bulan sedang indah indahnya malam ini
tetapi membahas bulan bukan hal tepat
seperti sedang membicarakan
bom waktu
detiknya berjalan cepat
kemudian BUMMM!
meluluhlantak.
Saturday, June 22, 2013
Thursday, June 20, 2013
Dipilih, akibatnya nanti banyak manfaatnya ataukah mudharatnya.. #dialog #imajiner
Ada hal-hal yang memang seharusnya saya tahu, serapih apapun manusia lain menyembunyikannya dari saya, Tuhan akan menunjukkan. Namun, adakalanya Tuhan sengaja ingin saya memilih untuk tahu atau tidak, ya tinggal dilihat info itu ada manfaatnya atau justru bawa mudharat.
Yaaa...akhir-akhir ini saya dalam edisi syariah sepertinya. hehehe.
Disaat diri ini tenggelam dalam jurnal jurnal yang memualkan dan bikin sedikit enggak waras, datang sebuah cerita. Cerita yang sekejap membuat semangat saya kendur. Cerita yang sebenarnya sudah sering saya dengar, cerita yang bikin capek setengah hidup setengah mati. Dan kondisi tubuh saya mati-matian meregulasi emosi. Bukan semata emosi marah, tapi emosi campur aduk, antara jengkel eneg dan muak, tapi juga ada perasaan terima kasih sebegitunya perhatian kepada saya. :)
Tentang apa sih? tentang beberapa orang yang membicarakan saya dibelakang, tentu jika berurusan dengan belakang tentu bukan dalam intonasi yang baik.
Well...bermula dari sebuah komentar di akun fesbuk, yang FYI aja komentar tidak nyambung dengan status yang saya buat. Itu saja sudah bikin saya eneg. Kemudian isi komentar yang bikin ndak nyaman, yaitu tentang saya yang dibicarakan dengan nada tidak menyenangkan. Duh langsung semangat yang bangun dengan mata semrepet jadi buyar. Ada apa dengan orang-orang ini. :)
Eh btw setelah ada komentar itu, statusnya langsung saya hapus dan akun saya deaktifkan.
Ada dua pihak yang sedang saya maksudkan. Satu pihak adalah yang berkomentar di status saya tersebut, pihak kedua yaitu yang dimaksudkan pihak satu.
Intinya pihak pertama tidak suka dengan isi pembicaraan pihak kedua. Pihak kedua ini terdiri dari beberapa orang, saya kenal mereka. Pihak pertama merasa saya tidak pantas diperlakukan demikian. :) Saya berterimakasih untuk itu, pihak pertama ini perhatian sekali pada saya.
Pihak kedua juga perhatian lho, secara mereka sepertinya membahas saya mendetail. *piye ora perhatian jal nek mereka ngerti saya sampai detil begitu? :)* Saya ndak tahu bagaimana detilnya pembicaraan pihak kedua ini, karena sungguh saya tidak ingin mendengar. :)
Semangat dan motivasi saya untuk maju sekarang ini belum cukup tangguh, masih tersengal dan masih butuh dikuatkan. Dan saya ingin menguatkan diri saya dengan hal yang positif. Belum cukup kuat iman saya untuk mendengar hal-hal negatif. :)
Jadi saya akan menjaga jarak, memilah milih apa-apa yang perlu saya dengar.
Cerita tentang pihak kedua yang bla..bla..bla..sudah sering saya dengar. Bukan salah mereka jika pada akhirnya mereka berpikir buruk tentang saya, toh mungkin selama ini yang mereka lihat tentang saya adalah yang buruk, yang saya perlihatkan mungkin yang buruk, jadi ya bukan salah mereka. Yang ingin saya lakukan sekarang adalah memperbaiki diri. Menjadi sesuatu yang berarti. Menunjukkan bahwa saya sedang berusaha menjadi baik. Itu saja.
Jika saya mendengar lagi detail pebicaraan mereka maka mungkin saya akan menjadi tidak suka lagi kepada mereka, dan tentu itu akan mempengaruhi proses saya menjadi baik, proses saya memperbaiki diri. Ada kenyataan yang memang harus kita tahu, sepandai apapun manusia lain menyembunyikannya dari kita, Tuhan yang akan menunjukkan, namun adakalanya kita harus pandai membaca apakah Tuhan sedang menunjukkan pada kita atau meminta kita untuk memilih. Memilih untuk tahu atau tidak tahu. Saya tahu dampaknya jika saya terus mendengarkan apa yang pihak pertama bicarakan maka saya akan menjadi tidak bersemangat dan bahkan akan membenci, maka saya memilih untuk tidak lagi mendengarkan. Pun ketika akhirnya dia beberkan semuanya tanpa menghormati keputusan saya, saya berada pada kesadaran bahwa saya tak perlu membenci. Namun, karena saya paham betul iman ini masih cethek, maka saya tutup segala akses untuk mendengarkan hal-hal yang berkonotasi negatif. NO! Saya tidak ingin dengar apapun tentang mereka pihak kedua, saya sedang dalam tempo tertatih berproses menjadi baik. Daripada akhirnya kebobolan, maka saya cukupkan.
Yang ngerti kapasitas diri ya diri sendiri, jangan sok menjadi superior jika akhirnya tidak. :)
Salam super...hahaha..
Tuesday, June 18, 2013
Mabuk tafsir #dialog #imajiner
Koyone bener jebule keblinger #mabukTafsir
Yap, ketika tafsiran sesuatu hal dibenar-benarkan menurut pandangan pribadi.
