hari ini si kekasih berangkat ke gunung prau buat survey. mungkin nanti akhir tahun GC (green community) bakal pendadaran angkatan baru di sana. huhu. gak ada sinyal kayaknya. hehe. gapapa, yang penting dia dalam keadaan baik-baik saja ya. soalnya di Ungaran hujan, takutnya di sana juga ujan deres.
nah malam minggu cuma maen game sama onlen. biasanya smsan sama si kekasih. :D
Saturday, December 24, 2011
Sunday, December 04, 2011
setan
Jangan mengkambinghitamkan
setan
Memang sudah tugasnya menggoda
manusia, menjerumuskan
Ia dulunya tinggal di surga
Tapi kesombongannya membuatnya
terlempar ke neraka, kelak di hari kiamat
Dan ia bersumpah membawa anak
adam turut serta ke neraka.
Jangan salahkan setan
Yang membujuki rayu dengan
kenikmatan sesat
Melemparmu ke neraka, kelak
Sekali, sebut itu khilaf,
termaafkan..mungkin.
Salahkan dirimu sendiri
Kebodohanmu terbujuk rayunya
Untuk kali kedua, ketiga,
keempat..
Kau tahu itu godaan setan
Kau sadar betul setan
menyenang-nyenangkanmu dengan gemerlap dunia
Dan kau menyambutnya dengan
suka cita
Godaan neraka itu.
Kubilang! Jangan terus-terusan
menyalahkan setan atas pilihan yang sadar betul kau ambil untuk mengikutinya.
atmosfer neraka
Bau neraka menyengat, meski dari jarak ribuan kilometer, itu bagi calon
penghuninya. Baiklah, itu bahasan yang terlalu tinggi untuk saya. Saya akan
membicarakan atmosfer neraka di bumi, versi saya.
Atmosfer neraka, salah satunya adalah rumah yang sedang dilanda ketegangan
tingkat tinggi. Ketika kondisi rumah sedang tidak kondusif. Yaitu ketika ibu
murka. Can you imagine? Ibu yang mengurus rumah tangga, segala keperluan
anggota rumah tangga. Ibu yang di telapak kakinya adalah surga.
Ridho tuhan berasal dari ridho ibu, ridho orang tua. Bahkan nabi
menyebutnya tiga kali, ibu, ibu, ibu kemudian bapak, ketika ditanya siapa orang
tua yang pertama kali dihormati.
Ketika ibu merasa diabaikan, dilupakan, tidak dihargai, dan disakiti, maka
saat itu murka tuhan perlahan akan turun. Dan ketika itulah suasana rumah
beratmosfer neraka.
Namun, ibu takkan melupakan kewajibannya, mengurus rumah tangga, menjadi
ibu dan istri yang luarbiasa, tapi tetap saja pedih dan kecewanya membuat
suasana hujan seperti menyesakkan. Dan
sakit kepala melanda. Ibu, mungkin tidak akan membanting pintu, memecahkan
gelas, dan melempar piring ketika marah, hanya diam. Tapi diam itu seperti
menusuk nusuk seluruh sudut rumah. Atmosfer neraka merebak.
Ibu dengan semua kelembutannya, kesabarannya, dan dalam diamnya.
Ketika ibu merasa tak marah dan kecewa, semua itu masih melekat hanya saja
sekali lagi saya bilang, atmosfer neraka merebak.
*sigh* bahkan kopi dan teh, tidak mampu meredam sakit kepala ini, tak mampu
setidaknya mengurangi efek atmosfer neraka ini.
Saya nulis apa sich ini.huwaaaahhhh....
Sunday, November 27, 2011
sensitif??no, i'm not.
Kalimat yang terucap tadi itu bukan sekali itu kurasakan. Bukan luapan sesaat. Kalimat itu yang kurasakan sudah setahun ini. Awalnya aku hanya merasa perlu beradaptasi dengan perubahannya. Dengan status yang dia sandang sekarang. Seorang istri, seorang calon ibu.
Memang kedekatan dan kekompakan kami ini terhitung terlambat, hanya beberapa tahun saja. Setelah pacarnya yang nggak gentle itu meninggalkannya begitu saja, kita semakin dekat. Tapi kemudian dia menikah dengan seseorang yang baru beberapa bulan dia kenal. Haha. Pria baik, yang pasti juga akan jadi ayah yang baik untuk anak-anak mereka kelak. Dan aku merasa kami tak sedekat dulu lagi.
Setiap sms ku dia jawab singkat saja. Padahal dulu, dia selalu menanggapi dengan panjang lebar, dan menyenangkan. Aku merasa kehilangan sosok tempatku bertukar cerita.
Tapi aku sadar, hey...dia sudah bukan lagi wanita single. Dia sudah berkeluarga, tentu memiliki tanggung jawab baru, sebagai seorang istri, sebagai seorang menantu, sebagai seorang calon ibu.
