Hal yang membuat perempuan itu merasa tidak senang adalah ia tidak tahu. Tapi, jika ia tahu dari awal pun dia tetap akan tidak senang. Hanya saja, ia akan memahami bahwa Dia orang baik. Orang baik yang selalu mendukung hal baik orang lain.
Perempuan itu merasa tidak senang karena ia adalah orang yang terakhir tahu, dan bukan dari Dia.
Perempuan itu merasa harus tahu segalanya dari mulut Dia. Bukan dari orang lain.
Perempuan itu memang selalu menyalahkan orang lain.
Aku tidak suka perempuan itu. Sekalipun ada sisi dalam diriku yang memahami perasaannya.
Sunday, June 21, 2015
mas pram (yang lain)
“Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari." (Pram)
Dulu, kalimat ini pernah menjadi spesial. Karena diungkapkan seseorang, pertama kali dalam hidupku. Atas kegemaranku menulis. Padahal tulisan-tulisanku ketika itu tidak penting. Sungguh.
Ah tapi aku lalu ingat, jauh sebelumnya ada juga seseorang yang memintaku menulis. Dia menawarkan dirinya sebagai pembaca pertama. Padahal ketika itu cerita yang kutulis adalah bualan. Tapi dia suka, dia menunggu cerita pendekku, yang tak selesai ku tulis.
Dan keduanya kini tak menarik lagi. Toh selama ini aku menulis untuk diriku yang lain. Bukan untuk mereka.
Dulu, kalimat ini pernah menjadi spesial. Karena diungkapkan seseorang, pertama kali dalam hidupku. Atas kegemaranku menulis. Padahal tulisan-tulisanku ketika itu tidak penting. Sungguh.
Ah tapi aku lalu ingat, jauh sebelumnya ada juga seseorang yang memintaku menulis. Dia menawarkan dirinya sebagai pembaca pertama. Padahal ketika itu cerita yang kutulis adalah bualan. Tapi dia suka, dia menunggu cerita pendekku, yang tak selesai ku tulis.
Dan keduanya kini tak menarik lagi. Toh selama ini aku menulis untuk diriku yang lain. Bukan untuk mereka.
Thursday, June 04, 2015
Dilan, niatnya review jadinya curhat
Saya beli novel Dilan yang
ditulis oleh Pidi Baiq, beberapa minggu yang lalu. Namun, karena dipinjam oleh
teman-teman, akhirnya saya baru berkesempatan membacanya semalam. Duh nggak
bisa berhenti baca novel itu. Dan tidak mengantuk! Hehehehe. Mulai membaca
sejak pukul 10 malam, dan kelar pukul 1 dini hari.
Membaca tiap bab nya membuat saya
ingin berteriak. Ya ampuuuun di dunia nyata ada nggak ya lelaki macam Dilan. Hihihihi.
Tapi memang dari ceritanya saja, saya bisa membayangkan dan betul-betul yakin
bahwa si Dilan ini tulus sayang dan cinta dengan Milea. Dan setelah baca novel
ini, saya ingin beli buku kumpulan TTS. Hahahaha.
Baru kelar tadi dini hari,
sekarang saya sudah rindu lagi pada sosoknya. Yaelah...hahaha. mas Yochun
lewat ini mah.
Aduh saya jadi ingin menjadi
romantis macam Dilan. Hahaha.
Monday, April 27, 2015
Karena Tulisan Merekatkan Ingatan
jika semua hal merekatkan ingatanku tentangmu, memangnya aku bisa lari ke mana?
mau dibikin sefiksi apapun tulisanku, toh ingatan mereka selalu tertuju padamu
aku ada karena mu
jika ingatan diibaratkan sehelai benang, maka dirimu adalah benang yang bercabang
setiap cabangmu tersulur dan terpaut pada benang lain
jika sudah begitu, memangnya aku bisa apa?
mencabutmu dari kepalaku?
Thursday, April 16, 2015
Hujan
Aku meminta sebuah kata padamu. Dirimu yang sedang asik bermain.
Untuk apa? tanyamu, tanpa menoleh.
Untuk dijadikan cerita. Aku sedang melatih diriku membuat minimal satu cerita dengan satu tema setiap hari.
Hujan. Katamu lirih sambil tersenyum.
Hujan yang turun menyambangimu tadi pagi ya. Deras dan cukup membuatmu ingin berlari menyongsongnya. Tapi kamu terpaksa mengurungkan inginmu itu. Bukan karena masih pagi, bukan karena banyak orang, tapi karena harus bekerja. Dunia orang dewasa. Harus bekerja.
Lalu nanti sore kamu akan bertanya, bagaimana tulisanmu tentang hujan?
Aku menulis tentang hujan sedikit. Lebih banyak menulis tentangmu.
Mungkin aku mulai rindu.
Monday, March 16, 2015
Amigdala dan cinta-cintaan
Sudah pernah nonton drama Jepang
Mr. Brain? Aktor utamanya adalah Takuya Kimura, delapan episode dan apiiiik. Hahaha. Saya nonton berulang kali. Dan ini salah satu drama yang aman dari serangan hardisk rusak.
Pada episode ke-3 menceritakan
seorang lelaki yang mencoba membunuh tunangannya, dengan cara didorong dari
atas tangga. Si Mbak tidak meninggal, namun menjadi amnesia. Akhir cerita
Mr.Brain membuktikan bahwa Mas itulah yang berusaha membunuh tunangannya. Dan
si Mas mengaku, tapi dia seolah tidak mau disalahkan, tidak menyesal karena yah
ceritanya agak complicated. Lalu, Mr.Brain menunjukkan foto rontgen otak si
Mbak. Dia menceritakan bahwa dari hasil rontgen itu, amigdala si Mbak aktif
saat ditunjukkan foto si Mas. Hal itu adalah respon otak yang luar biasa ketika
kita melihat orang yang kita cintai, bahkan ketika kita tidak sadar bahwa kita
mencintainya. *ceileh* Jadi, otak sudah lebih dulu bereaksi tanpa kita sadari. Tsah...
Bingung? Gini, maksudnya, si Mbak kan amnesia, dia bahkan tidak ingat dengan
tunangannya, tapi ketika ditunjukkan foto si Mas, amigdalanya bereaksi. Bagian
otak yang beraksi ketika ada perasaan cinta. Ah...siapa bilang otak itu cuma
bisa logis ya. Yah...lalu si Mas menyesal deh. Kapokmu kapan.
Yatapi ini drama...benar atau
tidaknya informasi tsb, saya belum cari tahu lagi. Hehehe.
Pesan moral: kenakanlah helm
ketika mengendarai motor. Otak yang ada di dalam tempurung kepalamu itu luar
biasa. Dia bisa menyimpan banyak data dan informasi melebih hardisk eksternal
satu tera. Hardisk eksternal satu tera harganya bisa jutaan, otakmu lebih
berharga dari itu, sekalipun baru kau manfaatkan 2% nya saja (konon). Sudah pakai
helm pun mengendarai kendaraan ya yang sopan.