Di twitter sering saya sering nemu "ngebir yuk."
Di drama korea saya sering nemu adegan minum-minum soju/arak beras.
Di drama jepang ada sake.
Di fil holiwud, jangan ditanya lah.
Minuman keras udah kaya air mineral, begitu haus minumnya soju, sedih minum arak, senang mabok-mabokan.
Kenapa membahas ini? well yeah...saya pun jika sedang merasa "eneg" mulut nyerocosnya "ngebir yooo...ngewine yooo..." hahaha. *tapi nek ono barange tetep ra wani*
Ada partner in crime saya untuk guyonan semacam ini, dan dia pun kadar pengetahuan tentang minum-minuman kaya gitu mudeng banget. wkwkwk. Semudeng dia paham kopi. Dia juga kalau sedang jengah pasti sms nya nggak jauh dari mabok.
Kami punya tafsir asal-asalan yang kadang terdengar serius, dulunya sering banget diungkapin di hadapan teman-teman, tapi begitu tahu nggak semua orang bisa dibecandain kaya gitu, becandaan itu cuma buat kami berdua saja, ya minimal kalau lagi kumpul sama yang taraf becandanya seiman lah. Takut keblusuk beneran mereka. Becanda tentang larangan mengonsumsi makanan/minuman yang memabukkan. Seringnya kami becandain "Lho berarti nek ora mabuk, ora haram. ngincipi sitik ora popo." hahaha.
Pernah ada yang percaya dong dan mengimani sepenuh hati. ekekekek. *menyesatkan* Padahal yang diharamkan itu adalah zatnya. Kalimat memang mudah sekali diutak-atik supaya terlihat memiliki makna lain, supaya makna lain itu membuat yang salah terlihat benar. *ati-ati lho mblangsak* Becandaan itu pernah saya ungkapin ke mas-mas yang lucu, pintar dan charming tapi soal syariah mah saya nggak berani becandain dia lagi, ketika itu dia akan memotong makanan menggunakan pisau, nah pisau itu baru saja digunakan untuk membuka kemasan alkohol 96%, si mas ngebersihin bener-bener itu pisau, saya becandain kaya gitu dia mukanya lempeng aja jawab "bukan masalah sedikit banyak nya, atau bikin mabok nggaknya, yang haram itu zatnya." Maksudnya mau banyak sedikit kalau kemakan ya tetep aja haram. hehehe.
Jadi yaa kalau ditanya apa saya pernah ngincipi beer/bir? Jawabnya tidak pernah. Kalau rootbeer sih udah pernah, tapi itu kan nggak beralkohol. *kayaknya* hahaha. Enggak ding, memang tidak beralkohol kok, root beer ini sejenis minuman bersoda. Tapi ya kalau disuruh minum lagi pikir-pikir, karena di kemasannya nggak ada label halal.
Nah ngomongin minuman beralkohol ini, ada satu namanya brem cair. Tahu brem kan? Makanan khas Madiun dan Bali itu lho. Saya baru tahu ternyata ada yang cair, katanya sih ini minuman sehat, dan menghangatkan. *yaiyalah kan beralkohol* Dulu saya pernah dengar tentang arak bali, pertanyaan saya adalah sama kah brem cair dan arak bali ini? Kemudian saya gugling, ternyata beda. Bahan dasar pembuatannya beda dan asal daerahnya juga beda. Arak bali dari Bali, seperti namanya, sedangkan brem cair dari Nusa Tenggara, ya meskipun sekarang di Bali juga ada dan mungkin di daerah lain. Arak mengandung alkohol, itu sudah pasti. Brem tidak mengandung alkohol, tapiiiiiiiii brem cair mengandung alkohol karena ada proses fermentasi yang menyebabkan terproduksinya alkohol, sama seperti air tape. Intinya seperti itu. :)
Ngobrolin brem cair ini bersama partner in crime saya, sebenarnya tadinya saya percaya-nggak percaya brem cair itu haram atau tidak. Kalau brem cair haram apa brem juga haram. Itu pikiran sebelum saya diskusi dan gugling sana-sini. Teman saya bilang sama seperti hasil guglingan saya. Oh yowes berarti apa yang saya infokan kepada orang lain ndak salah, apa yang saya ingatkan kepada orang lain benar. Iya saya dihadapkan pada kenyataan teman muslim minum brem cair. hahaha. Agak bingung gimana bilangnya, takut tersinggung, takut bikin malu, takut jadinya bikin jarak. (saya ini payah dalam berkomunikasi dan bersosialisasi.)
