Wednesday, August 14, 2013

Selamanya Indonesia...

Sudah pada tahu kan bakal ada tayangan di kompas tv yang berjudul "100 hari keliling Indonesia", saya suka teasernya. Lagunya enak banget.



Nah iseng search siapa penyanyinya, ternyata yang nyanyi Twenty First Night, judul lagunya Selamanya Indonesia. Nih videonya dari youtube juga. 

 

Terus jadi terharu...hahaha

istirahat terus kapan smsane

Istirahat terus kapan smsane? Tiap pergi "hati-hati",sudah sampai "istirahat".
Pergi terus, istirahat terus, kapan smsane?

Nek pacaran kui ora gur smsan. Telpon-telpon mbarang. 

Telpon-telponan terus kapan ketemune.

Wong pacaran kui ora kudu ketemu. Sing penting saling mendoakan.

Berdoa terus kapan nikahe. Hahaha.

Karepmu cuuuk...

Friday, August 09, 2013

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H, 
maapkeun segala ucap dan sikap saya yang tidak berkenan di hati ya..... 
semoga masih dipertemukan dengan Idul Fitri tahun depan. 
amiiiin.

Tuesday, August 06, 2013

(A)Semeru

Oyeee malam ini saya mau ngobrolin 5cm the movie. Pas banget bulan agustus. hehehe. Dapat film ini dari teman, dia bilang ini kado karena sudah ujian skripsi.  

Kalau lihat retweetan Donny sih banyak yang suka film ini ya, bahkan ada yang nonton beberapa kali di bioskop, jaman masih in di bioskop. Saya mungkin terpengaruh komentar teman saya, yang katanya ekting pemain film ini nggak terlalu bagus. 

Saya mencoba menikmati film ini, awalnya memang nampak biasa saja ektingnya. Ya standar lah. Tapi memang lama-lama nggak bagus. hehehe. Nggak greget gitu. Menurut saya lho ini.

Apalagi banyak sekali adegan yang di novel nya nggak cocok. Maap yaa, tapi saya khatam novel ini beberapa kali. Dan nonton film ini jadi berasa salah ingatan. Mbukak novelnya lagi. 

Pertama, seingat saya mereka ketemu tanggal 14 Agustus di Restoran Padang di Senen. Pas nonton filmnya, lho ndi adegan Genta makan? hehehehe.

Kedua, Juple yang pake kaos orens menyala. Si Juple ini ektingnya nggak Juple banget ya. Nggak ada gregetnya. Padahal saya suka si Juple ini. di filmnya ngg nggak adaaaa.

Ketiga, si Riani yang pakai celana kargo hijau tentara dengan sendal jepit, rambut dikuncir. Cantik dan cuek. Alaaaah di filmnya nggak kaya gitu tuh dan yang sempat jadi kontroversi di kalangan para pendaki, itu cewek-cewek 5cm naik gunung kok pake skinny jeans. wewww......Saya masih bingung sebenernya sama skinny jins ini kalo dipakai naik gunung,nggak boleh ya. Tapi saya sempat nemu foto cewek di Mahameru pakai rok pendek kembang-kembang dan dia bilang "ini buat yang pada ribut naik gunung pakai skinny jins." hahaha. Nggak ngerti, kemarin sih saya naik Merbabu pakai jins juga dianggap salah, karena harusnya pakai celana longgar, supaya nggak cepat capek. 

Keempat, si Dinda yang pakai celana pendek kargo hitam dan sandal jepit. Sama kaya si Riani tadi yaa....pasti deh mereka lebih cakep kalo sesuai novelnya. huhuhu. Meskipun dari pemerannya saja sudah ndak matching sama bayangan saya selama ini.

Kelima, posisi duduknya merekaaaaaa di kereta. Hoi...yang jejer Dinda kan seharusnya abangnya, bukan Jupleeeeee. Ih gemes.

Keenam, waktu Juple ngajak Dinda ke gerbong yang jendelanya tak berkaca. Si Dinda ini di bagian ini nggak keliatan cantik. Kan pas dia ngeluarin kepala dari jendela harusnya ikatan rambutnya di lepas, lha di filmnya nggak diikat. hahaha.

Skip carteran angkotnya bolehlah yaa supaya film tidak terlalu panjang. Tapi pas di jip nya di novel kan bareng-bareng sama pendaki lain tapi ini kok enggak. Ternyata ada maksud lain, yaitu supaya Dinda nggak kenalan sama Deniek. Di novel, mereka satu jip sama Deniek yang nantinya jadi suaminya Dinda. Tapi di akhir film akhirnya Genta yang naksir Dinda. *nggak asik banget* *tipikal sinetron dan ftv Indonesia* hahaha.

Ketujuh, waktu Arial kedinginan. Seingat saya Arial dipinjami jaket Ian dan Juple, dan memang demikian adanya di novelnya setelah saya buka lagi. hahahaha. Tapi memang Juple di film tidak seceking Juple di imajinasi saya.

Kedelapan, waktu naik Mahameru dan batu-batu berjatuhan. Cerita di novel, si Dinda dan Ian pingsan. Ian sih udah bener dia pingsan. Tapi Dinda ini sempat duduk bangun lho. Saya bingung jadinya, tadi udah duduk kok terus dia pingsan.

Upacaranya aneh, kesannya memang dibikin mereka berenam sebagai spot utama. Padahal di novel tidak demikian.

Terus...engngngng...yang keberapa ya...halah nggak usah dihitung. Berikutnya ketika Genta mengungkapkan perasaannya ke Riani, saya membayangkan ketika Genta berbicara adalah potongan-potongan kejadian saat dia jatuh cinta pada Riani, disela-sela gambar langit malam itu. Huwooooo mesti apik wes. hahah. Dan bagaimana ketika Riani juga mengungkapkan siapa  sebenarnya yang dia cintai, bagaimana Juple mendengar percakapan itu dan ungkapan cinta Riani, bagaimana Dinda juga dengar dan mendekap erat abangnya. Saya nggak dapat semua itu di filmnya.

Ah sudahlah, terlalu tinggi ekspektasi saya terhadap film ini, karena saya suka sekali dengan novelnya. Dan sungguh kecewa dengan film yang disajikan. satu-satunya yang bagus dari film ini cuma Semerunya. Mahameru nya. Tapi itupun tidak terlalu wow pemandangan yang disajikan, karena saya percaya, Semeru lebih indah dari itu.

Eh ada yang kelewat, Secret Garden di film ini nggak bagus. Nggak Secret ya nampaknya. Kebanyakan lampu dan ada bantal-bantal itu yang ganggu banget, hahahaha.

Maap yaaa untuk yang suka film 5cm ini. Saya terlalu bayak komentar kecewa. hehehehe.

Iya memang, film yang diadaptasi dari novel memang nggak akan sedetil isi novel. Tapi kecewa boleh kan? Menurut saya, novel ini harusnya dibikin beberapa sesi. Kalau kata teman saya film ini harusnya bukan cuma 1,5 jam, tapi delapan jam. huahuahua. 

Eh Dinda yang diperankan Pevita Pearce katanya cantik dan sebagai titik menarik utama nonton film ini, terutama adegan G-string nya, itu kata teman saya yang lain. Menurut saya sih adegan itu nggak cocok buat Pevita Pearce. Dia kurang hot. *eh* astaghfirulloh. *nyengir*

Iseng google tentang film ini ada yang sudah nulis tentang kejanggalan-kejanggalan film ini. Si Mas itu nulis poin pentingnya sih, tiga poin. Poin pertama, waktu Ian ngejar kereta. hahaha. Iya, saya lupa nulis itu. Aneh banget kan, karena di novelnya mereka kumpul di Resto Padang, dan misal pun dipaksakan ketemu di peron mbok ya adegan lari-larinya dibikin rasional, dia masuk gerbong manapun juga nanti pasti ketemu kan. heheh. Begitu menurut si Mas itu. Iya sih memang logikanya demikian. Poin kedua waktu gerombolan mereka meminta air, dan langsung diberi sebotol air, logikanya seharusnya mereka nanya dulu, sumber mata iar terdekat dimana, begitu tulis si Mas. hahahaha. Yang ini juga bener. Poin ketiga, waktu mereka upacara di Mahameru, seperti yang juga saya sebutkan tadi, mereka seolah sebagai spot utama. hohohoo.

Udah ah....

huhuu...

Besok kamis sudah lebaran, Mohon Maaf Lahir Batin yaa....mas Donny. hehehehe


Sunday, August 04, 2013

Ndak asik

Beberapa bulan ini Indosat nggak asik blas. :( Masa aktif pulsa sudah tidak jor-joran seperti dulu. Sekarang pulsa 25ribu hanya memiliki masa aktif 1bulan. Dulu pulsa 10ribu bisa setahun masa aktifnya, karena setiap beli pulsa, dengan otomatis akan menambah masa aktif. Jadi, dulu pulsa saya selalu habis sebelum masa aktif habis. 

*oh jadi sebenarnya yang ndak asik itu bukan hanya Indosat-nya*

Lalu apa?

