“every day may not be good,
but there’s something good in every day”
Skejul saya hari ini tidak berjalan
lancar. Sedangkan saya sebenarnya tidak memiliki rencana cadangan. Tapi, disaat
pikiran blank, tetiba ada pesan
masuk. Harus foto untuk pamwis. Yasudah foto saja lah hari ini, tapiiiii...lupa
bahwa foto itu harus mengenakan kemeja putih dan jilbab hitam. Which is saya
tidak bawa semua. Belok ke gramed lah, setelah sebelumnya mampir kos teman
untuk pinjam kemeja putih. Saya punya kemeja putih, tapi tidak bisa dipasangi
dasi. Foto harus pakai dasi.
Maka rencana dadakan berikutnya adalah
pergi ke gramedia. Jreng..jreng..panasnya Semarang. Sampai di gramedia, buku
yang dicari tidak ada. Malah nemu buku-buku yang menggoda isi dompet.
Hayaaaaah......bukunya Kuntowijoyo, Ayu Utami, YB Mnagunwijaya, Emha Ainun
Nadjib dan komik miiko. Hehehe. Tetiba saya ingat ada toko buku yang diskonnya
lumayan. Toga Mas. Aheyyyy....good idea.
Setelah menimang-nimang buku apa saja yang sekiranya tidak ada di Toga Mas,
biasanya yang terbitan gramedia (yaiyalah). Hehehe. Saya beli komik miiko dan
buku YB Mangunwijaya, Pohon-Pohon Sesawi. Bukunya Ayu Utami terbitan gramedia
sih, tapi yaa besok sajalah. Hehehe.
Meluncur ke Toga Mas. Mencari Indonesia
Bagian Dari Desa Saya, Emha Ainun Nadjib. Cari di rak-rak buku nya tidak ada.
Cari di komputer ada lho. Ya sutra,
saya bertanya pada pegawai, ternyata itu buku terbitan baru jadi masih di
gudang. Ketika saya bertanya apa saya bisa membeli nya siang tadi, ternyata
tidak bisa, harus nunggu barcode nya
jadi yaitu sekitar jam dua-an. Haaayooooo suwi
yaaa...hehehe. Saya di sana jam satu lho. Nunggu di toko buku itu sebenarnya
menyenangkan tapi tadi saya terburu-buru untuk memesan buku secara online, supaya bisa segera saya transfer
uangnya hari ini. Pulanglah saya dengan langkah gontai. Huhuhu. Buku Cak Nun
itu sebenarnya bukan buku baru, tapi terbitan baru dengan cover yang baru. Daaaaan saya jatuh cinta sama covernya, kalau tulisan-tulisan Cak Nun, sudah cukup lama saya
jatuh cinta, tapi beli bukunya masih jarang, soalnya mas punya hampir semua
buku tulisan Cak Nun. Hehehhehe. Buku mas yang saya pinjam dan belum selesai
dibaca saja ada dua biji, Kopi Jon Pakir dan Markesot Bertutur. Tapi buku
Indonesia Bagian Dari Desa Saya ini, dengan cover
barunya, saya ingin punya. Hohohoho.
Di perjalanan pulang saya kepikiran beli
roti Kimmy Bun. Roti kopi lho. Hehehe. Enaaakk...awalnya hanya berniat beli
kemudian pulang, tapi lihat gambar es kapucino kemudian tertarik, ya tuhan
panas sekali Semarang. Akhirnya beli roti yang dibungkus tiga biji, rasa kopi
satu biji dan rasa choco vanila dua biji, roti yang dimakan di tempat satu biji
dan es kapucino satu gelas, sambil nonton film yang ada di tipi. Dan kemudian
saya berpikir, lho kok saya nangkring di sini, katanya tadi buru-buru mau
transfer uang untuk beli buku. Hahahaha. Self toyorrrr.... eh sendok aduk es
kapucino-nya bagus lho. Seksi. Wkwkwkwk.
Perjalanan masih jauh dan panas dan saya
malah minum es, mumetlah. Heuheuheu....pelajaran siang tadi adalah, kalau
pengen kopi ya minum saja, jangan ditahan-tahan, akhirnya malah mampir-mampir
dan minumnya es. Wkwkwkwk. Parah.
Yeah...after all...there’s something good.
Untuk diri saya sendiri. Menikmati wara wiri ke mana-mana sendirian.
Yattaaa......


No comments:
Post a Comment