Aku mencoba untuk come on Dani, you can do this, mari belajar untuk menghadapi semua sendiri. Meskipun aku tahu masih banyak teman yang pasti dengan senang hati untuk menjadi tempat berbagi. Tapi memang sudah lama tidak berbagi kegilaan dengannya. Dan terkadang memang butuh untuk ditampar dengan anjuran-anjuran dan saran-saran darinya. Dia kan kadang nyelekit, kenapa terdengar nyelekit? Because she is right. Dia benar dengan sudut pandangnya tentang suatu masalah.
Jadi malam ini ketika jawabanmu masih sama, aku mencoba untuk mengungkapkan kekecewaan ini. Tapi kau mengira aku sedang sensitif. Hey...ini bukan sensitif...ini luapan perasaan yang selama ini kucoba untuk kutoleransi, kucoba untuk kuadaptasi. Dan malam ini terluapkan.
Mungkin memang harus begini...right?! Memang harus beradaptasi dan berdiri sendiri.
Yeah ku kan berdiri tegar di sana..It’s oke, I’m alright..(Hitam putih dunia-RocketRockers)
Mari belajar lebih dewasa.
Yuk yes mareee...
Toh kenyataannya aku tetap sayang dan rindu padanya, dia hanya sedikit berubah.
She is my sister.
Friday, November 25, 2011
“Kau itu manis dan mengerti diriku yang penakut dan pemalu yang ngomong wae ga wani. Jal ne dudu koe, mungkin aku ga due kekasih sampe sekarang.”
↓↓↓
Itu sms darinya, ketika saya bertanya, “Bagaimana aku di matamu?”
Dan ketika saya mengucapkan terimakasih atas jawaannya itu, dia menjawab, “Uye.hehe...Let me be the one to hold you.. J” → kalimat yang saya garisbawahi itu, saat saya membacanya, ada rasa terkejut, senang, haru di dada, menyesak dan bahagia.
KENAPA??
Entah, mungkin karena baru kali ini ada seorang pria yang mengatakan hal demikian kepada saya. Biasanya saya hanya senyum-senyum ketika kalimat itu hadir dalam skenario FTV atau sinetron atau film-film. Dan malam ini saya mendapatkan diri saya tidak karuan menerima kabahagiaan itu. Sungguh Tuhan itu luarbiasa, memepertemukan saya dengannya dan menciptakan episode ini. Bersyukurlah saya.
Meski ada rasa lega juga khawatir.
Lega karena dia memiliki keinginan yang sama dengan saya, yaitu menjadi satu-satunya untuknya, menjadi yang terbaik untuknya.
Khawatir bagaimana jika nanti Tuhan tidak berkenan pada keinginan kami itu. Tapi mari kita berserah. Apa yang dikehendaki Tuhan adalah yang terbaik, bagi alam semesta, bagi kami berdua.
Nah..well...mari kita nikmati episode ini, rasa ini, dagdigdug ini.hehehe..
Thursday, November 24, 2011
Wednesday, November 23, 2011
rindu kelu
aku rindu..aku rindu..
padamu..
namun aku benci..benci..dan benci..
ketika ramah mu itu berwujud landai
rindu ini jadi kelu
dan aku akan berpaling sejenak darimu
berpaling pada kopi atau monitor di hadapanku
aku benci jika rindu padamu bersambut kelu
sweet november
Melihat inbox ponsel penuh, saya buru-buru ingat bahwa sms-sms itu belum saya hapus, itu berarti belum saya catat ulang. Apa yang dicatat ulang? Pesan yang tidak ingin saya lupakan tiap detil kalimatnya.
November tahun kemarin, saya merasakan satu beban terlepas, meski dengan rasa sakit.
November tahun ini semua itu terbayar, dan saya merasa lebih bersyukur, sangat bersyukur.
Sekarang saya bersama seseorang yang menyayangi saya, benar-benar menyayngi saya. Dan saya berdoa dengan sepenuh hati, dialah yang terkahir untuk menemani hidup saya nanti.amien.
Saya seorang november.
Dia juga seorang november.
Saya tujuh belas november.
Dia delapan belas november.
TUjuh belas dini hari dia mengirim sebuah pesan,
Saya sayang padanya..
Selamat pagi, selamat beraktivitas..
November tahun kemarin, saya merasakan satu beban terlepas, meski dengan rasa sakit.
November tahun ini semua itu terbayar, dan saya merasa lebih bersyukur, sangat bersyukur.
Sekarang saya bersama seseorang yang menyayangi saya, benar-benar menyayngi saya. Dan saya berdoa dengan sepenuh hati, dialah yang terkahir untuk menemani hidup saya nanti.amien.
Saya seorang november.
Dia juga seorang november.
Saya tujuh belas november.
Dia delapan belas november.
TUjuh belas dini hari dia mengirim sebuah pesan,
Bertambah ataupun berkurang hanyalah istilah untuk menggambarkan usia. Dan hari ini kau telah melangkah pada anak tangga berikutnya. Sehat, bahagia senantiasa bersamamu. Seperti pagi yang menyambut terang, siang yang lantunkan riang dan malam yang menaungimu dalam petang. Dan bersamamu adalah anugerah yang membuat bahagia begitu sederhana, seperti aku yang ingin mencintaimu dengan sederhana. maturnuwun. :)Kalimat-kalimatnya memang mampu membuat kekisruhan menjadi lebih tenang. :)
Saya sayang padanya..