*Partner telpon atau sms mu*

Hahahaha...ish...

*Dulu pulsa selalu habis kan?bahkan sebelum masa aktif habis, sehingga membuatmu selalu membeli pulsa dan menambah waktu masa aktif lebih lama. Sekarang tidak begitu kan?*

Iya memang, tapi dulu juga karena ketentuan di Indosat tidak mematok masa aktif seperti sekarang. *sigh*

*Terus, sekarang mau gimana?Protes sama Indosat?Emangnya bisa?

Yo jelas ndak bisa. hahaha. 

Lembur yang menyenangkan pada akhirnya

Alhamdulillah...ujian skripsi sudah dijalani. Hahahaha. *ngekek tok* Ujian macam apapun itu. Tapi bersyukur, nggak terlalu nervous, sudah pasrahlah itu, yang penting dapat masukan dan wawasan. Semoga revisi yang bejibun itu segera kelar dan lancar jaya. Hai Mr.Brain *ketuk kepala*, lets melembur lagi. :D

Jumat memang berkah. Ujian proposal februari 22, 2013. Dan ujian skripsi agustus 2, 2013. Sama-sama hari jumat dan ada angka dua nya. Itu bukan kebetulan, mungkin memang semacam asesoris dari Tuhan bahwa, yes angka dan hari yang berkah untuk sebuah ujian. Ikhlas, pasrah dan legowo.

Tugas selanjutnya revisi-revisi. Cemamaaaaad. \(^o^)/

Wednesday, July 31, 2013

Si Pewarnamerah

Siapa sebenarnya si Pewarnamerah ini?
Dia menelusup masuk ke dalam pagiku. Pagi yang terus terang saja..aneh.
Awalnya ketika aku masuk ke dalam rumah, kulihat ada beberapa lelaki yang merombak kamarku. Mereka akan menginap. Setelah kulihat lebih cermat, mereka adalah kerabat yang datang dari Jakarta. Adik bungsunya akan melamar seorang perempuan, gadis Sragen. Aku marah, karena sepengetahuanku, ibu sudah menjelaskan bahwa rumah ini terlalu sempit untuk keluarga besar mereka. Aku pergi. 

Di pelataran rumah kulihat anak-anak kecil memegang gulungan kertas yang mereka selipkan di antara jari telunjuk dan jari tengah, sesekali mereka menghisapnya, seolah itu adalah rokok. Astaghfirullah, padahal ada ibunya dan ibunya tampak biasa saja, malah sepertinya ibunya membiarkan. Ku sapa ibu itu, "Bu, kok anaknya diajarin merokok sih. Iya memang itu bukan rokok, tapi tetap saja itu tahap awal mengenalkan mereka kepada rokok." Ibu itu menjawab dengan tersenyum (atau bahkan mungkin tertawa) "Merokok nggak papa yang penting pintar baca abata." Gila, pikirku. Huh, aku tak mau ambil pusing.

Sampai di lapangan sepak bola depan rumahku, kulihat banyak tenda di sekeliling lapangan. Ada satu tenda berisi banyak sekali kambing. Kambing-kambing itu sepertinya masih muda. Hei, ini acara Idul Kurban, tapi kenapa yang disembelih kambing yang muda?bukankah itu tidak boleh. Ah entahlah, tiba-tiba ada seekor kambing yang meloncat dari kandangnya. Dia lari, dan teman-temannya juga, mulai membuat kekacauan dan keluar dari kandang masing-masing. Wohoo..apa-apaan ini. Sepertinya ini adalah acara yang diselenggarakan pihak salah satu universitas di kotaku. Ada banyak tamu undangan juga. Para tamu undangan yang raut mukanya khawatir melihat keributan si kambing-loncat-kandang.

Kudapati diriku sudah mengendarai motor. Berkendara entah kemana, tiba-tiba tikungan menjadi sempit, kakiku bahkan hampir terlindas sebuah ban mobil sedan ketika sedang berhenti menunggu antrian motor di depanku. Ah crowded sekali. Dan tiba-tiba sebuah motor dari belakang berusaha menyalip,"hoei mas, jalan sempit begini kok ya srundal srundul." begitu gumamku. Dia berhasil menyelipku, aku terpaksa berhenti karena dia di depanku dan itu tepat di tikungan selanjutnya. Dia terkejut dan pandangannya linglung. Halah kenapa sih ini orang, pikirku. Aku pun berusaha maju, kulihat, jalan di depan kami tidak ada. TIDAK ADA! Ya, jalan di depan kami adalah sebuah warung makan. Apa-apaan ini. kemudian aku membuka jendela warung makan itu, jendela yang cukup besar. Aku tenteng motorku dengan satu tangan, aku masuk ke warung itu melalui jendela. Tangan kiri membuka jendela, tangan kanan menenteng motor, kakiku kuinjakkan hati-hati di atas meja, harus hati-hati karena ada banyak sekali makanan di piring-piring. Begitu aku melompat dan mendaratkan kaki di lantai, aku berteriak "Apa sih ini? Kapan bangunan ini dibangun? apa iya dalam semalam bisa bikin bangunan sebesar ini di tengah jalan. Nyari duit ya nyari duit tapi ya ndak gini caranya. Dasar rektor gendeng." Entah kenapa aku menyebut rektor, pasti warung dadakan ini ada karena hajatan kambing di lapangan tadi. cih..

Keluar dari warung ternyata warung tersebut terhubung dengan rumah bude, rumah tetangga bude mungkin. Oh iya, mas-mas yang melongo tadi ikut bersamaku, mungkin dia bingung juga. Lalu bude menyapaku, menanyakan kabar dan lain sebagainya. Setelah menjawab pertanyaan bude, mas-mas tadi bertanya pada bude dimana toilet? Aku yang menjawab di sebelah sana, mau kuantar? Dia tersenyum mengikuti ku yang sudah berjalan terlebih dahulu. Sampai jauh dari jarak dengar bude, mas-mas ini bertanya, "kamu lupa padaku ya?" 

Hah, memangnya kenal ya. Kuamati dia dengan seksama, aku benar-benar lupa, tidak mengenalnya. Kemudian dia menarik ujung kaosku dan membuka lipatannya, dia membaca. Yang aku heran yaaa, kenapa ada tulisan banyak sekali di sebelah ujung dalam kaosku. Kaos yang bertulisakan sebuah kalimat berspidol merah dan hitam, sepertinya sebuah percakapan. Intinya kaos itu diberikan padaku sebagai kado, dan sang pemberi sepertinya adalah kekasihku. Ah, aku ingat, iya itu kado dari kekasih, sebuah kaos bergambar tokoh komik Yotsuba. Mas-mas itu raut mukanya nampak kecewa, dia terduduk di hadapanku, kemudian berkata, "sudah kuduga aku terlambat, kau sudah memiliki kekasih." Aku mengernyit, siapa sebenarnya orang ini. 

Dia tahu aku tidak ingat padanya, kemudian dia mengeluarkan secarik kertas lusuh bertuliskan sebuah nama atau lebih tepatnya username, alamat email, nomor telepon dan pesan. Pesan yang berupa puisi. Dia menyuruhku membacanya, "Bacalah, supaya aku benar-benar yakin kau memang sudah tak mungkin aku miliki." Aku tidak bergeming, aku masih bingung dan sejujurnya kalimat dalam kertas itu isinya adalah pernyataan cinta. Apa iya dia sedang berusaha menyatakan cintanya padaku? atau dia sedang mengujiku dan memintaku menyatakan cinta padanya? Lalu bagaimana nanti kekasihku jika ia tahu aku membaca kalimat seperti itu dihadapan seseorang lelaki yang sepertinya sedang berusaha mengambil hatiku.

Aku tetap diam, dengan berusaha mengumpulkan serpihan-serpihan ingatan tentang apa yang terjadi sebenarnya. Sekelebat-sekelebat ingatan mulai hadir, dia sepertinya adalah seseorang yang ku kenal di dunia maya, kami sering bercerita dan dia pernah mengatakan akan menemuiku, tapi itu sudah lama sekali. Aku benar-benar lupa.

Dia tersenyum lembut sekali, senyum yang sedikit perih, di hadapanku. Oh dia sedang patah hati. Aku tak percaya, aku mulai mengingat dia yang dulu begitu akrab denganku melalui ketikan huruf keyboard. Berusaha menguasai kekagetanku, aku menutupkan tangan keseparuh wajahku dan memandangnya, aku benar-benar tak percaya aku bertemu dengannya. Tiba-tiba dia memajukan wajahnya dan mencium tangan yang menutupi wajahku. Matanya beradu pandang dengan mataku. Hei...kenapa aku diam saja. Ada rasa dag dig dug dan marah. Tapi kenapa aku diam saja, hei ada apa denganku....

Lambat kelamaan kehadirannya di depanku menjadi buram. Dia tetap tersenyum lembut dan getir. Lalu ada suara di sekelilingku, "ini bukan alam nyata, bangunlah..."

