Wednesday, November 23, 2011

sweet november

Melihat inbox ponsel penuh, saya buru-buru ingat bahwa sms-sms itu belum saya hapus, itu berarti belum saya catat ulang. Apa yang dicatat ulang? Pesan yang tidak ingin saya lupakan tiap detil kalimatnya.
November tahun kemarin, saya merasakan satu beban terlepas, meski dengan rasa sakit.
November tahun ini semua itu terbayar, dan saya merasa lebih bersyukur, sangat bersyukur.
Sekarang saya bersama seseorang yang menyayangi saya, benar-benar menyayngi saya. Dan saya berdoa dengan sepenuh hati, dialah yang terkahir untuk menemani hidup saya nanti.amien.

Saya seorang november.
Dia juga seorang november.

Saya tujuh belas november.
Dia delapan belas november.

TUjuh belas dini hari dia mengirim sebuah pesan,

Bertambah ataupun berkurang hanyalah istilah untuk menggambarkan usia. Dan hari ini kau telah melangkah pada anak tangga berikutnya. Sehat, bahagia senantiasa bersamamu. Seperti pagi yang menyambut terang, siang yang lantunkan riang dan malam yang menaungimu dalam petang. Dan bersamamu adalah anugerah yang membuat bahagia begitu sederhana, seperti aku yang ingin mencintaimu dengan sederhana. maturnuwun. :)
Kalimat-kalimatnya memang mampu membuat kekisruhan menjadi lebih tenang. :)
Saya sayang padanya..

Selamat pagi, selamat beraktivitas..

No comments:

Post a Comment