Wednesday, May 15, 2013

mantan calon mantunya ibu..

Ibu baru saja pulang langsung masuk kamar dan tanya "ada yang sms kamu nggak?"

aku: enggak.

terus ibu cerita, "tadi ibu lama di pinggir jalan mau nyebrang nggak bisa, macet banget, tahu-tahu ada mobil brenti di depan ibu, penumpang samping sopir buka jendela manggil-manggil ibu. 'ibu...ibu...gimana kabarnya?baru pulang ya?'"

aku: siapa?

ibu: "nugroho...ya udah ibu jawab aja 'nggih..sae mas..' eh sopirnya ikut melongok nganggukin kepala senyum, terus jendela penumpang belakang juga dibuka isinya polisi enam orang juga ikut nganggukin kepala senyum dan koor 'bu..' lah ibu kan mati gaya dong udah lama pulak brenti di situ nggak bisa nyebrang trus si nugroho nya bilang 'salam kangge dani nggih bu'. o..ya..ya..mas nanti disampaikan. trus mereka bilang 'mari bu'."

aku: hahahaha..nggak ik, nggak sms.

ibu: "resikmen kok saiki,putih, cuma ya agak kurusan."

aku nya ketawa-ketawa aja, lah mo komentar apa. heuheuheu...

ciee..cie..ibu ketemu mantan calon mantu. hahaha..

krik..krik..krik..

mobilnya bagus kata ibu, iyalah mobil kantor. yuuuk...cuz..

Wednesday, May 08, 2013

Marah dan Alasannya #dialog #imajiner

Kenapa engkau marah padanya?
Karena dia tidak segera menyelesaikan tanggung jawabnya.

Kenapa dia tidak segera menyelesaikan itu?
Entahlah, aku tidak tahu. Dia bilang dia malas.

Cari tahu, kenapa dia malas?

Kenapa engkau marah hanya karena dia belum menyelesaikan tanggung jawabnya?
Karena semua orang menanyakannya padaku.

Kenapa semua orang menanyakan padamu?
Karena mereka peduli. Mereka khawatir.

Apa kamu juga peduli? Apa kamu juga khawatir?
Tentu saja aku peduli. Tentu saja aku juga khawatir.

Apakah engkau sudah menunjukkan kepedulianmu padanya?
Tidak, aku memendamnya.

Tunjukkan! Dengan caramu sendiri.
Jika aku menunjukkan, bagaimana jika dia marah? Bagaimana jika dia kemudian menghindar?

Itu salahnya, nanti dia yang akan menyesal karena mengabaikan perhatian orang-orang sekitar.


#dialog
#imajiner
#selamat pagi

Friday, April 26, 2013

Other side of grasstrack

Berikut adalah postingan yang sudah lamaaaaa sekali, sebulan yang lalu. hehehe. Baru selesai seminggu yang lalu, dan baru saya posting hari ini. Duh memang males banget hawaneee...hehehe.

Mariiiii.....


*kretekin jari tangan*

Dua hari ini ada grasstrack dan motorcross di belakang rumah. Belakang rumah? Iya, kebun sengon di belakang rumah disulap menjadi sirkuit motorcross. Hemm..sejak tiga minggu yang lalu lah kira-kira pengerjaannya. Dan hari sabtu minggu ini tanggal 30-31 Maret 2013 kompetisinya.

Tadinya saya betul-betul malas untuk nonton, tidak tertarik. Tiap sore pun selama seminggu sejak sirkuit mulai kelihatan bentuknya, sudah banyak yang latihan. Kebayang kan tiap sore pasti berisik suara motor motor modifikasi itu. Saya tidak bergeming, nggak nonton pokoknya.

Tapi, hari sabtu siang itu, beneran berisiknya, bisingnya ampun ampunan. Nonton film di rumah juga terganggu, mau tidur juga berisik sekali, ya sudahlah saya ganti celana panjang pake jaket kemudian nonton. Hahaha. Nontonnya tinggal lewat belakang rumah saja kok. Hohoho.

Hari sabtu kemarin saya lupa bawa kamera jadi foto-foto yang ada diambil hari minggunya. Suasana hari sabtu dan minggu beda banget, hari sabtu cerah cenderung panas, sedangkan hari minggu hujan deras. Tapi kalau ramainya tentu ramai hari minggu, selain libur anak-anak sekolah, juga efek dari penonton yang hari sabtu pasti tutur tinular kan? Berita dari mulut itu lebih berefek daripada berita di radio atau pamflet.
Apa yang saya lihat di sana, selain tentunya kompetisi yang bikin jantungan itu, yaitu tim, kamera-man, penonton yang unik-unik. Oh iya nonton itu memang bikin jantungan, gimana nggak jantungan coba, mereka jatuh bangun kaya begitu. Bikin sejenak lupa ambil nafas. Oke, sebut saya berlebihan, tapi beneran, sudah lama nggak nonton yang kaya begini setelah lebih dari 8 tahun yang lalu. Dulu juga pernah ada kompetisi seperti ini di belakang rumah. Sekitaran saya SMA.

Engg...cerita apa dulu ya.