Aku terbangun di kamarku, sendiri dan tidak ada yang berubah, hari masih pagi, dan mimpi ini terlalu aneh. Siapa mas dengan username si Pewarnamerah itu.
Jatuh cinta padamu itu sesimpel ketika kau mencegahku pulang cepat dan memintaku tinggal sedikit lebih lama untuk berbuka bersama.
Jatuh cinta padamu itu sesimpel cubitan-cubitanmu di pipiku kemudian berseru "ih mukanya berminyak"
Jatuh cinta padamu itu sesimpel obrolan kecil kita tapi mata masing-masing dari kita tidak lepas dari layar laptop.

Jatuh cinta padamu itu simpel..
Dan candu...

Hei, kau fasih berbicara dengan bapak-bapak kan?

Seringlah nanti ngobrol dengan bapakku..
Bertemanlah dengan beliau...

Jadilah menantunya...


Saturday, July 27, 2013

Al-Fatihah

-aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk
-dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha penyayang
1. Segala puji bagi Allah Rabb seru sekalian alam
2. Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
3. Yang menguasai hari pembalasan
4. Hanya kepada-Mu lah Kami beribadah dan hanya kepada-Mu lah Kami meminta pertolongan
5. Tunjukilah Kami jalan yang lurus
6. Yaitu jalannya orang-orang yang Engkau berikan nikmat atas mereka
7. Bukan jalannya orang-orang yang dimurkai dan bukan pula jalan orang-orang yang tersesat

Thursday, July 25, 2013

Saya ingat saya jatuh cinta

Saya ingat, pernah suatu hari sebelum berangkat ke laboratorium untuk penelitian, saya mengeluh di akun fesbuk saya. Saya lupa bagaimana kalimat persisnya, yang pasti saya nampak lelah dan ingin berhenti sejenak. Dan yang saya ingat adalah sebuah pesan yang datang begitu saya tiba di kampus. Sebuah pesan yang membuat saya terharu dan mbrambang.

Maka bertahanlah secara kreatif, janganlah merunduk,
kalaupun merunduk, janganlah terlalu terbenam,
kalaupun terbenam, janganlah terlalu lama,
jikapun terbenam, semoga kita meninggalkan kebaikan atas sesuatu
Cherio!!
Barusan saya tahu itu adalah kalimat dari Muhidin M Dahlan. Tapi sepertinya kalimat terakhir ditambahi sendiri. Ah toh pesan itu sudah cukup menenangkan hati yang mengeluh. huhuhu.
Ya. Akun fesbuk saya dulu penuh dengan keluhan (sekarang juga sih, hehe, tapi tidak senggilani dulu).
Dan tiap saya mengeluh yang seolah dunia akan berakhir hanya karena penelitian yang tak kunjung berhasil, selalu di ponsel saya hadir sebuah pesan yang menyemangati.

Bukan karena hari ini indah, kita menjadi bahagia
tapi karena kita bahagia, maka hari ini menjadi indah.
Bukan karena tidak ada rintangan, kita menjadi optimis,
tapi karena kita optimis, maka rintangan menjadi tidak terasa.
Bukan karena mudah, kita menjadi yakin bisa,
tapi karena kita yakin bisa, maka semuanya menjadi mudah.
Bukan karena semuanya baik, kita menjadi tersenyum
tapi karena kita tersenyum, maka semuanya menjadi baik
Selalu ada semangat untukmu. 

Saya jatuh cinta.....

^_^

Tentang marah dan mengendalikannya

"memang aku yang salah, tapi setiap kali menegur dia selalu menggunakan bahasa yang tidak menyenangkan."
Begitu isi sms yang teman kirimkan pagi ini. Hmmm...saya menjawabnya dengan "Mungkin karena hanya yang tidak menyenangkan itu yang dia tahu. Maklumilah."

Saya menjawab demikian seolah saya juga berkata pada diri sendiri.

Jika orang menegur secara terus menerus menggunakan cara yang tidak menyenangkan ya mungkin karena dia tidak tahu bagaimana menegur dengan cara yang lebih lembut. Jreng..jreng..

Jika dia pernah menegur dengan lembut lalu suatu saat dia menegur dengan kasar, mungkin dia sedang banyak pikiran. Dimaafkan saja.

Kita harus pandai-pandai membaca ya dan memaafkan ya.

Ah iya kemarin saya mencari tahu, ayat AlQuran tentang marah.
“(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imran – 134)
Nabi Muhammad SAW pernah bersabda
“Bukanlah orang kuat (yang sebenarnya) dengan (selalu mengalahkan lawannya dalam) pergulatan (perkelahian), tetapi tidak lain orang kuat (yang sebenarnya) adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah" (HR.al-Bukhari dan Muslim)
“Barangsiapa yang menahan kemarahannya padahal dia mampu untuk melampiaskannya maka Allah Ta’ala akan memanggilnya (membanggakannya) pada hari kiamat di hadapan semua manusia sampai (kemudian) Allah membiarkannya memilih bidadari bermata jeli yang disukainya”(HR Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad, dinyatakan hasan oleh imam at-Tirmidzi dan syaikh al-Albani.)
Dan Rasulullah SAW memberi petunjuk bagaimana cara mengatasi marah jika tanda-tanda marah sudah mulai muncul, diantaranya:

  1. Berlindung kepada Allah SWT dari godaan setan. Dari Sulaiman bin Shurad beliau berkata: “(Ketika) aku sedang duduk bersama Rasulullah SAW, ada dua orang laki-laki yang sedang (bertengkar dan) saling mencela, salah seorang dari keduanya telah memerah wajahnya dan mengembang urat lehernya. Maka Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya aku mengetahui satu kalimat yang seandainya dia mengucapkannya maka niscaya akan hilang kemarahan yang dirasakannya. Seandainya dia mengatakan: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk”, maka akan hilang kemarahan yang dirasakannya”(HSR al-Bukhari dan Muslim). 
  2. Diam. Dari ‘Abdullah bin ‘Abbas RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah seorang dari kalian marah maka hendaknya dia diam”(HR Ahmad dan al-Bukhari, dinyatakan shahih dengan penguatnya oleh syaikh al-Albani).
  3. Duduk atau berbaring. Dari Abu Dzar al-Gifari bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah seorang dari kalian marah dalam keadaan berdiri maka hendaknya dia duduk, kalau kemarahannya belum hilang maka hendaknya dia berbaring”(HR Abu Dawud, Ahmaddan Ibnu Hibban, dinyatakan shahih oleh imam Ibnu Hibban dan syaikh al-Albani.) 
Jadi, jika ada yang menegur dengan ucapan yang tidak menyenangkan, jangan buru-buru tersinggung, jangan buru-buru marah. :)

Well, saya jadi ingat, mas kalau marah bisa diam sampai dua tiga hari, dia sedang mengatasi supaya tidak marah dan berkata kasar pada saya. Eeh saya kadang malah tambah nyolot dengan mengatakan 'diam tidak menyelesaikan masalah'. *sungguh saya memang terlalu* hehehe.

Apalagi ini bulan puasa yaa, jadi baik-baik mengendalikan marah nya.

Wassalam.. :)

::Hadis dan tentang menahan marah di atas saya dapat dari artikel ini.::

Wednesday, July 24, 2013

Kepincut Superguy





Dia begitu bahagia bersama teman-teman dan kegiatannya...

Superguy....

sensitip

Kamu yang ceplas ceplos dan saya yang sensitip.

Saya yang ceplas ceplos dan kamu yang sensitip.

Kamu dan saya berjodoh, itu sungguh kuasa Gusti Pangeran.

Ngapunten atas kesensitipan saya pagi ini...

Tuesday, July 23, 2013

*pukpuk* selasa

Memangnya aku masih boleh protes? No!

Mengharapkan percakapan pagi yang menyenangkan kini sangat sulit.
Atau mungkin aku yang berharap terlalu tinggi untuk sebuah kata menyenangkan.
Mungkin aku yang kurang bersyukur untuk sebuah percakapan yang sudah cukup baik.

Oooh...ampuni aku Yaa Gusti...
Aku...hambamu yang tidak bersyukur..

Monday, July 22, 2013

Iya ada yang berubah dari diri saya. Dari excited menjadi sedikit kecewa. Kenapa kecewa? Karena memiliki harapan yang terlalu tinggi. Iya, saya berubah. Dan itu salah saya.

Friday, July 12, 2013

Teguran dan provokasi yang pas.

Tuhan menegur dengan cara yang luar biasa. Selamat pagi jumat berkah...
Ya, sekali lagi Tuhan menegur saya. Dengan cara yang nampol luar biasa. Berkali-kali saya mencari pembenaran dalam diri saya pun akhirnya hanya berujung pada, oyeee saya yang salah.

Ya sudah, bismillah, mungkin ini pertanda komunikasi harus diperbaiki, Tuhan mengingatkan saya. Alhamdulillah. Semoga jalan memperbaiki juga terbuka.

Ndilalah juga di halaman news feed fesbuk ada yang mengatakan bahwa
Adalah hal yang sangat baik adanya jika seseorang mau berubah jadi lebih baik. Tetapi, beberapa perubahan memang membutuhkan proses dan provokasi yang pas.