Utamakan keselamatan sebagai
kebutuhan.
*kok jadi iklan layanan
masyarakat ya* :)
*tulisan ini tadinya mau diunggah
ke facebook, tapi ndak jadi, panjang euy*
Monday, March 09, 2015
Mas Buku dan Rindu
Selamat pagi hari senin. Mari bercerita.
Kemarin sore, seorang teman berkunjung, dia ingin melihat dan membawa salah satu buku yang saya jual. Lalu saya bilang padanya bahwa saya memang menjual buku-buku. Ada banyak buku sastra dan buku lawas. Semua buku itu bukan milik saya, saya hanya bertugas menawarkan, menjual, mengatur transaksi dan mengirimkannya melalui pos indonesia atau melalui jasa pengiriman lainnya. Setelah saya keluarkan semua buku itu, dia tertarik dengan buku kumpulan cerpen kompas. Akhirnya justru buku yang dia beli, buku yang sebelumnya dia tawar, dia minta saya untuk menyimpannya.
Dia masih terus melihat membolak-balik satu per satu buku-buku itu. Saya senang melihatnya. Entahlah, seperti merasakan bagaimana perasaannya, karena saya tahu bagaimana rasanya senang melihat banyak buku. Apalagi jika buku-buku itu adalah buku yang belum pernah saya tahu, dan terlebih lagi adalah buku-buku yang menarik.
Dia menyayangkan kenapa tidak ke rumah kemarin-kemarin, jadi dia bisa melihat lebih lama buku-buku itu. hehehe. Dia juga kadang berkeinginan berjualan buku, hanya saja batinnya tak kuasa untuk memiliki sendiri. hehehe. Saya juga kok. Ah buku itu milik Mas. Kami, saya dan Mas selalu beli buku dua eksemplar, jika buku itu menarik. Satu kami jual, satu lagi kami koleksi. Jika buku itu langka, tidak akan kami jual. Tapi tidak semua buku kami perlakukan demikian. Ada banyak juga yang kelar kami baca, akan kami jual.
Lalu teman bertanya, Mas yang saya maksud ini siapa? Pacar? Yaa, bisa dianggap demikian, saya lebih senang menyebutnya kekasih. Halah. Dan teman saya berseru, "asik betul punya pacar yang sama-sama senang membaca buku."
Hahaha. Iya. Ini sebetulnya yang ingin saya ceritakan. Pagi ini saya mensyukurinya lagi. Besok tepat sebulan kami tidak bertemu. Ini waktu terlama kami tidak bertemu. Mas memang sering ke luar kota, karena pekerjaannya. Kadang hanya tiga hari, satu minggu, dua minggu.
Saya katakan pada teman saya, bahwa Mas gila bukunya kadang tidak bisa saya imbangi. Jika kami pergi ke toko buku, maka kami akan asik dengan diri kami sendiri. Buku yang dia sukai selalu menarik minat saya. Buku yang saya suka, belum tentu dia suka. Tapi, ya, ada beberapa buku kesukaan dia yang belum bisa saya cerna dengan baik. Buku tulisan Pramoedya AT. Kata Mas, membaca buku Pram harus dimuali dari membaca cerpennya. Bukunya banyak.
Lalu teman saya bertanya, "Mas mu cah sastra mesti." hahaha. Bukan. Cah Biologi juga kok. Dan dia orang baik. Baik sampai kadang saya minder. hahaha. Iya. Dia, selama yang saya kenal, jarang berprasangka. Dia lebih sering diam atau bercanda jika saya sudah mulai bersungut-sungut mengeluhkan polah orang lain. Rupanya teman saya pun juga demikian, memiliki calon suami yang baik. Dan katanya, dia jadi mengenal dirinya dan berdoa bisa saling melengkapi. aamiin.
Setelah lebaran tahun ini mereka menikah. Aamiin.
Banyak doa baik mengalir kemarin. :)
Dan pagi ini saya merindu.
"Rindu bukan tentang berapa lama kita tak berjumpa. Rindu adalah sesering kita mengingat manis cerita. Rindu adalah seberapa banyak kita baik-baik berdoa."
Kemarin sore, seorang teman berkunjung, dia ingin melihat dan membawa salah satu buku yang saya jual. Lalu saya bilang padanya bahwa saya memang menjual buku-buku. Ada banyak buku sastra dan buku lawas. Semua buku itu bukan milik saya, saya hanya bertugas menawarkan, menjual, mengatur transaksi dan mengirimkannya melalui pos indonesia atau melalui jasa pengiriman lainnya. Setelah saya keluarkan semua buku itu, dia tertarik dengan buku kumpulan cerpen kompas. Akhirnya justru buku yang dia beli, buku yang sebelumnya dia tawar, dia minta saya untuk menyimpannya.
Dia masih terus melihat membolak-balik satu per satu buku-buku itu. Saya senang melihatnya. Entahlah, seperti merasakan bagaimana perasaannya, karena saya tahu bagaimana rasanya senang melihat banyak buku. Apalagi jika buku-buku itu adalah buku yang belum pernah saya tahu, dan terlebih lagi adalah buku-buku yang menarik.
Dia menyayangkan kenapa tidak ke rumah kemarin-kemarin, jadi dia bisa melihat lebih lama buku-buku itu. hehehe. Dia juga kadang berkeinginan berjualan buku, hanya saja batinnya tak kuasa untuk memiliki sendiri. hehehe. Saya juga kok. Ah buku itu milik Mas. Kami, saya dan Mas selalu beli buku dua eksemplar, jika buku itu menarik. Satu kami jual, satu lagi kami koleksi. Jika buku itu langka, tidak akan kami jual. Tapi tidak semua buku kami perlakukan demikian. Ada banyak juga yang kelar kami baca, akan kami jual.
Lalu teman bertanya, Mas yang saya maksud ini siapa? Pacar? Yaa, bisa dianggap demikian, saya lebih senang menyebutnya kekasih. Halah. Dan teman saya berseru, "asik betul punya pacar yang sama-sama senang membaca buku."
Hahaha. Iya. Ini sebetulnya yang ingin saya ceritakan. Pagi ini saya mensyukurinya lagi. Besok tepat sebulan kami tidak bertemu. Ini waktu terlama kami tidak bertemu. Mas memang sering ke luar kota, karena pekerjaannya. Kadang hanya tiga hari, satu minggu, dua minggu.
Saya katakan pada teman saya, bahwa Mas gila bukunya kadang tidak bisa saya imbangi. Jika kami pergi ke toko buku, maka kami akan asik dengan diri kami sendiri. Buku yang dia sukai selalu menarik minat saya. Buku yang saya suka, belum tentu dia suka. Tapi, ya, ada beberapa buku kesukaan dia yang belum bisa saya cerna dengan baik. Buku tulisan Pramoedya AT. Kata Mas, membaca buku Pram harus dimuali dari membaca cerpennya. Bukunya banyak.
