Showing posts with label sensitip. Show all posts
Showing posts with label sensitip. Show all posts

Thursday, October 16, 2014

Perkara Definisi

"Jika kau ingin mengukur seberapa banyak kau mencintai seseorang dengan penggaris, jangan kau ukur saat kau mencintai mereka, tetapi saat kau melalui rasa sakit setelah kau kehilangan mereka. Saat kau menjadi sangat terluka, saat kau menjadi sangat sedih. Saat kau sangat merindukan mereka, itulah yang akan memberitahumu, seberapa banyaknya kau mencintai mereka setiap hari.
Bukankah itu aneh? Kata orang, cinta yang menyakitkan bukanlah cinta sejati. Tapi akku hanya ingin beranggapan bahwa apa yang kita miliki ini adalah cinta."

Itu adalah isi surat Yoon Seo Wan kepada Park Dong Joo, dalam drama Angel Eyes. 
Nggak usah ikut definisi cinta milik orang lain bahwa cinta sejati adalah yang begini dan yang begitu, bahwa pernikahan haruslah seperti begini dan seperti begitu, bahwa memilih istri adalah yang harus ini, itu, inu, iti.
Tidak perlu juga memiliki definisi seperti dalam drama.

Temukan saja definisi kalian sendiri, bagaimana yang disebut nyaman dan bahagia, kalian berdua saja.

Prek dengan definisi milik orang lain.
Pun, prek dengan tulisan yang saya posting ini.

*nulis dengan geram, agak dendam*
*kan memang saya ini gampang kecentok sama omongan orang*
*katanya pengendalian diri*
*toyor rame-rame*

Wednesday, July 24, 2013

sensitip

Kamu yang ceplas ceplos dan saya yang sensitip.

Saya yang ceplas ceplos dan kamu yang sensitip.

Kamu dan saya berjodoh, itu sungguh kuasa Gusti Pangeran.

Ngapunten atas kesensitipan saya pagi ini...

Tuesday, July 23, 2013

*pukpuk* selasa

Memangnya aku masih boleh protes? No!

Mengharapkan percakapan pagi yang menyenangkan kini sangat sulit.
Atau mungkin aku yang berharap terlalu tinggi untuk sebuah kata menyenangkan.
Mungkin aku yang kurang bersyukur untuk sebuah percakapan yang sudah cukup baik.

Oooh...ampuni aku Yaa Gusti...
Aku...hambamu yang tidak bersyukur..

Monday, July 22, 2013

Iya ada yang berubah dari diri saya. Dari excited menjadi sedikit kecewa. Kenapa kecewa? Karena memiliki harapan yang terlalu tinggi. Iya, saya berubah. Dan itu salah saya.

Wednesday, July 10, 2013

Pacar

Memangnya definisi pacar itu yang bagaimana?

Kenapa kau mencecarku dengan pertanyaan siapa pacarku.

Itu bukan urusanmu!

Sunday, June 23, 2013

Cint. ah sudahlah

cinta itu 
tentang berapa lama

semakin lama 
semakin cinta?

iya
atau
semakin lama
semakin pudar

duh
apa?
pedih

Saturday, June 22, 2013

bulan

bulan sedang indah indahnya malam ini
tetapi membahas bulan bukan hal tepat
seperti sedang membicarakan
bom waktu
detiknya berjalan cepat
kemudian BUMMM!
meluluhlantak.

Thursday, June 20, 2013

Dipilih, akibatnya nanti banyak manfaatnya ataukah mudharatnya.. #dialog #imajiner

Ada hal-hal yang memang seharusnya saya tahu, serapih apapun manusia lain menyembunyikannya dari saya, Tuhan akan menunjukkan. Namun, adakalanya Tuhan sengaja ingin saya memilih untuk tahu atau tidak, ya tinggal dilihat info itu ada manfaatnya atau justru bawa mudharat.
Yaaa...akhir-akhir ini saya dalam edisi syariah sepertinya. hehehe.

Disaat diri ini tenggelam dalam jurnal jurnal yang memualkan dan bikin sedikit enggak waras, datang sebuah cerita. Cerita yang sekejap membuat semangat saya kendur. Cerita yang sebenarnya sudah sering saya dengar, cerita yang bikin capek setengah hidup setengah mati. Dan kondisi tubuh saya mati-matian meregulasi emosi. Bukan semata emosi marah, tapi emosi campur aduk, antara jengkel eneg dan muak, tapi juga ada perasaan terima kasih sebegitunya perhatian kepada saya. :)

Tentang apa sih? tentang beberapa orang yang membicarakan saya dibelakang, tentu jika berurusan dengan belakang tentu bukan dalam intonasi yang baik.

