Showing posts with label sentimental. Show all posts
Showing posts with label sentimental. Show all posts
Monday, April 27, 2015
Karena Tulisan Merekatkan Ingatan
jika semua hal merekatkan ingatanku tentangmu, memangnya aku bisa lari ke mana?
mau dibikin sefiksi apapun tulisanku, toh ingatan mereka selalu tertuju padamu
aku ada karena mu
jika ingatan diibaratkan sehelai benang, maka dirimu adalah benang yang bercabang
setiap cabangmu tersulur dan terpaut pada benang lain
jika sudah begitu, memangnya aku bisa apa?
mencabutmu dari kepalaku?
Thursday, December 04, 2014
Jatuh diam diam
Sudah tidak tahan lagi nulis cerita yang berikut ini. Gegara sore hari nan cerah dan sejuk sepoi sepoi.
Pernah suatu ketika seorang perempuan pergi bersama temannya berboncengan naik motor. Mereka berdua melewati perumahan dan kampung-kampung yang belum pernah mereka lewati, sekalipun daerah itu masih wilayah kota tempat tinggal mereka. Hingga pada salah satu perkampungan si perempuan bertanya, "Daerah ini namanya apa?", si lelaki tidak menjawab, hanya bergumam "hmmmm..." sambil tengok kiri dan kanan. Kemudian si perempuan spontan berkata, "Kamu lagi cari papan bertulisan alamat ya?" dan tawa si lelaki berhamburan. Dia tertawa keras-keras seolah ketahuan pikirannya terbaca.
Detik itu si lelaki merasa jatuh hati pada perempuan ini. Dan si perempuan senang hatinya mendengar tawa si lelaki.
Mereka berdua jatuh cinta diam-diam. Tanpa pernah mengungkapkannya. Tanpa pernah mampu bersama.
Monday, December 01, 2014
Ngalir gitu aja
Habis baca tulisan Dea di sini.
Iya, ngalir gitu aja kan. Nggak perlu ngotot. Nggak perlu terburu-buru.
Setiap pasangan memiliki ritmenya sendiri. Karena mereka yang paling paham 'medan' di depan mereka.
Kita sebagai orang dekat yang tidak terlalu dekat, jauh namun tidak terlalu jauh, baiknya memberikan doa saja. Tanpa perlu memburu-buru dan menyemangati dengan cara yang mungkin mereka tidak nyaman. :)
Selamat desember.
Iya, ngalir gitu aja kan. Nggak perlu ngotot. Nggak perlu terburu-buru.
Setiap pasangan memiliki ritmenya sendiri. Karena mereka yang paling paham 'medan' di depan mereka.
Kita sebagai orang dekat yang tidak terlalu dekat, jauh namun tidak terlalu jauh, baiknya memberikan doa saja. Tanpa perlu memburu-buru dan menyemangati dengan cara yang mungkin mereka tidak nyaman. :)
Selamat desember.
Friday, August 01, 2014
menjelma adriana
atau apakah aku harus menjelma Adriana terlebih dahulu dan menciptakan petualangan untukmu, wahai kekasih
atau aku harus menjelma penjelajah dan menemanimu bertualang,
aku pernah mencoba dan kau khawatir luar biasa,
atau ah ini pilihan terakhir, menjelma cenayang sekaligus penulis...
meraba pikiranmu kemudian menuliskannya
hingga menjadi novel
setelah kau baca tamat novel itu, kau akan kehilangan..
begitu?
atau aku harus menjelma penjelajah dan menemanimu bertualang,
aku pernah mencoba dan kau khawatir luar biasa,
atau ah ini pilihan terakhir, menjelma cenayang sekaligus penulis...
meraba pikiranmu kemudian menuliskannya
hingga menjadi novel
setelah kau baca tamat novel itu, kau akan kehilangan..
begitu?
Saturday, July 26, 2014
Menikahi Malaikat
Ya, hari ini kuputuskan menikahi malaikat itu
Malaikat yang seharusnya tidak mudah diperdaya oleh kalian
Kalianlah setan
Mungkin ia bukan malaikat yang sesungguhnya
Tapi setidaknya ia membuatku meyakini
Kalian setan.......