Menghargai setiap proses manusia yang sedang bertumbuh akan lebih memungkinkan ia berubah menjadi semakin baik dan hebat dari hari kehari :)

Berproses itu hukum alam, maka ia itu ALAMIAH :)
Siapapun yang menentang kebenaran alamiah ini akan menghantam tembok kekecewaan yang mendalam dan stres yang sebenarnya tak perlu.
Menggarisbawahi  kalimat Proses dan provokasi yang pas.  Yang pas atau dipaspaskan lebih tepatnya. Harus dipaspaskan. :) Provokasi bisa dari dalam diri atau menggali dari yang orang lain tunjukkan. Misalnya, saya sedang dalam proses menyelesaikan tugas akhir, sebelumnya saya acuh tak acuh karena merasa bahwa masih banyak waktu, sekarang tinggal satu bulan, harus selesai, harus. 

Provokasi dari dalam diri saya adalah, kalau ndak mau berjuang keras, saya akan DO, dan itu tentu akan mengecewakan orang tua saya, dan tentu diri saya sendiri. 

Provokasi dari luar adalah pertanyaan-pertanyaan dan perhatian yang ditunjukkan orang sekitar. Teman, sahabat, orang tua, saudara, semua selalu memberi semangat dengan caranya masing-masing. Tidak selalu dengan cara kalimat yang positif tapi juga sindiran dan guyonan yang nyelekit, tapi ya itu tadi harus dipaspaskan, harus ada mindset bahwa mereka menyemangati bukan sedang menyakiti, mereka hanya menunjukkan perhatian. Meskipun nyelekit tapi diri kita sendiri yang harus ngepaske bahwa itu wujud menyemangati yang mereka bisa. Ndak bisa kita meminta mereka untuk menyemangati sesuai dengan keinginan kita. Itu perhatian mereka, itu cara mereka.

Intinya, provokasi yang pas bisa dari diri sendiri maupun orang lain, kadang yang nyelekit itu memang musti dipaspaske dewe, dengan berpikir positif.

Jumat berkah...semoga memberkahi setiap langkah kita.

Amin.

Wednesday, July 10, 2013

Pacar

Memangnya definisi pacar itu yang bagaimana?

Kenapa kau mencecarku dengan pertanyaan siapa pacarku.

Itu bukan urusanmu!

Monday, July 08, 2013

What?!

Bangun dengan perasaan

itu cuk tenan...

Sunday, July 07, 2013

Ikan Laut, Musisi Jalanan feat Gigi


coba, coba kau buka sepatumu, 
lekas, lekas kau buka bajumu, 
cepat, cepat larilah padaku, 
mari, mari berenang denganku..

lihat, lihat perahu layar laju, 
burung, burung putih terbang jauh, 
buih laut seindah bunga melati, 
bagai tempat mandi bidadari..

gelombang beriring, 
angin laut membelai seakan merayu, 
gemercik dan bening, 
ikan laut pun menari di bawah lenganku..

hari, hari seindah lukisan, 
bagai pohon bertunas impian, 
jangan, janganlah kita lepaskan, 
buruk kenangan dalam lukisan..

janganlah kau ragu.. 
menyelamlah lalu berpelukan denganku.. 
tiada yang tahu, ikan laut pun pasti lari karena malu..

cepat, cepat larilah padaku,
mari, marilah kita bercumbu,
telah lama ku rindukan slalu,
bermesraan dalam laut biru...

Terbayang pantai dan lautnya, duh rindu.... ^_^






























"Superguy bersama Anggreknya" dan percakapan ilusi.

Sepertinya besok jika kita bertemu, aku harus berani mengeluarkan kamera (pinjaman) ku.

Untuk apa?

Untuk memotretmu. Siapa tahu kau pergi-pergi jauh lagi. Kan bisa aku cetak foto itu sesuai ukuranmu, ku pajang di kamar. Jadi, biarpun jauh dan rindu, aku bisa mengatakannya langsung pada (foto) mu.

Hahahaha. Kau kan bisa bertanya padaku kapan dan kemana aku akan pergi. Kau pun tetap bisa mengatakan rindu padaku, seperti biasanya.

Aku tak ingin banyak bertanya padamu, karena pertanyaan itu tak akan habis. Jika aku bertanya kemana kau pergi, akan ada pertanyaan lain seperti kapan, berapa lama, dengan siapa, apa saja kegiatanmu, tidur dimana, dan lain sebagainya.

Aku pasti akan menjawabnya.

Benar?

Benar.

Menjawab tanpa marah? tanpa merasa terbebani?

Aku coba. :) Ah aku tidak pernah merasa terbebani olehmu sayang. Justru aku senang menjawab pertanyaanmu.

Hmmm....tapi tetap aku tidak akan bilang rindu padamu. Yang itu aku takut nanti kau merasa tidak nyaman. 

Ah tidak, aku suka kok. Hanya memang aku tidak bisa menjawab rindu mu dengan rindu juga, bukannya tidak rindu, tentu rindu, tapi yaaa aku hanya tidak bisa mengungkapkannya secara langsung padamu.

Kau tidak merasa terbebani?

Tentu tidak. Hanya merasa bahwa aku belum punya cukup banyak waktu untukmu, maaf yah. :)

Nah itu yang kumaksudkan. Aku tidak mau kau merasa demikian. Aku baik-baik saja selama kau pergi untuk mewujudkan mimpi-mimpimu, mewujudkan karya-karyamu.

:) terima kasih ya...Jadi, tetap mau foto-foto aku kalau nanti kita ketemu?

Iya dong, soalnya kau selalu pergi ke tempat-tempat minim sinyal.  Tetap aku tak bisa menghubungimu kan. :)

Tapi cetak foto sebesar aku, mahal lho. 

Yaa digambar kan bisa.

Ah palingan gambarmu itu ndak seganteng aslinya. 


Lho tapi semua orang pasti tahu itu gambarmu. Berarti gambarku mirip aslinya. :p


Hahahaha. Lucu. Apa judulnya?

"Superguy bersama Anggreknya". Kau tahu itu anggrek apa saja yang ada di samping mu?

Apa?

Yang sebelah kirimu adalah anggrek merpati (Dendrobium crumenatum) yang sebelah kananmu anggrek besar yang kau temukan di Gunung Ungaran, Bulbophylum lobii.

Kenapa dua jenis anggrek itu yang kau sertakan dalam gambarmu?

Anggrek merpati adalah anggrek pertama yang aku tahu karenamu.  Bunga putih kecil-kecil yang sejak kecil kulihat ada di pohon mangga depan rumahku, tapi baru aku tahu itu jenis anggrek setelah kau mulai menekuni dunia anggrek terutama anggrek hutan. Sedangkan yang satunya adalah anggrek yang membuatmu bercerita lagi. Aku masih ingat ekspresimu ketika menceritakan betapa senangnya kau bertemu anggrek hutan yang besar. Selama ini anggrek hutan yang kau temui adalah yang berukuran kecil. Cantik pula. Senangmu itu sama seperti ekspresimu ketika bercerita tentang burung Julang Emas saat pengamatan di Gunung Ungaran. Itu kebahagiaan tersendiri untukku. Kau bercerita. :) Jadi yaa dua jenis anggrek itu yang ku gambar di sisi mu. 

Hmmm.... :) Bawa kamera juga ya, hahahaha.

Iya itu doa semoga kau segera bisa membeli kamera impianmu, tanpa harus menumpuk hutang-hutang. Amin. :)

Amiiiin... :)

Besok Jumat, inshaallah aku ujian. Doakan ya. 

Wawawa...iya, semoga lancar ya, presentasinya lancar dan bisa menjawab dengan baik. Amiiiin. Semangat ya.  :D

Amin..amin..amin..Ya Rabbal'alamin. :)

Monday, July 01, 2013

Cahaya Ramadan #Nidji

Senyumku ini senyum cahaya
Cahaya dari jiwa yang senang
Tak ada yang kau tak bisa
Di dunia ini kita terlahir untuk menang
Sebarkan semangat ini dengan ikhlas dan tulus
Kita menang kita sinari dunia

Kemenangan Ramadan, kemenangan semua
Yang ikhlas berjuang demi cinta
Sebarkanlah cahaya kemenangan Ramadhan
Menangku denganmu segarkan dunia

Mainkan nadamu, bakar semangat
Kalahkan egomu, sebarkan cintamu
Hidupkan lebih indah, nyalakan senyummu
Bersihkan hatimu, kita menang kita sinari dunia

Saya suka nonton iklan, suka mendengarkan iklan. Terutama iklan yang bagus. hehehe. Nah tiga paragraf di atas adalah lirik jingle iklan coca cola, yang dinyanyikan oleh Nidji. Belum liat video nya, beluuuuum, hanya sering mendengarnya. :) Dan langsung jatuh cinta. ah... :)

Saya sudah punya lho lagunya, bisa di download di sini
Caranya kamu harus posting pesan kebaikan ramadan terlebih dahulu dengan klik panel "klik dan sebarkan pesanmu" kemudian tulis pesan kebaikanmu dalam 73 karakter, atau kalau masih bingung mau nulis apa, bisa juga tinggal pilih pesan yang ada di halaman itu. Nah kalau sudah, tinggal kirim, pilih via facebook atau twitter atau email. Baru deh nanti bisa download jingle Cahaya Ramadan yang dinyanyikan Nidji.

