Terendam oleh hormon-hormon PMS. EH hormon yang bikin melow se melow melow nya itu apa yaa... *buka buku fisiologi hewan*
Btw, tema-nya I hate bullies.
Tadi buka kamus, bullies artinya kekerasan, penganiaya, pengganggu.
Saya memang bukan orang yang punya postur tubuh untuk diganggu/dipukul, selama saya hidup, dan naudzubillahimindzalik, amit amit jangan sampek.
Tapi ada yang sama fatal akibatnya dibandingkan penganiayaan secara fisik, yaitu penganiayaan secara verbal. Kadang malah lebih fatal akibatnya.
Dipukul hanya membekas luka saja, tapi dipukul sambil dimaki-maki dan diejek, itu sakitnya dobel. Dan dobelannya bisa sampai seumur hidup. I told you. Apa yang telinga manusia dengar bisa diteruskan sampai ke hati. *eaaaak.*
Dan saya tidak suka dengan orang yang mulutnya nggak punya aturan. Sekalipun tiap ada yang ngomong ndak enak sama saya, saya bisa balas lebih nyengit. Lah kan, efeknya bahaya. Bikin orang yang anteng macam saya jadi nyinyir dan nyelekit juga. *keplak* Seharusnya saya juga tidak suka pada diri saya sendiri yah. *jenggung* Lho tapi memang itu salah satu sifat yang saya tidak suka dlalam diri saya kok *pembelaan*. Saya sedang terus berjuang meminimalisir sifat itu lho. Ya pengalihannya kadang orang itu jadi bahan cerita fiksi saya, orang itu jadi pihak antagonis yang nantinya kena azab. hahahaaaa.
Seorang teman saya pernah curhat. Perihal istrinya, dia lebih memilih memukul tangan istrinya daripada meluapkan kemarahan melalui kata-kata. Dia ini pria kasar kalau sudah marah semua binatang di Kebun Binatang Mangkang disebutnya, bahkan kata yang tak pantas diucapkan sebagai manusia juga dia ucapkan. Ha?apasih kata yang tidak pantas diucapkan manusia? gini lho : gukgukgukguk. Jangan, ndak boleh, itu bagian si anjing, kalau manusia ngucapin itu, nanti anjing menyalaknya gimana dong. *duh lucu*
Nah teman saya itu bilang : kalau mukul sakitnya paling cuma sepuluh menit, kalau aku mbentak sakitnya bisa numpuk sampai kapan-kapan.
Hmmm...bener lho. Kan banyak toh pelaku pembunuhan dikenal sebagai orang yang pendiam eh ternyata menyimpan dendam gegara orang yang dia bunuh sering berkata kasar atau mengejek. Numpuk lah amarah itu selama bertahun-tahun. Beruntung aja itu ketika orang yang mengejek itu di sebelah nya ndak ada benda tajam atau sumur yang dalam. Eh ndilalah kok ya dia ulangi lagi perkataannya, sikapnya, pas ada balok kayu nganggur leyeh-leyeh, atau pas ada balok beton tetangga bangun rumah. Matilah dia bersama mulut nyelekitnya.
Auuuh...naudzubillah...
Kebayang ndak itu yang khilaf mukul masuk penjara dan menyesal merasa bego, kok yaaa kepancing emosi, kok yaaa pas ada balok kayu nganggur. Tapi pasti ada juga sisi lain dalam dirinya mebenarkan, mampus aja lu sama mulut yang ndak sekolah itu. Jika sisi lain itu yang lebih mendominasi, bukan tidak mungkin kedepannya dia jadi preman, malakin orang, dan menjadi pelaku bullying juga.
Jadi lingkaran setan kan.
Gara-gara mulut dan kata-kata yang menyulut emosi.
Duh banyakin istighfar deh...
Dani......banyakin istighfar....hehehehe.
Ya pokoknya saya tidak suka penganiayaan secara fisik dan verbal.
No comments:
Post a Comment