Licik....
Malaikat yang seharusnya tidak mudah diperdaya oleh kalian
Kalianlah setan
Mungkin ia bukan malaikat yang sesungguhnya
Tapi setidaknya ia membuatku meyakini
Kalian setan.......
Licik....
Monday, June 30, 2014
Sunday, June 22, 2014
Sentimental na..na..na..
Mungkin cuma gadis-gadis dalam drama Korea yang jika menangis hidung
dan kelopak matanya tidak merah, atau hanya aku saja yang begitu.
Akhir-akhir ini aku begitu sentimental. Entah karena masih merasa berkabung, atau karena
sedang datang bulan. Mungkin alasan terakhir. Aku juga tak tahu pasti. Kadang merasa
menyesal belum sempat bertemu ibu. Bukan ibu kandungku, tetapi ibu yang
melahirkan mas. Malam ini tepat malam ketujuh beliau “pulang”.
Hari itu kami datang tepat ketika jenazah dibawa ke masjid untuk
disalatkan terakhir kalinya. Mas memanggul tandu jenazah dan menyapa kami
melalui lambaian tangan. Mas nampak tegar. Dia masih memakai kaos dan celana
training, mungkin dia belum sempat berganti pakaian. Aku membayangkan, pagi
hari dia masih melakukan aktivitas merawat ibu seperti biasanya, hingga dia
mengirimiku sebuah kalimat, “ibu ku sudah ‘pulang’, nduk”. Ah tidakkah lelakiku
itu begitu indah memilih kata. Dia sebut ‘pulang’, bukan meninggal.
Kami ikut mengantar hingga tempat peristirahatan terakhir. Hal yang
ingin selalu kulihat adalah sosoknya, lelakiku itu. Entahlah, ada hal yang membuatku
selalu mencari sosoknya di keramaian. Dia dan bapak. Bapak pun sama tegar,
sesekali menghapus dan menahan air di sudut matanya.
Mengingat semua itu seringnya membuatku sesak. Oii..oii..hari itu ingin
kupeluk dia.
Dan perasaan sentimental ini semakin menjadi karena bersamaan dengan
datang bulan. Jreeng..jreeng..
Ah sesungguhnya aku ini sedang menunggu hujan, hujan cerita darinya. Sesungguhnya,
jika dia bercerita, yang merasa lega adalah diriku, seperti sehabis hujan. Yah..perasaan
semacam itu. Perasaan lega ketika matahari cerah, udara bersih beraroma tanah
basah.
Semoga mas dan bapak, sehat-sehat selalu.
Teriring doa untuk ibu.
*Dan percayalah, besok pagi hidung dan kelopak mataku bengkak. Karena hanya gadis drama Korea yang hidung dan kelopak matanya tidak merah ketika menangis.*
Monday, May 12, 2014
Hanya sebagai kekasih dan tak lebih?
Ternyata aku tidak bisa bertahan hanya sebagai kekasihmu.
Pada akhirnya aku selalu ingin tahu tentang dirimu, dan memaksamu bercerita, padahal mungkin bagimu aku bukanlah tempat yang nyaman dan menyenangkan sebagai teman pencerita.
Karena mungkin ceritamu terlalu personal untuk dibagi,seperti masalah atau kesedihan di dalam keluargamu. Karena mungkin kau paham ceritamu terlalu menyenangkan dan rumit untuk dibagi, misalnya tentang capung, anggrek, katak, kupu atau burung.
Karena mungkin cerita itu sudah terlalu jauh dan kau terlalu lelah untuk menceritakan awal mulanya.
Ternyata aku tidak bisa bertahan hanya sebagai kekasihmu.
Bagaimana jika kita berhenti saja.
Dan jika kau masih berkenan aku akan menunggu.
Menunggu hingga aku bukan lagi hanya sebagai kekasihmu.
Pada akhirnya aku selalu ingin tahu tentang dirimu, dan memaksamu bercerita, padahal mungkin bagimu aku bukanlah tempat yang nyaman dan menyenangkan sebagai teman pencerita.
