Kind of book I want to write.
Catatan keseharian. Hahai. Macam bukunya Raditya dan ayah
Pidibaiq. Itu lho, bukunya Raditya yang Kambing Jantan. Saya punya banyak
catatan keseharian, lha yo isi blog iki. Hehehe. Tapi banyak juga yang disimpan
di dalam leptop. Eh tahu bukunya ayah Pidibaiq? Saya punya satu yang judulnya
Drunken Monster. Saya kira, selain Dilan beliau hanya nulis buku itu, ternyata
ada yang lain juga, Drunken Marmut. Saya belum punya buku yang itu. Padahal
Cuma 20 ribu, tapi saya sedang ndak nyiapin budget untuk beli buku. Huhuhu. Nah
saya juga ingin nulis buku yang seperti itu. Buku yang menceritakan
kejadian-kejadian “lucu” di setiap hari nya.
Setelah punya buku catatan keseharian, saya juga pengen
nulis buku perjalanan. Jalan-jalan kemudian ditulis. Seperti buku the journey
yang isinya beberapa penulis yang menceritakan tentang pengalaman perjalanan
mereka. Sekarang cukup banyak buku seperti itu. Paling awal saya baca buku the
naked traveler, kemudian the journey 1, 2, dan 3, kemudian ada buku the life traveler
juga. Aaaah...pengen.
Nggak pengen novel Dan? Yo pengen lah. Tapi itu masih perlu
belajar banyak ya. Lha wong ngirim cerita ke koran saja belum ada yang dimuat. Hehehe.
Nanti kalau sudah sering dimuat di koran baru saya ingin dijadiin buku kumpulan
cerpen dan puisi. Hihihi.
pidibaiq punyanya yang dilan sama drunken monster
ReplyDeletedan entah pidibaiq yang terlalu absurd apa aku yang ndak nyambung sama drunken monster ya?
nek moco drunken iki yang terpikir iki cuman satu, apa yang ada di kepala surayah kok dia bisa out of the box gitu?
hahaha
wkwkwk...iyaaa...iku nek tenanan dia nglakuin kaya gitu ki lak yo sangar. hihihi...gitu pernah jadi dekan ya
ReplyDelete