Saturday, September 14, 2013

Hello...hello...how many koishiteru no?



Ini sabtu yang penuh drama seperti biasanya. Drama akhir pekan, ketika teman-teman kembali pada kekasihnya dan kekasih kembali pada teman-temannya.

Semarang, bulan september banyak sekali festival, sampai aku lupa apa saja namanya.

Tapi, di taman, di depan kantor walikota sabtu malam ini, seperti sabtu malam sabtu malam biasanya. Berpasang-pasang kekasih, bergerombol-gerombol perkawanan. Aku, sendirian menikmati hiruk pikuk. Lampu trafic menyala merah, aku melangkahkan kaki ke seberang, ke gedung tua berpintu seribu. Duduk lesehan di trotoar, di luar area gedung, (ya karena kalau masuk musti mbayar) menikmati, sekali lagi, hiruk pikuk malam panjang. Malam yang terlalu pannjang, hati yang panjang, usus yang panjang, oh damn aku mulai mengeluh. Baiklah. Mari ponsel ini kita selipkan ke dalam tas, di sudut yang paling dalam, dalam mode silent dan tanpa getar. Pasang earphone dan mp4, biarkan Yui menyanyi, suasananya pas sekali, seperti melihat film beserta sontreknya.

Yah nikmat tuhan yang manalagi yang kau dustakan. J

Tetiba dua pemuda mendekat, tersenyum dan meyapa “sendirian mbak?”

Kubalas senyum dan kujawab “nggak mas, tuh rame-rame sama orang se-semarang”

“Pacarnya ke mana?” dia mengabaikan penjelasanku.

Kujawab senyum sajalah. Ku lihat salah seorang diantaranya menenteng gitar, dan seorang lagi menenteng kamera. Diam kupandangi mereka yang mengambil posisi duduk di sebelahku. Pembawa gitar mulai memetik gitar dan pembawa kamera sibuk memotret. Mas gitar, mari kita sebut demikian, melirik mp4 yang kubawa, dia tersenyum kemudian mulai bermain gitar dan menyanyi, awalnya tidak jelas pengucapannya namun lama-lama kudengar lagu yang dia nyanyikan tidak asing di telingaku,

“Mendoukusa sou ni warai nagara mo
Juwaki no mukou de
Kotaete kureta ne anata
Honno sukoshi wakari aeta koro
Sonna yorokobi kanjite iru
I will love you.”

Heeehhhhh….kurang lebih begitu tatapanku kutujukan padanya, itu lagu Yui yang sedang kudengarkan. Siapa orang ini. Hahahaha. Jarang jarang ada yang tahu lagunya Yui, menurutku sih. Yabiasanya lelaki-lelaki itu kan tahunya ekebi atau jeketi atau girls generation atau wonder girls. Ahihihhihihi.

Belum selelsai aku bengong dia sudah menyanyikan lagu yang berbeda, dan aku ngeh juga ketika dia nyanyi di nada tingginya
“Shikata nai yo tte sonna kao yamete
Higaisha wa dare? Kagaisha wa dare?
Zubunure datte waratte iyou yo
Atashi ga zutto soba ni iru kara”

Masih lagunya Yui- We Will Go. Hahahaha. Asli, mas ini ngagetno.

Seiring lagu di telingaku berubah, maka lagu yang dia nyanyikan juga berubah. Persis pun. J aaaaakkkkkk....sabtu malam jenis apapun ini. Hahahaha.

Aku cuma senyum senyum aja. Nggak berani nanya ataupun menyela nyanyiannya. Sejak aku ngeh yang dia nyanyikan, aku melepas salah satu earphone ku, jadi ada dua versi lagu, di kepalaku. Versi laki dan versi Yui. Ahahahaha. Mas ini nyanyinya enak banget, pengucapannya juga Jepang banget. Iiiiihhhhh....sopo mase iki? J

Sebelum lagu berikutnya selesai, aku mengeluarkan catatanku, lirik lagu Yui yang berjudul Love & Truth, nggak ngerti tapi lagu ini aku suka jadi liriknya aku catat dan terkadang aku nyanyiin. Nah pas mulai masuk lagu ini, aku juga ikut nyanyi,
“Konna ni omotte iru
Jikan wa tomatte kurenai
Karappo no kokoro wa
Anata no kimochi wo
Mada mitsukerarenai
 
Onaji e wo nido to egaku koto wa dekinai no ni
Atashi no kanjou wa tada kurikaeshite bakari

Agaknya si mas kaget aku ikut nyanyi, dan tersenyum begitu melihat catatan yang kupegang.