Selamat pagi, selamat beraktivitas..
Monday, November 21, 2011
nobar final sepak bola SEA GAMES 2011
Laboratorium Fisiologi Hewan, Jurusan Biologi, UNNES.
Sengaja saya tidak langsung pulang sore ini, ngobrol dulu sama teman-teman dan tentunya bersama kekasih.hehehe. Ternyata mereka ada rencana nonton bareng final sepak bola SEA GAMES 2011. Bertempat di Laboratorium Fisiologi Hewan.
Saya jelaskan dulu bagaimana rupa laboratorium ini. Ruangan luas berbentuk persegi panjang. Berisi empat meja permanen dan beberapa meja kayu yang lebar. Terdapat berbagai alat dan bahan untuk praktikum. Ada juga kerangka manusia (asli) berjumlah dua buah, yaitu lelaki dan perempuan. Ada proyektornya, itu yang akan dibuat nonton bareng.
Seingat saya, ini pertama kalinya saya nonton bareng acara olahraga terutama sepak bola. Jujur, saya nggak begitu ngeh dengan permainan ini. Tapi ya mudeng sedikit. Dan akhir-akhir ini saya tertular semangat untuk nonton pertandingan bola, terutama jika tim Indonesia yang main.
Sebelum pukul enam sore, proyektor sudah siap digunakan, tersambung dengan tv tunner, speaker bagus, pokoknya sudah ajiib.
Para penggila bola juga satu per satu mulai berdatangan, yang punya tugas bikin makalah presentasi pun membawa-bawa leptopnya, disambi.
Gorengan juga berdatangan, sayang minumnya minim. Saya tidak berada di ruangan tersebut dari awal, tapi di ruangan depan. Namun ketika teriakan GOOOOOOOOLLLLLL untuk yang pertama kali membuat saya merinding dan penasaran, akhirnya saya ikut nimbrung, dengan membawa leptop pinjaman dan nyambi hotspotan, brosing materi skripsi. *herannya dalam situasi seramai itu, saya konsen sekali menyerap kata demi kata materi secara online itu*
Ramai banget deh pokonya.hihihihi..
Pertandingan kurang duapuluh menit, ibu sms "pulang nduk", Baiklah...sebentar lagi, pikir saya. Tapi, seseorang di samping saya menyenggol siku saya dan bertanya, "ibu belum sms?" "sudah, sebentar lagi yaa..", jawab saya. Beberapa menit kemudian seseorang di samping saya itu menghadap saya, dan berujar, "MAU PULANG JAM BERAPA?" weits...
hehehe...njih sayang...sebentar tak ngirim email dulu. Dan setelah semua terkirim, saya pamit pulang. hehehe...siapa seseorang di samping saya itu? Yap, kekasih.hehehehe..
Jalanan lengang, sepertinya semua orang berkonsentrasi di rumah menyaksikan pertandingan itu. Tak sampai 20menit saya sudah tiba di rumah, BERHUBUNG televisi di rumah tidak memungkinkan untuk menonton bola, walhasil, saya mantau pertandingan dari twit dan facebook dan sms kekasih.
Garuda muda kalah, tapi saya bisa bilang bahwa mereka main bagus. Saya bangga. Besok-besok latihan lagi yang lebih giat yah..dan tolong jangan jadi bintang iklan sosis itu, pleaseee...
Hiduplah Indonesia Raya...
Sengaja saya tidak langsung pulang sore ini, ngobrol dulu sama teman-teman dan tentunya bersama kekasih.hehehe. Ternyata mereka ada rencana nonton bareng final sepak bola SEA GAMES 2011. Bertempat di Laboratorium Fisiologi Hewan.
Saya jelaskan dulu bagaimana rupa laboratorium ini. Ruangan luas berbentuk persegi panjang. Berisi empat meja permanen dan beberapa meja kayu yang lebar. Terdapat berbagai alat dan bahan untuk praktikum. Ada juga kerangka manusia (asli) berjumlah dua buah, yaitu lelaki dan perempuan. Ada proyektornya, itu yang akan dibuat nonton bareng.
Seingat saya, ini pertama kalinya saya nonton bareng acara olahraga terutama sepak bola. Jujur, saya nggak begitu ngeh dengan permainan ini. Tapi ya mudeng sedikit. Dan akhir-akhir ini saya tertular semangat untuk nonton pertandingan bola, terutama jika tim Indonesia yang main.
Sebelum pukul enam sore, proyektor sudah siap digunakan, tersambung dengan tv tunner, speaker bagus, pokoknya sudah ajiib.
Para penggila bola juga satu per satu mulai berdatangan, yang punya tugas bikin makalah presentasi pun membawa-bawa leptopnya, disambi.
Gorengan juga berdatangan, sayang minumnya minim. Saya tidak berada di ruangan tersebut dari awal, tapi di ruangan depan. Namun ketika teriakan GOOOOOOOOLLLLLL untuk yang pertama kali membuat saya merinding dan penasaran, akhirnya saya ikut nimbrung, dengan membawa leptop pinjaman dan nyambi hotspotan, brosing materi skripsi. *herannya dalam situasi seramai itu, saya konsen sekali menyerap kata demi kata materi secara online itu*
Ramai banget deh pokonya.hihihihi..
