Tuesday, May 03, 2011

selamat pagi, semangat mentari..

kelanjutan cerita kemarin...
Saya curhat dan dapat masukan...
Mata saya jadi terbuka dan, hey...yang mengalami kejadian patahhatisakithatihancurhatidanhatihatiyanglain bukan saya saja, dan bahkan justru jauh lebih sakit. Tapi ya itu berkah kok, kita jadi semakin kuat dan bersyukur. Tuhan memberi cobaan itu kan berdasarkan kekuatan yang dimiliki hambanya, tinggal bagaimana kita meresapi dan menikmati dan mensyukuri nya, itu artinya Tuhan masih peduli dan memberi ujian-ujian pada kita. Tentunya ujian-ujian itu untuk membangun pribadi kita menjadi lebih baik.

Malam setelah saya posting curhatan itu, sang mantan telpon saya. Minta kado katanya. Well...kalo tidak saya iya-kan pasti deh dia nagih-nagih terus. Jadi, mau tidak mau, saya iyakan. Dan sore hari berikutnya, alias kemarin sore, saya serahkan padanya. Awalnya saya datang ke kantornya dan menitipkan pada temannya, tapi temannya tersebut, malah menyuruh saya untuk bertemu langsung dengan mantan saya. Berhubung disitu ada sang Atasan, dan sang atasan tersebut meminta saya menyerahkan langsung, yaaa...akhirnya saya terpaksa harus bertemu langsung dengan mantan. Jujur saya sebenarnya sudah tidak mau  ketemu. Jangan berprasangka buruk ya sodara-sodara, ketika saya mengatakan saya tidak ingin bertemu dia lagi, bukan dengan maksud untuk memutus tali silaturahmi, tapi memang sepertinya hati saya belum bisa bertemu dengannya. Jadi, daripada merasa sakit kan mennding tak usah bertemu dulu. Untungnya, teman-teman kantornya ramah-ramah, jadi rasa tidak tenang saya sedikit teratasi.

Dan...tadaaaa...bertemulah saya dengannya, setelah hampir setahun tak melihat sosoknya. Kurus dia. Dia sedikit terkejut karena saya menjanjikan akan mengirim kado itu esok hari. Tapi dia tersenyum, seneng deh kayaknya ketemu saya.*hihihihi...berprasangka baik aja to* Setelah saya serahkan bingkisan saya itu, dia mengucap terimakasih dan meminta saya duduk sejenak, pengen ngobrol katanya. Tapi saya menolak, karena yaa itu tadi, tidak ingin bertemu sebenarnya, jadi yaa...saya bilang harus buru-buru pulang. Saya gak bohong lho, saya capek, jadi pengen cepat-cepat sampai di rumah.

Mau tau kado apa yang saya berikan padanya?? Ayoo...mau tau kan??hehehe. mau yaa..mau aja deh...pura-pura aja penasaran, biar saya senang. Ahehehe.
Saya beri dia kaos couple. Tau kaos couple kan?! Itu lho..kaos yang buat pasangan. Jadi ada dua kaos, yang satu ukurannya besar (dimaksutkan untuk lelaki) dan satunya lagi kaos yang ukurannya sedkit lebih kecil (dimaksudkan untuk si perempuan). Saya gak begitu suka dengan kaos couple, karena ukurannya gak pernah pas dengan saya. Saya perempuan tapi gak kecil atau imut-imut. Tinggi badan saya 165cm, berat badan 54kg, bisa kebayang besar saya kan. Dan saya tau, kaos itu pas buat mereka berdua. Karena ceweknya yang sekarang, kecil, imut, cantik, rambut panjang rebonding, dan muda terpaut empat tahun dengan saya. (duluuu...mantan saya meminta saya memanjangkan rambut saya, dan tidak suka rambut saya ikat. Well..sepertinya sekarang dia sudah dapat yang seperti itu.hehehe.) Kaos itu bergambar, untuk kaos lelaki bergambar devil, untuk perempuan bergambar malaikat. Mungkin intinya, devil itu bisa jadi baik karena malaikat. Dan dalam bungkusan itu, saya selipkan surat ucapan. Bunyinya,
           
Gendut,           
Ini kadoku buat gendut. Lucu kan?! Ahihihi...           
Selamat ya ndut...
Pertama, selamat ulang tahun. Telat banget yaa.hihihi. gak papa, telat asal selamat, eh..telat yang penting dapat, eh..lebih baik telat daripada gak sama sekali. Hehehe. Sehat selalu ya dut, semoga cita-cita gendut bisa tercapai.amin.           
Kedua, selamat diwisuda yaa. Sudah SH lhoo..ihir..ihir..cuit..cuit..semoga kedepannya karir gendut semakin gemilang. Amin.           
Ketiga, selamat yaa...sama ceweknya. Semoga langgeng. Amin. Kaosnya kaos couple lho. Yang satu buat cewekmu yaa..jangan buat Beny lho, gak cukup.hehehe.
                                                                        Sukses ya ndut.. 

Anggap saya munafik, karena di depannya saya tersenyum, tapi terkadang di belakangnya saya  menangis teriris. Anggap saya menyedihkan, karena melakukan hal-hal yang mungkin seharusnya sudah gak penting lagi.
Entah yaa...saya memang tidak mampu mencaci nya. Meski berulang kali dia menyakiti dan mencacimaki saya. Bukankah saya harus terus berdoa untuk kebaikannya dan kebaikan saya sendiri.seperti yang teman-teman saya bilang kemarin.

Dan setelah saya memberikan bungkusan itu, saya langsung pamit ngacir keluar kantornya, meskipun dia menahan dan memanggil saya. Bahkan teman-temannya juga. Hehehe. Maap, bapak-bapak...saya tidak mau lama-lama di sini. Hehehe.

Saya lega lho setelah kemarin itu. Entah lega kenapa. Tapi plong aja gitu. Beberapa menit setelah saya sampai di rumah, dia menelepon dan meng-sms saya, tidak saya jawab, karena pikir saya, “ini kalo di gubris malah bisa gak selesai-selesai. Wong niat saya kasih kado selain sebagai ungkapan selamat, juga itu sebagai kenang-kenangan. Dengan harapan, itu terakhir kali alasan kami bertemu.”

Sekarang, pagi ini, mari saya bersemangat melanjutkan hal-hal yang telah sedikit terganggu dengan kehadiran dia beberapa hari yang lalu.

Selamat pagi, semangat mentari.. Have a great day!

No comments:

Post a Comment