Favorite food.
Nasi goreng dan mie ayam. Gado-gado
dan pecel. Gorengan. Sambel.
Ini nggak sekalian minumannya? Kopi.
Es teh disaat hawa sumuk. Air putih disaat sudah mabuk kopi.
Makan nasi putih hangat dan
sambel plus tempe goreng itu sudah nikmat sekali. Ketika itu bisa dibacakan
QS.ArRahman ayat 31, nikmat tuhan yang manakah yang kau dustakan. Hehehe. Kadang
kalau siang-siang gitu, makan nasi hangat plus ikan peda yang ditaburi irisan
bawang merah cabe rawit dan minyak jlantah bekas goreng ikan peda nya. Awuuuuhhhh....kalau
ikan peda nya belum habis, belum berhenti. Gini ni ya, jadi pertama ambil
nasinya sedikit, plus ikan peda dan irisan cabe. Setelah makan, nasinya habis,
tapi ikan peda nya masih, berasa eman-eman
nambahlah nasi nya. Makan lagi. Lalu nasinya masih dan ikan peda nya habis,
nambahlah ikan peda nya. Heuheuheu. Begitu seterusnya sampai perut jebol. Mashaallah,
sungguh rakus itu masuk dalam tujuh dosa besar. Hehehe. Ndak boleh gitu ya.
Nasi goreng ini mengganggu kalau
tetiba ada resep baru mletik di kepala. Resep baru? Jangan membayangkan resep
yang wah. Saya sering iseng kok, ngowahi resep
bumbu nasi goreng. Kalau sedang malas nguleg, seringnya saya nyomot dua sendok
sambal tomat bikinan ibu, trus digoreng bersama nasi dan telur ayam diublek jadi satu.
Sudah, begitu saja sudah kenyang dan bahagia. Bahagia ngikik karena rasanya
aneh. Hihihi.
Mie ayam ini saya punya partner
jajan. Seringnya nyobain warung mie ayam baru di sekitaran kos. Saya kasih tips
ya, kalau sekadar nyoba warung baru yang belumm terjamah, sebaiknya belilah
ketika tidak lapar, karena ekspektasi tidak akan memuaskan rasa lapar. Eh siapa
bilang lapar itu obatnya kenyang saja. Lapar itu obatnya kenyang bahagia dan
puas. Halah apasih. Kalau lapar yaa makan lah di warung yang sudah pasti rasa nya.
Gado-gado pecel mah sodaraan,
saya senang kalau bumbu kacangnya banyaaaaak dan pedas. *kemecer*
Gorengan-gorengan. Ndak sehat
tapi enak. Apalagi kalau bumbunya bumbu jadi yang banyak. Hahaha.
No comments:
Post a Comment