Kemenangan Ramadan, kemenangan semua...

Marhaban yaa Ramadan...
\(^_^)/

Saturday, June 29, 2013

Hutan dan Jalanan

Karena posisi yang sungguh krikkrik, bapak-bapak di depan yang nggak mau geser dan karena bus yang tetiba belok tidak melewati jalan yang seharusnya, membuat saya harus ah geser dengan tidak elit. Tapi cuek lah, bukan salah saya. hohoho. Harusnya bapak yang nggak mau minggir tadi saya tubruk aja ya. Tapi nanti fidodido ku lecet dan dia bapak-bapak, hehe, nggak mau ah.

Selama di perjalanan jadi ingat, mas lagi di hutan dan aku di jalanan. hehehe. Mas di hutan dan aku di perkotaan. uwo..uwooo..ah bisa jadi lagu.

Hehehe. Malam minggu nih. Terus kenapa? Deuh galak. Sensitip. Pasti mo bahas acara malam minggu kan. Basi. Hahahaha. Ih Selow...Mau ingat-ingat tentang hutan saja. Bagaimana? :) *senyum manis*

Jika beberapa tahun lalu kamu nggak minjemin dia novel 5cm dan dia belum sempat ngembaliin ketika pamit ke Jambi.
Jika beberapa tahun lalu, yang dia kunjungi bukan Jambi.
Jika beberapa tahun lalu, hutan yang dia jelajahi bukan hutan metropolitan.
Apa iya ada rindu yang tetiba menulusup?
Apa iya ada perasaan dirindukan?
Apa iya ada janji bertemu dan berkisah kopi?

Dulu karena saya tahu dia penjelajah maka iseng saya menawarkan novel 5cm. Novel yang bercerita tentang persahabatan 5 anak manusia, yang makin erat ketika mereka mendaki Gunung Semeru. Yang hingga beberapa bulan belum dia kembalikan bahkan ketika keberangkatannya ke Jambi. Dia menjadi volunteer di sebuah hutan sekunder, memasang kamera trap untuk harimau, ah entah, banyak detail cerita yang saya lupa. Setibanya di hutan dia terkejut karena camp yang dia tinggali lebih mirip kampung dari pada hutan dan lebih mirip kota metropolitan karena sinyal telepon lancar, pun ada internet. :)

Dia sering menghubungi, sms bahkan telepon, bercerita dan berbagi. Menyenangkan. Hingga dia harus masuk hutan yang sebenarnya, without signal and internet. Pun ketika itu saya bertolak ke Yogya, cuma sehari sih, tapi sebelum berangkat saya sempat mengirim sms, nggak terkirim pastinya. :)

Tak berkabar seminggu. Ada rindu menelusup. Entah dengan keberanian apa saya mengiriminya pesan, "aku kok kangen mas ya." Detik berikutnya saya merasa malu dan merasa bodoh. Hahaahaha. Aish..kenapa pula saya kirim pesan macam itu. :) Yah untungnya semua itu bersambut baik darinya. Hari-hari kepulangannya ku tunggu.

Ada rasa canggung, malu dan tersipu, ketika kami bertemu kembali. Saya berusaha untuk stay cool, padahal derap langkahnya dan suaranya menyapa teman-teman sudah saya dengar dari kejauhan, dan membuat dag dig dug tak karuan. Dia datang dengan rambut keriwilnya yang mengembang dan lebih panjang dari terakhir saya melihat tertutup topi bergambar gajah. Dia tersenyum. Dia memberi oleh-oleh kopi, kopi sidikalang.

Semakin dekat semakin sering bersapa. Kehadirannya sering kucari, diam-diam. Sekadar melihatnya dari kejauhan atau melihatnya lewat sejenak, sudah cukup membuat hati ini senang. Senyum-senyum. 

Pernah sekali saya melihat matanya menatap ke arah saya, degup jantung berdetak lebih cepat dan tentu saya tersipu malu ke-GR-an. hahahaha. Apa yang dia pikirkan saat itu ya. :)

Entah apa yang terjadi jika saat itu dia tidak berpamitan akan ke Jambi.
Entah bagaimana kami kini jika kangen itu tak pernah saya ucapkan.

Tapi saya bersyukur, semua berjalan seperti ini. :)
Semoga kami selalu menjadi yang terbaik.
Dia baik untuk saya, saya pun baik untuknya.

Amin.

hehehe. Kangen ya. Iya, kangen.

^_^

Wednesday, June 26, 2013

Cantik, Setahun Kemarin... #terKahitna

Cantik...ingin rasa hati berbisik untuk melepas keresahan dirimuCantik...bukan ku ingin mengganggumu, tapi apa arti merindu..selalu...Walau mentari terbit di utara, hatiku hanya untukmu...Ada hati yang termanis dan penuh cinta, tentu saja kan kubalas seisi jiwaTiada lagi, tiada lagi yang ganggu kitaIni kesungguhan, sungguh aku sayang kamuCantik...bukan kuingin mengganggumu, tapi apa arti merindu..selalu...

Berrasaaa dininaboboin...nggak jadi ngerjain lah ini..hehehe

Di ujung jalan itu setahun kemarin, ku teringat, ku menunggumu bidadari belahan jiwakuEntah berapa lama satu jam menanti, kutermenung...Kencan pertama hilang tak bertepi di angankuMelangkah pergi, berteman sepi, terbayang teduh matamuSayang, walau bulan tak bercahaya, cintaku selalu dalam jiwa, di lubuk hati terdalamSayang, jika memang kau sungguh sayang, diriku takkan berpaling lagi, ku peluk selamanya

Berkhayal teduh matamuuuuu...duh ingat mata cokelat nan memabukkan itu...ekekekek..


*Menggelundung dari Gede-Pangrango*

Monday, June 24, 2013

Kopi Lopi

saya?
saya bukan pecinta kopi.
karena takut nanti jadi posesif, kemudian bosan dan bubar.
saya hanya sesekali minum kopi, hampir tiap hari.
kadang dua hingga tiga cangkir, kadang tidak sama sekali.
kadang bersama gorengan, kadang sendirian.
kadang tubruk, sekali waktu espreso.

saya?
saya suka kopi
aromanya
rasanya
dan efek setelah meminumnya

ngopi sesuai mood saya

tapi nanti saya akan punya kebun kopi
warung kopi
lablitbang tanaman kopi

:) amin

#toyor

Sunday, June 23, 2013

Cint. ah sudahlah

cinta itu 
tentang berapa lama

semakin lama 
semakin cinta?

iya
atau
semakin lama
semakin pudar

duh
apa?
pedih

(masih tentang) rindu

rindu itu bukan 
tentang jarak seberapa jauh
tapi
jarak seberapa lama

belum lama 
ya belum rindu

sejauh apapun terpisah

definisi rindu 
menurutmu


Apa warna hujan? #dialog

apa sebenarnya warna hujan itu?
ya tergantung suasana hatimu.

maksudnya?
nah menurutmu apa warna gunung?

biru. ungu. kadang hijau. kadang cokelat. kadang putih. kadang merah.
kapan biru?kapan ungu?kapan hijau?kapan cokelat? kapan putih? kapan merah?

yaa tergantung suasana hati.
nah itu tahu jawabnya. hujan bisa berwarna apa saja, tergantung suasana hatimu. 

hmmm....
kenapa?mau gambar hujan?kau belum pernah menggambar hujan kan.

iya, lebih tepatnya mewarnai. aku ingin mewarnai bunga di kanvas itu dengan hujan.
sudah kau putuskan akan kau warnai apa?

ehmh...mungkin biru. atau abu.
sudah kau beli cat nya?

belum. sedang kupikirkan.
kau kesepian?sedang merindu?kenapa tetiba ingin meletakkan hujan di sana?

iya aku kesepian. sangat. merindu, mungkin. entahlah...
yah semoga besok gunungmu berwarna hijau cerah...mungkin dengan demikian kau akan merubah rencana warna hujan sendumu menjadi kuning.

atau pink. yahahahahaha...
baguslah...tertawa adalah langkah pertama untuk tidak merasa sepi. dan pink katanya langkah pertama untuk bahagia (jatuh cinta)

apa iya jatuh itu bahagia?
jangan mempertanyakan hal yang bisa membuatmu sakit perut karena tertawa. tertawa sampai sakit perut itu tidak baik. tertawa yang berlebihan. tuhan tidak suka hal yang berlebihan.

kenapa malam ini kau cerewet sekali.
karena sudah lama kau tidak bertanya padaku, sudah lama kau tidak bercerita dan sudah lama kau tidak melongok kepadaku. lagipula bukankah kau yang pertama mengajakku berbicara?aku kan hanya menjawab pertanyaanmu.

ya..ya..yahhhh...
dan juga ini edisi syariah.

kau lucu.
selalu...

besok puasa ya.
iya.

hmmm...
.......


