“Kau itu manis dan mengerti diriku yang penakut dan pemalu yang ngomong wae ga wani. Jal ne dudu koe, mungkin aku ga due kekasih sampe sekarang.”
↓↓↓
Itu sms darinya, ketika saya bertanya, “Bagaimana aku di matamu?”
Dan ketika saya mengucapkan terimakasih atas jawaannya itu, dia menjawab, “Uye.hehe...Let me be the one to hold you.. J” → kalimat yang saya garisbawahi itu, saat saya membacanya, ada rasa terkejut, senang, haru di dada, menyesak dan bahagia.
KENAPA??
Entah, mungkin karena baru kali ini ada seorang pria yang mengatakan hal demikian kepada saya. Biasanya saya hanya senyum-senyum ketika kalimat itu hadir dalam skenario FTV atau sinetron atau film-film. Dan malam ini saya mendapatkan diri saya tidak karuan menerima kabahagiaan itu. Sungguh Tuhan itu luarbiasa, memepertemukan saya dengannya dan menciptakan episode ini. Bersyukurlah saya.
Meski ada rasa lega juga khawatir.
Lega karena dia memiliki keinginan yang sama dengan saya, yaitu menjadi satu-satunya untuknya, menjadi yang terbaik untuknya.
Khawatir bagaimana jika nanti Tuhan tidak berkenan pada keinginan kami itu. Tapi mari kita berserah. Apa yang dikehendaki Tuhan adalah yang terbaik, bagi alam semesta, bagi kami berdua.
Nah..well...mari kita nikmati episode ini, rasa ini, dagdigdug ini.hehehe..
No comments:
Post a Comment