Well...bermula dari sebuah komentar di akun fesbuk, yang FYI aja komentar tidak nyambung dengan status yang saya buat. Itu saja sudah bikin saya eneg. Kemudian isi komentar yang bikin ndak nyaman, yaitu tentang saya yang dibicarakan dengan nada tidak menyenangkan. Duh langsung semangat yang bangun dengan mata semrepet jadi buyar. Ada apa dengan orang-orang ini. :)

Eh btw setelah ada komentar itu, statusnya langsung saya hapus dan akun saya deaktifkan.

Ada dua pihak yang sedang saya maksudkan. Satu pihak adalah yang berkomentar di status saya tersebut, pihak kedua yaitu yang dimaksudkan pihak satu.

Intinya pihak pertama tidak suka dengan isi pembicaraan pihak kedua. Pihak kedua ini terdiri dari beberapa orang, saya kenal mereka. Pihak pertama merasa saya tidak pantas diperlakukan demikian. :) Saya berterimakasih untuk itu, pihak pertama ini perhatian sekali pada saya. 

Pihak kedua juga perhatian lho, secara mereka sepertinya membahas saya mendetail. *piye ora perhatian jal nek mereka ngerti saya sampai detil begitu? :)* Saya ndak tahu bagaimana detilnya pembicaraan pihak kedua ini, karena sungguh saya tidak ingin mendengar. :)

Semangat dan motivasi saya untuk maju sekarang ini belum cukup tangguh, masih tersengal dan masih butuh dikuatkan. Dan saya ingin menguatkan diri saya dengan hal yang positif. Belum cukup kuat iman saya untuk mendengar hal-hal negatif. :) 

Jadi saya akan menjaga jarak, memilah milih apa-apa yang perlu saya dengar.

Cerita tentang pihak kedua yang bla..bla..bla..sudah sering saya dengar. Bukan salah mereka jika pada akhirnya mereka berpikir buruk tentang saya, toh mungkin selama ini yang mereka lihat tentang saya adalah yang buruk, yang saya perlihatkan mungkin yang buruk, jadi ya bukan salah mereka. Yang ingin saya lakukan sekarang adalah memperbaiki diri. Menjadi sesuatu yang berarti. Menunjukkan bahwa saya sedang berusaha menjadi baik. Itu saja.

Jika saya mendengar lagi detail pebicaraan mereka maka mungkin saya akan menjadi tidak suka lagi kepada mereka, dan tentu itu akan mempengaruhi proses saya menjadi baik, proses saya memperbaiki diri. Ada kenyataan yang memang harus kita tahu, sepandai apapun manusia lain menyembunyikannya dari kita, Tuhan yang akan menunjukkan, namun adakalanya kita harus pandai membaca apakah Tuhan sedang menunjukkan pada kita atau meminta kita untuk memilih. Memilih untuk tahu atau tidak tahu. Saya tahu dampaknya jika saya terus mendengarkan apa yang pihak pertama bicarakan maka saya akan menjadi tidak bersemangat dan bahkan akan membenci, maka saya memilih untuk tidak lagi mendengarkan. Pun ketika akhirnya dia beberkan semuanya tanpa menghormati keputusan saya, saya berada pada kesadaran bahwa saya tak  perlu membenci. Namun, karena saya paham betul iman ini masih cethek, maka saya tutup segala akses untuk mendengarkan hal-hal yang berkonotasi negatif. NO! Saya tidak ingin dengar apapun tentang mereka pihak kedua, saya sedang dalam tempo tertatih berproses menjadi baik. Daripada akhirnya kebobolan, maka saya cukupkan. 

Yang ngerti kapasitas diri ya diri sendiri, jangan sok menjadi superior jika akhirnya tidak. :)

Salam super...hahaha..

Tuesday, April 09, 2013

Anger

hari ini dan kemarin muka ku seperti ini


nggak ngerti kenapa..