Pertama mari saya ceritakan tentang suasana di sana. Penontonnya euy rame warna warni dan macam-macam. Semua generasi ada sepertinya, dari anak kecil, anak balita, bahkan bayi pun ada, ibu-ibu, bapak-bapak, mas dan mbak, duh kalau mau cari jodoh mungkin bisa juga di sini. Hehehehe. Pakaian yang mereka pakai juga macam-macam lho. Paling aman sih pakai kaos oblong, celana jins, jaket dan topi ya, setidaknya biar tidak terlalu panas. Yang menurut saya salah kostum juga banyak. Pakai sendal berhak tidak dianjurkan disini, apalagi sepatu yang terepes, pakai sendal jepitpun akan nampak menggelikan ketika kamu melangkah dan itu sendal tidak bisa diangkat alias ‘kejepit’ lumpur. FYI arena grasstrack tidak seperti namanya with grass, kenyataannya without grass actualy, iyalah, kebun yang disulap jadi arena sudah pasti isinya cuma tanah, yang ketika panas dia membuat debu dan ketika hujan dia membentuk lumpur. Ada lho mbak-mbak yang sendalnya kejepit lumpur, ketika dia berhasil ngangkat kaki kanan, kaki kirinya yang gantian nyangkut. Hehehe. Ada juga mbak mbak menor yang bedak euy tebel nian, pake jaket, pake sepatu plastik nan terepes, dan parfumnya oiiiii....bikin saya pusing. Ndak tahu sih dia dandan begitu memang niat mau nonton grasstrack atau cuma mampir karena habis berpergian. Penonton yang dapat tempat nonton paling nyaman, sudah pasti ada,  nangkring di pohon.


Hari minggu hujan deras turun menyapa, tapi semua penonton sepertinya sudah siap siaga, membawa mantel, jas hujan, helm dan payung. Dan hujan juga tidak terlalu merisaukan mereka, tidak banyak yang beranjak dari tempat untuk pulang. Maksud saya tidak-banyak adalah karena memang benar-benar hampir tidak berkurang jumlah mereka, malah sepertinya bertambah banyak.


Hehehe, kamera (pinjaman) saya mergoki yang lagi konsen pakai mantel.


He’s ready, dan santai nonton, tidak khawatir basah kuyup.


Yang berikut ini sepertinya menyenangkan, beramai-ramai membuat ‘tenda’ pelindung hujan.


Dan hujan semakin deras....


Yang ini akur bapak dan anak di bawah satu helai daun pisang. Hehehe.


Arena menjadi semakin becek dan penuh kubangan..saya semakin excited. Hahaha.


Eh saya juga pakai payung dong...berempat dalam satu payung. Ibu, saya, dan dua anak kecil.



Berikutnya saya cerita tentang tim. Setiap pemotor memiliki tim pastinya kan. Nah salah satu anggota tim ini ada yang sibuk sekali memberi support dan arahan kepada pemotor. Dia biasanya berada di tikungan atau di sudut-sudut yang menurutnya si pemotor sering terjatuh atau mengalami kendala.  Menyenangkan mengamati para tim ini, saya jadi menghapal mana pemotor yang dia support. Dia ini juga yang langsung lari-lari ke tempat si pemotor jika jatuh dan membantunya berdiri. Dia ini yang begitu bersemangat meneriaki si pemotor. Dia ini yang bersemangat berlari dari satu area ke area berikutnya mengawasi pemotornya. Benar-benar menyenangkan mengikuti gerak penyemangat ini. Ah iya jika si pemotor merasa sudah tidak nyaman mengenakan kaca mata pelindungnya dia tinggal lempar saja di sudut penyemangatnya berdiri, nanti diambil langsung.
Beberapa foto yang berhasil saya ambil tentang penyemangat ini:
Ketika timnya belum lewat, dia mundur, dan ketika timnya lewat, dia maju dan memberi semangat.


Yang satu ini sibuk kesana kemari, asli, dia lari-lari menyongsong timnya. Hehehe.

 Dia juga nih. Eh mas yang ini punya style yang bagus, dan nampak ganteng ketika dia pakai kacamata, pas kacamatanya dilepas, agak berkurang gantengnya. Hehehehe.



Enough tentang mas-mas para penyemangat, mari beralih ke anak-anak kecil. Banyak anak kecil yang berkeliaran di area kompetisi, sebaiknya sih ya didampingi, karena ini bukan area yang aman untuk anak kecil bermain sendiri. Tapi memang beberapa anak saya lihat tidak didampingi orang dewasa, seperti yang sepayung dengan saya, dua anak kecil, masih SD, yang satu saya kenal, tetangga. Nah ada beberapa anak kecil yang saya lihat senang sekali main kubangan air hujan. Yang berkaos biru dongker itu dia suka sekali naik turun gundukan motorcross, begitu turun sampai di kubangan air, dia cuci kaki, cuci tangan, cuci sendalnya, dan rupanya tidak saya dan ibu saja memperhatikan dia, penonton yang lain juga turut memperhatikan.




Selain si anak berkaos biru dongker, ada juga anak berjaket merah, dia juga cuci sendalnya di kubangan air itu.


Dan seperti menjadi trend, mencuci sendal di kubangan air rame-rame. Hehehe.


Eh si pembalap cilik juga ikut main kubangan air dong. J Bahkan dia berusaha membuat aliran air supaya tidak terlalu berkubang. Hahaha. Lucu banget ini anak.


Setelah beberapa kali kompetisi grasstrack, akhirnya yang paling bikin saya berdebar-debar yaitu motorcross akhirnya dimulai, saking dag dig dug nya saya cuma melongo dan tidak berhasil mengambil satupun gambar, mereka cepet banget. Hehehe. Jadi yang terfoto cuma angin.