Balik ke obrolan dengan teman, dia bilang dia paham konsep air tape, tape, brem dan brem cair ini sejak dia di SMA, guru biologinya yang ngajarin. Ceritanya pernah ada ustad yang mengharamkan tape karena difermentasi, tapi sang guru bilang tape nggak haram, tapi air tape yang haram, karena mengandung alkohol. Jadi kalau sengaja difermentasikan lama supaya ada air tapenya, lha itu haram. :) Nah inti dari percakapan saya dan teman berdasarkan cerita gurunya adalah makanan/minuman yang haram adalah makanan yang dibuat dari bahan baku yang diharamkan, melewati proses yang haram, dan menghasilkan zat yang haram. :) Brem cair bahan bakunya sari ketan, halal, namun melewati proses yang dapat menghasilkan alkohol yang haram, jadinya haram. :)
Semoga yang saya pahami ini benar ya. Yah kalau masih ragu antara halal dan haram, misalnya ada pihak yang mengatakan bahwa itu haram dan pihak lain bilang halal, baiknya dihindari untuk mengkonsumsi, bukankah yang meragukan itu hukumnya mendekati haram, maka sebaiknya dihindari saja. :)
Ada juga yang bilang alkohol itu bisa untuk obat, baik untuk kesehatan. Duh yang baik untuk kesehatan dan halal saja ada banyak kok, kenapa nggak konsumsi yang halal saja. :) Halal itu baik dan sehat. :)
Obat batuk yang pernah bahkan beberapa kali saya konsumsi ternyata tiap sendoknya (5ml) mengandung ethanol 10%. hahaha. Padahal seingat saya beer yang dijual di indomaret aja paling pol 7-9% kandungan alkohol nya. Sejak itu saya pilih-pilih kalau beli obat batuk sirup (nggak suka obat tablet), pilihyang tidak mengandung alkohol. Ya memang kalau untuk obat boleh, tapi sebaiknya, sekali lagi, dihindari. Tuhan menciptakan bumi yang luas dengan segala makhluk ciptaan dan pasti setiap ciptaanNya itu memiliki manfaat, pasti ada yang berfungsi sebagai obat (yang halal). Apalagi Tuhan menciptakan penyakit itu sepasang dengan penawarnya. :)
Jadi, selalu hati-hati dalam menafsirkan kalimat, apalagi firman Tuhan. Kalau nggak benar dalam menafsirkan memang mblusukke.
Waaa sudah dini hari...hoahmm....
^^
Sunday, June 16, 2013
Ganteng dan Passion
Sebuah pertanyaan tiba-tiba nangkring di inbox.
Ini survey biasa saja jadi kepada pesurvey saya tidak mengungkapkan bahwa defini ganteng menurut saya adalah dari apa yang terpancar di wajah pria. Jadi, menurut saya, lelaki malas itu nggak ganteng. Tentu dengan definisi malas yang berkonotasi negatif, malas bekerja, malas berkarya, bahkan untuk memiliki cita-cita pun malas. Sudah pasti lelaki seperti itu nggak ada ganteng-gantengnya.
Nah balik ke definisi ganteng, untuk saya, lelaki ganteng adalah lelaki yang punya passion, punya mimpi, punya cita-cita. Itu semacam inner beauty. Pasti terpancar di wajahnya. Lelaki ganteng sama lelaki cakep itu beda, menurut saya. Ganteng seperti definisi saya tadi, sedang cakep itu physically, fisiknya cakep. Ganteng itu menarik, nggak ngebosenin, nah kalau cakep itu ya udah cakep aja, cakep dari sononya.
hahahahaha........ini kalau dijelasin panjang bener yaaaa....
Dan kenapa tetiba pertanyaan semacam itu nangkring di hidupku sore ini?
Well....sejujurnya ini bikin saya mikir. Mikir. Saya selalu menganggap Mas ganteng, terutama jika kembali dari hutan. Atau ketika membicarakan hal-hal yang dia sukai, atau hal-hal yang ingin dia wujudkan.
Dan sore ini saya jadi flashback, bagaimana dia, sorot matanya, senyumnya, kegiatan-kegiatannya, ketika bersama teman-temannya. Yes, dia ganteng. Dan beberapa bulan ini saya mengurangi kadar kegantengannya, atau lebih jelasnya mengurangi kadar kegantengannya ketika sedang bersama saya.
Sungguh saya tidak tahu diri. hahaha.
Saya merasa saya membatasi geraknya. Hanya karena dia terlalu sibuk, dan menjadi sedikit berubah, saya menunjukkan ketidaksukaan yang bertolak belakang dengan sikap saya dulu. huhuhu. Egosistem saya. Iya egosistem yang perlu disiangi.
Jadi, begitulah tuhan mengurai ruwet yang ada dalam diri saya. Lewat sebuah pertanyaan yang membuat saya berdiskusi dan melihat lebih luas. jreng..jreeeng...
Ah...selamat sore, semoga masih ada waktu untuk memperbaiki keadaan.
:)
::gambar dicrop semena-mena dari halaman fesbuk-nya::
Survey, diantara 1. Jejaka ganteng pemalas, 2. Duda rajin dan kecukupan, manakah yang akan kalian pilih?Saya ini tipikal orang yang jaga imej, jadi setiap ada pertanyaan yang mengharuskan saya untuk memilih, saya pasti berpikiran bahwa oh orang ini pasti mau menilai saya, dari jawaban yang saya utarakan. hahahaha. Pede bangettt *toyor*. Sebelum saya menjawab pertanyaan tersebut, terlebih dahulu memastikan itu duda cerai atau duda ditinggal meninggal, hehehe. Saya jawab poin kedua lah. Duda tapi rajin dan kecukupan. heuheuheu... Itu jawaban untuk survey lho yaa, kenyataannya tetep saya milih Mas yang ganteng (dialem dewe).
Ini survey biasa saja jadi kepada pesurvey saya tidak mengungkapkan bahwa defini ganteng menurut saya adalah dari apa yang terpancar di wajah pria. Jadi, menurut saya, lelaki malas itu nggak ganteng. Tentu dengan definisi malas yang berkonotasi negatif, malas bekerja, malas berkarya, bahkan untuk memiliki cita-cita pun malas. Sudah pasti lelaki seperti itu nggak ada ganteng-gantengnya.