Lalu teman saya bertanya, "Mas mu cah sastra mesti." hahaha. Bukan. Cah Biologi juga kok. Dan dia orang baik. Baik sampai kadang saya minder. hahaha. Iya. Dia, selama yang saya kenal, jarang berprasangka. Dia lebih sering diam atau bercanda jika saya sudah mulai bersungut-sungut mengeluhkan polah orang lain. Rupanya teman saya pun juga demikian, memiliki calon suami yang baik. Dan katanya, dia jadi mengenal dirinya dan berdoa bisa saling melengkapi. aamiin.
Setelah lebaran tahun ini mereka menikah. Aamiin.
Banyak doa baik mengalir kemarin. :)
Dan pagi ini saya merindu.
"Rindu bukan tentang berapa lama kita tak berjumpa. Rindu adalah sesering kita mengingat manis cerita. Rindu adalah seberapa banyak kita baik-baik berdoa."
Saturday, March 07, 2015
Lupa kok sombong
"Dek, kenapa kamu selalu menyebut namaku dalam statusmu? Kan wagu. Dan kenapa kamu senang sekali menuliskan segala hal yang kita bicarakan." seperti biasa, itu Mbak Dian yang bertanya.
Karena Mbak, jika aku menyebutmu menggunakan kata ganti 'dia', nanti orang akan menyangka njenengan adalah kekasihku. Kan wagu. Aku hanya mengarsipkan, Mbak. Aku ini pelupa, meskipun aku tidak pernah bermaksud untuk bangga bahwa aku sering lupa.
Lah malah sekarang saya tulis di blog ya. hehehe. Sssttt....
Kadang kita tidak sadar kalau sering sombong. Menyombongkan kebiasaan lupa, bangga. Saya pun secara tidak sadar menunjukkan perilaku yang demikian. Berulang kali lupa, tapi tidak mau mencatat atau berusaha untuk evaluasi diri, piye carane ben gak lalinan. Mencatat sih sudah saya lakukan. Kebetulan akhir tahun 2014 saya beli ponsel pintar, yang di dalamnya berisi aplikasi untuk mencatat to-do-list. Tapi jeleknya adalah, apa yang luput dituliskan, ya luput untuk dikerjakan. :) Keterlaluan. Iya memang keterlaluan.
Lalu bagaimana?
Ya, teruslah berusaha, untuk mengingat. Janganlah kamu sadar betul kamu pelupa, tapi lantas menjadi permisif pada dirimu sendiri. Kan lali. *plak*
Kalau menjadi pelupa lalu kamu bangga, secara tidak langsung kamu menyepelekan kekuasaan Tuhan. Lho kok bisa?! Iya, karena kamu sudah diberi otak yang ciamik daya serap informasinya kok malah tidak dimanfaatkan sebaik mungkin.
Beraaaat, jika sudah disangkutkan dengan Tuhan ya. hehehe.
Tapi ya harus gitu. Jika teguran dari orang tua, atasan dan teman-teman sudah tidak mempan. Ya tho.
Iyain ajaaa.... :)
Selamat akhir pekan.
*peluk leptop sudah sehat*
Monday, February 02, 2015
Om Farid
Kami diam di eskalator. Badan kami yang diam, tidak berjalan. Iya, yang berjalan eskalatornya.hehehe. Tapi mulut kami tidak diam. Pikiran kami juga, hati kami juga.
Ketika lantai dua sudah nampak, dia berseru "wah ada om farid." Saya pun berseru, "mana..mana..mana.."
"Itu..." Saya melihat ke arah jarinya menunjuk. Tampaklah seorang lelaki yang mirip om farid.
Hahahahahaha. Kami tertawa bersama.
Dia punya sisi itu. Sisi lucu. Yang spontan. Dan menyenangkan.
Saya senang. Dia juga. (semoga)
Lalu kenapa saya menulis ini.
Ah namanya juga rindu.
Saya toh tidak ingat kenapa kami di eskalator.
Dan karena riuh di dalam kepala ini belum juga reda.
Ketika lantai dua sudah nampak, dia berseru "wah ada om farid." Saya pun berseru, "mana..mana..mana.."
"Itu..." Saya melihat ke arah jarinya menunjuk. Tampaklah seorang lelaki yang mirip om farid.
Hahahahahaha. Kami tertawa bersama.
Dia punya sisi itu. Sisi lucu. Yang spontan. Dan menyenangkan.
Saya senang. Dia juga. (semoga)
Lalu kenapa saya menulis ini.
Ah namanya juga rindu.
Saya toh tidak ingat kenapa kami di eskalator.
Dan karena riuh di dalam kepala ini belum juga reda.
Sunday, January 18, 2015
Seribu Tahun Lamanya
Bila.... kau sanggup untuk melupakan dia, biarkan aku hadir dan menata ruang hati yang telah tertutup lama. Jika kau masih ragu untuk menerima, biarkan hati kecilmu bicara, karena ku yakin kan datang saatnya kau jadi bagian hidupku... kau jadi bagian hidupku. Takkan pernah berhenti untuk selalu percaya walau harus menunggu seribu tahun lamanya. Biarkan lah terjadi wajar apa adanya walau haru menunggu seribu tahun lamanya. Selama apapun itu ku akan selalu menunggu...
Ini lagu lama. Dulu dinyanyikan oleh Jikustik. Pencipta lagu ini tentu saja pentolan Jikustik, Pongki Barata. Saya ngetik lirik lagu ini sambil mendengarkan versi Tulus-nya. Arransemen lagunya dibikin nge-jazz gitu. Saya suka. Pertama saya dengar dari radio. Iseng saja semalam, merasa rindu sudah lama sekali tidak mendengarkan siaran radio lokal. Sekarang seringnya streaming melalui komputer, radio Yogyakarta atau Jakarta.
Semalam memang sengaja mencari saluran radio yang memutar lagu domestik. Eh nemu lagu ini. Intronya saja sudah asik. Merasa tidak asing dengan lirik lagunya. Saya secara tidak sadar ikut menggumamkan lagu ini. Aduuuh...saya suka lagu ini ketika dinyanyikan Tulus. Semalam saya dengar lagu ini di radio sampai tiga kali. :)
Saya google lirik lagunya dan ternyata ini lagu di album Pongki Barata Meet the Stars. Semua lagu ciptaan Pongki Barata, tidak melulu yang pernah dinyanyikan Jikustik.
Pada lagu ini, berdasarkan yang saya baca di website Pongki Meet The Stars, Tulus mengubah kata 'tahu' pada lirik karena ku tahu kan datang saatnya kau jadi bagian hidupku... menjadi 'yakin'. hihihi. Saya malah ndak ngeh jika dulu lirik lagunya begitu. Tapi saya suka lagu ini sekarang juga karena bagian 'yakin' itu kok.