Cerita tentang situasi sepertinya cukup sekian, berikutnya saya akan cerita tentang jalannya kompetisi grasstrack. Arena yang becek dan licin tidak menyurutkan semangat para kompetitor, bahkan beberapa kali terpeleset pun ketika motor yang mereka kendarai bisa dinyalakan lagi, mereka akan bangkit dan kembali masuk arena. Tak jarang ketika ada yang jatuh ditengah arena dan kompetitor dibelakang mereka kurang waspada, mereka pun akan jatuh juga, maka penting sekali bagi para penonton atau panitia di sekitar arena untuk memberi aba-aba supaya kompetitor selanjutnya memelankan laju motornya. Para panitia biasanya mengayunkan bendera berwarna merah, para penonton biasanya akan memberi aba-aba berupa ayunan tangan dan tentu ekspresi mereka meyakinkan. Hohoho.

Para grasstracker ini terdiri dari dua bagian sepertinya, para dewasa dan para anak-anak. Anak-anak yang mengikuti kompetisi ini pun beraneka usia, mulai dari empat tahun hingga lima belas tahun. Kebayang nggak adek-adek kecil yang mungkin baru kelas TK nol kecil ikut naik motor di arena yang tidak datar dan becek. Saya nontonnya sambil ngeri ngeri seneng geli. Ngeri lah kalau mereka jatuh dalam posisi yang mengerikan tentu tidak sekadar luka luar tubuh, luka dalam juga pasti bisa terjadi. Tapi ya itu tadi, mereka benar-benar pemberani, ketika jatuh pun ketika memungkinkan untuk bangkit lagi, mereka akan bangkit. Tapi ada juga yang ketika jatuh, dan dia mampu berdiri tapi kemudian dia langsung pingsan, haduuuh....rasanya nafas ini berhenti.

Anak-anak kecil ini begitu selesai jatah mereka, mereka juga ikut nonton dan wira wiri di sekitaran arena, dan becandaan biasa aja dong, ya masih anak kecil gitu lah. Lucu. Saya Cuma mikir, mereka seperti itu, ikut kompetisi yang bisa dibilang bukan semestinya mereka ikuti, atas dasar keinginan sendiri, melihat anggota keluarga memang berprofesi demikian atau sudah siarahkan orang tuanya ya, yah tapi semoga tidak dipaksa. Kasihan kalau mereka dipaksa. J

 
Masih kecil-kecil kan. Tapi mereka jago dan pemberani. 

 Yah sekian cerita-ceritanya ya... J

Oh iyah...sendal saya seolah menemukan habitatnya, hari itu becek sekali. :) 














Monday, April 15, 2013

#senja

memangnya bisa apa aku di antara pepohonan ini, bersama senja dan tumpukan rindu padamu...


Saturday, April 13, 2013

Karena Menikah adalah Ibadah

karena menikah adalah ibadah ;)


Tuesday, April 09, 2013

Anger

hari ini dan kemarin muka ku seperti ini


nggak ngerti kenapa..

Friday, March 29, 2013

Ayah Korea


Sekali lagi saya nonton A gentleman’s Dignity mulai episode 17 sampai 20. seperti yang saya bilang kemarin, ada banyak bagian film ini yang saya suka. Kali ini saya akan menceritakan bagian dari episode 19, yaitu ketika Colin terlibat perkelahian. Colin adalah anak dari Kim Do Jin, umurnya 19 tahun. Dia anak Kim Do Jin dengan cinta pertamanya ketika kuliah. Anak yang tidak diketahuinya selama 19 tahun.

Colin tadinya tinggal di Jepang bersama ibunya (cinta pertama Kim Do Jin) dan suami ibunya tapi kemudian pergi ke Korea untuk mencari sang ayah kandung. Colin mengetahui bahwa ia bukan anak kandung suami ibunya karena ibunya menikah dengan pria berkulit putih. Hohoho. Tahu kan kalau gen anak laki-laki adalah XY? X gen dari ibunya dan Y gen dari ayahnya, jadi semisal anak laki-laki itu sipit (berwajah asia) maka sudah dapat dipastikan ayahnya juga orang asia. Hehehe. Setelah tahu bahwa Colin adalah anaknya, Do Jin memintanya untuk tinggal dan bersekolah di Korea. Sekarang Colin menyebut Do Jin sebagai Ayah Korea.

Nah di episode 19 ini Colin terlibat perkelahian sehingga ayahnya (Kim Do Jin) dipanggil ke kantor polisi. Colin dan dua temannya menolong salah satu teman sekolahnya yang dipalak anak-anak dari sekolah lain, berjumlah 4 anak. Kelompok pemalak itu babak belur daripada Colin dan teman-temannya.

Ketika di kantor polisi, selain Kim Do Jin sebagai wali dari Colin, juga hadir seorang bapak dari salah satu si pemalak. Si Bapak tersebut terkejut melihat anaknya babak belur kemudian dia bertanya “Siapa yang melakukan itu pada wajahmu?” anak itu menunjuk teman Colin, Kim Do Hyup, tanpa tedeng aling-aling si Bapak memukul kepala Dong Hyup. Do Jin yang melihat tersebut sontak kaget gantian bertanya pada Colin “Siapa yang melakukan itu pada wajahmu?” mungkin ini bapak sama anak sama-sama memiliki criminal minds ya jadinya Colin lalu menunjuk anak pemalak yang tengil itu, entah dia beneran yang mukul atau bukan, tahu nggak Do Jin terus ngapain? dia mukul kepala Bapak itu dong. Hahahahaha. Heroik sungguh heroik...hahahaha. Tidak seperti si Bapak yang mukul kepala Dong Hyup, Do Jin mukul kepala bapaknya, bukan anaknya.