Saturday, June 22, 2013

bulan

bulan sedang indah indahnya malam ini
tetapi membahas bulan bukan hal tepat
seperti sedang membicarakan
bom waktu
detiknya berjalan cepat
kemudian BUMMM!
meluluhlantak.

Thursday, June 20, 2013

Dipilih, akibatnya nanti banyak manfaatnya ataukah mudharatnya.. #dialog #imajiner

Ada hal-hal yang memang seharusnya saya tahu, serapih apapun manusia lain menyembunyikannya dari saya, Tuhan akan menunjukkan. Namun, adakalanya Tuhan sengaja ingin saya memilih untuk tahu atau tidak, ya tinggal dilihat info itu ada manfaatnya atau justru bawa mudharat.
Yaaa...akhir-akhir ini saya dalam edisi syariah sepertinya. hehehe.

Disaat diri ini tenggelam dalam jurnal jurnal yang memualkan dan bikin sedikit enggak waras, datang sebuah cerita. Cerita yang sekejap membuat semangat saya kendur. Cerita yang sebenarnya sudah sering saya dengar, cerita yang bikin capek setengah hidup setengah mati. Dan kondisi tubuh saya mati-matian meregulasi emosi. Bukan semata emosi marah, tapi emosi campur aduk, antara jengkel eneg dan muak, tapi juga ada perasaan terima kasih sebegitunya perhatian kepada saya. :)

Tentang apa sih? tentang beberapa orang yang membicarakan saya dibelakang, tentu jika berurusan dengan belakang tentu bukan dalam intonasi yang baik.

Well...bermula dari sebuah komentar di akun fesbuk, yang FYI aja komentar tidak nyambung dengan status yang saya buat. Itu saja sudah bikin saya eneg. Kemudian isi komentar yang bikin ndak nyaman, yaitu tentang saya yang dibicarakan dengan nada tidak menyenangkan. Duh langsung semangat yang bangun dengan mata semrepet jadi buyar. Ada apa dengan orang-orang ini. :)

Eh btw setelah ada komentar itu, statusnya langsung saya hapus dan akun saya deaktifkan.

Ada dua pihak yang sedang saya maksudkan. Satu pihak adalah yang berkomentar di status saya tersebut, pihak kedua yaitu yang dimaksudkan pihak satu.

Intinya pihak pertama tidak suka dengan isi pembicaraan pihak kedua. Pihak kedua ini terdiri dari beberapa orang, saya kenal mereka. Pihak pertama merasa saya tidak pantas diperlakukan demikian. :) Saya berterimakasih untuk itu, pihak pertama ini perhatian sekali pada saya. 

Pihak kedua juga perhatian lho, secara mereka sepertinya membahas saya mendetail. *piye ora perhatian jal nek mereka ngerti saya sampai detil begitu? :)* Saya ndak tahu bagaimana detilnya pembicaraan pihak kedua ini, karena sungguh saya tidak ingin mendengar. :)

Semangat dan motivasi saya untuk maju sekarang ini belum cukup tangguh, masih tersengal dan masih butuh dikuatkan. Dan saya ingin menguatkan diri saya dengan hal yang positif. Belum cukup kuat iman saya untuk mendengar hal-hal negatif. :) 

Jadi saya akan menjaga jarak, memilah milih apa-apa yang perlu saya dengar.

Cerita tentang pihak kedua yang bla..bla..bla..sudah sering saya dengar. Bukan salah mereka jika pada akhirnya mereka berpikir buruk tentang saya, toh mungkin selama ini yang mereka lihat tentang saya adalah yang buruk, yang saya perlihatkan mungkin yang buruk, jadi ya bukan salah mereka. Yang ingin saya lakukan sekarang adalah memperbaiki diri. Menjadi sesuatu yang berarti. Menunjukkan bahwa saya sedang berusaha menjadi baik. Itu saja.

Jika saya mendengar lagi detail pebicaraan mereka maka mungkin saya akan menjadi tidak suka lagi kepada mereka, dan tentu itu akan mempengaruhi proses saya menjadi baik, proses saya memperbaiki diri. Ada kenyataan yang memang harus kita tahu, sepandai apapun manusia lain menyembunyikannya dari kita, Tuhan yang akan menunjukkan, namun adakalanya kita harus pandai membaca apakah Tuhan sedang menunjukkan pada kita atau meminta kita untuk memilih. Memilih untuk tahu atau tidak tahu. Saya tahu dampaknya jika saya terus mendengarkan apa yang pihak pertama bicarakan maka saya akan menjadi tidak bersemangat dan bahkan akan membenci, maka saya memilih untuk tidak lagi mendengarkan. Pun ketika akhirnya dia beberkan semuanya tanpa menghormati keputusan saya, saya berada pada kesadaran bahwa saya tak  perlu membenci. Namun, karena saya paham betul iman ini masih cethek, maka saya tutup segala akses untuk mendengarkan hal-hal yang berkonotasi negatif. NO! Saya tidak ingin dengar apapun tentang mereka pihak kedua, saya sedang dalam tempo tertatih berproses menjadi baik. Daripada akhirnya kebobolan, maka saya cukupkan. 

Yang ngerti kapasitas diri ya diri sendiri, jangan sok menjadi superior jika akhirnya tidak. :)

Salam super...hahaha..

Tuesday, June 18, 2013

Mabuk tafsir #dialog #imajiner

Koyone bener jebule keblinger #mabukTafsir
Yap, ketika tafsiran sesuatu hal dibenar-benarkan menurut pandangan pribadi. 

Di twitter sering saya sering nemu "ngebir yuk." 
Di drama korea saya sering nemu adegan minum-minum soju/arak beras.
Di drama jepang ada sake.
Di fil holiwud, jangan ditanya lah.
Minuman keras udah kaya air mineral, begitu haus minumnya soju, sedih minum arak, senang mabok-mabokan.

Kenapa membahas ini? well yeah...saya pun jika sedang merasa "eneg" mulut nyerocosnya "ngebir yooo...ngewine yooo..." hahaha. *tapi nek ono barange tetep ra wani* 

Ada partner in crime saya untuk guyonan semacam ini, dan dia pun kadar pengetahuan tentang minum-minuman kaya gitu mudeng banget. wkwkwk. Semudeng dia paham kopi. Dia juga kalau sedang jengah pasti sms nya nggak jauh dari mabok.

Kami punya tafsir asal-asalan yang kadang terdengar serius, dulunya sering banget diungkapin di hadapan teman-teman, tapi begitu tahu nggak semua orang bisa dibecandain kaya gitu, becandaan itu cuma buat kami berdua saja, ya minimal kalau lagi kumpul sama yang taraf becandanya seiman lah. Takut keblusuk beneran mereka. Becanda tentang larangan mengonsumsi makanan/minuman yang memabukkan. Seringnya kami becandain "Lho berarti nek ora mabuk, ora haram. ngincipi sitik ora popo." hahaha. 
Pernah ada yang percaya dong dan mengimani sepenuh hati. ekekekek. *menyesatkan* Padahal yang diharamkan itu adalah zatnya. Kalimat memang mudah sekali diutak-atik supaya terlihat memiliki makna lain, supaya makna lain itu membuat yang salah terlihat benar. *ati-ati lho mblangsak* Becandaan itu pernah saya ungkapin ke mas-mas yang lucu, pintar dan charming tapi soal syariah mah saya nggak berani becandain dia lagi, ketika itu dia akan memotong makanan menggunakan pisau, nah pisau itu baru saja digunakan untuk membuka kemasan alkohol 96%, si mas ngebersihin bener-bener itu pisau, saya becandain kaya gitu dia mukanya lempeng aja jawab "bukan masalah sedikit banyak nya, atau bikin mabok nggaknya, yang haram itu zatnya." Maksudnya mau banyak sedikit kalau kemakan ya tetep aja haram. hehehe. 

Jadi yaa kalau ditanya apa saya pernah ngincipi beer/bir? Jawabnya tidak pernah. Kalau rootbeer sih udah pernah, tapi itu kan nggak beralkohol. *kayaknya* hahaha. Enggak ding, memang tidak beralkohol kok, root beer ini sejenis minuman bersoda. Tapi ya kalau disuruh minum lagi pikir-pikir, karena di kemasannya nggak ada label halal.