Nah balik ke definisi ganteng, untuk saya, lelaki ganteng adalah lelaki yang punya passion, punya mimpi, punya cita-cita. Itu semacam inner beauty. Pasti terpancar di wajahnya. Lelaki ganteng sama lelaki cakep itu beda, menurut saya. Ganteng seperti definisi saya tadi, sedang cakep itu physically, fisiknya cakep. Ganteng itu menarik, nggak ngebosenin, nah kalau cakep itu ya udah cakep aja, cakep dari sononya.
hahahahaha........ini kalau dijelasin panjang bener yaaaa....
Dan kenapa tetiba pertanyaan semacam itu nangkring di hidupku sore ini?
Well....sejujurnya ini bikin saya mikir. Mikir. Saya selalu menganggap Mas ganteng, terutama jika kembali dari hutan. Atau ketika membicarakan hal-hal yang dia sukai, atau hal-hal yang ingin dia wujudkan.
| ketika dia birdwatching di Merapi |
Sungguh saya tidak tahu diri. hahaha.
Saya merasa saya membatasi geraknya. Hanya karena dia terlalu sibuk, dan menjadi sedikit berubah, saya menunjukkan ketidaksukaan yang bertolak belakang dengan sikap saya dulu. huhuhu. Egosistem saya. Iya egosistem yang perlu disiangi.
Jadi, begitulah tuhan mengurai ruwet yang ada dalam diri saya. Lewat sebuah pertanyaan yang membuat saya berdiskusi dan melihat lebih luas. jreng..jreeeng...
Ah...selamat sore, semoga masih ada waktu untuk memperbaiki keadaan.
:)
::gambar dicrop semena-mena dari halaman fesbuk-nya::
Saturday, June 15, 2013
Pelaku Sebenarnya #drama #misteri #imajinasi
Jangan-jangan rumah depan itu adalah drama misteri, yang di akhir cerita kita nggak nyangka siapa pelaku sebenarnya, yang sebenarnya semua melas itu adalah pencitraan.
Sepasang suami-istri tua tinggal di rumah itu. Kebiasaan mereka hampir tiap hari adalah bertengkar, tidak sampai lempar-lempar alat rumah tangga, hanya adu mulut. Tapi pernah juga si istri menyiram air panas kepada suami. Kulit kepala hingga pundak dan punggung menderita luka bakar.
Setiap hari mereka adu mulut, selalu dari hal kecil yang seringnya ditanyakan sang istri, ditanggapi berlebihan oleh suami. Kadang si istri mengungkapkan hal-hal mistis yang diluar nalar suami, hingga sang suami menganggapnya gila, syirik dan berulang kali suami itu menggumamkan asma tuhannya.
Setiap hari saya mendengar apa saja yang mereka seterukan. Kadang jengah, kadang ikut misuh, kenapaaaa di usia senja mereka, tidak bisa damai. Saya dengar, karena mereka selalu berseteru dengan nada tinggi. Suami itu menggumam jika berkata, tapi gumaman yang tidak bisa disebut menggumam, karena apa yang dia ucapkan terdengar jelas di rumah saya.
Si istri selalu mistis. Iya, dia selalu beranggapan bahwa apa yang terjadi di rumahnya disebabkan oleh hal-hal yang gaib. Misalnya, di lantai rumahnya selalu ada gundukan kecil tanah dan pasir, yang sebenarnya itu disebabkan oleh semut. Pernah juga di tiang rumahnya berlubang, padahal karena rayap, tapi dia selalu merasa bahwa apa yang terjadi itu adalah pertanda bahwa dia sedang "dikirimi" sesuatu oleh orang lain, dikirimi hal gaib yang mungkin mengancam nyawanya. Bahkan ketika ada seekor bunglon lewat depan rumahnya, dia beranggapan bahwa bunglon itu yang mencuri uangnya, iya, hari berikutnya ia mengaku uang dan surat-surat berharganya hilang. Ia beranggapan bunglon itu yang mengambil. Lucu ya. Mungkin di pikirannya itu adalah bunglon jadi-jadian, atau siluman bunglon. *jreng..jreeeng..* Saya pikir, si istri ini sudah pikun dan lupa di mana ia meletakkan uang serta menyimpan surat-surat berharganya itu.
Suatu malam, saya mendengar ada suara pintu digebrak, seperti seseorang sedang berusaha membuka pintu yang terkunci, agak jiper juga ya saya secara semua orang sudah tidur dan itu sudah larut malam. Saya takut itu maling. Begitu terdengar suara tetangga saya bercakap-cakap di luar, saya akhirnya berani melangkah ke luar rumah, tapiiiiiii sebelum sampai buka pintu, terdengar percakapan si istri dengan tetangga samping rumah, katanya ada sesosok setan mengenakan caping dan bersarung yang keluar dari rumahnya. Menurutnya yang menggebrak pintu rumahnya adalah setan itu. Hawa mistis meresap. Begitu si istri masuk rumahnya, saya buka pintu dan bertanya pada tetangga saya, berusaha mengonfirmasi apa yang tadi saya dengar, tapi kata tetangga tersebut pintu rumah itu terkunci dari luar. Oh tidak, kekepoan saya tidak terjawab.
Beberapa minggu kemudian saya bertanya kepada anak si tetangga apakah dia mendengar percakapan si istri itu dengan bapaknya atau tidak, anak tetangga bilang iya dan membenarkan dia mendenngar apa yang saya dengar. Baiklah...si istri ini mungkin agak gangguan kesadarannya. Mungkin dia tidak bisa membedakan mana yang cerita dalam televisi atau kenyataan. Dia ini hobi sekali nonton televisi dengan volume suara yang keras, mungkin saat itu dia sedang menonton sinetron Kian Santang, dan ada pendekar yang mengenakan caping serta bersarung yang keluar dari sebuah rumah, mungkin itulah yang dia lihat antara dia tidur dan sadar ketika menonton. Apa yang dia lihat adalah ilusi. Lalu suara pintu yang saya dengar itu disebabkan oleh apa? Saya tidak dalam keadaan mengantuk, bahkan saat itu saya sedang dalam niat akan mengerjakan tugas. Dan akan membuat kopi.