Pertandingan kurang duapuluh menit, ibu sms "pulang nduk", Baiklah...sebentar lagi, pikir saya. Tapi, seseorang di samping saya menyenggol siku saya dan bertanya, "ibu belum sms?" "sudah, sebentar lagi yaa..", jawab saya. Beberapa menit kemudian seseorang di samping saya itu menghadap saya, dan berujar, "MAU PULANG JAM BERAPA?" weits...
hehehe...njih sayang...sebentar tak ngirim email dulu. Dan setelah semua terkirim, saya pamit pulang. hehehe...siapa seseorang di samping saya itu? Yap, kekasih.hehehehe..
Jalanan lengang, sepertinya semua orang berkonsentrasi di rumah menyaksikan pertandingan itu. Tak sampai 20menit saya sudah tiba di rumah, BERHUBUNG televisi di rumah tidak memungkinkan untuk menonton bola, walhasil, saya mantau pertandingan dari twit dan facebook dan sms kekasih.
Garuda muda kalah, tapi saya bisa bilang bahwa mereka main bagus. Saya bangga. Besok-besok latihan lagi yang lebih giat yah..dan tolong jangan jadi bintang iklan sosis itu, pleaseee...
Hiduplah Indonesia Raya...
Sunday, November 20, 2011
apa kau sayang padaku
Hari ini dia bertanya, "apakah kau sayang padaku?"
Hadeh...ini kekasih saya kenapa yaa tiba-tiba bertanya seperti itu. Dan saya menjawab, "tentu saja, aku sayang padamu."
Hadeh...ini kekasih saya kenapa yaa tiba-tiba bertanya seperti itu. Dan saya menjawab, "tentu saja, aku sayang padamu."
Monday, November 14, 2011
short message service
Huh aku kewalahan menyalin sms yang kau kirimkan kepadaku.
Jangan mengernyitkan dahimu seperti itu, apa kau heran dengan kalimatku tadi? Hihihi, pastinya iya.
Baiklah, akan ku jelaskan padamu sayang..
Aku ini terbiasa menyimpan dan menyalin sms yang menurutku begitu menakjubkan dan sayang untuk dihapus.
Iya, aku menyimpan sebagian besar sms darimu.
Kalimat-kalimat ajaib darimu. Sampai-sampai aku lupa dimana saja kusimpan semua itu. Ada yang kusimpan di ponsel kuningku yang memang bisa untuk menyimpan pesan dalam jumlah banyak. Ada yang kutulis di sobekan memo kemudian ku tempel di dinding kamarku. Ada yang kutulis di kertas di sela-sela catatan kuliahku dulu. Dan karena semua itu tercerai berai entah dimana, aku membeli sebuah buku tempatku menulis cerita tentangmu. Ah tidak semua tentangmu, tapi sebagian besar tentangmu. Ya..kini buku itu beberapa halaman mulai kuhabiskan untuk menulis ulang sms mu, berikut tanggal dan waktunya.
Apa kau sering merasa sms mu lama sekali terkirim? Kau tau kenapa? Itu karena kotak masuk di ponselku penuh. Bukan karena aku malas menghapus pesan-pesan itu, tapi karena aku belum sempat menuliskan ulang di buku ku. Hihihi, kotak masuk itu penuh dengan namamu.
Hei, setiap aku sulit untuk memejamkan mata, membaca ulang pesan darimu (yang sudah kutulis ulang) mampu membuatku mengingat lagi apa saja yang sudah kita bicarakan, hal-hal yang bisa membuatku tertawa dan berujar ”kok bisa ya?” kini aku bahagia bersamamu.
Kotak masuk di ponselku sudah penuh lagi. Dengan pesan-pesan darimu yang belum sempat kusalin.
Ah banyak sekali kalimat darimu yang membuatku merasa ajaib. Hihihi, aku sayang padamu.
Aku kira, kalimat tak cukup bisa mengungkapkan rasa yang kita miliki, iya kan. Karena rasa yang kita miliki lebih dari sekedar kata-kata, lebih dari sekedar kalimat-kalimat, dan lebih dari sekedar emoticon-emoticon. Rasa yang kita miliki adalah rasa, yang bisa diungkapkan dan dirasa, ah aku bingung bagaimana menuliskannya. Rasa yang hanya bisa dirasa oleh kita berdua dan juga oleh orang-orang yang bahagia mencinta.
Tapi kalimat-kalimat itu cukup untuk mengobati rindu yang selalu hadir dalam setiap hela nafas.
Apa kau mau membantuku menyalin sms-sms mu ini? Kau pasti akan tersenyum membacanya dan mengingat kembali apa yang kita alami saat itu, saat kita berkirim pesan.