Nah ngomongin minuman beralkohol ini, ada satu namanya brem cair. Tahu brem kan? Makanan khas Madiun dan Bali itu lho. Saya baru tahu ternyata ada yang cair, katanya sih ini minuman sehat, dan menghangatkan. *yaiyalah kan beralkohol* Dulu saya pernah dengar tentang arak bali, pertanyaan saya adalah sama kah brem cair dan arak bali ini? Kemudian saya gugling, ternyata beda. Bahan dasar pembuatannya beda dan asal daerahnya juga beda. Arak bali dari Bali, seperti namanya, sedangkan brem cair dari Nusa Tenggara, ya meskipun sekarang di Bali juga ada dan mungkin di daerah lain. Arak mengandung alkohol, itu sudah pasti. Brem tidak mengandung alkohol, tapiiiiiiiii brem cair mengandung alkohol karena ada proses fermentasi yang menyebabkan terproduksinya alkohol, sama seperti air tape. Intinya seperti itu. :)

Ngobrolin brem cair ini bersama partner in crime saya, sebenarnya tadinya saya percaya-nggak percaya brem cair itu haram atau tidak. Kalau brem cair haram apa brem juga haram. Itu pikiran sebelum saya diskusi dan gugling sana-sini. Teman saya bilang sama seperti hasil guglingan saya. Oh yowes berarti apa yang saya infokan kepada orang lain ndak salah, apa yang saya ingatkan kepada orang lain benar. Iya saya dihadapkan pada kenyataan teman muslim minum brem cair. hahaha. Agak bingung gimana bilangnya, takut tersinggung, takut bikin malu, takut jadinya bikin jarak. (saya ini payah dalam berkomunikasi dan bersosialisasi.)

Balik ke obrolan dengan teman, dia bilang dia paham konsep air tape, tape, brem dan brem cair ini sejak dia di SMA, guru biologinya yang ngajarin. Ceritanya pernah ada ustad yang mengharamkan tape karena difermentasi, tapi sang guru bilang tape nggak haram, tapi air tape yang haram, karena mengandung alkohol. Jadi kalau sengaja difermentasikan lama supaya ada air tapenya, lha itu haram. :) Nah inti dari percakapan saya dan teman berdasarkan cerita gurunya adalah makanan/minuman yang haram adalah makanan yang dibuat dari bahan baku yang diharamkan, melewati proses yang haram, dan menghasilkan zat yang haram. :) Brem cair bahan bakunya sari ketan, halal, namun melewati proses yang dapat menghasilkan alkohol yang haram, jadinya haram. :)

Semoga yang saya pahami ini benar ya. Yah kalau masih ragu antara halal dan haram, misalnya ada pihak yang mengatakan bahwa itu haram dan pihak lain bilang halal, baiknya dihindari untuk mengkonsumsi, bukankah yang meragukan itu hukumnya mendekati haram, maka sebaiknya dihindari saja. :)

Ada juga yang bilang alkohol itu bisa untuk obat, baik untuk kesehatan. Duh yang baik untuk kesehatan dan halal saja ada banyak kok, kenapa nggak konsumsi yang halal saja. :) Halal itu baik dan sehat. :)

Obat batuk yang pernah bahkan beberapa kali saya konsumsi ternyata tiap sendoknya (5ml) mengandung ethanol 10%. hahaha. Padahal seingat saya beer yang dijual di indomaret aja paling pol 7-9% kandungan alkohol nya. Sejak itu saya pilih-pilih kalau beli obat batuk sirup (nggak suka obat tablet), pilihyang tidak mengandung alkohol. Ya memang kalau untuk obat boleh, tapi sebaiknya, sekali lagi, dihindari. Tuhan menciptakan bumi yang luas dengan segala makhluk ciptaan dan pasti setiap ciptaanNya itu memiliki manfaat, pasti ada yang berfungsi sebagai obat (yang halal). Apalagi Tuhan menciptakan penyakit itu sepasang dengan penawarnya. :) 


Jadi, selalu hati-hati dalam menafsirkan kalimat, apalagi firman Tuhan. Kalau nggak benar dalam menafsirkan memang mblusukke.

Waaa sudah dini hari...hoahmm....

^^

Sunday, June 16, 2013

Ganteng dan Passion

Sebuah pertanyaan tiba-tiba nangkring di inbox.
Survey, diantara 1. Jejaka ganteng pemalas, 2. Duda rajin dan kecukupan, manakah yang akan kalian pilih?
Saya ini tipikal orang yang jaga imej, jadi setiap ada pertanyaan yang mengharuskan saya untuk memilih, saya pasti berpikiran bahwa oh orang ini pasti mau menilai saya, dari jawaban yang saya utarakan. hahahaha. Pede bangettt *toyor*. Sebelum saya menjawab pertanyaan tersebut, terlebih dahulu memastikan itu duda cerai atau duda ditinggal meninggal, hehehe. Saya jawab poin kedua lah. Duda tapi rajin dan kecukupan. heuheuheu... Itu jawaban untuk survey lho yaa, kenyataannya tetep saya milih Mas yang ganteng (dialem dewe).

Ini survey biasa saja jadi kepada pesurvey saya tidak mengungkapkan bahwa defini ganteng menurut saya adalah dari apa yang terpancar di wajah pria. Jadi, menurut saya, lelaki malas itu nggak ganteng. Tentu dengan definisi malas yang berkonotasi negatif, malas bekerja, malas berkarya, bahkan untuk memiliki cita-cita pun malas. Sudah pasti lelaki seperti itu nggak ada ganteng-gantengnya.

Nah balik ke definisi ganteng, untuk saya, lelaki ganteng adalah lelaki yang punya passion, punya mimpi, punya cita-cita. Itu semacam inner beauty. Pasti terpancar di wajahnya. Lelaki ganteng sama lelaki cakep itu beda, menurut saya. Ganteng seperti definisi saya tadi, sedang cakep itu physically, fisiknya cakep. Ganteng itu menarik, nggak ngebosenin, nah kalau cakep itu ya udah cakep aja, cakep dari sononya.

hahahahaha........ini kalau dijelasin panjang bener yaaaa....

Dan kenapa tetiba pertanyaan semacam itu nangkring di hidupku sore ini?

Well....sejujurnya ini bikin saya mikir. Mikir. Saya selalu menganggap Mas ganteng, terutama jika kembali dari hutan. Atau ketika membicarakan hal-hal yang dia sukai, atau hal-hal yang ingin dia wujudkan.

ketika dia birdwatching di Merapi
Dan sore ini saya jadi flashback, bagaimana dia, sorot matanya, senyumnya, kegiatan-kegiatannya, ketika bersama teman-temannya. Yes, dia ganteng. Dan beberapa bulan ini saya mengurangi kadar kegantengannya, atau lebih jelasnya mengurangi kadar kegantengannya ketika sedang bersama saya.

Sungguh saya tidak tahu diri. hahaha.

Saya merasa saya membatasi geraknya. Hanya karena dia terlalu sibuk, dan menjadi sedikit berubah, saya menunjukkan ketidaksukaan yang bertolak belakang dengan sikap saya dulu. huhuhu. Egosistem saya. Iya egosistem yang perlu disiangi.

Jadi, begitulah tuhan mengurai ruwet yang ada dalam diri saya. Lewat sebuah pertanyaan yang membuat saya berdiskusi dan melihat lebih luas. jreng..jreeeng...

Ah...selamat sore, semoga masih ada waktu untuk memperbaiki keadaan.

:)

::gambar dicrop semena-mena dari halaman fesbuk-nya::

Saturday, June 15, 2013

Pelaku Sebenarnya #drama #misteri #imajinasi

Jangan-jangan rumah depan itu adalah drama misteri, yang di akhir cerita kita nggak nyangka siapa pelaku sebenarnya, yang sebenarnya semua melas itu adalah pencitraan.




Sepasang suami-istri tua tinggal di rumah itu. Kebiasaan mereka hampir tiap hari adalah bertengkar, tidak sampai lempar-lempar alat rumah tangga, hanya adu mulut. Tapi pernah juga si istri menyiram air panas kepada suami. Kulit kepala hingga pundak dan punggung menderita luka bakar.

Setiap hari mereka adu mulut, selalu dari hal kecil yang seringnya ditanyakan sang istri, ditanggapi berlebihan oleh suami. Kadang si istri mengungkapkan hal-hal mistis yang diluar nalar suami, hingga sang suami menganggapnya gila, syirik dan berulang kali suami itu menggumamkan asma tuhannya.

Setiap hari saya mendengar apa saja yang mereka seterukan. Kadang jengah, kadang ikut misuh, kenapaaaa di usia senja mereka, tidak bisa damai. Saya dengar, karena mereka selalu berseteru dengan nada tinggi. Suami itu menggumam jika berkata, tapi gumaman yang tidak bisa disebut menggumam, karena apa yang dia ucapkan terdengar jelas di rumah saya.

Si istri selalu mistis. Iya, dia selalu beranggapan bahwa apa yang terjadi di rumahnya disebabkan oleh hal-hal yang gaib. Misalnya, di lantai rumahnya selalu ada gundukan kecil tanah dan pasir, yang sebenarnya itu disebabkan oleh semut. Pernah juga di tiang rumahnya berlubang, padahal karena rayap, tapi dia selalu merasa bahwa apa yang terjadi itu adalah pertanda bahwa dia sedang "dikirimi" sesuatu oleh orang lain, dikirimi hal gaib yang mungkin mengancam nyawanya. Bahkan ketika ada seekor bunglon lewat depan rumahnya, dia beranggapan bahwa bunglon itu yang mencuri uangnya, iya, hari berikutnya ia mengaku uang dan surat-surat berharganya hilang. Ia beranggapan bunglon itu yang mengambil. Lucu ya. Mungkin di pikirannya itu adalah bunglon jadi-jadian, atau siluman bunglon. *jreng..jreeeng..* Saya pikir, si istri ini sudah pikun dan lupa di mana ia meletakkan uang serta menyimpan surat-surat berharganya itu.