Pada lagu ini, berdasarkan yang saya baca di website Pongki Meet The Stars, Tulus mengubah kata 'tahu' pada lirik karena ku tahu kan datang saatnya kau jadi bagian hidupku... menjadi 'yakin'. hihihi. Saya malah ndak ngeh jika dulu lirik lagunya begitu. Tapi saya suka lagu ini sekarang juga karena bagian 'yakin' itu kok.
karena ku yakin kan datang saatnya kau jadi bagian hidupku...kau jadi bagian hidupku...selama apapun itu ku akan selalu menunggu...
Wednesday, January 14, 2015
Sang Kertas
Aku adalah sebatang ranting yang tumbuh cukup kokoh pada sebuah pohon. Manusia menyebut pohonku akasia. Aku tumbuh di sebuah lahan sewa. Pada sebuah universitas. Beberapa bulan yang lalu pohonku ditebang. Aku ini milik sebuah perusahan kertas. Bukan milik universitas. Dan beberapa bulan kemudian, aku tahu aku bukan lagi sebuah batang. Akulah kertas. Teman-temanku beruntung, menjadi kertas buku. Berisi tulisan penuh makna dan ilmu. Sedangkan aku, dilihat dari ukuranku, tentu aku tak mungkin menjadi buku.
Hari ini aku akan tahu aku menjadi apa.
Ah rupanya aku menjadi kertas yang bertuliskan nomor antrean. Pada sebuah bank. Aku bernomor 171. Seorang manusia menggenggamku. Tanpa membuatku kusut. Dia lalu mencari tempat duduk. Kukira dia lebih suka duduk di deret kursi belakang. Karena raut wajahnya ketika duduk di deret depan tak menunjukkan rasa senang.
Dia mulai mengeluarkan dompetnya, tapi dompet itu tak berisi uang. Hanya sebuah ponsel dan beberapa buku tabungan.
Beberapa kali dia melihat ke arah monitor nomor antrean. Waaah rupanya giliran dia masih cukup lama. Di monitor itu tertera angka 156.
Dia tahu gilirannya masih lama, tapi tetap saja ketika monitor itu bersuara, dia melihat ke arah monitor itu lalu ke melihatku. Dan kemudian menghela nafas. Aku memperhatikannya. Dia sering menghela nafas dan menguap. Dia juga sering melihat ke arah monitor, ke arahku, lalu ke meja teller. Sepertinya dia menghitung gilirannya. Apakah dia akan melakukan transaksi di konter satu ataukah dua. Sepertinya dia mengharapkan konter du. Maka dia selalu mengulang menghitung, terutama jika ada satu nomor antrean yang kosong.
Ooh...sepertinya dia bosan, dia mulai menguap lagi. Dia tidak lagi menghitung kapan gilirannya. Dia kini mengutak-atik ponselnya. Aku tak tahu apa yang dia mainkan, tidak nampak. Dia meletakkanku di antara ponsel dan dompetnya.
Ah sepertinya dia juga sudah mulai bosan pada ponselnya. Dia masukkan lagi.
Oh dia melihat ke arahku. Gawat. Dia mulai melipatku. Melipat dua. Kemudian dia lipat-lipat membentuk sesuatu. Tapi belum jelas aku jadi apa. Oh..oh..aku sekarang menjadi sebuah kapal. Aku jadi rindu ketika aku adalah sebuah batang. Dulu kukira aku akan menjadi sebuah perahu. Mengarungi laut dan samudera yang luas. Atau paling tidak menjadi rakit atau dayung. Sepertinya menyenangkan bersentuhan dengan air. Meskipun ketika aku adalah sebuah batang pohon aku juga bersentuhan dengan air hujan. Tapi tentu mengapung di sungai atau laut sangat menyenangkan. Ya..ya..mari kembali padanya.
Dia terlihat senang ketika aku berubah menjadi sebuah perahu kertas. Dia tersenyum. Ah dia mengernyitkan dahinya. Dia bongkar perahu kertasku.
Dia mulai melipat lagi. Dengan lipatan yang berbeda.
Errr...sepertinya dia bingung akan membuat apa. Setelah beberapa menit berkutat dengan sudut lipatan dan sesekali tersenyum geli, tampaknya telah jadi. Bentuk apa ini. Aku tak paham. Dia pun juga tampak tidak paham. Dia akan tertawa. Oh dia menahan tawanya.
Ah dia melepas lagi lipatan-lipatan ini. Apa sebenarnya yang dia pikirkan. Tapi aku senang, dia tampak puas bermain-main denganku. Kantuknya hilang. Bosannya terbang.
Waah...kini aku berbentuk seperti kipas, dengan nomor ku di depan nampak jelas berikut hiasan lipatan di kedua sisi. Hihihi.
Sepertinya kini sudah gilirannya melakukan transaksi. Aku dihadapkannya pada pegawai bank. Doanya tak terjawab. Hitungannya meleset. Dia dilayani di konter satu. Hahaha.
Nah selesai sudah tugasku. Sang pegawai bank mengambilku. Lalu membuangku ke tempat sampah di bawah meja.
Sekian tahun aku tumbuh sebagai pohon. Lalu manusia mengolahku menjadi kertas. Hanya tiga puluh menit aku bermanfaat. Sebagai nomor antrean. Dan dibuang. Menjadi sampah. Akankah aku bermanfaat lagi. Entahlah...
Hari ini aku akan tahu aku menjadi apa.
Ah rupanya aku menjadi kertas yang bertuliskan nomor antrean. Pada sebuah bank. Aku bernomor 171. Seorang manusia menggenggamku. Tanpa membuatku kusut. Dia lalu mencari tempat duduk. Kukira dia lebih suka duduk di deret kursi belakang. Karena raut wajahnya ketika duduk di deret depan tak menunjukkan rasa senang.
Dia mulai mengeluarkan dompetnya, tapi dompet itu tak berisi uang. Hanya sebuah ponsel dan beberapa buku tabungan.
Beberapa kali dia melihat ke arah monitor nomor antrean. Waaah rupanya giliran dia masih cukup lama. Di monitor itu tertera angka 156.
Dia tahu gilirannya masih lama, tapi tetap saja ketika monitor itu bersuara, dia melihat ke arah monitor itu lalu ke melihatku. Dan kemudian menghela nafas. Aku memperhatikannya. Dia sering menghela nafas dan menguap. Dia juga sering melihat ke arah monitor, ke arahku, lalu ke meja teller. Sepertinya dia menghitung gilirannya. Apakah dia akan melakukan transaksi di konter satu ataukah dua. Sepertinya dia mengharapkan konter du. Maka dia selalu mengulang menghitung, terutama jika ada satu nomor antrean yang kosong.