Tentang titik
Tentang kata
Tentang kalimat
Tentang paragraf
Tentang cerita
Tentang episode
Tentang rindu
Tentang mimpi
Tentang harapan
Tentang meraih semua mimpi
Tentang mewujudkan semua mimpi
Tentang mu
Tentang ku
Tentang hujan
Tentang jarak
Tentang kepercayaan
Tentang cemburu yang menggelitik
Tentang menunggu
Tentang perjalanan
Tentang lagu
Tentang kereta
Tentang senja
Tentang kebersamaan
Tentang tulisan ku di sini
Huh..daftar ’tentang..’ itu tak akan selesai kutuliskan karena banyak sekali. Sejuta. Mungkin lebih.
Ah iya..aku harus segera menyalin sms-sms mu, kalau tidak sms ’selamat pagi sayang’-mu tak akan bisa masuk besok pagi.
Selamat malam..sleepwell..
Saturday, November 12, 2011
menikahimu
Sabturday, 12 November 2011.
Berhubung acara televisi sinetron tok dan engga penting banget, Saya ngendon saja di kamar seperti biasanya *lah piye meneh tiap malem sinetroooon terus* sambil mendengarkan Kahitna nyanyi di earphone. Dan tertegun pada lagu berjudul Menikahimu. *ihiiiirrr...musim nikahan kan ini?pas banget!*
menantimu hingga saat cintaku temukan dirimu.usai sudah sampai disini berdiri melabuhkan asmara..menikah denganku, menempatkan cinta..melintasi perjalanan usia..menikah denganmu, menetapkan jiwa, bertahtakan kesetian cintaselamanya...menantimu..hingga saat cintaku temukan dirimuusai sudah sampai disini, berdiri melabuhkan asmara...
Dan yang di angan saya ketika mendengar lagu ini adalah dia, kekasih.
Hei, saya jadi ingat percakapan dengan seorang teman kemarin. Sepuluh tahun lagi seperti apa ya kami?
Kalau benar kami (saya dan kekasih) berjodoh *semoga.amien* seperti apa nanti anak-anak kami?
Teman saya bilang, "jangan-jangan nanti justru berkebalikan dengan orang tuanya yang suka musik-bagus-tanpa-major-label, sukanya malah sama sejenis Kang*n band." Oh no..no..no..hahaha.
Teman saya yang lain bilang, "Dan, anakmu besok dititipin mbah nya aja ya, aku khawatir nanti nggak kamu mandiin." Asyeemmm..hahaha.
Apapun jadinya nanti cerita ini, insyaalloh Sang Creator punya skenario terbaik, dan pastinya episode ini sedang saya nikmati. Dan membuat saya bahagia.
Dan seseorang dari masa lalu yang beberapa hari kemarin melihat saya berkata, "Kok sekarang tambah ayu dan sumringah."
Saya tersenyum membaca sms nya. Sms itu saya jawab dalam hati, "Tentu saja, saya bahagia mencintai dan dicintai."
Selamat malam..hepi wiken.
Thursday, November 10, 2011
hari pahlawan ini terasa seperti hari ibu
Sekali lagi saya membuat ibu sedih. Dengan kenakalan dan kecuekkan saya. Ibu, maafin Dani ya.
Dan saya berdoa semoga saya masih diberi kesempatan untuk bisa menjadi pribadi yang lebih baik.
Seharian kemarin saya marah-marah. Seorang adik kelas saya marahi karena dia gak sopan. Tapi saya lalu menyesal.
Sebenarnya dulu saya sering marah-marah, hahaha. Sering gak bisa mengendalikan emosi. Dan sebenarnya akhir-akhir ini sudah jarang lagi marah, dan kemarin marah itu rasanya aneh.
Mungkin saya ketularan auranya mas yang anteng itu yaa..alhamdulillah kalau begitu.
Semoga saya selalu diberi kesempatan untuk jadi pribadi yang lebih baik lagi.amien.
Dan saya berdoa semoga saya masih diberi kesempatan untuk bisa menjadi pribadi yang lebih baik.
Seharian kemarin saya marah-marah. Seorang adik kelas saya marahi karena dia gak sopan. Tapi saya lalu menyesal.
Sebenarnya dulu saya sering marah-marah, hahaha. Sering gak bisa mengendalikan emosi. Dan sebenarnya akhir-akhir ini sudah jarang lagi marah, dan kemarin marah itu rasanya aneh.
Mungkin saya ketularan auranya mas yang anteng itu yaa..alhamdulillah kalau begitu.
Semoga saya selalu diberi kesempatan untuk jadi pribadi yang lebih baik lagi.amien.
Tuesday, August 23, 2011
ceritamu, aku rindu. :)
Saat aku menulis coretan ini di note ponsel ku, kamu masih di lereng gunung ya, mas. Mengamati salah satu kesukaanmu, burung. Aku selalu tersenyum tiap kali kau bercerita tentang kesukaanmu, perjalananmu, pengalamanmu.
Kali ini kau bercerita tentang julang emas. Salah satu jenis burung yang baru kali ini aku dengar namanya.
Katamu, julang adalah salah satu hewan monogami. Dan yang sedang kau amati adalah sepasang suami-istri. Hihihi. Entah harus menyebut pasangan burung itu sebagai suami-istri atau adakah sebutan yang lain, jadi membayangkan mereka resepsi ya. Hehehe. Ceritamu, menyebutkan bahwa mereka selalu berdua, kecuali ketika betina yang mengerami telurnya. Romantis sekali ya ceritamu.