Karena mungkin ceritamu terlalu personal untuk dibagi,seperti masalah atau kesedihan di dalam keluargamu. Karena mungkin kau paham ceritamu terlalu menyenangkan dan rumit untuk dibagi, misalnya tentang capung, anggrek, katak, kupu atau burung.
Karena mungkin cerita itu sudah terlalu jauh dan kau terlalu lelah untuk menceritakan awal mulanya.
Ternyata aku tidak bisa bertahan hanya sebagai kekasihmu.
Bagaimana jika kita berhenti saja.
Dan jika kau masih berkenan aku akan menunggu.
Menunggu hingga aku bukan lagi hanya sebagai kekasihmu.
Tuesday, October 15, 2013
ri cuh
Sesungguhnya, ketika diam meraja, adalah
saat di mana pikiran menggema kan
kericuhan.
Ricuh
yang mencari celah untuk reda. Aku sedang mencoba untuk reda. Sekalipun yang
ingin kulakukan adalah menangis, menghujani tenang ini dengan sebuah lega.
Ricuh
yang berkecamuk dalam setiap hela nafas.
Ricuh
yang ah bagaimana lagi aku harus menjabarkan sepi ini.
Thursday, October 03, 2013
Tentang tembok
Sebenarnya apa yang membuatmu marah?
Karena aku berkata tentang tembok,
kemudian kau merasa aku menganggapmu seperti tembok?
Coba teliti lagi kalimatku.
“ada seseorang yang berujar:
lebih mending ngobrol sama tembok daripada yang diajakin ngobrol nggak
nyambung.
Dalam hati aku menjawab:
kalau sudah nyadar yang kamu ajak ngobrol itu nggak nyambung, anggap saja dia
tembok.”
Maksudku adalah, daripada kamu berpaling
mencari tembok dan mengajaknya (tembok itu) ngobrol, alangkah lebih simpelnya
jika kau menganggap orang di hadapanmu itu sebagai tembok. Kalimat pertama itu
orang lain yang bilang, aku mengucapkan dalam hati kalimat keduanya. Karena menurutku,
ya itu tadi, daripada kamu repot-repot mencari tembok untuk kau ajak bicara
hanya karena orang di depanmu itu nggak nyambung ngobrol sama kamu, kan mending
orang yang kamu sadari betul sudah tidak nyambung itu kau anggap sebagai
tembok, tetap saja berbicara padanya, tetap saja bercerita, masalah dia
menanggapi ceritamu dengan tidak nyambung, abaikan saja, toh dia tembok.
Apa aku melanjutkan smsan ku denganmu? Tidak
kan? Itu artinya aku tidak menganggapmu
sebagai tembok, tapi aku sudah sadar betul kau sedang tidak nyambung denganku,
maka aku pergi. Aku hanya mengirimimu ulang pesan yang mungkin luput kau baca
dengan seksama, supaya kau baca ulang.
Sepertinya kau sedang lelah, dengan
aktivitasmu di Jogja, aktivitas apa, aku tidak tahu. Kemarin kau berhenti
mengirimiku cerita. Dan aku enggan bertanya, bukan karena aku tidak peduli
padamu, tapi karena aku takut aku tidak bisa menguasai diriku sendiri untuk tidak
cemburu pada teman-temanmu. Bukan cemburu seperti ketika perempuan cemburu
pacarnya punya banyak teman perempuan, bukan, tapi cemburu karena jika kau
bersama teman-teman Jogja mu itu, kau terasa jauh. Ah sudah, aku tak mau
menceritakan detilnya. Tapi aku senang jika kau mau menceritakan kegiatanmu di
sana. Seperti ketika kau bercerita sedang mengamati capung di gunung kidul.
Eneg ketika aku tahu kegiatanmu dari
halaman muka itu. Entah kenapa, padahal biasanya aku mencari tahu kegiatanmu
juga dari halaman itu. Tapi kali ini aku bosan. Mungkin aku merasa bukan lagi
seorang yang spesial, karena kabar yang ku tahu tentangmu sama seperti kabar
yang di baca orang lain, melalui halaman muka.