Cerita-cerita aneh dan menjengkelkan dari rumah depan belum selesai.
Si istri selalu menanyakan dan menuduh suami melakukan hal-hal mistis. Seperti menyembunyikan segepok kunci yang selalu dibawa si istri kemana-mana, atau meletakkan kotoran di laintai. Dan istri ini gemar sekali menyimpan air cucian beras selama berhari-hari yang kemudian air itu dia gunakan untuk mencuci tangan dan kaki atau membasuh muka, terkadang untuk mengepel lantai juga. Air beras itu setiap pagi dia ciprat-cipratkan di sekitaran rumah. Oh iya FYI aja, bau air itu kaya air comberan, bau busuk. Nggak percaya?coba saja, simpan air cucian beras selama berhari-hari.
Dulu pernah si istri menyebar garam ke sekitar rumah. Katanya untuk mengusir setan. Kenapa nggak sekalian menyebar kacang yah. Duh pasti si istri ini sering membaca komik Jepang, atau menonton film horor Jepang. Nah garam yang dia sebar bukan garam meja, tapi garam kasar, yang jika semakin siang, mereka akan mencair dan pastinya mengotori sekitaran rumah. Bapak selalu marah-marah jika si istri itu mulai menyebar garam dan bapak juga yang membersihkan. Sekitaran rumah pasangan itu sudah pasti juga sekitaran rumah saya, karena rumah kami berhimpitan, bahkan dindingnya menempel satu sama lain.
Nah jika si istri mulai bertanya si suami selalu menjawab berlebihan. Seolah merasa dituduh. Seolah merasa dipojokkan. Padahal ya istri hanya bertanya. Itu saja. Dulu awal-awal saya kembali ke rumah, saya selalu memihak pada si suami ini, karena memang dia selalu nampak dituduh dan dipojokkan selalu jadi korban kemistisan si istri. Namun kini semakin sering saya melihat dan mendengar mereka bertengkar, saya pikir suami itu memang berlebihan, ketika istri bertanya dengan nada normal, suami menjawab dengan nada jengkel dan marah, dan menjawab tidak seperti yang ditanyakan, tidak pernah menjawab dengan singkat dan nada normal. Selalu!
Pagi ini saya berpikir si suami ini berakting seoalh dia korban ketidakwarasan istrinya. Padahal mungkin si suami ini lah yang tidak waras. Mungkin di dalam rumahnya dia selalu bertingkah mistis, sejak dulu dan hanya istrinya yang tahu. Apa yang diketahui istrinya itu menjadi sebuah ketakutan tersendiri bagi istri, sehingga membuatnya parno dan selalu ketakutan, hingga akhirnya dia tidak sadar dia telah melakukan apa yang dilakukan suaminya selama ini, secara terang-terangan. Suami mungkin bertingkah mistis hanya di rumah, para tetangga tak ada yang tahu, sedangkan istri hingga ke luar rumah pun dilakukannya sehingga tetangga berpikiran dia tidak waras dan mengada-ada. Suami mulai bertingkah secara ternag-terangan bahwa dia korban, nada bicara ditinggikan supaya semua orang dengar dia dituduh mistis dan lain sebagainya.
Skenario yang luar biasa, seperti drama-drama di film misteri.
Itu hanya imajinasi saya. Pagi ini....
Selamat pagiiiii.....
Thursday, June 13, 2013
Egosistem yang perlu diperbaiki
"diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui" QS.1:216
sakdurunge kadung benci maka diblokir saja, sakdurunge kadung kepo maka diakhiri saja::perang melawan egosistem::
Dikarenakan ada beberapa gelintir orang yang menjadi obyek kekepoan saya, maka hari ini orang-orang tersebut saya blokir dari halaman fesbuk saya. Belum berteman, nggak kenal juga, jadi ya nggak ada ewuh pekewuh lah.
Kenapa saya kepo dengan orang-orang ini? karena mereka adalah mantra-mantra yang membuat saya tak berkutik.
Saya memang parah untuk urusan egosistem ini.
Upaya pengendalian bukan tidak pernah, selalu saya coba, terkadang berhasil, terkadang gagal total. Kali ini gagal. Sedih, marah, jengkel, sudah pasti. Seolah semua proses itu berputar setiap bulannya, kaya PMS, mungkin pengaruh itu juga, ah tapi ini masih tanggal 13 kok. Jadi kali ini sepertinya bukan. Ini murni weakness.
Ketika lingkungan yang tidak saya kenal mulai merubah seseorang yang dekat menjadi sedikit berbeda. Saya tahu itu proses, saya tahu ini akan membaik, saya tahu semua akan baik-baik saja jika saya bisa berpikir jernih. Mengurai segala ketakutan-ketakutan. Nah blokir memblokir itu mungkin salah satu upaya pengendalian diri. Seharusnya memang mulai mengenal lingkungan asing itu, tapi baiknya memang saya perbaiki dulu apa yang rusak di sini, dalam diri saya, egosistem ini.