 Setelah itu yang dikatakan Do Jin adalah yang membuat saya suka bagian ini “Sebagai seorang yang dewasa, memukul anak-anak itu tidak dibenarkan. Aku ayah dari temannya. Aku punya anak yang tidak pernah kupukul, dan dia adalah teman dari anakku yang berharga. Karena anakmu berharga, kau seharusnya tahu bahwa anak lain pun sama berharganya dengan anakmu. Kau berani memukul seorang anak? Aku seharusna mematahkan pergelangan tanganmu.” Wawawawawa. Speechless.
Kemudian pak polisi bertanya “sebenarnya anda wali dari siapa?” dan dengan mantap Do Jin menjawab “Keduanya.” Yang dimaksud adalah Colin dan Dong Hyup. Huahahahaha. Mereka berdua wajahnya kaget, terutama Dong Hyup, nggak nyangka dia. Hihihihi. Dong Hyup dua kali lho eh tiga kali lho dibela seperti itu, pertama oleh Seo I Suu kemudian oleh Park Min Sook dan ini yang ketiga Kim Do Jin. Hehehe.

Cerita saya di sini pasti kurang bagus, coba deh nonton. Hahaha.

Selamat malam..selamat berakhir pekan.. ^_^

Wednesday, March 27, 2013

Manual Cinta Tak Terbalas

krik..krik..krik...

Dua minggu terakhir ini, saya sering nonton drama korea berjudul A Gentlemen's Dignity, dua puluh episode drama ini saya ulangi beberapa kali. Maksudnya, setiap episode ada yang sudah saya tonton dua atau tiga kali. Seperti yang dibilang mba chopi di sini, saya suka drama ini. Dan memang nontonnya bikin perasaan campur aduk, sedikit sedikit ketawa, sedikit sedikit nangis. sungguh jangkrik. Kalau ditanya bagian mana yang saya suka, tentu saja saya suka episode terakhir, ketika adegan pelamaran. Kenapa? Pengen dilamar semacam itu? Enggak sich, cuma menyentuh saja dan nggak bakal nyangka. hehehe

Tapi sebenarnya bagian dari drama ini banyak sekali yang saya suka. Buanyaaak. hehehehe. Ini salah satunya. Manual Cinta Tak Terbalas.

Apa itu manual cinta tak terbalas? yeah menurut saya, ketika seseorang begitu menyukai kekasihnya, tapi sang kekasih tidak sadar, berasa cinta tak terbalas gitu. oh yeah..sudah tahu kenapa saya suka drama ini kan. hehehe. Jadi, mari akan saya sebutkan apa saja isi manual cinta tak terbalas itu. check it out..


  1. pikirkan aku setiap hari. tanpa makan atau tidur.
  2. jika aku tidak menjawab telepon atau membalas sms, terlukalah dan marahlah.
  3. coba datangi kantorku atau rumahku, saat kau harap berpapasan denganku.
  4. bahkan jika kau bertemu denganku, awasi aku tanpa henti dari kejauhan. dengan cinta.
  5. jika aku bicara dengan wanita lain, cemburulah dan pikirkan untuk menabrak mobilnya.
  6. dapatkan foto sd, smp, dan sma ku dan taruh di dompetmu.
  7. datang ke rumahku tiba-tiba dan buat hatiku berdebar.
Pertama saya nonton drama ini, saya nggak gitu ngeh sama tujuh hal itu. Tapi setelah nonton untuk yang ketiga kali, saya ngeh banget. hahahahaha. *ketawanya pengen tak bold* Saya sudah ngalamin poin nomor satu sampai lima. 


Siapa dalam drama ini yang mencetuskan manual super ini? dia adalah kim do jin. Bakal panjang kalau harus menjelaskan siapa itu Kim Do Jin, baca di blog mba chopie tadi saja ya. hehehe. Ya intinya Do Jin itu yang pertama suka pada Seo I Suu, wasit perempuan sekaligus guru pelajaran etika. Nah, manual ini dicetuskan Do Jin karena dia sudah merasakan ketujuh poin tadi, dan pengen I Suu juga merasakan. hohoho. Etapi I Suu akhirnya ngelakuin juga lho. hehehe. Dibikin daftar gitu, trus dicoretin satu-satu.

Kalau saya yang disuruh bikin, sudah tak coret sampai nomor lima.

hehehe. selamat pagi...berbahagia hari ini.. :)

Monday, March 25, 2013

sesimpel itu

jatuh cinta lagi padamu adalah ketika setiap pagi membaca ucapan selamat pagi darimu,
sesimpel itu.

jatuh cinta lagi padamu adalah ketika melihatmu dari kejauhan,
sesimpel itu.

jatuh cinta lagi padamu adalah ketika melihatmu sibuk memotret,
sesimpel itu.

jatuh cinta lagi padamu adalah ketika dari kejauhan pandangan kita bertemu,
sesimpel itu.

jatuh cinta lagi padamu adalah kau meredam amarahku,
sesimpel itu.

jatuh cinta lagi padamu adalah ketika kau berdendang, menggumam sebuah nada, bernyanyi,
sesimpel itu.

jatuh cinta lagi padamu adalah ketika melihatmu tersenyum,
sesimpel itu.

sesimpel itu dan aku bahagia.

terimakasih sudah membahagiakanku.

