Kami berdua menonton ShowImah sore ini. Bintang
tamunya, Cesar. Iya, Cesar yang goyang Cesar itu lho.
Jangan harap Mas paham alur cerita acara
ini, dia sibuk main futbol menejer.
Dia bertanya (sambil terus ngutek-ngutek leptopnya), “Itu Cesar
kenapa nduk?Dia bukannya asistennya Soimah ya, sekarang udah nggak to?”
Dan saya menjelaskan, “Masih asistennya
kok, eh asisten di acara ini kan maksudnya?”
“Iya. Kok jadi bintang tamu?”
“He’em. Dia ulang tahun hari ini, jadi
bintang tamu, nyeritain awal karirnya
dia.”
Entah Mas mendengarkan penjelasanku atau
tidak. Kalimat berikutnya yang dia ucapkan adalah “Kamu gimana kalau jadi artis,
nduk?”
Jeng..jeng..jeng...dan terjadilah obrolan geje berikut.
Saya :
“Hah..aku?jadi artis. Janganlah, nanti banyak yang nangis.”
Mas :
“Nangis kenapa?”
Saya :
“yaaa...karena nyesel dulu meninggalkanku.”
Mas :
“Huuuuuu.....pede sekali.hahahah.”
Saya : “ahahahahaha...ya memang
harus pede, dan kayaknya sih begitu.” *ini ngomongnya separuh geli*
Mas :
“Kalau kamu jadi artis, kamu juga pasti meninggalkanku.”
Saya :
“Aku nggak mau jadi artis kalau harus meninggalkanmu.”
Mas :
“cuih...”
Saya :
“hahahahahahahahaha...’ *ketawa ngekek*
No comments:
Post a Comment