Ooh...sepertinya dia bosan, dia mulai menguap lagi. Dia tidak lagi menghitung kapan gilirannya. Dia kini mengutak-atik ponselnya. Aku tak tahu apa yang dia mainkan, tidak nampak. Dia meletakkanku di antara ponsel dan dompetnya.
Ah sepertinya dia juga sudah mulai bosan pada ponselnya. Dia masukkan lagi.
Oh dia melihat ke arahku. Gawat. Dia mulai melipatku. Melipat dua. Kemudian dia lipat-lipat membentuk sesuatu. Tapi belum jelas aku jadi apa. Oh..oh..aku sekarang menjadi sebuah kapal. Aku jadi rindu ketika aku adalah sebuah batang. Dulu kukira aku akan menjadi sebuah perahu. Mengarungi laut dan samudera yang luas. Atau paling tidak menjadi rakit atau dayung. Sepertinya menyenangkan bersentuhan dengan air. Meskipun ketika aku adalah sebuah batang pohon aku juga bersentuhan dengan air hujan. Tapi tentu mengapung di sungai atau laut sangat menyenangkan. Ya..ya..mari kembali padanya.
Dia terlihat senang ketika aku berubah menjadi sebuah perahu kertas. Dia tersenyum. Ah dia mengernyitkan dahinya. Dia bongkar perahu kertasku.
Dia mulai melipat lagi. Dengan lipatan yang berbeda.
Errr...sepertinya dia bingung akan membuat apa. Setelah beberapa menit berkutat dengan sudut lipatan dan sesekali tersenyum geli, tampaknya telah jadi. Bentuk apa ini. Aku tak paham. Dia pun juga tampak tidak paham. Dia akan tertawa. Oh dia menahan tawanya.
Ah dia melepas lagi lipatan-lipatan ini. Apa sebenarnya yang dia pikirkan. Tapi aku senang, dia tampak puas bermain-main denganku. Kantuknya hilang. Bosannya terbang.
Waah...kini aku berbentuk seperti kipas, dengan nomor ku di depan nampak jelas berikut hiasan lipatan di kedua sisi. Hihihi.
Sepertinya kini sudah gilirannya melakukan transaksi. Aku dihadapkannya pada pegawai bank. Doanya tak terjawab. Hitungannya meleset. Dia dilayani di konter satu. Hahaha.
Nah selesai sudah tugasku. Sang pegawai bank mengambilku. Lalu membuangku ke tempat sampah di bawah meja.
Sekian tahun aku tumbuh sebagai pohon. Lalu manusia mengolahku menjadi kertas. Hanya tiga puluh menit aku bermanfaat. Sebagai nomor antrean. Dan dibuang. Menjadi sampah. Akankah aku bermanfaat lagi. Entahlah...
Tuesday, January 13, 2015
Lelaki Kecil
Sore ini saya bertemu seorang anak kecil. Lelaki kecil. Matanya bening. Bulatan hitamnya masih besar. Mungkin mata anak kecil lah yang mengilhami produsen kontak lensa mata. Supaya mata terlihat lebih besar. Supaya mata mereka tampak bening seperti anak-anak. Ekspresi anak itu lucu. Ndowoh begitu seseorang menyebutnya. Rambutnya hitam dan tebal. Nanti ketika ia cukup besar, ia tahu rambut itu disebut keriting. Dan dia akan protes pada ibunya. Mengurung diri di dalam kamar. Dan berteriak kenapa di antara saudara-saudara sekandungnya, hanya dia yang keriting. Peristiwa itu akan cepat ia lupakan. Dan hadir kembali dalam ingatan ketika sang ibu bercerita. Ia dan ibu akan sama-sama menertawakan. Dan mungkin ia akan jadi rindu. Betapa pada masa itu, menjadi kanak-kanak memiliki banyak kesenangan yang sederhana. Bermain gundu, bermain air di kali, bermain lumpur di sawah, berkubang air hujan di lapangan sepakbola atau sekadar menunggu ibu lengah dan kabur bermain bersama teman-teman di siang hari saat ia harus tidur. Betapa ia akan merasa beruntung tak harus disibukkan dengan berbagai les mata pelajaran ini, kursus itu, harus pandai begini dan begitu, seperti kebanyakan anak jaman sekarang. Betapa dia mensyukuri tak perlu khawatir iri pada gawai yang dimiliki teman-temannya. Karena mainan pada masa itu bisa mereka buat sendiri bersama-sama. Mobil dari debog pisang beroda potongan sandal jepit, atau permainan yang hanya membutuhkan tanah lapang dan banyak kawan. Masa kecil akan berkelebat dalam ingatannya dan ibu. Ketika saling bercerita. Ia mungkin akan menyangkal tak percaya. Dan ibu akan tetap meyakinkan sambil tertawa. Dan saya hanya menduganya demikian. Karena saya hanya bertemu anak itu dalam sebuah foto. Saya hanya menduga semua cerita masa kecilnya itu dari sinar mata dalam foto dan sekelumit cerita yang pernah ia utarakan.
Ia menjadi dewasa dengan caranya. Ia menjadi dewasa dengan bahagia.
Sehat selalu ya.
😊
Ia menjadi dewasa dengan caranya. Ia menjadi dewasa dengan bahagia.
Sehat selalu ya.
😊
Wednesday, January 07, 2015
perkara itu itu lagi
Saya bukan perempuan tangguh. Entah kenapa pikiran itu kembali mengusik saya. Lha wong jalan di kota saja yang notabene tidak jalan kaki alias naik motor saya keok, apalagi jalan di hutan pegunungan. Tentu saya akan merepotkan.
Lha kan jalan di gunung ndak perlu tiap hari kan. Begitu teman saya menghibur. Entah justru membuat saya semakin down. Hahaha. Lha iya, justru butuh berjibaku dengan perkotaan tiap hari kan
Kenapa malah keok. Lantas seharusnya bagaimana supaya tidak gampang keok. Itu pertanyaan pentingnya. Bukan mempermasalahkan keok di mana. Tapai bagaimana supaya sehat selalu. Hahaha.
Kenapa malah keok. Lantas seharusnya bagaimana supaya tidak gampang keok. Itu pertanyaan pentingnya. Bukan mempermasalahkan keok di mana. Tapai bagaimana supaya sehat selalu. Hahaha.
Kowe pancen ruwet, Dan.
Nah, sudah clear kan sekarang.
Sing adem ayem yo.
Nek pancen jodone mlaku ning gunung, mengko bakal mlaku meneh.
OLAHRAGA DONK!!!
Thursday, January 01, 2015
cie...cie..2015
2015
Yaelah udah 2015 aja ya. Sepertinya 2014 kemarin saya termasuk golongan orang merugi. *sigh* Piye ndak rugi wong saya ndak ingat apa saja yang sudah saya capai setahun kemarin. Garapan artikel ndak saya sentuh lagi. Saya malah asik dolanan. Ah pancen mbuh.