Monday, March 11, 2013

Pertama dan terakhir

Saya bukan sedang membuat lagu, tapi saya sedang mendengarkan lagu kemudian menulis eh mengetik liriknya. Jadi, sambil mendengarkan lagu, sambil mengetik liriknya. Biasanya sih saya tulis manual, ditulis tangan gitu. Hasilnya bisa ditebak, tulisan kaya cekeran ayam eh bukan tapi kaya tipak cacing jalan di pasir, oret-oretan resep dokter mah kalah, oret-oretan revisi dosbing mah lewatttt... hehehe. Nah kali ini saya coba dengan metode ketik. Lagu yang saya dengarkan "Cinta Pertama dan Terakhir" punya Sherina. Percobaan pertama hasilnya: 


"Sebelumnya tak ada yg mampu memngajakku untuk bertahan dikala sedih. Sebelumnya kuikat hatiku hanya untuk aku seorang. Sekarang kau di sini hilang rasanya semua bimbang tangis kesepian. Kau uat aku bertanya kau buat aku mencari rentang rasa ini aku tak mengerti akankah sama jadinya bila bukan kamu, lalu senyummu menyadarkanku kau cinta pertama dan terakhirku. Sbelmunya tak mudah bagiku, tertawa sedniri di kehdupan yang kelam ini sebelmunya rasanya tak perlu membagi kisahku tak ada yang mngerti sekarang kau disini hilang rasanya semua imabng tangis sedih...."
Udah kelanjutannya ketinggalan Sherina nyanyi...khekhekhe... 

Percobaan kedua:


"Sebelmunya tak ada yang mampu mengajakku untuk bertahan dikala sedih seblemunya kuikat hatiku hanya untuk aku seorang sekarang kau disini hilang rasanya semua bimbang tangis kesepian kau buat aku bertanya kau buat aku mencari tentanng rasa ini aku tak mengerti akankah sama jadinya bila bukan kamu lalu senyummu menyadarkanku kau cinta pertama terkahirku, sebelumnya tak mudah bagiku tertawa sendiri dikehidupan yang kelam ini seelumnya rasanya tak perlu mem..."

Lebih parah!!!hahahaha. Udah ah...tulis yang bener. Saya suka lagu ini. Saya sedang mellow sepertinya. :)


"Sebelumnya tak ada yang mampu mengajakku untuk bertahan dikala sedih. Sebelumnya kuikat hatiku hanya untuk aku seorang. Sekarang kau di sini hilang rasanya semua bimbang tangis kesepian. Kau buat aku bertanya, kau buat aku mencari, tentang rasa ini, aku tak mengerti akankah sama jadinya bila bukan kamu. Lalu senyummu menyadarkanku, kau cinta pertama dan terakhirku. Sebelumnya tak mudah bagiku, tertawa sendiri di kehidupan yang kelam ini. Sebelumnya rasanya tak perlu membagi kisahku tak ada yang mengerti sekarang kau di sini hilang rasanya semua bimbang tangis kesepian, Kau buat aku bertanya, kau buat aku mencari, tentang rasa ini, aku tak mengerti akankah sama jadinya bila bukan kamu. Lalu senyummu menyadarkanku, kau cinta pertama dan terakhirku. Bila suatu saat kau harus pergi, jangan paksa aku tuk cari yang lebih baik, karena senyummu menyadarkanku kaulah cinta pertama dan terakhirkuKau buat aku bertanya, kau buat aku mencari, tentang rasa ini, aku tak mengerti akankah sama jadinya bila bukan kamu. Lalu senyummu menyadarkanku, kau cinta pertama dan terakhirku."

Sunday, March 03, 2013

Sekalimat semesta

Sekalimat doang butuh nyali sebesar semesta dunia akhirat. Coba tebak? Iyes, kalimat saat ijab-kabul pernikahan. heuheuheu..

Jadi pagi ini saya menghadiri pernikahan teman saya, Fitri. Dia teman SMA saya, meskipun kami tidak pernah satu kelas, tapi hubungan kami sangat dekat. Dulu sewaktu jaman SMA saya punya satu kelompok bermain, hahaha kaya anak teka ya, cuma bermain loh, jarang belajar soalnya. :) kami bersepuluh seringnya, lima perempuan lima lelaki, Saya, Elena, Fitri, Dewi, Ery, Embun, I Gede, Bram, Freddy, dan Dwaya.

Diantara kami bersepuluh, yang sudah menikah adalah Elena dan Fitri. Elen begitu kami sering memanggilnya, sudah punya putra satu, umurnya satu tahun namanya Satria. Nah kalau Fitri ini yang tadi pagi saya hadiri akad nikahnya.

saya dan mempelai perempuan
Menghadiri acara sekhidmat itu dalam kondisi pilek bukanlah hal yang nyaman, sendlap sendlup sodara. Berusaha nahan sendlupan ketika kalimat ijab diucapkan, bukan hal yang gampang. *nyengir*

Dari beberapa acara akad yang pernah saya hadiri, baru kali ini saya mendengar kalimat ijab-kabul berbahasa ngarab. hehehe. Nggak paham blas, cuma paham pas nyebutin namanya kedua mempelai doang. hehehe. Ya pokonya begitu selesai kalimat ijab-kabul itu "sah..sah..sah.." alhamdulillaaah...

Barakallah ya teman...

