Tuesday, October 21, 2014

hari keduabelas - Kind of book I want to write.

Kind of book I want to write.

Catatan keseharian. Hahai. Macam bukunya Raditya dan ayah Pidibaiq. Itu lho, bukunya Raditya yang Kambing Jantan. Saya punya banyak catatan keseharian, lha yo isi blog iki. Hehehe. Tapi banyak juga yang disimpan di dalam leptop. Eh tahu bukunya ayah Pidibaiq? Saya punya satu yang judulnya Drunken Monster. Saya kira, selain Dilan beliau hanya nulis buku itu, ternyata ada yang lain juga, Drunken Marmut. Saya belum punya buku yang itu. Padahal Cuma 20 ribu, tapi saya sedang ndak nyiapin budget untuk beli buku. Huhuhu. Nah saya juga ingin nulis buku yang seperti itu. Buku yang menceritakan kejadian-kejadian “lucu” di setiap hari nya.

Setelah punya buku catatan keseharian, saya juga pengen nulis buku perjalanan. Jalan-jalan kemudian ditulis. Seperti buku the journey yang isinya beberapa penulis yang menceritakan tentang pengalaman perjalanan mereka. Sekarang cukup banyak buku seperti itu. Paling awal saya baca buku the naked traveler, kemudian the journey 1, 2, dan 3, kemudian ada buku the life traveler juga. Aaaah...pengen.

Nggak pengen novel Dan? Yo pengen lah. Tapi itu masih perlu belajar banyak ya. Lha wong ngirim cerita ke koran saja belum ada yang dimuat. Hehehe. Nanti kalau sudah sering dimuat di koran baru saya ingin dijadiin buku kumpulan cerpen dan puisi. Hihihi.



2 comments:

  1. pidibaiq punyanya yang dilan sama drunken monster

    dan entah pidibaiq yang terlalu absurd apa aku yang ndak nyambung sama drunken monster ya?
    nek moco drunken iki yang terpikir iki cuman satu, apa yang ada di kepala surayah kok dia bisa out of the box gitu?

    hahaha

    ReplyDelete
  2. wkwkwk...iyaaa...iku nek tenanan dia nglakuin kaya gitu ki lak yo sangar. hihihi...gitu pernah jadi dekan ya

    ReplyDelete