Pada dasarnya tulisan kali adalah keluhan. Memahami egosistem diri sendiri memang ndak mudah, apalagi pengendaliannya. Tapi sulit bukan berarti tidak bisa. Yang penting harus mau dulu. Saya mau, saya ingin dan saya butuh. Pertama ya blokir memblokir itu, semoga dengan minimumnya saya melihat "kehadiran" mereka membuat saya bisa jadi sedikit lupa. Semoga suatu saat saya "kangen" kepada mereka dan meng-unblock mereka. Harus.
Supaya berkah yang dia rasakan juga bisa saya rasakan.
Mungkin sebenarnya saya begitu ingin mengenal mereka sehingga saya cemburu. Tapi mungkin memang ini belum waktunya. Akan ada waktunya nanti, setelah egosistem yang ruwet ini terurai jernih.
Seperti ayat di atas, Tuhan tahu apa yang terbaik untuk umatNya. Tuhan tahu, dan saya tidak tahu. Maka sebelum ketidaksukaan ini menjadi benci, baiknya saya jaga jarak, membatasi "pandangan" dan "pendengaran". Sejenak. Sejenak saja.
Sunday, June 02, 2013
The Co-trainer
yeaaah...sedang merindu tapi separuh tak ingin bertemu. :)
Judul foto ini adalah The Co-Trainer.
Kalau ndak salah pas mas ngewangi temannya birdbranding di Jogja. Detilnya lupa, tapi pas itu ada acara birdbranding dan mereka kekurangan personil untuk ngajari teman-teman komunitas pecinta burung pasang penanda di kaki burung. Apa fungsi penanda itu? kapan-kapan deh saya ceritain. heuheuheu.
Saya posting ini cuma karena kangen sama mas co-trainer. hehehe. Dia ini nggak suka difoto katanya, tapi hampir semua foto dirinya saya suka. ekekek.
Wednesday, May 15, 2013
mantan calon mantunya ibu..
Ibu baru saja pulang langsung masuk kamar dan tanya "ada yang sms kamu nggak?"
aku: enggak.
terus ibu cerita, "tadi ibu lama di pinggir jalan mau nyebrang nggak bisa, macet banget, tahu-tahu ada mobil brenti di depan ibu, penumpang samping sopir buka jendela manggil-manggil ibu. 'ibu...ibu...gimana kabarnya?baru pulang ya?'"
aku: siapa?
ibu: "nugroho...ya udah ibu jawab aja 'nggih..sae mas..' eh sopirnya ikut melongok nganggukin kepala senyum, terus jendela penumpang belakang juga dibuka isinya polisi enam orang juga ikut nganggukin kepala senyum dan koor 'bu..' lah ibu kan mati gaya dong udah lama pulak brenti di situ nggak bisa nyebrang trus si nugroho nya bilang 'salam kangge dani nggih bu'. o..ya..ya..mas nanti disampaikan. trus mereka bilang 'mari bu'."
aku: hahahaha..nggak ik, nggak sms.
ibu: "resikmen kok saiki,putih, cuma ya agak kurusan."
aku nya ketawa-ketawa aja, lah mo komentar apa. heuheuheu...
ciee..cie..ibu ketemu mantan calon mantu. hahaha..
krik..krik..krik..
mobilnya bagus kata ibu, iyalah mobil kantor. yuuuk...cuz..
aku: enggak.
terus ibu cerita, "tadi ibu lama di pinggir jalan mau nyebrang nggak bisa, macet banget, tahu-tahu ada mobil brenti di depan ibu, penumpang samping sopir buka jendela manggil-manggil ibu. 'ibu...ibu...gimana kabarnya?baru pulang ya?'"
aku: siapa?
ibu: "nugroho...ya udah ibu jawab aja 'nggih..sae mas..' eh sopirnya ikut melongok nganggukin kepala senyum, terus jendela penumpang belakang juga dibuka isinya polisi enam orang juga ikut nganggukin kepala senyum dan koor 'bu..' lah ibu kan mati gaya dong udah lama pulak brenti di situ nggak bisa nyebrang trus si nugroho nya bilang 'salam kangge dani nggih bu'. o..ya..ya..mas nanti disampaikan. trus mereka bilang 'mari bu'."
aku: hahahaha..nggak ik, nggak sms.
ibu: "resikmen kok saiki,putih, cuma ya agak kurusan."
aku nya ketawa-ketawa aja, lah mo komentar apa. heuheuheu...
ciee..cie..ibu ketemu mantan calon mantu. hahaha..
krik..krik..krik..
mobilnya bagus kata ibu, iyalah mobil kantor. yuuuk...cuz..
Wednesday, May 08, 2013
Marah dan Alasannya #dialog #imajiner
Kenapa engkau marah padanya?
Karena dia tidak segera menyelesaikan tanggung jawabnya.
Kenapa dia tidak segera menyelesaikan itu?
Entahlah, aku tidak tahu. Dia bilang dia malas.
Cari tahu, kenapa dia malas?
Kenapa engkau marah hanya karena dia belum menyelesaikan tanggung jawabnya?
Karena semua orang menanyakannya padaku.
Kenapa semua orang menanyakan padamu?
Karena mereka peduli. Mereka khawatir.
Apa kamu juga peduli? Apa kamu juga khawatir?
Tentu saja aku peduli. Tentu saja aku juga khawatir.
Apakah engkau sudah menunjukkan kepedulianmu padanya?
Tidak, aku memendamnya.
Tunjukkan! Dengan caramu sendiri.
Jika aku menunjukkan, bagaimana jika dia marah? Bagaimana jika dia kemudian menghindar?
Itu salahnya, nanti dia yang akan menyesal karena mengabaikan perhatian orang-orang sekitar.