Ah aku menulis sepanjang ini, rasanya
semua ini yang ingin kuungkapkan padamu. Tapi aku tahu betul kau sedang tak
ingin berdebat. Kau itu, sudah sensitip, tidak mau menerima penjelasan orang
lain. Ooooooooh maiiiii....apa iya kita berdua selalu akan memproses semua
masalah dengan cara seperti ini. Kapan kita berdua bisa dewasa menyelesaikan
perseteruan seperti ini.
Dan aku tahu kau tidak akan mengirimiku
pesan sehari berikutnya. Kemudian kau tambah waktu menginapmu di Jogja. Dari tiga
atau empat hari menjadi seminggu.
Saturday, September 21, 2013
Drama sabtu-minggu (end)
Kesedihan itu terjadi seminggu yang lalu,
dua minggu yang lalu, empat minggu yang lalu, berbulan-bulan yang lalu. Itu bukan
pertama kalinya. Itu sudah sering. Dan kemarin aku mengungkapkannya padamu
karena aku sudah tidak tahan lagi memikulnya, jadi aku mengatakannya padamu. Dan
itu akan jadi kesedihan untuk yang terakhir. Araso???
Dengan aku mengungkapkannya padamu, saat
itulah aku mengakhiri kesedihan yang seperti itu.
Tidak akan ada lagi drama sabtu-minggu.
Monday, September 16, 2013
r u w e t
semua terlalu rumit untuk diceritakan ulang
karena waktu toh tak akan pernah berulang
dan hanya semakin jauh
tertinggal
dan aku semakin bodoh
terus melakukan kesalahan yang sama
terus melalui jalan berkubang yang sama
susah untuk diceritakan lagi
semua sudah diurai
simpul kacaunya (begitu kata festivalist)
dan ujung kekacauan itu
adalah
aku
aku
aku
aku
yang tak pernah mau berkorban
yang hanya sibuk mengeluh
dan
mengeluh
bisa kau pahami itu?
bisa?
bisa?
mungkin tidak
maka aku enggan bercerita tentang ruwet ku sendiri
ini tak ada hubungannya denganmu
karena aku belum menjadi bagian hidupmu
bahkan mungkin
belum menjadi bagian hatimu
Hai november....
aku bisa tidak fokus pada hal lain
namun,
aku tidak bisa tidak fokus padamu
itu saja mungkin yang perlu kau tahu
Saturday, August 24, 2013
Akhir Pekan
Akhir pekan adalah perayaan.
Ayah ayah kembali pada anaknya.
Suami suami kembali pada istrinya.
Pecinta alam kembali pada gunungnya, rimbanya.
Jomblo jomblo kembali pada kamar kosnya.
Teman teman kembali pada pergaulannya.
Pekerja pekerja kembali pada rehatnya.
Akhir pekan adalah perayaan.
akhir pekan adalah perayaan
pejuang pejuang skripsi kembali pada revisi
berjuang adalah beribadah
selamat menunaikan ibadah berakhir pekan
sekian
Monday, July 08, 2013
Saturday, June 29, 2013
Hutan dan Jalanan
Karena posisi yang sungguh krikkrik, bapak-bapak di depan yang nggak mau geser dan karena bus yang tetiba belok tidak melewati jalan yang seharusnya, membuat saya harus ah geser dengan tidak elit. Tapi cuek lah, bukan salah saya. hohoho. Harusnya bapak yang nggak mau minggir tadi saya tubruk aja ya. Tapi nanti fidodido ku lecet dan dia bapak-bapak, hehe, nggak mau ah.
Selama di perjalanan jadi ingat, mas lagi di hutan dan aku di jalanan. hehehe. Mas di hutan dan aku di perkotaan. uwo..uwooo..ah bisa jadi lagu.
Hehehe. Malam minggu nih. Terus kenapa? Deuh galak. Sensitip. Pasti mo bahas acara malam minggu kan. Basi. Hahahaha. Ih Selow...Mau ingat-ingat tentang hutan saja. Bagaimana? :) *senyum manis*
Jika beberapa tahun lalu kamu nggak minjemin dia novel 5cm dan dia belum sempat ngembaliin ketika pamit ke Jambi.
Jika beberapa tahun lalu, yang dia kunjungi bukan Jambi.
Jika beberapa tahun lalu, hutan yang dia jelajahi bukan hutan metropolitan.