Dalam pengamatanmu, kau bilang bahwa entah mengapa sang betina keluar sarang terlebih dahulu. Seolah itu adalah hal yang tidak wajar. Aku jadi bertanya, memangnya kenapa?aneh?
Jawabmu, “Memang tidak wajar. Karena mereka selalu berdua. Misal sang betina sedang mengerami telurnya, maka sang jantan akan menutup lubang sarang mereka dengan tanah liat atau lumpur dan menyisakan lubang kecil sebesar paruh untuk memberi makan.”
Hemm...sungguh hal yang menakjubkan, dan sekali lagi aku tersenyum. Aku pasti akan selalu berdecak jika saat itu aku ada di sana bersamamu. Dan pastinya kau akan bilang, “Wong kok gumunan.” Hehehe.
Itu ceritamu di sore pertama. Dan pagi ini saat aku menulis note ini, aku dapat lagi cerita menakjubkan darimu. Tentang sepasang yang berkejaran. Sang jantan berpindah dan betina mengikuti, mencari tempat berjemur sambil menelisik bulu-bulu. Ah kali ini kau berpuitis. Satu hal yang tak pernah aku bosan darimu.
Selang siang, ceritamu hadir kembali. Tentang sepasang yang tidak ingin diganggu keberadaannya oleh sepasang pendatang yang lain. Kau menambahkan, “sepertinya mereka penganut paham dunia milik berdua.” Hehehe.
Itu ceritamu dua hari yang lalu. Kau sudah pulang tapi belum sempat bertemu denganku.
Aku kangen..
Wednesday, June 15, 2011
aku mencarimu
Aku mencarimu.
Selalu suka kalimat itu keluar dari mulutmu. Atau dari mulut temanku yang menceritakan bahwa kau mencariku.
Yang paling berkesan adalah ketika acara penanaman mangrove itu, “Dani mana?”
Ahahaha...takkan habis senyumku mengingat itu. Sudah lama ternyata aku mulai suka denganmu yaa.
Sesungguhnya aku sudah muak dengan “let it flow” diantara kita.
Aku menyerah dengan “let it my own way” untuk mengejarmu.
Dan aku berpasrah pada apapun yang Tuhan kehendaki.
Tapi doaku mulai kini adalah, semoga kau tau perasaanku.
Hahahaha...biarpun terkadang aku jenuh meraba perasaanmu, meskipun terkadang aku bosan memikirkan harus bagaimana lagi, tapi selalu di pagi hari adalah semoga bisa melihat senyummu.
Seperti hari ini dan sebelum-sebelumnya. Dan berharap untuk seterusnya.
Setelah sesorean ini tak sia-sia aku menunggumu, malam ini aku bisa tidur dengan tersenyum.
Huahhmm....gud nite..
Saturday, June 04, 2011
kekasih baru dan mantan kekasih
Kalo teman saya bilang, “saya bersyukur karena perempuan yang mendampinginya sekarang adalah perempuan yang baik. Yang tentu saja lebih baik dari saya. Jadi, saya bisa mengikhlaskannya.”
Teman saya yang lain bilang, “kalo ketemu mantan jalan sama pacar barunya, gak perlu cemburu karena orangtua saya mengajarkan, berikanlah barang bekas pada orang yang kurang beruntung.”
Sungguh dua hal yang sangat berbeda sekali bukan?? Yang pertama mengikhlaskan dan yang kedua terkesan belum ikhlas. Ini pandangan pribadi saya, mungkin teman saya yang kedua itu pernah disakiti mantannya sehingga harus berucap seperti itu. Rasa sakit yang belum sembuh, sampai harus berusaha melegakan diri sendiri dengan mengatakan bahwa mantan adalah barang bekas. Well, tidakkan dia menyadari bahwa dia juga barang bekas mantannya itu?? Hehehe. Kok malah jadi keliatan cemburunya yaa...hehehe.
Dulu saya seperti itu loh. Benci sekali dengan mantan. Karena merasa bahwa saya sudah melakukan banyak hal untuknya, memaklumi segala tingkah lakunya, memaafkan kesalahannya, bersabar untuknya. Tapi satu kali saya berbuat kesalahan dan dia sama sekali tak mampu melakukan segala kemakluman dan kesabaran selayaknya yang saya lakukan dulu. Saya benci. Saya marah. Saya dendam. Saya muak.
Tapi kemudian saya sadar, dengannya saya belajar banyak hal. Menjadi seseorang yang lebih sabar, lebih pengertian, lebih lembut. Yang saya ingin katakan adalah, mantan itu membentuk diri saya menjadi lebih baik, lebih waspada dan lebih bijak untuk kedepannya.