Sunday, January 29, 2012

komunikasi semester akhir

Masa-masa semester akhir adalah saat kesolid'an hubungan pertemanan diuji. Bawaannya sensi kalo ada yang nanya/sms tentang skripsi dan kampus. 
"Gimana skripsi mu?"
"Kapan ujian skripsi nya?"
"Ke kampus gak?" bahkan pertanyaan simpel
"Gimana kabarmu?" *karena pertanyaan itu akan menjurus ke "Sudah sampai mana skripsimu?"
*hyak..des*

Wednesday, May 11, 2011

hal tidak baik yang disebar-sebarkan

ingin mengungkapkan pendapat. kalo ada yang dirasa kurang berkenan atau keliru, mohon masyarakat ngerumpi memberi masukan.
barusan saya mendapat sms dari teman saya, sepertinya sms itu dy dapat dari temannya yang mungkin dari temannya juga, intinya itu sms kayaknya sudah di forward-forward deh. awal kalimat sms itu adalah 
Cintailah bahasa Indonesia, bahasa kita sendiri.
awalnya bagus yaa, mengajak kita untuk mencintai bahasa ibu pertiwi, tapi kalimat selanjutnya kok ternyata mengajak saya untuk membandingkan bahasa Indonesia dengan bahasa negara tetangga. bahasa yang bernenek moyang bahasa melayu. 
saya langsung merasa tidak nyaman dengan hal membanding-bandingkan itu. yang saya baca hanya perbandingan pertamanya saja.
di Indonesia kementrian agama sedangkan negara tetangga adalah kementrian tidak berdosa. 
dalam setiap perbandingan itu dicantumkan juga komentar si pengirim (atau pencetus ide) yang tentu saja bernada mengejek bahasa negara tetangga.
karena saya merasa tidak nyaman, maka saya tidak melanjutkan membaca sms yang ternyata panjangnya sampai beberapa halaman.*maklum hape saya cuma tiga halaman sms, jadi kalo smsnya puanjaaaaang jadi ada tulisannya 'some text messages is missing'*
sms tersebut langsung saya balas, intinya saya bilang sama teman saya itu bahwa, janganlah menyebarkan hal-hal yyang tidak baik apalagi mengenai perbedaan antar negara. wong bahasa antar suku dalam negeri saja berbeda-beda, tentu saja yang beda negara artinya juga lain. 
seperti yang guru PPKN SMP saya pernah bilang tentang kata AMIS. di Jawa amis itu bauk gak enak, bauk nya ikan dan darah itu amis. tapi ternyata di suku lain (saya lupa suku apa) ternyata arti amis adalah manis. nah beda banget kaaan... makanya kalo kemana-mana(masih dalam negeri Indonesia) dianjurkan menggunakan bahasa Indonesia, sebagai bahasa persatuan, supaya tidak salah persepsi. nahhh...oleh karena itu juga paling aman kalo di luar negeri meskipun satu rumpun melayu, adalah menggunakan bahasa Inggris.
yang saya tidak suka dari sms teman saya itu adalah, kenapa sich perbedaan kok dibesar-besarkan, malah disebar-sebarkan pulak. 
dari dulu memang negeri ini sama negeri tetangga tidak akur, terutama dalam masalah hak paten atau hak milik budaya. tapi kan mbok yaa, seharusnya dirubah supaya bisa menjadi damai dan bersahabat. siapa yang harus memulai usaha supaya kedua negara bisa damai hidup tentram berdampingan?? ya masyarakatnya toh?? generasi mudanya. bukan malah menyebarkan dan membesarkan perbedaan yang ada. 
masalah hak milik budaya itu juga bukan sepenuhnya ketidaksopanan mereka kan? tapi bangsa kita juga yang kurang bisa menghargai dan melestarikan. coba kalo batik gak diklaim negara lain, mungkin sampai sekarang batik gak akan eksis.
maka marilah kita hentikan menyebar-nyebarkan hal yang tidak baik, apalagi hal-hal yang bisa menyebabkan perpecahan di dunia.*hayah..bahasane rak nguati*

Saturday, May 07, 2011

malam minggu

Ini malam minggu..
Saya benci dapat pertanyaan “gak malam mingguan?”
Bukan apa-apa, tapi gak berlatar belakang saja sepertinya pertanyaan itu. Secara ini hari sabtu, sudah pasti malam minggu kan???? Sejak kapan hari sabtu jadi malam senin??? Ya pasti malam mingguan kan?! Apa mungkin yang tanya itu malam mingguan dan saya malam senin’an? Sudah gila pasti. Entah saya atau dia.