Umur nambah tapi kedewasaan ndak nambah-nambah.
Beneran nih saya ndak ingat setahun kemarin ngapain saja. Hiiiiiii.... Jangan-jangan saya amnesia. *diketak*
Tapi mari nulis apa saja yang harus saya capai 2015.
1. Kerja beneran.
Udah. Satu saja dulu. Hehehe. Doa yang satu itu diucapkan dan diniati baik-baik dalam hati saja. Aamiin.
Doanya semoga semua selalu diberkahi sehat dan bahagia. Damai dan tentram alam semesta. Aamiin.
Yaelah udah 2015 aja ya. Sepertinya 2014 kemarin saya termasuk golongan orang merugi. *sigh* Piye ndak rugi wong saya ndak ingat apa saja yang sudah saya capai setahun kemarin. Garapan artikel ndak saya sentuh lagi. Saya malah asik dolanan. Ah pancen mbuh.
Umur nambah tapi kedewasaan ndak nambah-nambah.
Beneran nih saya ndak ingat setahun kemarin ngapain saja. Hiiiiiii.... Jangan-jangan saya amnesia. *diketak*
Tapi mari nulis apa saja yang harus saya capai 2015.
1. Kerja beneran.
Udah. Satu saja dulu. Hehehe. Doa yang satu itu diucapkan dan diniati baik-baik dalam hati saja. Aamiin.
Doanya semoga semua selalu diberkahi sehat dan bahagia. Damai dan tentram alam semesta. Aamiin.
Sunday, December 21, 2014
"Ndang nikah" again!
Jadi ini hari minggu, tanggal 22 Desember 2014. Besok mas sepupu nikah. Tadi malam baru saja tiba di Semarang pukul 10.00. Pagi tadi saya dapat tugas bungkus ujung-ujung buah pisang raja (kalau untuk seserahan harus yang raja lho yaa, kan mau jadi raja dan ratu sehari) menggunakan kertas berwarna emas. Kenapa warna emas? Biar cantik dan glamor, biar dikira pisang emas, kenapa ndak pakai pisang emas saja yaa. Yakan jadi raja, bukan jadi emas. Kan raja pakai mahkota emas, nah dipakein itu kertas berwarna emas, biar mirip mahkota. Etapi beneran mirip mahkota sih itu. hahaha. Sayangnya belum sempat foto itu pisang sudah diangkut aja ditaro di kamar depan, kan malu kalau mau fotoin. hehehehe.
Nah kumpul dah tuh bude-bude, ibu dan pakde di kamar saya. Aroma ditanyain dan disuruh nikah deh tuh. hahaha. Pertanyaan kapan nikah emang musiman ya cint...heuheuheu...
Nah kumpul dah tuh bude-bude, ibu dan pakde di kamar saya. Aroma ditanyain dan disuruh nikah deh tuh. hahaha. Pertanyaan kapan nikah emang musiman ya cint...heuheuheu...
Naeil Cantabille pasca jejamuran
Setelah merana (halah merana) beberapa minggu tidak ada drama korea yang baru, akhirnya kemarin saya dapat lagi beberapa judul: Neil Cantabile, Three Musketeer, King of High School, Lovely Girl dan satu anime berjudul Baka to Test. hahahaaaa....
Beberapa minggu sibuk nge-lab dan nulis laporan (laporane ki ndak seberapa jane, cuma hitung-hitungan yang sudah ada rumusnya, mumetnya adalah menghadirkan data mentahnya itu).
Berangkat pagi, iye jam 8 sampai di lab itu termasuk pagi untuk ukuran saya yang lambannn, dan pulang sore dengan keadaan capek.
Nggarap apa to? Mengerjakan Uji Mutu Agensia Pengendali Hayati (APH). APH nya yaitu jamur Trichoderma sp dan Metarhizium sp. Beberapa uji mutu yang dilakukan antara lain, identifikasi penampakan jamur, menghitung kadar air, menghitung kerapatan spora, menghitung viabilitas (kemampuan berkecambah) spora dan uji antagonis. Jenis jamurnya memang hanya dua, tapi dua jenis jamur tersebut ditumbuhkan pada beberapa media, untuk jamur Trichoderma sp pada media agar dan jagung, sedangkan jamur Metarhizium sp pada media agar, jagung, beras dan kaolin.
Menghitung kerapatan alhamdulillah semakin mahir, terutama jika didukung dengan mikroskop yang bagus, hanya saja memang harus teliti. Kendala ternjelehi adalah menghitung kerapatan spora Metarhizium sp yang diambil dari media kaolin. Apakah kaolin? Kaolin adalah butiran putih seperti tepung. Kenapa sulit? karena ukuran butiran kaolin dan spora hampir sama. Berrrr...mripate sampe jereng. Fuh..fuh..
Eh mari saya jelaskan terlebih dahulu apa itu Agensia Pengendali Hayati. Sama seperti agen FBI yang menumpas dan meringkus para penjahat, agen pengendali hayati juga bertugas untuk menumpas penyakit atau hama. Pada dunia tumbuhan terdapat beberapa penyakit yang menyerang bagian-bagian tubuh tumbuhan, misalnya busuk daun, busuk akar maupun busuk batang. Daun yang membusuk dapat diakibatkan oleh bakteri virus maupun jamur. Nah Phythoptora sp adalah salah satu penyebab timbulnya penyakit busuk-busuk itu. Jika daun tumbuhan membusuk, maka dia tidak akan mampu berfotosintesis dengan baik. Padahal makanan didapat dari mana? Yap, dari proses fotosintesis, akhirnya tumbuhan tersebut perlahan-lahan akan mati. Nah ini akan merugikan manusia jika yang diserang adalah tumbuhan atau tanaman yang bernilai ekonomis. Pada perkebunan misalnya. Yaaa pakai saja fungisida atau bahan kimia yang bisa langsung membunuh dan mematikan para penyakit-penyakit itu. Eits...pemakaian bahan kimia yang secara rutin dan terus-menerus dapat meningkatkan kekebalan tubuh si penyakit, sehingga mau tidak mau petani harus selalu menaikkan dosis bahan kimia tersebut. Dosisnya ditambah terus, penyakitnya kebal terus, uang untuk membeli bahan kimia semakin membengkak dan kerusakan lingkungan pasti terjadi. Bahan kimia tidak mungkin tidak ikut terserap di dalam tanah tempat tanaman itu tumbuh kan? :) Jadi kita perlu musuh alami si penyakit ini. Musuh alami Phythopthora sp adalah Trichoderma sp. Nah salah satu uji mutu adalah uji antagonisme. Pada uji ini, Trichoderma dan Phythoptora diadu, kekuatan siapa yang lebih kuat. Uji yang satu ini juga cukup ribet. Capeeek. Hahahaha. Sabtu minggu haru ke lab, ngukur jari-jari miselium jamur.