Tadi disebelah saya ada Elen, dia bilang "Pas habis kalimat sah itu dulu aku ngerasanya ha-gitu-doang." hahahaha. Iya ya..kan cuma sekalimat doang, tapi persiapannya seabreg, jauh jauh bulan direncanakan. Dan yang paling penting ngumpulin nyalinya itu lho, seluas semesta, sedunia akhirat. :)

Apa?oh sudah pasti ada pertanyaan, kapan nyusul? hehehe.

Saturday, March 02, 2013

drama skripsi


Sudah semestinya kamu bersyukur. Kamu sudah checking akhir, tinggal bimbingan artikel saja toh. Baru ditolak sekali, mungkin kemarin ibu dosen sudah cape’ sudah sore, mungkin seharian sibuk, dan lagi mendekati bulan april begini yang pengen segera kelar urusan artikelnya kan bukan cuma kamu saja, pasti banyak artikel yang musti ibu itu bimbing. J hahaha. Coba lihat aku, baru akhir februari ujian proposal, belum apa-apa, masih puanjang lagi prosedurnya. J iya sih masih ada beberapa teman yang bahkan belum mengajukan judul, pada dasarnya aku juga harus bersyukur, aku baru ujian proposal tapi penelitian sudah kelar. Ya itulah intinya kita harus lebih bersyukur dengan apa yang kita raih. J tetep semangat yaaa...


*kemudian ada suara menggema, “SETELAH BERSYUKUR KAMU HARUS BERUSAHA LEBIH KERAS LAGI, DANI!!!”

*kemudian diglundungkan dari atap auditorium

Hahahaha...

Thursday, February 28, 2013

kangenku memang tak tahu malu


matahari pagi dan embun yang dingin hari ini
oh indahnya..
ku harus memulai kerinduan lagi hari ini
karena kangenku memang tak tahu malu
apalagi karna sedang diracun madu
tolong aku...
ku tak tahu...
oh ku tak mau tahu...


tapi memang senyummu selalu hantuiku
walau ku tak tahu hatimu

oh please jangan pernah kau berhenti
hantui aku

hari ini.. oh sejuknya
engkau masih disini isi lamunanku hari ini
oh biar hatiku memang tak mau tahu
apalagi karna sedang di mabuk rindu
tolong aku...

aku mau..
ketemu lagi kamu

tapi memang dirimu selalu hantuiku
walau ku tak tahu hatimu

oh please jangan pernah kau berhenti hantui aku

tapi memang dirimu selalu hantuiku
walau ku tak tahu hatimu

::letto::

Monday, February 25, 2013

lelaki dan larangannya naik gunung

Ada seseorang yang menulis di linimasa "Ketika orang terdekatmu melarangmu untuk mendaki lagi, apa yang kamu pilih?"

Saya menjawabnya "menanyakan mengapa ia melarang?"

Lama saya tunggu balasannya, tapi sepertinya dia sudah offline.

Saya jadi teringat pendakian di Gunung Merbabu, bulan November kemarin. Itu adalah pendakian pertama saya. *Semoga akan ada pendakian selanjutnya, amin.*

Saya tidak dilarang ketika saya mengutarakan niatan mendaki, oleh bapak dan ibu, selama ada seseorang yang mereka kenal, dan berangkat dengan beberapa orang, mereka memberi restu. 

Mas kekasih pun tidak melarang hanya mengerut, karena saya mengabarkan telat dan di hari H dia harus ke Gunung Merapi, tidak bisa menemani.

Mas berpesan, "Naik gunung itu bukan untuk keren-kerenan, atau supaya kamu disebut wanita tangguh. Naik gunung itu bukan untuk menaklukkan alam tapi supaya kamu lebih mengenal alam dan melestarikannya."

Saat naik gunung itu saya menjadi lebih mengenal diri saya sendiri. Dan saya sedikit lebih banyak menjadi mengenal mas. Saya merasakan bagaimana bila dirinya di sana. Saya jadi tahu bagaimana jika dia sedang di alam favoritnya itu, hutan dan gunung.

Memang mudah bagi saya mendapat restu dari mas untuk berangkat, selain dia paham betul bagaimana ngeyelnya saya, dia juga pasti tahu bagaimana menariknya di gunung dan hutan. Tapi bukan berarti dia tidak khawatir. Justru kekhawatirannya lebih besar karena dia tahu betul medan yang akan saya lewati. Kebetulan Merbabu juga adalah gunung pertama yang dia daki. Ketika saya mengutarakan rencana tersebut, dia nritik menanyakan apakah teman-teman mendaki saat itu adalah orang-orang yang sudah sering mendaki. Dan saya jawab "iya" dia lumayan lega. Dia yang menyiapkan segala keperluan yang belum saya miliki.

Jadi, saya maklum jika ada lelaki yang mengkhawatirkan perempuannya mendaki. Maka tanyakanlah alasan kenapa ia melarang, dengan begitu kau bisa lebih mudah menjelaskan apa yang perlu dijelaskan, bahwa mendaki adalah untuk mengenal alam, bukan untuk keren-kerenan. Jika perlu sesekali ajaklah dia mendaki, tunjukkan bagaimana menyenangkannya mendaki. Karena bagi yang belum tahu bagaimana mendaki, yang di kepala mereka adalah bayangan-bayangan terjal dan membahayakan. Apalagi tidak sedikit pendaki yang tersesat dan meninggal di gunung. Jelaskan bahwa tim mu adalah tim yang bagus, jelaskan supaya dia tidak perlu khawatir berlebihan, tapi yang sebenarnya memang harus demikian ya. Persiapan fisik, mental dan koordinasi memang harus benar-benar baik.