Jika kita akan mencari pengganti mantan pasti yang lebih baik dari mantan bukan?? Tentu saja dengan ketentuan berdasarkan pengalaman dengan mantan. Tapi bukan berarti kita harus menganggap bahwa kekasih baru adalah seseorang yang sempurna, dia juga pasti memiliki kekurangan. Bisa jadi fisiknya lebih baik dari mantan, pendidikannya lebih baik dari mantan. Tapi kedewasaannya belum setingkat mantan. Tapi kesabarannya belum sekeren mantan. Maka, baiknya kita yang harus lebih dewasa dan lebih bersabar. Bukankah dulu mantan yang telah bersabar atas segala tingkah laku kita, maka sekarang giliran kita yang belajar menjadi sabar. Bukankah begitu??
Itu artinya kita belajar dari masa lalu. Nah, berarti gak sepantasnya juga kita menganggap mantan adalah barang bekas bukan?? Karena mantan membentuk kepribadian kita secara tidak langsung. Adalah pilihan kita, menjadi pribadi yang lebih baik atau pribadi yang lebih buruk. Kalo kita gak mau dianggap barang bekas, maka jadilah lebih baik. Bagaimanapun kita ini juga seorang mantan baginya.
Wednesday, June 01, 2011
kau dan jas
Sesungguhnya terkadang aku begitu merinduimu,
Merindui senyum yang selalu kau sematkan di wajahku jika melihatmu
Bahkan walau hanya sekilas atau di kejauhan
Namun,
Pun benar adanya terkadang aku jenuh
Jenuh dengan ekspresi datarmu
Jenuh dengan sikapmu yang terkadang begitu manis dan begitu acuh
Kata seorang kawan, terkadang ketika kita jenuh justru dia akan mendekat
Entah dirimu, begitukah??
Kadang, aku terlalu membayangkan bagaimana dirimu jika bersamaku
Membayangkan dirimu mengenakan kemeja warna gelap dan jas warna senada, dengan celana kain, dan sepatu kets, aku tau takkan mampu menyentuh rambutmu itu, karna itulah identitasmu, yang aku suka.
Ah..bukan aku tak suka penampilanu, aku suka semua tentangmu bahkan ketika kau berjibaku dengan hewan kesayanganmu itu, atau hewan lain nan cantik itu, atau semua tetek bengek kecintaanmu pada alammu.
Yaa..hanya saja membayangkan ketika ada satu saat dimana kau dan aku bersanding mengenakan hal yang bukan kita berdua.
Kau dengan jas dan aku dengan atribut feminin.
Hanya rambutmu sepertinya yang tak ingin kurubah dalam satu saat itu
Nah..kau pasti cakep.
Apa kau tau? Aku berusaha selalu, jika ada hal tentangmu yang tak kupahami,
Aku akan mencarinya dan bertanya kesana kemari, demi supaya aku bisa juga membicarakannya denganmu.
Jangan tertawa, aku seperti itu karena selain supaya aku tidak tampak bodoh, supaya aku juga belajar tentang hal-hal yang kau sukai, juga karena supaya ada hal yang bisa kita bicarakan bersama,
Kau pasti tak tau, setiap kalimat yang kususun semalam jika akan berjumpa denganmu, akan selalu menguap begitu sudah berada di hadapmu.
Dan hari ini aku jenuh, karena selalu bertanya tentang perasaanmu,
Siapa seseorang yang kau sukai.
Hmmm..
Terkadang menerapkan kalimat “nikmati saja dulu semuanya”, tidak mudah.
Wednesday, May 25, 2011
banjir lah sudah karena kebodohan saya
Kebodohan demi kebodohan saya lakukan akhir-akhir ini. Seperti yang TERNYATA saya lakukan kemarin. Saya lupa menutup keran wastafel di Laboratorium, dan hasilnya ketika pagi ini air dialirkan, banjirlah ruangan itu PLUS ruangan sebelahnya. Semua penghuni lab pun mengeluarkan opini-opini nya. "yang pasti ini salah mahasiswanya!"
Yak! Ini salah saya, mahasisiwi yang kadang benar-benar gak mutu dan ceroboh.
Akhirnya, agenda yang saya jadwalkan bisa saya kerjakan hari ini pun tidak semua terpenuhi.
Jiah...P-E-N-I-N-G....Bzzzzzzzzttttttt....
Istighfar aja dari tadi...
Padahal setiap selesai menggunakan lab, saya selalu mengecek segala sesuatunya, sudahkah semua aliran listrik dimatikan dan dicabut. Nah begonya, karena dua hari kemarin, air tidak dialirkan, jadi saya nyalain kerannya, dan lupa saya kembalikan seperti semula. huhhhhh......
Ya..ya..ya..ini kelalaian saya. Saya tau. Dikiranya saya gak menyesal apah?! hahaha
Untuk pelajaran saja yah, biar besok-besok lebih teliti lagi.
Capek rasanya bersihin ruangan itu, apalagi semua barang yang ada di bawah jadi terendam. Semua kardus jadi ambrol...untungnya alat yang masih baru ada di dalam stereofom jadinya gak ikut basah. Bisa tambah gila saya.
Memang sich yang ngebersihin bukan saya seorang, ibu-ibu cleaning service banyak bantuin, teman-teman juga pada bantuin, tapi yang bikin capek adalah, beban mental bahwa SAYA LAH YANG MENYEBABKAN MEREKA SEMUA IKUT BERSIH-BERSIH.