Setelah beberapa minggu mengutik-utik jejamuran ituuu, saya merasa capek dan tambah gendut. hahaha. Tiap penat makan, jajan, minum manis. Lebih sering duduk dan jika sudah sampai di rumah makan kemudian tidur. Besoknya bangun pagi dan mengulang aktivitas yang sama. Agak kesepian juga saya nya. hahahaha. Ndak ada yang bisa diajak ketawa ketiwi cerita ceriti. fuh.
Oke, tentang uji mutu APH itu saya ceritakan lagi di lain waktu, full beserta foto.
Balik ke drama korea. hahaha. Malam ini saya nonton Neil Cantabile. Harus pakai earphone karena di rumah ramai sekali, sedangkan drama ini berisi musik-musik orkestra. Habis nonton drama ini mendadak saya ingin bisa memainkan piano. huhuhu.
Pemeran di film ini adalah yang memerankan dokter park di drama Good Doctor. Heh, jangan membayangkan dia autis seperti di drama itu yaa, di drama ini doski keren sekaliiii. *pingsan*. Oh tapi tetap saja ada mas-mas yang antagonis, nggak antagonis yang jahat sih, cuma ceritanya dia saingan si mas pemeran utama. Dan mbuh kenapa saya selalu kepincut dengan second lead (si antagonis) ini. aaaahh... *meleleh* Lelaki yang usil memang menarik kan. heuheuheu. Usil bandel dan saru beda yaa. :)
Malam ini saya kelar nonton 10 episode dari 16 episode. Dan nonton dengan urut, meskipun agak ngintip juga 3 menit terakhir episode 16. heehehehe. Kan sing penting hepi endingnya sama mas pemeran utama.
Setelah nonton drama ini saya jadi ngerti bekson anime Hyouka adalah Fauré Sicilienne Op. 78. Nadanya ndak asing gitu.
Mendadak saya jadi senang musik klasik. eaaa.... :)
Wednesday, December 10, 2014
Rock Heart Tour dan hati yang kebat kebit
Karena hujan di ungaran dan di semarang sedikit berbeda,
musim hujan di hatiku dan di hatimu tak pernah sama,
bahkan ketika cuaca di pikiranku cerah, di pikiranmu mendung menggantung,
Tapi semua itu hanya perkara musim dan cuaca, iklim di perahu kita toh tetap sama.
Sejak malam kemarin saya ngefans sama Aska. :)
RR kelar nyanyi sekitar pukul sebelas, dilanjutkan Alone at Last. Karena saya ndak ngeh sama Alone at Last, dan lelaki di sebelah saya sudah berkerut-kerut, maka saya minta ijin mendengar setengah lagu pertama. Setelah dirasa saya tidak bisa menikmati lagu tersebut, kami pulang. hehehe. Wajahnya agak cerah. hehehe. Dan malam itu, Semarang lengang. Agak kaget juga ketika saya dibilang riwil. hehehe. Ya..ya..dia khawatir dan saya bandel. Kayaknya kok ndak akan ada lagi agenda nonton konser malam-malam. heuheuheu...
Yasudah...diganti agenda munggah gunung saja yuk. *dipendeliki*
Fiuh...
:)
musim hujan di hatiku dan di hatimu tak pernah sama,
bahkan ketika cuaca di pikiranku cerah, di pikiranmu mendung menggantung,
Tapi semua itu hanya perkara musim dan cuaca, iklim di perahu kita toh tetap sama.
Belajar tentangnya adalah juga memahami diri sendiri.
Kami berdua akhirnya bisa nonton Rocket Rockers manggung dong. Huhuy... Sejujurnya, saya sudah lama ndak dengerin RR nyanyi, bahkan album-albumnya mangkrak begitu saja. Dan kencan spontan sekaligus nekat itu akhirnya membawa saya mengingat beberapa tahun yang lalu. Ya, sebelum Ucay hengkang dari RR. Tapi Aska pun sungguh ciamik. RR tidak berubah. Lelaki yang di samping saya yang sedikit berbeda. Iye, dia pusing mikir bagaimana saya nanti pulang sendirian malam-malam. hehehe. Dia tidak menikmati RR, band indie favoritnya itu manggung, gegara saya. hehehe.
Ini kali pertama setelah beberapa tahun tidak nonton live music. Duh kangeeeeen. Lagu-lagu yang dibawakan RR kemarin seingat saya adalah Hitam Putih Dunia, Reuni, Hariku Untukmu, Better Season, Dia, Klassix, Hidup adalah Film Terbaik Sepanjang Masa, Ingin Hilang Ingatan, Terobsesi, Merekam Jejak, dan dua lagu lagi bukan lagu mereka yaitu Rude, All of Me.
Show Tour mereka kali ini bertajuk Rock Heart Tour Happily Ever After #3. Aska sungguh bikin saya berdebar. hahaha. Narasi yang dia ucapkan setiap akan menyanyikan satu judul lagu bisa bikin saya mesam mesem. Jangan tanya bagaimana lelaki saya, dia sedang berpikir keras. hehehe. Jadinya saya cuma humming (karena lupa lirik lagu) sambil sedikit goyang-goyang bahu kaki kepala menikmati musik yang RR bawakan.
Ketika lagu Reuni dinyanyikan saya sedikit mengutip liriknya dan saya kirim via sms, padanya, iya, sekalipun dia di sebelah saya. hahaha. Kaulah yang bisa membuatku lepas tertawa di saat kita berbagi, kaulah yang bisa membuatku bahagia dan itu sangat berarti. Wes jan norak tenan aku ki. hahaha.
Lagu Hariku Untukmu dan Better Season itu favorit juga. :)
Katakan semua yang ada di benak kita, jadikan sederhana, tanpa kata cela dan buat bermakna. Tunjuk satu bintang luapkan harapan, terbang tinggi, menuju resah yang ada, aku dan dirimu tentukan pilhan, nanti.
Even you don't care about my feeling , I'm still your friend when you get pain. I remember when you were dreaming, I was the ghost when you are lost. Yes I do, yes I do...I want to spend rest of my life with you... Yes I do, yes I do...I'll be your friend and your number one fan.
Aska bilang, "lagu berikutnya adalah yang sering mengalami perjalanan dari Bandung-Jakarta, Bandung-Jogja, Jogja-Jakarta... Yak...lagu ini khusus yang lagi LDR. Siapa di sini yang LDR???" hihihi. Jogja-Semarang, uhuy juga dong yaa...saya lirik mas-mas di sebelah. Musik mulai dimainkan, Aska mulai nyanyi Di sisi jendela kereta yang mulai perlahan, melaju meninggalkan panas kotamu, kudiam terpaku saat kereta t’lah melaju kencang dan menjauh... Saya mlongo sejenak, oh ini lirik lagunya RR toh. hahahaha.
