Selamat pagi hari senin. Mari bercerita.
Kemarin sore, seorang teman berkunjung, dia ingin melihat dan membawa salah satu buku yang saya jual. Lalu saya bilang padanya bahwa saya memang menjual buku-buku. Ada banyak buku sastra dan buku lawas. Semua buku itu bukan milik saya, saya hanya bertugas menawarkan, menjual, mengatur transaksi dan mengirimkannya melalui pos indonesia atau melalui jasa pengiriman lainnya. Setelah saya keluarkan semua buku itu, dia tertarik dengan buku kumpulan cerpen kompas. Akhirnya justru buku yang dia beli, buku yang sebelumnya dia tawar, dia minta saya untuk menyimpannya.
Dia masih terus melihat membolak-balik satu per satu buku-buku itu. Saya senang melihatnya. Entahlah, seperti merasakan bagaimana perasaannya, karena saya tahu bagaimana rasanya senang melihat banyak buku. Apalagi jika buku-buku itu adalah buku yang belum pernah saya tahu, dan terlebih lagi adalah buku-buku yang menarik.
Dia menyayangkan kenapa tidak ke rumah kemarin-kemarin, jadi dia bisa melihat lebih lama buku-buku itu. hehehe. Dia juga kadang berkeinginan berjualan buku, hanya saja batinnya tak kuasa untuk memiliki sendiri. hehehe. Saya juga kok. Ah buku itu milik Mas. Kami, saya dan Mas selalu beli buku dua eksemplar, jika buku itu menarik. Satu kami jual, satu lagi kami koleksi. Jika buku itu langka, tidak akan kami jual. Tapi tidak semua buku kami perlakukan demikian. Ada banyak juga yang kelar kami baca, akan kami jual.
Lalu teman bertanya, Mas yang saya maksud ini siapa? Pacar? Yaa, bisa dianggap demikian, saya lebih senang menyebutnya kekasih. Halah. Dan teman saya berseru, "asik betul punya pacar yang sama-sama senang membaca buku."
Hahaha. Iya. Ini sebetulnya yang ingin saya ceritakan. Pagi ini saya mensyukurinya lagi. Besok tepat sebulan kami tidak bertemu. Ini waktu terlama kami tidak bertemu. Mas memang sering ke luar kota, karena pekerjaannya. Kadang hanya tiga hari, satu minggu, dua minggu.
Saya katakan pada teman saya, bahwa Mas gila bukunya kadang tidak bisa saya imbangi. Jika kami pergi ke toko buku, maka kami akan asik dengan diri kami sendiri. Buku yang dia sukai selalu menarik minat saya. Buku yang saya suka, belum tentu dia suka. Tapi, ya, ada beberapa buku kesukaan dia yang belum bisa saya cerna dengan baik. Buku tulisan Pramoedya AT. Kata Mas, membaca buku Pram harus dimuali dari membaca cerpennya. Bukunya banyak.
Lalu teman saya bertanya, "Mas mu cah sastra mesti." hahaha. Bukan. Cah Biologi juga kok. Dan dia orang baik. Baik sampai kadang saya minder. hahaha. Iya. Dia, selama yang saya kenal, jarang berprasangka. Dia lebih sering diam atau bercanda jika saya sudah mulai bersungut-sungut mengeluhkan polah orang lain. Rupanya teman saya pun juga demikian, memiliki calon suami yang baik. Dan katanya, dia jadi mengenal dirinya dan berdoa bisa saling melengkapi. aamiin.
Setelah lebaran tahun ini mereka menikah. Aamiin.
Banyak doa baik mengalir kemarin. :)
Dan pagi ini saya merindu.
"Rindu bukan tentang berapa lama kita tak berjumpa. Rindu adalah sesering kita mengingat manis cerita. Rindu adalah seberapa banyak kita baik-baik berdoa."
No comments:
Post a Comment