Ah saya ini memang gaya, baru sekali mendaki saja sudah sok menasehati. Padahal pendakian kemarin juga saya rewel, sedikit-sedikit istirahat. hahaha. Kalau ingat geli juga sebenarnya, my weakness. Selebihnya menyenangkan. Mengharukan.

Hahaha...saya pernah merasakan di posisi khawatir dan pernah merasakan di posisi dikhawatirkan. Sedikit banyak jadi tahu bagaimana rasanya mengkhawatirkan dan dikhawatirkan. :)

Halo mas-mas yang mengkhawatirkan perempuannya mendaki, tenang saja, selama perempuanmu memilki kondisi kesehatan yang baik, dia akan baik-baik saja, kalau masih khawatir, coba kenalan sama tim naik gunungnya, biar sedikit lebih lega, atau kalau perlu ikut saja, jadi kau bisa ikut menjaga perempuanmu. hehehe. Eh masih khawatir, tapi perempuannya ngeyel? doakan saja supaya dia kembali dalam keadaan sehat dan  jangan lupa doakan diri sendiri supaya tidak terlalu khawatir.*ditoyor* 




mister

mister 
Pagi ini saya buka-buka folder "Favourite Shoot", folder yang berisi hasil jepretan saya, hal-hal yang membuat saya tertarik. Saya terhenti pada satu foto ini. *senyum* 


hai...selamat pagi.... ^^



semoga harimu menyenangkan...

Wednesday, February 20, 2013

hilang ingatan???

akhir-akhir ini banyak hal kecil yang mampu mengingatkan saya pada sesuatu yang besar. :) dan itu menyenangkan. so, masih ada yang pengen hilang ingatan cuma karena patah hati? :)
Sering kan cewek-cewek itu patah hati dan pengennya hilang ingatan, terutama tentang cowok yang bikin dia patah hati. Pengennya nggak kenal lagi dan nggak pernah ingat lagi semua hal tentang cowok itu. 

Apakah saya pernah? woiya tentu saja, hahaha, *bangga og, cih*. Nggak segitunya sih, emmm...iya deh..segitunya juga. hahaha. Tapi sekarang udah enggak dong, udah move on jauuuuuuuuuuhhhhh. Dan kalau ingat yang 'itu' sekarang cuma ketawa-ketawa. Iyalah..cuma patah hati aja sampe segitunya. hahaha.

Balik ke kalimat pembuka. Banyak hal kecil yang bikin saya ingat pada sesuatu yang besar. Kalimat ini bisa berarti bener-bener kecil dan bener-bener besar. Nih contohnya, saya liat ulat atau yang biasa disebut teman saya ulil, maka saya langsung ingat teman saya itu; saya liat kupu-kupu ya pasti jadi ingat plapti, mas fian, mas heri, culis, dan teman-teman GC yang lain; saya liat sendal gunung, keril, SB, maka saya lalu ingat perjalanan saya di merbabu kemarin; ya pokoknya hal-hal yang ukurannya kecil mengingatkan saya pada hal-hal yang ukurannya besar.

Tapi bisa juga hal (peristiwa) yang simpel dan mengingatkan saya pada efek hal tersebut pada kehidupan saya berikutnya, salah satu contohnya ya itu tadi lho soal patah hati.

Dibalik hal-hal kecil pasti akan ada hal besar. Biarpun hal kecil itu menyakitkan, nyelekit, dan menjengkelkan, pada akhirnya akan membawa perubahan besar dalam hidup, dan jika suatu saat diingat ya bikin geli, ketawa.

Gampangannya buat yang patah hati adalah berhenti menyesali dan yakinlah bahwa dengan ini kamu akan jadi lebih dewasa, dan percaya deh, suatu saat tangismu itu akan kau tertawakan. Suatu saat kau cuma akan bilang "duh dulu kok ya lebay ya.hehehe" ketika mengingat kembali. 

Mengingat adalah hal yang menyenangkan. Dan sebenarnya kita mengikat ingatan dengan foto, tulisan, gambar. Jadi, syukuri saja apa yang teringat sekalipun itu menyakitkan, jangan pernah meminta untuk hilang ingatan. 

Selamat malam...selamat beristirahat...

holaaaaa....



holaaaaa......selamat pagi... ^_^

Tuesday, February 19, 2013

eaaak...


Mas : Sedang apa, nduk?

Nduk: Sedang memikirkanmu. J

Mas : hehehe. Ndak ngerjain apa gitu?

Nduk : iya ini lagi ngetik.

Mas : ngetik apa? Lagi bikin cerita ya?

Nduk : nggak, lagi ngetik tugas akhir.

Mas : lah tadi katanya lagi mikirin mas.

Nduk : lho iya kok. Ngerjain tugas akhir ini kan syarat supaya lulus dapat ijasah sarjana strata satu. Ijasah itu nanti syarat supaya dapat pekerjaan. Nah bekerja itu kan supaya bisa membahagiakan orang tua, nanti kalau sudah bekerja kan aku menikah sama mas. J hehehe. 

#eaaa #dialog #imajiner

Monday, February 18, 2013

#monolog #imajiner

Manusia berubah setiap waktunya. Bukankah justru aneh jika seseorang tidak berubah. Karena itu artinya hidupnya stagnan, berhenti, tidak berkembang. Padahal seharusnya hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok lebih baik dari hari ini.

