Saturday, June 04, 2011

kekasih baru dan mantan kekasih

Kalo teman saya bilang, “saya bersyukur karena perempuan yang mendampinginya sekarang adalah perempuan yang baik. Yang tentu saja lebih baik dari saya. Jadi, saya bisa mengikhlaskannya.”

Teman saya yang lain bilang, “kalo ketemu mantan jalan sama pacar barunya, gak perlu cemburu karena orangtua saya mengajarkan, berikanlah barang bekas pada orang yang kurang beruntung.”

Sungguh dua hal yang sangat berbeda sekali bukan?? Yang pertama mengikhlaskan dan yang kedua terkesan belum ikhlas. Ini pandangan pribadi saya, mungkin teman saya yang kedua itu pernah disakiti mantannya sehingga harus berucap seperti itu. Rasa sakit yang belum sembuh, sampai harus berusaha melegakan diri sendiri dengan mengatakan bahwa mantan adalah barang bekas. Well, tidakkan dia menyadari bahwa dia juga barang bekas mantannya itu?? Hehehe. Kok malah jadi keliatan cemburunya yaa...hehehe.

Dulu saya seperti itu loh. Benci sekali dengan mantan. Karena merasa bahwa saya sudah melakukan banyak hal untuknya, memaklumi segala tingkah lakunya, memaafkan kesalahannya, bersabar untuknya. Tapi satu kali saya berbuat kesalahan dan dia sama sekali tak mampu melakukan segala kemakluman dan kesabaran selayaknya yang saya lakukan dulu. Saya benci. Saya marah. Saya dendam. Saya muak.

Tapi kemudian saya sadar, dengannya saya belajar banyak hal. Menjadi seseorang yang lebih sabar, lebih pengertian, lebih lembut. Yang saya ingin katakan adalah, mantan itu membentuk diri saya menjadi lebih baik, lebih waspada dan lebih bijak untuk kedepannya.

Jika kita akan mencari pengganti mantan pasti yang lebih baik dari mantan bukan?? Tentu saja dengan ketentuan berdasarkan pengalaman dengan mantan. Tapi bukan berarti kita harus menganggap bahwa kekasih baru adalah seseorang yang sempurna, dia juga pasti memiliki kekurangan. Bisa jadi fisiknya lebih baik dari mantan, pendidikannya lebih baik dari mantan. Tapi kedewasaannya belum setingkat mantan. Tapi kesabarannya belum sekeren mantan. Maka, baiknya kita yang harus lebih dewasa dan lebih bersabar. Bukankah dulu mantan yang telah bersabar atas segala tingkah laku kita, maka sekarang giliran kita yang belajar menjadi sabar. Bukankah begitu??

Itu artinya kita belajar dari masa lalu. Nah, berarti gak sepantasnya juga kita menganggap mantan adalah barang bekas bukan?? Karena mantan membentuk kepribadian kita secara tidak langsung. Adalah pilihan kita, menjadi pribadi yang lebih baik atau pribadi yang lebih buruk. Kalo kita gak mau dianggap barang bekas, maka jadilah lebih baik. Bagaimanapun kita ini juga seorang mantan baginya.


No comments:

Post a Comment