Bianglala dalam ingatanku adalah
pacar yang tetiba bilang sayang setelah sekian tahun tidak. Namun kini pacar
itu telah menjadi mantan.
Bianglala dalam ingatanku adalah
janin yang tidak disadari seorang teman hadir dalam rahimnya. Janin itu sudah
lahir, sehat dan kini sudah masuk TK.
Bianglala dan halilintar dalam
ingatanku adalah keinginan untuk kelak ketika aku menikah, aku ingin menaiki
semua wahana di Dufan itu bersama suami.
Bianglala mengingatkanku pada
sore yang hujan dan berangin lembut yang membuatku tak bisa merasakan kegilaan menaiki
tornado, ontang anting dan wahana ekstrim lainnya.
Bianglala mengingatkanku pada
senja di ibukota.
Bianglala mengingatkanku akan
keceriaan dan sendu dalam waktu bersamaan.
Bianglala mengingatkan ku akan
rindu, padamu...
No comments:
Post a Comment