Apa iya ada rindu yang tetiba menulusup?
Apa iya ada perasaan dirindukan?
Apa iya ada janji bertemu dan berkisah kopi?
Dulu karena saya tahu dia penjelajah maka iseng saya menawarkan novel 5cm. Novel yang bercerita tentang persahabatan 5 anak manusia, yang makin erat ketika mereka mendaki Gunung Semeru. Yang hingga beberapa bulan belum dia kembalikan bahkan ketika keberangkatannya ke Jambi. Dia menjadi volunteer di sebuah hutan sekunder, memasang kamera trap untuk harimau, ah entah, banyak detail cerita yang saya lupa. Setibanya di hutan dia terkejut karena camp yang dia tinggali lebih mirip kampung dari pada hutan dan lebih mirip kota metropolitan karena sinyal telepon lancar, pun ada internet. :)
Dia sering menghubungi, sms bahkan telepon, bercerita dan berbagi. Menyenangkan. Hingga dia harus masuk hutan yang sebenarnya, without signal and internet. Pun ketika itu saya bertolak ke Yogya, cuma sehari sih, tapi sebelum berangkat saya sempat mengirim sms, nggak terkirim pastinya. :)
Tak berkabar seminggu. Ada rindu menelusup. Entah dengan keberanian apa saya mengiriminya pesan, "aku kok kangen mas ya." Detik berikutnya saya merasa malu dan merasa bodoh. Hahaahaha. Aish..kenapa pula saya kirim pesan macam itu. :) Yah untungnya semua itu bersambut baik darinya. Hari-hari kepulangannya ku tunggu.
Ada rasa canggung, malu dan tersipu, ketika kami bertemu kembali. Saya berusaha untuk stay cool, padahal derap langkahnya dan suaranya menyapa teman-teman sudah saya dengar dari kejauhan, dan membuat dag dig dug tak karuan. Dia datang dengan rambut keriwilnya yang mengembang dan lebih panjang dari terakhir saya melihat tertutup topi bergambar gajah. Dia tersenyum. Dia memberi oleh-oleh kopi, kopi sidikalang.
Semakin dekat semakin sering bersapa. Kehadirannya sering kucari, diam-diam. Sekadar melihatnya dari kejauhan atau melihatnya lewat sejenak, sudah cukup membuat hati ini senang. Senyum-senyum.
Pernah sekali saya melihat matanya menatap ke arah saya, degup jantung berdetak lebih cepat dan tentu saya tersipu malu ke-GR-an. hahahaha. Apa yang dia pikirkan saat itu ya. :)
Entah apa yang terjadi jika saat itu dia tidak berpamitan akan ke Jambi.
Entah bagaimana kami kini jika kangen itu tak pernah saya ucapkan.
Tapi saya bersyukur, semua berjalan seperti ini. :)
Semoga kami selalu menjadi yang terbaik.
Dia baik untuk saya, saya pun baik untuknya.
Amin.
hehehe. Kangen ya. Iya, kangen.
^_^
Selama di perjalanan jadi ingat, mas lagi di hutan dan aku di jalanan. hehehe. Mas di hutan dan aku di perkotaan. uwo..uwooo..ah bisa jadi lagu.
Hehehe. Malam minggu nih. Terus kenapa? Deuh galak. Sensitip. Pasti mo bahas acara malam minggu kan. Basi. Hahahaha. Ih Selow...Mau ingat-ingat tentang hutan saja. Bagaimana? :) *senyum manis*
Jika beberapa tahun lalu kamu nggak minjemin dia novel 5cm dan dia belum sempat ngembaliin ketika pamit ke Jambi.
Jika beberapa tahun lalu, yang dia kunjungi bukan Jambi.
Jika beberapa tahun lalu, hutan yang dia jelajahi bukan hutan metropolitan.
Apa iya ada rindu yang tetiba menulusup?
Apa iya ada perasaan dirindukan?
Apa iya ada janji bertemu dan berkisah kopi?