Dan sampai detik ini saya masih merasa TOLOL, meskipun teman-teman bilang "udah gak usah dipikirin"
Tetap saja kepikiran, besok pasti saya terkenal se-Jurusan Biologi, atau paling tidak tragedi tadi jadi meluasss.
Hmm...bagusnya saya sangat bersyukur memiliki mereka semua, yang selalu memberikan senyum dukungan dan candaan. Terimakasih, teman-teman. ehehehehe...semoga saya gak bego lagi besok-besok. amiiiiiiiiin.
Yak! Ini salah saya, mahasisiwi yang kadang benar-benar gak mutu dan ceroboh.
Akhirnya, agenda yang saya jadwalkan bisa saya kerjakan hari ini pun tidak semua terpenuhi.
Jiah...P-E-N-I-N-G....Bzzzzzzzzttttttt....
Istighfar aja dari tadi...
Padahal setiap selesai menggunakan lab, saya selalu mengecek segala sesuatunya, sudahkah semua aliran listrik dimatikan dan dicabut. Nah begonya, karena dua hari kemarin, air tidak dialirkan, jadi saya nyalain kerannya, dan lupa saya kembalikan seperti semula. huhhhhh......
Ya..ya..ya..ini kelalaian saya. Saya tau. Dikiranya saya gak menyesal apah?! hahaha
Untuk pelajaran saja yah, biar besok-besok lebih teliti lagi.
Capek rasanya bersihin ruangan itu, apalagi semua barang yang ada di bawah jadi terendam. Semua kardus jadi ambrol...untungnya alat yang masih baru ada di dalam stereofom jadinya gak ikut basah. Bisa tambah gila saya.
Memang sich yang ngebersihin bukan saya seorang, ibu-ibu cleaning service banyak bantuin, teman-teman juga pada bantuin, tapi yang bikin capek adalah, beban mental bahwa SAYA LAH YANG MENYEBABKAN MEREKA SEMUA IKUT BERSIH-BERSIH.
Dan sampai detik ini saya masih merasa TOLOL, meskipun teman-teman bilang "udah gak usah dipikirin"
Tetap saja kepikiran, besok pasti saya terkenal se-Jurusan Biologi, atau paling tidak tragedi tadi jadi meluasss.
Hmm...bagusnya saya sangat bersyukur memiliki mereka semua, yang selalu memberikan senyum dukungan dan candaan. Terimakasih, teman-teman. ehehehehe...semoga saya gak bego lagi besok-besok. amiiiiiiiiin.
Tuesday, May 24, 2011
yellow
Look at the stars, look how they shine for you, nite....Begitu bunyi pesan darinya malam ini. Jika bukan karena saya sudah paham bahwa selama ini saya selalu keliru memaknai setiap kalimat yang dia kirimkan, pasti pun malam ini saya sudah GR se-GRnya. Yaa..cewek mana yang tidak besar kepala dan merasa senang jika seorang yang dia kagumi memberikannya perhatian. Ciee..ciee... Masih ingat kan tragedi Selamat Pagi Terang itu??? Jiahahaha...aish...malu.
Maka, begitu saya mendapat kalimat manis darinya malam ini, saya langsung searching di google, dan voila...itu adalah penggalan lirik lagunya Coldplay, judulnya Yellow.
Tadinya saya ingin membalas pesan itu dengan melanjutkan liriknya, tapi saya urungkan dan hanya saya balas dengan
Good nite...good nite...Yah...padahal saya ingin sekali membalas dengan lanjutan liriknya
You know, you know I love you so...Hehehe...tidak beraniiiiiii....nanti dia kabur.
Look at the stars,
Look how they shine for you,
And everything you do,
Yeah, they were all yellow.
I came along,
I wrote a song for you,
And all the things you do,
And it was called "Yellow".
So then I took my turn,
Oh what a thing to have done,
And it was all "Yellow."
Your skin,
Oh yeah your skin and bones,
Turn into something beautiful,
You know, you know I love you so,
You know I love you so.
I swam across,
I jumped across for you,
Oh what a thing to do.
Cos you were all "Yellow",
I drew a line,
I drew a line for you,
Oh what a thing to do,
And it was all "Yellow."
Your skin,
Oh yeah your skin and bones,
Turn into something beautiful,
And you know,
For you I'd bleed myself dry,
For you I'd bleed myself dry.
It's true,
Look how they shine for you,
Look how they shine for you,
Look how they shine for,
Look how they shine for you,
Look how they shine for you,
Look how they shine.
Look at the stars,
Look how they shine for you,
And all the things that you do.
Hmmm...good nite...sleepwell...*lagunya..menemaniku malam ini*
Tuesday, May 17, 2011
motivasi lagi
dapet pencerahan malam ini.
berharap besok pagi punya energi full buat ngutik-ngutik daun duren ituh. yang sudah kurendam dari hari kamis kemarin.
semoga lancar. amiin.
berharap besok pagi punya energi full buat ngutik-ngutik daun duren ituh. yang sudah kurendam dari hari kamis kemarin.
semoga lancar. amiin.
Subscribe to:
Posts (Atom)