Thursday, June 13, 2013

Egosistem yang perlu diperbaiki

"diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui" QS.1:216

sakdurunge kadung benci maka diblokir saja, sakdurunge kadung kepo maka diakhiri saja
::perang melawan egosistem::

Dikarenakan ada beberapa gelintir orang yang menjadi obyek kekepoan saya, maka hari ini orang-orang tersebut saya blokir dari halaman fesbuk saya. Belum berteman, nggak kenal juga, jadi ya nggak ada ewuh pekewuh lah.

Kenapa saya kepo dengan orang-orang ini? karena mereka adalah mantra-mantra yang membuat saya tak berkutik. 

Saya memang parah untuk urusan egosistem ini.

Upaya pengendalian bukan tidak pernah, selalu saya coba, terkadang berhasil, terkadang gagal total. Kali ini gagal. Sedih, marah, jengkel, sudah pasti. Seolah semua proses itu berputar setiap bulannya, kaya PMS, mungkin pengaruh itu juga, ah tapi ini masih tanggal 13 kok. Jadi kali ini sepertinya bukan. Ini murni weakness. 

Ketika lingkungan yang tidak saya kenal mulai merubah seseorang yang dekat menjadi sedikit berbeda. Saya tahu itu proses, saya tahu ini akan membaik, saya tahu semua akan baik-baik saja jika saya bisa berpikir jernih. Mengurai segala ketakutan-ketakutan. Nah blokir memblokir itu mungkin salah satu upaya pengendalian diri. Seharusnya memang mulai mengenal lingkungan asing itu, tapi baiknya memang saya perbaiki dulu apa yang rusak di sini, dalam diri saya, egosistem ini.

Pada dasarnya tulisan kali adalah keluhan. Memahami egosistem diri sendiri memang ndak mudah, apalagi pengendaliannya. Tapi sulit bukan berarti tidak bisa. Yang penting harus mau dulu. Saya mau, saya ingin dan saya butuh. Pertama ya blokir memblokir itu, semoga dengan minimumnya saya melihat "kehadiran" mereka membuat saya bisa jadi sedikit lupa. Semoga suatu saat saya "kangen" kepada mereka dan meng-unblock mereka. Harus. 

Supaya berkah yang dia rasakan juga bisa saya rasakan. 

Mungkin sebenarnya saya begitu ingin mengenal mereka sehingga saya cemburu. Tapi mungkin memang ini belum waktunya. Akan ada waktunya nanti, setelah egosistem yang ruwet ini terurai jernih. 

Seperti ayat di atas, Tuhan tahu apa yang terbaik untuk umatNya. Tuhan tahu, dan saya tidak tahu. Maka sebelum ketidaksukaan ini menjadi benci, baiknya saya jaga jarak, membatasi "pandangan" dan "pendengaran". Sejenak. Sejenak saja.


No comments:

Post a Comment