"Ai no uta" wo kikasete yo
Sono yokogao mitsumeta
Anata no koto shiritai yo
Mou deatte shimatta no

Donna ni sabishikutemo
Mata aeru ki ga shite iru kara
Riyuu nante iranai
Hikikaesenai koto wo shitte iru

Kono mama ja wasuremono ni natte shimau desho?
Atashi no kanjou wa namida no oku kagayaita

"Ai no uta" wo kikasete yo
Sono yokogao sono saki ni
Anata ga ima mitsumeteru
Hito ga iru to wakattemo

Tsubasa wo kudasai to
Shinjite utau you ni
Atashi datte chikau yo
Kako mo zenbu
Uke ireru tte kimeta

S
edikit sambil tertawa kami terus bernyanyi.

"Ai no uta" wo kuchizusamu
Sono egao ni furetai
Anata ga ima mitsumeteru
Hito ga iru to wakattemo

"Ai no uta" wa owaranai
Mou deatte shimatta no
...Owaranai
...Love and truth”

Masih ada satu lagu lagi di album ini. Eh mas yang motret tadi ilang.

Mas gitar berhenti bernyanyi, sedangkan Yui di telingaku masih bernyanyi, lagu dari album yang lain, Hello. Si Mas gitar nanya, “mbak lagu yang selanjutnya apa?”

“hello mas.”

“oh yang sontrek film kan itu, film opo ya mbak, aku lupa, pokokke yang main cantik. Yang main di Buzzer Beat.”

“paradise kiss, mas”

“aaaah iyo kui mbak. Emmmmm...”

Dia mulai memetik gitarnya, aku memencet tombol play. Lagi, dua versi lagu Yui di kepalaku.

Ngehehehe...tuhan maha asyik. Mas pemotret kembali, sambil senyum-senyum.

Lagu berikutnya, si mas gitar bilang “sudah mbak, kita kenalan dulu, mosok nembe “Hello” kemudian “separation””

Eeeh dia beneran apal isi albumnya Yui. Heuheuheu...

Baiklah....

Dia menyodorkan tangannya, sambil tersenyum, “Haris”
Aku pun menyambut, “Dian”
Lanjutnya, “oh iya yang ini Seno.”, sambil memperkenalkan temannya. Seno hanya mengangguk dan senyum.

“Mas Haris, boleh pinjam gitarnya? Mas Seno bisa tolong potoin?” kataku norak. Ahahahaha. Eh mumpung pemandangannya ciamik kan jadi mirip Yui. Mirip dari Hongkong.

Mereka berdua sedikit kaget, tapi kemudian senyum. Setelah sesi poto-poto bareng kami ngobrol, duduk lesehan, hah istilah lesehan ini cukup menganggu, mari kita sebut, ndeprok, lha kan duduk ngglesot di trotoar.heuheuheu.

Cerita-cerita lah kami, mereka dari undip. Mas Haris jurusan sastra jepang, Mas Seno jurusan Ekonomi, lho kok nggak nyambung sama kameranya? Hehehe. Dia bilang kamera itu untuk semua kalangan, siapa saja bisa motret, siapa saja boleh motret, bahkan yang berjurusan ekonomi. Iya deh. Hehehe. Berceritera memang mempercepat waktu, tiba-tiba sudah pukul sembilan malam. Yah itu berarti aku sudah harus pulang. Kami bertukar alamat email dan nama akun socmed. “Nanti poto-potonya dikirim ya mas. Hehehe.”

Mas Haris menyanyikan lagu Separation. Tapi yang kuharapkan sih kapan-kapan bisa ketemu lagi, nyanyi lagi, kalau perlu ngamen bareng. Huhuhuhu.


Sepanjang perjalanan pulang senyum lebaaaaarrrr....aneh ya, tapi menyenangkan.

No comments:

Post a Comment