Suatu malam, saya mendengar ada suara pintu digebrak, seperti seseorang sedang berusaha membuka pintu yang terkunci, agak jiper juga ya saya secara semua orang sudah tidur dan itu sudah larut malam. Saya takut itu maling. Begitu terdengar suara tetangga saya bercakap-cakap di luar, saya akhirnya berani melangkah ke luar rumah, tapiiiiiii sebelum sampai buka pintu, terdengar percakapan si istri dengan tetangga samping rumah, katanya ada sesosok setan mengenakan caping dan bersarung yang keluar dari rumahnya. Menurutnya yang menggebrak pintu rumahnya adalah setan itu. Hawa mistis meresap. Begitu si istri masuk rumahnya, saya buka pintu dan bertanya pada tetangga saya, berusaha mengonfirmasi apa yang tadi saya dengar, tapi kata tetangga tersebut pintu rumah itu terkunci dari luar. Oh tidak, kekepoan saya tidak terjawab. 
Beberapa minggu kemudian saya bertanya kepada anak si tetangga apakah dia mendengar percakapan si istri itu dengan bapaknya atau tidak, anak tetangga bilang iya dan membenarkan dia mendenngar apa yang saya dengar. Baiklah...si istri ini mungkin agak gangguan kesadarannya. Mungkin dia tidak bisa membedakan mana yang cerita dalam televisi atau kenyataan. Dia ini hobi sekali nonton televisi dengan volume suara yang keras, mungkin saat itu dia sedang menonton sinetron Kian Santang, dan ada pendekar yang mengenakan caping serta bersarung yang keluar dari sebuah rumah, mungkin itulah yang dia lihat antara dia tidur dan sadar ketika menonton. Apa yang dia lihat adalah ilusi. Lalu suara pintu yang saya dengar itu disebabkan oleh apa? Saya tidak dalam keadaan mengantuk, bahkan saat itu saya sedang dalam niat akan mengerjakan tugas. Dan akan membuat kopi.

Cerita-cerita aneh dan menjengkelkan dari rumah depan belum selesai. 

Si istri selalu menanyakan dan menuduh suami melakukan hal-hal mistis. Seperti menyembunyikan segepok kunci yang selalu dibawa si istri kemana-mana, atau meletakkan kotoran di laintai. Dan istri ini gemar sekali menyimpan air cucian beras selama berhari-hari yang kemudian air itu dia gunakan untuk mencuci tangan dan kaki atau membasuh muka, terkadang untuk mengepel lantai juga. Air beras itu setiap pagi dia ciprat-cipratkan di sekitaran rumah. Oh iya FYI aja, bau air itu kaya air comberan, bau busuk. Nggak percaya?coba saja, simpan air cucian beras selama berhari-hari.

Dulu pernah si istri menyebar garam ke sekitar rumah. Katanya untuk mengusir setan. Kenapa nggak sekalian menyebar kacang yah. Duh pasti si istri ini sering membaca komik Jepang, atau menonton film horor Jepang. Nah garam yang dia sebar bukan garam meja, tapi garam kasar, yang jika semakin siang, mereka akan mencair dan pastinya mengotori sekitaran rumah. Bapak selalu marah-marah jika si istri itu mulai menyebar garam dan bapak juga yang membersihkan. Sekitaran rumah pasangan itu sudah pasti juga sekitaran rumah saya, karena rumah kami berhimpitan, bahkan dindingnya menempel satu sama lain.

Nah jika si istri mulai bertanya si suami selalu menjawab berlebihan. Seolah merasa dituduh. Seolah merasa dipojokkan. Padahal ya istri hanya bertanya. Itu saja. Dulu awal-awal saya kembali ke rumah, saya selalu memihak pada si suami ini, karena memang dia selalu nampak dituduh dan dipojokkan selalu jadi korban kemistisan si istri. Namun kini semakin sering saya melihat dan mendengar mereka bertengkar, saya pikir suami itu memang berlebihan, ketika istri bertanya dengan nada normal, suami menjawab dengan nada jengkel dan marah, dan menjawab tidak seperti yang ditanyakan, tidak pernah menjawab dengan singkat dan nada normal. Selalu!

Pagi ini saya berpikir si suami ini berakting seoalh dia korban ketidakwarasan istrinya. Padahal mungkin si suami ini lah yang tidak waras. Mungkin di dalam rumahnya dia selalu bertingkah mistis, sejak dulu dan hanya istrinya yang tahu. Apa yang diketahui istrinya itu menjadi sebuah ketakutan tersendiri bagi istri, sehingga membuatnya parno dan selalu ketakutan, hingga akhirnya dia tidak sadar dia telah melakukan apa yang dilakukan suaminya selama ini, secara terang-terangan. Suami mungkin bertingkah mistis hanya di rumah, para tetangga tak ada yang tahu, sedangkan istri hingga ke luar rumah pun dilakukannya sehingga tetangga berpikiran dia tidak waras dan mengada-ada. Suami mulai bertingkah secara ternag-terangan bahwa dia korban, nada bicara ditinggikan supaya semua orang dengar dia dituduh mistis dan lain sebagainya.

Skenario yang luar biasa, seperti drama-drama di film misteri.

Itu hanya imajinasi saya. Pagi ini....

Selamat pagiiiii.....

Thursday, June 13, 2013

Egosistem yang perlu diperbaiki

"diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui" QS.1:216

sakdurunge kadung benci maka diblokir saja, sakdurunge kadung kepo maka diakhiri saja
::perang melawan egosistem::

Dikarenakan ada beberapa gelintir orang yang menjadi obyek kekepoan saya, maka hari ini orang-orang tersebut saya blokir dari halaman fesbuk saya. Belum berteman, nggak kenal juga, jadi ya nggak ada ewuh pekewuh lah.

Kenapa saya kepo dengan orang-orang ini? karena mereka adalah mantra-mantra yang membuat saya tak berkutik. 

Saya memang parah untuk urusan egosistem ini.

Upaya pengendalian bukan tidak pernah, selalu saya coba, terkadang berhasil, terkadang gagal total. Kali ini gagal. Sedih, marah, jengkel, sudah pasti. Seolah semua proses itu berputar setiap bulannya, kaya PMS, mungkin pengaruh itu juga, ah tapi ini masih tanggal 13 kok. Jadi kali ini sepertinya bukan. Ini murni weakness. 

Ketika lingkungan yang tidak saya kenal mulai merubah seseorang yang dekat menjadi sedikit berbeda. Saya tahu itu proses, saya tahu ini akan membaik, saya tahu semua akan baik-baik saja jika saya bisa berpikir jernih. Mengurai segala ketakutan-ketakutan. Nah blokir memblokir itu mungkin salah satu upaya pengendalian diri. Seharusnya memang mulai mengenal lingkungan asing itu, tapi baiknya memang saya perbaiki dulu apa yang rusak di sini, dalam diri saya, egosistem ini.

Pada dasarnya tulisan kali adalah keluhan. Memahami egosistem diri sendiri memang ndak mudah, apalagi pengendaliannya. Tapi sulit bukan berarti tidak bisa. Yang penting harus mau dulu. Saya mau, saya ingin dan saya butuh. Pertama ya blokir memblokir itu, semoga dengan minimumnya saya melihat "kehadiran" mereka membuat saya bisa jadi sedikit lupa. Semoga suatu saat saya "kangen" kepada mereka dan meng-unblock mereka. Harus. 

Supaya berkah yang dia rasakan juga bisa saya rasakan. 

Mungkin sebenarnya saya begitu ingin mengenal mereka sehingga saya cemburu. Tapi mungkin memang ini belum waktunya. Akan ada waktunya nanti, setelah egosistem yang ruwet ini terurai jernih. 

Seperti ayat di atas, Tuhan tahu apa yang terbaik untuk umatNya. Tuhan tahu, dan saya tidak tahu. Maka sebelum ketidaksukaan ini menjadi benci, baiknya saya jaga jarak, membatasi "pandangan" dan "pendengaran". Sejenak. Sejenak saja.


Sunday, June 02, 2013

The Co-trainer

yeaaah...sedang merindu tapi separuh tak ingin bertemu. :)


Judul foto ini adalah The Co-Trainer.
Kalau ndak salah pas mas ngewangi temannya birdbranding di Jogja. Detilnya lupa, tapi pas itu ada acara birdbranding dan mereka kekurangan personil untuk ngajari teman-teman komunitas pecinta burung pasang penanda di kaki burung. Apa fungsi penanda itu? kapan-kapan deh saya ceritain. heuheuheu.

Saya posting ini cuma karena kangen sama mas co-trainer. hehehe. Dia ini nggak suka difoto katanya, tapi hampir semua foto dirinya saya suka. ekekek.