Bagian yang saya suka ketika menghadiri live music adalah ketika penonton ikut menyanyi. Rasanya di hati itu nyessss...saya terharu. hehehe. Iya, dan di acara kemarin juga begitu. RocketRockFriend (sebutan untuk teman-teman RR) Semarang Kendal pancen ciamik. EH Ungaran juga punya dong, RRF Ungaran. Dan dulu RR pernah manggung di Ungaran.
Nah saya tertegun ketika Aska bilang asu. hahaha. Tapi mesra lho rek. hahaha. asuuuu. Enteng banget dia ngucapin. Dan tidak ada nada kasar. Itulah, memaki itu kan cuma perkara niat. Ngucapin kata telo juga jadi kasar kalau niatnya adalah menghina, kan. :)
Kita semua ambil nada Aaaaaaaa.....ketika Aska akan memulai lagu Dia. Dia tlah berubah, tak seperti dulu, menemaniku dan tak ada lagi, senyumnya. Weeeh...mirip lelaki di sebelah saya yah. hihihi. Lagu ini saya ikutan nyanyi lho...
Sejak malam kemarin saya ngefans sama Aska. :)
Yasudah...diganti agenda munggah gunung saja yuk. *dipendeliki*
Fiuh...
:)
Thursday, December 04, 2014
Jatuh diam diam
Sudah tidak tahan lagi nulis cerita yang berikut ini. Gegara sore hari nan cerah dan sejuk sepoi sepoi.
Pernah suatu ketika seorang perempuan pergi bersama temannya berboncengan naik motor. Mereka berdua melewati perumahan dan kampung-kampung yang belum pernah mereka lewati, sekalipun daerah itu masih wilayah kota tempat tinggal mereka. Hingga pada salah satu perkampungan si perempuan bertanya, "Daerah ini namanya apa?", si lelaki tidak menjawab, hanya bergumam "hmmmm..." sambil tengok kiri dan kanan. Kemudian si perempuan spontan berkata, "Kamu lagi cari papan bertulisan alamat ya?" dan tawa si lelaki berhamburan. Dia tertawa keras-keras seolah ketahuan pikirannya terbaca.
Detik itu si lelaki merasa jatuh hati pada perempuan ini. Dan si perempuan senang hatinya mendengar tawa si lelaki.
Mereka berdua jatuh cinta diam-diam. Tanpa pernah mengungkapkannya. Tanpa pernah mampu bersama.
Wednesday, December 03, 2014
Perkara Rem
Rem yang masih baik. Kendali sepenuhnya ada di tangan (kaki) kita. Mau direm atau tidak, sepenuhnya kita yang menginjak dan mengendalikan.
Rem yang baik. Bisa selalu baik adalah kita yang merawatnya. Setiap satu bulan satu kali dicek. Jika kampas nya sudah tipis, segera diganti yang baru.
Bijak-bijak kau saja, bagaimana memanfaatkan dan merawat rem.
Bijak-bijak kau saja....
Rem yang baik. Bisa selalu baik adalah kita yang merawatnya. Setiap satu bulan satu kali dicek. Jika kampas nya sudah tipis, segera diganti yang baru.
Bijak-bijak kau saja, bagaimana memanfaatkan dan merawat rem.
Bijak-bijak kau saja....
Tuesday, December 02, 2014
3 Days Grandpas Over Flower Investigation Team
Hmmmembahas drama korea lagiiiii. hahaha. Tema detektif dan kedokteran memang menarik.
3 Days dan Grandpas Over Flower Investigation Team memiliki kesamaan yang membuat saya tertarik untuk nonton boyband. Oh saya suka nonton boyband, sekalipun ndak mudeng apa lirik lagunya. Selama mereka ngedance dengan bagus dan musiknya enak didengar, saya bisa menikmati. Apalagi plus oppa oppa nya juga enak dipandang. hehehe. Jadi kedua judul drama ini salah seorang aktor utamanya adalah anggota boyband. Di 3 Days ada mas Park Yoo Chun yang dulu anggota TVXQ dan sekarang anggota JYJ. Kelar nonton drama ini, saya penasaran jika si mas ini nyanyi dan nge-dance. Lha wes perannya serius sekali dalam drama ini. Serius tapi di episode akhir lucuk. hihihihi. Cerita drama ini tentang pengawal pribadi presiden. Mas Yoo Chun jadi pengawal presiden. Ekspresinya selalu berkerut-kerut. Jarang senyum. Di episode akhir, dia agak-agak slah tingkah. Lucu. Jadi membayangkan, bagaimana jika dia nyanyi. hihihi. Sampai-sampai saya ngopy video klip musiknya dari teman saya. hahaha. Beberapa waktu saya kesengsem sama si mas ini dan wallpaper hp saya adalah dia.
![]() |
| Park Yoo Chun as Han Tae Kyung (sumber gambar: google) |
Sedangkan dalam drama Grandpas Over Flower Investigation Team, ada mas Kim Hee Chul sebagai Park Jung Woo. Polisi yang agak nyeleneh, periang tapi cerdas. Dengan perannya yang demikian, dan wajahnya yang menurut saya bukan wajah anggota boyband, saya juga jadi penasaran bagaimana saat dia menyanyi sebagai anggota Super Junior. Nah kaan, karena anggota Super Junior itu banyak, dan yang saya tahu cuma Siwon, Donghae, dan Kyuhyun, saya jadi penasaran si Heechul ini. Cerita drama ini tentang sebuah tim investigasi yang mendadak jadi tua karena mereka nyemplung ke dalam cairan yang bisa membuat tubuh dan wajah seseorang lebih tua dari umur aslinya. Hanya, si Park Jung Woo ini yang tidak menua, disebabkan oleh, umurnya sudah tidak panjang lagi karena mengidap kangker stadium akhir. Coba dia berobat ke Medical Top Team, pasti bisa dioperasi. hihihihi. Saya sering menghubung-hubungkan cerita satu drama dengan drama lain.
![]() |
| Kim Hee Chul (sumber gambar : google) |
Ending drama ini bagus. Happy ending sih. Ada kalimat penutupnya.
"Semua orang akan menua dan meninggal, ini adalah pengalaman yang kami ketahui lebih cepat daripada orang lain. Ini adalah kesadaran yang berharga, jadi marilah kita cintai hari ini. Karena saat esok datang, hari ini akan menghilang, dan marilah kita cintai bahwa kita masih hidup, karena bahkan hidup ini yang tampak akan bertahan selamanya, suatu hari akan berakhir. Sebelum akhir itu datang, mari kita mencintai, mencintai dan mencintai lebih lagi. Sebelum momen itu datang, saat kita tidak bisa lagi mencintai."
Subscribe to:
Posts (Atom)