#dialog
#imajiner
#selamat pagi
Karena dia tidak segera menyelesaikan tanggung jawabnya.
Kenapa dia tidak segera menyelesaikan itu?
Entahlah, aku tidak tahu. Dia bilang dia malas.
Cari tahu, kenapa dia malas?
Kenapa engkau marah hanya karena dia belum menyelesaikan tanggung jawabnya?
Karena semua orang menanyakannya padaku.
Kenapa semua orang menanyakan padamu?
Karena mereka peduli. Mereka khawatir.
Apa kamu juga peduli? Apa kamu juga khawatir?
Tentu saja aku peduli. Tentu saja aku juga khawatir.
Apakah engkau sudah menunjukkan kepedulianmu padanya?
Tidak, aku memendamnya.
Tunjukkan! Dengan caramu sendiri.
Jika aku menunjukkan, bagaimana jika dia marah? Bagaimana jika dia kemudian menghindar?
Itu salahnya, nanti dia yang akan menyesal karena mengabaikan perhatian orang-orang sekitar.
#dialog
#imajiner
#selamat pagi
Friday, April 26, 2013
Other side of grasstrack
Berikut adalah postingan yang sudah lamaaaaa sekali, sebulan yang lalu. hehehe. Baru selesai seminggu yang lalu, dan baru saya posting hari ini. Duh memang males banget hawaneee...hehehe.
Mariiiii.....
Dia juga nih. Eh mas yang ini punya style
yang bagus, dan nampak ganteng ketika dia pakai kacamata, pas kacamatanya
dilepas, agak berkurang gantengnya. Hehehehe.
Yah sekian cerita-ceritanya ya... J
Mariiiii.....
*kretekin jari tangan*
Dua hari ini ada grasstrack dan motorcross
di belakang rumah. Belakang rumah? Iya, kebun sengon di belakang rumah disulap
menjadi sirkuit motorcross. Hemm..sejak tiga minggu yang lalu lah kira-kira
pengerjaannya. Dan hari sabtu minggu ini tanggal 30-31 Maret 2013 kompetisinya.
Tadinya saya betul-betul malas untuk
nonton, tidak tertarik. Tiap sore pun selama seminggu sejak sirkuit mulai
kelihatan bentuknya, sudah banyak yang latihan. Kebayang kan tiap sore pasti
berisik suara motor motor modifikasi itu. Saya tidak bergeming, nggak nonton
pokoknya.
Tapi, hari sabtu siang itu, beneran
berisiknya, bisingnya ampun ampunan. Nonton film di rumah juga terganggu, mau
tidur juga berisik sekali, ya sudahlah saya ganti celana panjang pake jaket
kemudian nonton. Hahaha. Nontonnya tinggal lewat belakang rumah saja kok.
Hohoho.
Hari sabtu kemarin saya lupa bawa kamera
jadi foto-foto yang ada diambil hari minggunya. Suasana hari sabtu dan minggu
beda banget, hari sabtu cerah cenderung panas, sedangkan hari minggu hujan
deras. Tapi kalau ramainya tentu ramai hari minggu, selain libur anak-anak
sekolah, juga efek dari penonton yang hari sabtu pasti tutur tinular kan? Berita dari mulut itu lebih berefek daripada
berita di radio atau pamflet.
Apa yang saya lihat di sana, selain
tentunya kompetisi yang bikin jantungan itu, yaitu tim, kamera-man, penonton
yang unik-unik. Oh iya nonton itu memang bikin jantungan, gimana nggak
jantungan coba, mereka jatuh bangun kaya begitu. Bikin sejenak lupa ambil nafas.
Oke, sebut saya berlebihan, tapi beneran, sudah lama nggak nonton yang kaya
begini setelah lebih dari 8 tahun yang lalu. Dulu juga pernah ada kompetisi
seperti ini di belakang rumah. Sekitaran saya SMA.
Engg...cerita apa dulu ya.
Pertama mari saya ceritakan tentang
suasana di sana. Penontonnya euy rame warna warni dan macam-macam. Semua
generasi ada sepertinya, dari anak kecil, anak balita, bahkan bayi pun ada,
ibu-ibu, bapak-bapak, mas dan mbak, duh kalau mau cari jodoh mungkin bisa juga
di sini. Hehehehe. Pakaian yang mereka pakai juga macam-macam lho. Paling aman
sih pakai kaos oblong, celana jins, jaket dan topi ya, setidaknya biar tidak
terlalu panas. Yang menurut saya salah kostum juga banyak. Pakai sendal berhak
tidak dianjurkan disini, apalagi sepatu yang terepes, pakai sendal jepitpun
akan nampak menggelikan ketika kamu melangkah dan itu sendal tidak bisa
diangkat alias ‘kejepit’ lumpur. FYI arena grasstrack tidak seperti namanya with grass, kenyataannya without grass actualy, iyalah, kebun yang
disulap jadi arena sudah pasti isinya cuma tanah, yang ketika panas dia membuat
debu dan ketika hujan dia membentuk lumpur. Ada lho mbak-mbak yang sendalnya
kejepit lumpur, ketika dia berhasil ngangkat kaki kanan, kaki kirinya yang
gantian nyangkut. Hehehe. Ada juga mbak mbak menor yang bedak euy tebel nian,
pake jaket, pake sepatu plastik nan terepes, dan parfumnya oiiiii....bikin saya
pusing. Ndak tahu sih dia dandan begitu memang niat mau nonton grasstrack atau
cuma mampir karena habis berpergian. Penonton yang dapat tempat nonton paling
nyaman, sudah pasti ada, nangkring di
pohon.
