Koyone bener jebule keblinger #mabukTafsir
Yap, ketika tafsiran sesuatu hal dibenar-benarkan menurut pandangan pribadi.
Di twitter sering saya sering nemu "ngebir yuk."
Di drama korea saya sering nemu adegan minum-minum soju/arak beras.
Di drama jepang ada sake.
Di fil holiwud, jangan ditanya lah.
Minuman keras udah kaya air mineral, begitu haus minumnya soju, sedih minum arak, senang mabok-mabokan.
Kenapa membahas ini? well yeah...saya pun jika sedang merasa "eneg" mulut nyerocosnya "ngebir yooo...ngewine yooo..." hahaha. *tapi nek ono barange tetep ra wani*
Ada partner in crime saya untuk guyonan semacam ini, dan dia pun kadar pengetahuan tentang minum-minuman kaya gitu mudeng banget. wkwkwk. Semudeng dia paham kopi. Dia juga kalau sedang jengah pasti sms nya nggak jauh dari mabok.
Kami punya tafsir asal-asalan yang kadang terdengar serius, dulunya sering banget diungkapin di hadapan teman-teman, tapi begitu tahu nggak semua orang bisa dibecandain kaya gitu, becandaan itu cuma buat kami berdua saja, ya minimal kalau lagi kumpul sama yang taraf becandanya seiman lah. Takut keblusuk beneran mereka. Becanda tentang larangan mengonsumsi makanan/minuman yang memabukkan. Seringnya kami becandain "Lho berarti nek ora mabuk, ora haram. ngincipi sitik ora popo." hahaha.
Pernah ada yang percaya dong dan mengimani sepenuh hati. ekekekek. *menyesatkan* Padahal yang diharamkan itu adalah zatnya. Kalimat memang mudah sekali diutak-atik supaya terlihat memiliki makna lain, supaya makna lain itu membuat yang salah terlihat benar. *ati-ati lho mblangsak* Becandaan itu pernah saya ungkapin ke mas-mas yang lucu, pintar dan charming tapi soal syariah mah saya nggak berani becandain dia lagi, ketika itu dia akan memotong makanan menggunakan pisau, nah pisau itu baru saja digunakan untuk membuka kemasan alkohol 96%, si mas ngebersihin bener-bener itu pisau, saya becandain kaya gitu dia mukanya lempeng aja jawab "bukan masalah sedikit banyak nya, atau bikin mabok nggaknya, yang haram itu zatnya." Maksudnya mau banyak sedikit kalau kemakan ya tetep aja haram. hehehe.
Jadi yaa kalau ditanya apa saya pernah ngincipi beer/bir? Jawabnya tidak pernah. Kalau rootbeer sih udah pernah, tapi itu kan nggak beralkohol. *kayaknya* hahaha. Enggak ding, memang tidak beralkohol kok, root beer ini sejenis minuman bersoda. Tapi ya kalau disuruh minum lagi pikir-pikir, karena di kemasannya nggak ada label halal.
Nah ngomongin minuman beralkohol ini, ada satu namanya brem cair. Tahu brem kan? Makanan khas Madiun dan Bali itu lho. Saya baru tahu ternyata ada yang cair, katanya sih ini minuman sehat, dan menghangatkan. *yaiyalah kan beralkohol* Dulu saya pernah dengar tentang arak bali, pertanyaan saya adalah sama kah brem cair dan arak bali ini? Kemudian saya gugling, ternyata beda. Bahan dasar pembuatannya beda dan asal daerahnya juga beda. Arak bali dari Bali, seperti namanya, sedangkan brem cair dari Nusa Tenggara, ya meskipun sekarang di Bali juga ada dan mungkin di daerah lain. Arak mengandung alkohol, itu sudah pasti. Brem tidak mengandung alkohol, tapiiiiiiiii brem cair mengandung alkohol karena ada proses fermentasi yang menyebabkan terproduksinya alkohol, sama seperti air tape. Intinya seperti itu. :)
Ngobrolin brem cair ini bersama partner in crime saya, sebenarnya tadinya saya percaya-nggak percaya brem cair itu haram atau tidak. Kalau brem cair haram apa brem juga haram. Itu pikiran sebelum saya diskusi dan gugling sana-sini. Teman saya bilang sama seperti hasil guglingan saya. Oh yowes berarti apa yang saya infokan kepada orang lain ndak salah, apa yang saya ingatkan kepada orang lain benar. Iya saya dihadapkan pada kenyataan teman muslim minum brem cair. hahaha. Agak bingung gimana bilangnya, takut tersinggung, takut bikin malu, takut jadinya bikin jarak. (saya ini payah dalam berkomunikasi dan bersosialisasi.)
Balik ke obrolan dengan teman, dia bilang dia paham konsep air tape, tape, brem dan brem cair ini sejak dia di SMA, guru biologinya yang ngajarin. Ceritanya pernah ada ustad yang mengharamkan tape karena difermentasi, tapi sang guru bilang tape nggak haram, tapi air tape yang haram, karena mengandung alkohol. Jadi kalau sengaja difermentasikan lama supaya ada air tapenya, lha itu haram. :) Nah inti dari percakapan saya dan teman berdasarkan cerita gurunya adalah makanan/minuman yang haram adalah makanan yang dibuat dari bahan baku yang diharamkan, melewati proses yang haram, dan menghasilkan zat yang haram. :) Brem cair bahan bakunya sari ketan, halal, namun melewati proses yang dapat menghasilkan alkohol yang haram, jadinya haram. :)
Semoga yang saya pahami ini benar ya. Yah kalau masih ragu antara halal dan haram, misalnya ada pihak yang mengatakan bahwa itu haram dan pihak lain bilang halal, baiknya dihindari untuk mengkonsumsi, bukankah yang meragukan itu hukumnya mendekati haram, maka sebaiknya dihindari saja. :)
Ada juga yang bilang alkohol itu bisa untuk obat, baik untuk kesehatan. Duh yang baik untuk kesehatan dan halal saja ada banyak kok, kenapa nggak konsumsi yang halal saja. :) Halal itu baik dan sehat. :)
Obat batuk yang pernah bahkan beberapa kali saya konsumsi ternyata tiap sendoknya (5ml) mengandung ethanol 10%. hahaha. Padahal seingat saya beer yang dijual di indomaret aja paling pol 7-9% kandungan alkohol nya. Sejak itu saya pilih-pilih kalau beli obat batuk sirup (nggak suka obat tablet), pilihyang tidak mengandung alkohol. Ya memang kalau untuk obat boleh, tapi sebaiknya, sekali lagi, dihindari. Tuhan menciptakan bumi yang luas dengan segala makhluk ciptaan dan pasti setiap ciptaanNya itu memiliki manfaat, pasti ada yang berfungsi sebagai obat (yang halal). Apalagi Tuhan menciptakan penyakit itu sepasang dengan penawarnya. :)
Jadi, selalu hati-hati dalam menafsirkan kalimat, apalagi firman Tuhan. Kalau nggak benar dalam menafsirkan memang mblusukke.
Waaa sudah dini hari...hoahmm....
^^

No comments:
Post a Comment