Tuesday, June 03, 2014

Ibunya



Aku ingin bertemu ibunya. Aku ingin menjenguknya, mengupaskan buah-buahan yang kubawa, buah-buahan yang dititipkan ibuku untuknya. Kemudian membujuknya makan.

Ya. Sebegitu besar harapan bertemu ibunya dan bapaknya. Terlalu besar harapan hingga mudah kecewa. Diriku memang tidak memiliki tingkat kesabaran yang cukup cerdas, hingga apa-apa yang kuharapkan mudah kandas, terhempas. Berpegang teguh pada waktu yang mereka sebut ‘selepas salat jum’at’, sampai adzan asar pun terlewat tak kunjung berangkat. Tingkat sabarku yang tadi kusebut tidak cukup cerdas, membuatku berbalik arah menuju rumah.

Keinginan untuk belajar menjadi mantu yang baik pun tertunda. Ah mungkin semesta yang sempat berderai air mata menginginkanku terlebih dahulu menjadi anak yang baik. Supaya pada ibuku sendiri aku mampu berbakti. Memang harus demikian kurasa.

Belum mampu bertemu sapa, mari melalui doa. Doa untuk ibuku, ibunya, bapakku, bapaknya, supaya selalu dinaungi sehat bahagia. Diriku dan dirinya supaya selalu istiqomah meniti jalan menuju masa depan yang kami impikan. Aamiin.

No comments:

Post a Comment