sedang membuat sebuah meja dibantu seorang mas tetangga.
Saya menyapa anaknya, si mas tetangga yang menjawab. Dia tertegun sejenak
membaca tulisan di kaos yang saya kenakan. Keep
Merbabu amazing, Gunung merbabu 3142 mdpl. Lantas si mas tetangga berkata,
“wah mbak dani kaosnya merbabu. Pernah ke merbabu to mbak dani?” tatapan
matanya seolah tak percaya. Saya menjawab, “hehehe. Iya mas, pernah.” Dan masih
dengan tatapan tidak percaya dia bertanya lagi, “naik dari mana?cunthel?”. Saya
jawab, “dari Wekas mas.” Sepertinya si mas tetangga masih ingin bertanya, namun
saya berlalu. Dalam hati saya berkata, saya saja tak percaya bahwa dua tahun
yang lalu saya naik merbabu, mas. Dan jangan percaya saya mampu, saya naiknya
digendong kok. Hahaha.
Lalu saya ingat, oh iya tanggal ini
tepat dua tahun yang lalu. Kebetulan sekali, saya mengenakan kaos ini sejak
hari sabtu, which is tanggal 15 Nopember, tepat ketika kami memulai perjalanan
itu. Aduh saya jadi mengingat lagi detil perjalanan itu. Maklum yaa, itu
pengalaman pertama. Jadi agak susah move on.
Sambil menyirami anggrek di
belakang rumah, saya senyum-senyum mengingat semua itu. Lalu saya lewat lagi di
depan mas tetangga, dia masih ingin bertanya, saya senyumin saja. Nampaknya dia
memang tidak percaya, anak rumahan macam saya dolan sampai Merbabu. Hahaha. Sekali
lagi saya ingin memberi tatapan padanya “Saya pun tak percaya mas, bahwa saya
bisa sampai di sana. Jika bukan karena kehendak Gusti dan teman-teman yang luar
biasa.”
26 tahun dan saya kewalahan
menghitung berkah Gusti. Sehat, bahagia, riuh, sabar, paham. Semua rasa itu
berkah. Pun berkah kecil yang seringnya luput saya syukuri. Sakit, sedih, sepi,
marah, sentimental, bingung. Semua itu juga berkah kan ya.
Selamat tanggal lahir, Dan.
Semoga semakin dewasaaa. Hahaha. *toyor*
No comments:
Post a Comment