Dulu karena saya tahu dia penjelajah maka iseng saya menawarkan novel 5cm. Novel yang bercerita tentang persahabatan 5 anak manusia, yang makin erat ketika mereka mendaki Gunung Semeru. Yang hingga beberapa bulan belum dia kembalikan bahkan ketika keberangkatannya ke Jambi. Dia menjadi volunteer di sebuah hutan sekunder, memasang kamera trap untuk harimau, ah entah, banyak detail cerita yang saya lupa. Setibanya di hutan dia terkejut karena camp yang dia tinggali lebih mirip kampung dari pada hutan dan lebih mirip kota metropolitan karena sinyal telepon lancar, pun ada internet. :)
Dia sering menghubungi, sms bahkan telepon, bercerita dan berbagi. Menyenangkan. Hingga dia harus masuk hutan yang sebenarnya, without signal and internet. Pun ketika itu saya bertolak ke Yogya, cuma sehari sih, tapi sebelum berangkat saya sempat mengirim sms, nggak terkirim pastinya. :)
Tak berkabar seminggu. Ada rindu menelusup. Entah dengan keberanian apa saya mengiriminya pesan, "aku kok kangen mas ya." Detik berikutnya saya merasa malu dan merasa bodoh. Hahaahaha. Aish..kenapa pula saya kirim pesan macam itu. :) Yah untungnya semua itu bersambut baik darinya. Hari-hari kepulangannya ku tunggu.
Ada rasa canggung, malu dan tersipu, ketika kami bertemu kembali. Saya berusaha untuk stay cool, padahal derap langkahnya dan suaranya menyapa teman-teman sudah saya dengar dari kejauhan, dan membuat dag dig dug tak karuan. Dia datang dengan rambut keriwilnya yang mengembang dan lebih panjang dari terakhir saya melihat tertutup topi bergambar gajah. Dia tersenyum. Dia memberi oleh-oleh kopi, kopi sidikalang.
Semakin dekat semakin sering bersapa. Kehadirannya sering kucari, diam-diam. Sekadar melihatnya dari kejauhan atau melihatnya lewat sejenak, sudah cukup membuat hati ini senang. Senyum-senyum.
Pernah sekali saya melihat matanya menatap ke arah saya, degup jantung berdetak lebih cepat dan tentu saya tersipu malu ke-GR-an. hahahaha. Apa yang dia pikirkan saat itu ya. :)
Entah apa yang terjadi jika saat itu dia tidak berpamitan akan ke Jambi.
Entah bagaimana kami kini jika kangen itu tak pernah saya ucapkan.
Tapi saya bersyukur, semua berjalan seperti ini. :)
Semoga kami selalu menjadi yang terbaik.
Dia baik untuk saya, saya pun baik untuknya.
Amin.
hehehe. Kangen ya. Iya, kangen.
^_^
Sunday, June 23, 2013
(masih tentang) rindu
rindu itu bukan
tentang jarak seberapa jauh
tapi
jarak seberapa lama
belum lama
ya belum rindu
sejauh apapun terpisah
definisi rindu
menurutmu
Monday, April 15, 2013
Wednesday, February 20, 2013
hilang ingatan???
akhir-akhir ini banyak hal kecil yang mampu mengingatkan saya pada sesuatu yang besar. :) dan itu menyenangkan. so, masih ada yang pengen hilang ingatan cuma karena patah hati? :)Sering kan cewek-cewek itu patah hati dan pengennya hilang ingatan, terutama tentang cowok yang bikin dia patah hati. Pengennya nggak kenal lagi dan nggak pernah ingat lagi semua hal tentang cowok itu.
Apakah saya pernah? woiya tentu saja, hahaha, *bangga og, cih*. Nggak segitunya sih, emmm...iya deh..segitunya juga. hahaha. Tapi sekarang udah enggak dong, udah move on jauuuuuuuuuuhhhhh. Dan kalau ingat yang 'itu' sekarang cuma ketawa-ketawa. Iyalah..cuma patah hati aja sampe segitunya. hahaha.
Balik ke kalimat pembuka. Banyak hal kecil yang bikin saya ingat pada sesuatu yang besar. Kalimat ini bisa berarti bener-bener kecil dan bener-bener besar. Nih contohnya, saya liat ulat atau yang biasa disebut teman saya ulil, maka saya langsung ingat teman saya itu; saya liat kupu-kupu ya pasti jadi ingat plapti, mas fian, mas heri, culis, dan teman-teman GC yang lain; saya liat sendal gunung, keril, SB, maka saya lalu ingat perjalanan saya di merbabu kemarin; ya pokoknya hal-hal yang ukurannya kecil mengingatkan saya pada hal-hal yang ukurannya besar.