Jadi, girls, kalau kekasihmu sedikit berubah ya memang seharusnya demikian. Dia sedikit cuek atau tak seunyu-unyu dahulu mungkin karena dia sedang fokus mengerjakan sesuatu yang dia suka. Bukan berarti dia tidak lagi peduli padamu. Dia hanya sedang asik dengan apa yang dikerjakannya, hanya sedang mengejar apa yang dicita-citakannya, nantinya itu untukmu juga. Toh dia tetap menempatkanmu dalam hatinya, berilah kepercayaan padanya.

Lagipula apabila dia tetap sama seperti dulu, apa kamu tidak bosan? dengan rutinitas dan percakapan yang sama setiap harinya. Yakin tidak bosan?? hihihihi.

Sudah ya girls, jangan galau, kau juga sebaiknya mulai fokus pada apa mimpimu. Tunjukkan padanya kau bisa dibanggakan, hingga nanti kalian dipersatukan dalam ikatan yang lebih suci. ngehehehehe...

Selamat pagi...^^
Langit pagi ini nampak begitu luas, sepertinya ia mampu menampung segala kebahagiaan dan keinginanmu hari ini..

Bismillah...

Saturday, February 16, 2013

#plapti #buUt

si plapti temen saya, banyak hal yang bisa bikin saya ingat sama dia. salah satunya adalah bu utami. nah cerita tentang bu utami ini berawal dari ketika saya mengasisteni salah satu mata kuliah beliau, mikroteknik. gegara saya jadi assisten itulah beliau jadi hafal nama panggilan saya, Dani. saat itu saya sebenarnya cuma ngebantuin si ima, bu ut sering bilang saya mirip dengan ima. nggak cuma bu ut saja sich, hampir semua orang kalo melihat saya lagi jalan bareng sama ima pasti dikira kembar. padahal ya nggak ada mirip-miripnya.

acara asisten selesai satu semester, semester berikutnya saya mengulang mata kuliah beliau, mata kuliah struktur jaringan hewan, jreeng jreeng... nah tambah hafal beliau dengan saya.

berikutnya, ada hubungannya sama plapti, bu ut ini sering keliru antara saya, plapti dan sari. katanya mirip. oke, dari sini bisa kita simpulkan, saya mirip dengan ima, dengan plapti dan dengan sari. oh well...muka pasaran.

kemudian ketika saya mulai sibuk peneltitian di lab, saya sering bertemu dengan bu ut, dan beliau sering bertanya "wes rampung durung peneltitianmu?wes TA1?" pokoknya tiap ketemu pasti nanya itu. sampai suatu hari beliau bertanya dan jawaban saya masih sama, "belum, bu." kali ini beliau bilang "yo alon alon tapi digarap ya, anakku kae yo podo, rung rampung."

lamaaaaa setelah itu saya ketemu lagi dengan beliau di jurusan, "lho kowe ki ngopo ning kene?wes lulus ta?" saya jawab "belum bu. ini mau ngurus ujian ujian.". beliau bilang "lho anakku wes lulus lho, sing tak padak-padakke ben kowe semangat, kok kowe malah rung rampung, ayo gek ndang."

nah pokoknya sekali lagi saya bilang, tiap ketemu bu ut selalu nyemangatin saya, pernah pas ketemu di jalan (sering banget ketemu ya) beliau nanya lagi "kurang opo sih?" saya jawab "ujian bu." dan beliau bercerita, "iyo wes ndang yo. sek aku tak meh cerito anakku, sing aku cerito wingi. dia lulus ki itungane telat tinimbang kanca-kancane, tapi ya Gusti Allah memang maha adil, ndilalah gampang dapat kerjanya, langsung keterima. sekarang dia sudah kerja di jakarta, tapi karena bagian yang musti bolak balik jakarta-jogja ya riwa riwi, itupun riwa riwi numpak pesawat dibayari, kadang uang saku nya juga lumayan. wes semoga kalian (saya dan teman saya) lulus keri ora popo semoga kerjaan lancar. sukses. amiiin.." :)

jadi, kenapa tiap ketemu bu ut ini saya selalu ingat plapti, karena bu ut juga pernah cerita bahwa beliau punya rumah di temanggung dekat rumahnya plapti. si plapti juga pernah cerita, kalau dia terharu bu ut masih ingat sama dia. kemarin pagi pas ketemu bu ut, dari jauh beliau bilang "iku ndak Dani?(saya jawab 'iya bu') ora Dan, aku ora meh takon meneh. wes tak dongakke wae yo." hahahahaha saya ketawa keras banget pas itu padahal di kantor jurusan. hahaha. bu ut, i love you bu. :). habis itu saya sms plapti, si plapti nya bingung, saya juga bingung mau jelasin gimana, teman saya yang ada sangkut pautnya sama bu ut ya cuma plapti, ima dan sari. si sari mah kemana-mana sama saya, jadi ya diceritain secara langsung, si ima lagi hamil jarang sms'an,  yawes sasaran sms ya plapti. tapinya dia bingung, aku juga bingung. nah kira-kira sepanjang inilah nanti kalo diceritain ke plapti kenapa kalo ketemu bu ut saya ingat plapti.

selamat pagi...

^_^


#memiliki orang-orang yang begitu mendukung dan mendoakan kita adalah anugerah. :)

#alhamdulillahirrobil'alamin...