Tapi bisa juga hal (peristiwa) yang simpel dan mengingatkan saya pada efek hal tersebut pada kehidupan saya berikutnya, salah satu contohnya ya itu tadi lho soal patah hati.
Dibalik hal-hal kecil pasti akan ada hal besar. Biarpun hal kecil itu menyakitkan, nyelekit, dan menjengkelkan, pada akhirnya akan membawa perubahan besar dalam hidup, dan jika suatu saat diingat ya bikin geli, ketawa.
Gampangannya buat yang patah hati adalah berhenti menyesali dan yakinlah bahwa dengan ini kamu akan jadi lebih dewasa, dan percaya deh, suatu saat tangismu itu akan kau tertawakan. Suatu saat kau cuma akan bilang "duh dulu kok ya lebay ya.hehehe" ketika mengingat kembali.
Mengingat adalah hal yang menyenangkan. Dan sebenarnya kita mengikat ingatan dengan foto, tulisan, gambar. Jadi, syukuri saja apa yang teringat sekalipun itu menyakitkan, jangan pernah meminta untuk hilang ingatan.
Selamat malam...selamat beristirahat...
Monday, February 18, 2013
#monolog #imajiner
Manusia berubah setiap waktunya. Bukankah justru aneh jika seseorang tidak berubah. Karena itu artinya hidupnya stagnan, berhenti, tidak berkembang. Padahal seharusnya hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok lebih baik dari hari ini.
Jadi, girls, kalau kekasihmu sedikit berubah ya memang seharusnya demikian. Dia sedikit cuek atau tak seunyu-unyu dahulu mungkin karena dia sedang fokus mengerjakan sesuatu yang dia suka. Bukan berarti dia tidak lagi peduli padamu. Dia hanya sedang asik dengan apa yang dikerjakannya, hanya sedang mengejar apa yang dicita-citakannya, nantinya itu untukmu juga. Toh dia tetap menempatkanmu dalam hatinya, berilah kepercayaan padanya.
Lagipula apabila dia tetap sama seperti dulu, apa kamu tidak bosan? dengan rutinitas dan percakapan yang sama setiap harinya. Yakin tidak bosan?? hihihihi.
Sudah ya girls, jangan galau, kau juga sebaiknya mulai fokus pada apa mimpimu. Tunjukkan padanya kau bisa dibanggakan, hingga nanti kalian dipersatukan dalam ikatan yang lebih suci. ngehehehehe...
Selamat pagi...^^
Langit pagi ini nampak begitu luas, sepertinya ia mampu menampung segala kebahagiaan dan keinginanmu hari ini..
Bismillah...
Jadi, girls, kalau kekasihmu sedikit berubah ya memang seharusnya demikian. Dia sedikit cuek atau tak seunyu-unyu dahulu mungkin karena dia sedang fokus mengerjakan sesuatu yang dia suka. Bukan berarti dia tidak lagi peduli padamu. Dia hanya sedang asik dengan apa yang dikerjakannya, hanya sedang mengejar apa yang dicita-citakannya, nantinya itu untukmu juga. Toh dia tetap menempatkanmu dalam hatinya, berilah kepercayaan padanya.
Lagipula apabila dia tetap sama seperti dulu, apa kamu tidak bosan? dengan rutinitas dan percakapan yang sama setiap harinya. Yakin tidak bosan?? hihihihi.
Sudah ya girls, jangan galau, kau juga sebaiknya mulai fokus pada apa mimpimu. Tunjukkan padanya kau bisa dibanggakan, hingga nanti kalian dipersatukan dalam ikatan yang lebih suci. ngehehehehe...
Selamat pagi...^^
Langit pagi ini nampak begitu luas, sepertinya ia mampu menampung segala kebahagiaan dan keinginanmu hari ini..
Bismillah...
Subscribe to:
Posts (Atom)