Hari minggu hujan deras turun menyapa,
tapi semua penonton sepertinya sudah siap siaga, membawa mantel, jas hujan,
helm dan payung. Dan hujan juga tidak terlalu merisaukan mereka, tidak banyak
yang beranjak dari tempat untuk pulang. Maksud saya tidak-banyak adalah karena
memang benar-benar hampir tidak berkurang jumlah mereka, malah sepertinya
bertambah banyak.
Hehehe, kamera (pinjaman) saya mergoki
yang lagi konsen pakai mantel.
He’s ready, dan santai nonton, tidak khawatir basah
kuyup.
Yang berikut ini sepertinya menyenangkan,
beramai-ramai membuat ‘tenda’ pelindung hujan.
Dan hujan semakin deras....
Yang ini akur bapak dan anak di bawah satu
helai daun pisang. Hehehe.
Arena menjadi semakin becek dan penuh
kubangan..saya semakin excited. Hahaha.
Eh saya juga pakai payung dong...berempat
dalam satu payung. Ibu, saya, dan dua anak kecil.
Berikutnya saya cerita tentang tim. Setiap
pemotor memiliki tim pastinya kan. Nah salah satu anggota tim ini ada yang
sibuk sekali memberi support dan arahan kepada pemotor. Dia biasanya berada di
tikungan atau di sudut-sudut yang menurutnya si pemotor sering terjatuh atau
mengalami kendala. Menyenangkan
mengamati para tim ini, saya jadi menghapal mana pemotor yang dia support. Dia
ini juga yang langsung lari-lari ke tempat si pemotor jika jatuh dan
membantunya berdiri. Dia ini yang begitu bersemangat meneriaki si pemotor. Dia
ini yang bersemangat berlari dari satu area ke area berikutnya mengawasi
pemotornya. Benar-benar menyenangkan mengikuti gerak penyemangat ini. Ah iya
jika si pemotor merasa sudah tidak nyaman mengenakan kaca mata pelindungnya dia
tinggal lempar saja di sudut penyemangatnya berdiri, nanti diambil langsung.
Beberapa foto yang berhasil saya ambil
tentang penyemangat ini:
Ketika timnya belum lewat, dia mundur, dan
ketika timnya lewat, dia maju dan memberi semangat.
Yang satu ini sibuk kesana kemari, asli,
dia lari-lari menyongsong timnya. Hehehe.
Enough tentang mas-mas para penyemangat,
mari beralih ke anak-anak kecil. Banyak anak kecil yang berkeliaran di area
kompetisi, sebaiknya sih ya didampingi, karena ini bukan area yang aman untuk
anak kecil bermain sendiri. Tapi memang beberapa anak saya lihat tidak
didampingi orang dewasa, seperti yang sepayung dengan saya, dua anak kecil,
masih SD, yang satu saya kenal, tetangga. Nah ada beberapa anak kecil yang saya
lihat senang sekali main kubangan air hujan. Yang berkaos biru dongker itu dia
suka sekali naik turun gundukan motorcross, begitu turun sampai di kubangan
air, dia cuci kaki, cuci tangan, cuci sendalnya, dan rupanya tidak saya dan ibu
saja memperhatikan dia, penonton yang lain juga turut memperhatikan.
Selain si anak berkaos biru dongker, ada
juga anak berjaket merah, dia juga cuci sendalnya di kubangan air itu.
Dan seperti menjadi trend, mencuci sendal
di kubangan air rame-rame. Hehehe.
Eh si pembalap cilik juga ikut main
kubangan air dong. J Bahkan dia berusaha membuat aliran air
supaya tidak terlalu berkubang. Hahaha. Lucu banget ini anak.
Setelah beberapa kali kompetisi
grasstrack, akhirnya yang paling bikin saya berdebar-debar yaitu motorcross
akhirnya dimulai, saking dag dig dug nya saya cuma melongo dan tidak berhasil
mengambil satupun gambar, mereka cepet banget. Hehehe. Jadi yang terfoto cuma
angin.
Cerita tentang situasi sepertinya cukup
sekian, berikutnya saya akan cerita tentang jalannya kompetisi grasstrack.
Arena yang becek dan licin tidak menyurutkan semangat para kompetitor, bahkan
beberapa kali terpeleset pun ketika motor yang mereka kendarai bisa dinyalakan
lagi, mereka akan bangkit dan kembali masuk arena. Tak jarang ketika ada yang
jatuh ditengah arena dan kompetitor dibelakang mereka kurang waspada, mereka
pun akan jatuh juga, maka penting sekali bagi para penonton atau panitia di
sekitar arena untuk memberi aba-aba supaya kompetitor selanjutnya memelankan
laju motornya. Para panitia biasanya mengayunkan bendera berwarna merah, para
penonton biasanya akan memberi aba-aba berupa ayunan tangan dan tentu ekspresi
mereka meyakinkan. Hohoho.
Para grasstracker ini terdiri dari dua
bagian sepertinya, para dewasa dan para anak-anak. Anak-anak yang mengikuti
kompetisi ini pun beraneka usia, mulai dari empat tahun hingga lima belas
tahun. Kebayang nggak adek-adek kecil yang mungkin baru kelas TK nol kecil ikut
naik motor di arena yang tidak datar dan becek. Saya nontonnya sambil ngeri
ngeri seneng geli. Ngeri lah kalau mereka jatuh dalam posisi yang mengerikan
tentu tidak sekadar luka luar tubuh, luka dalam juga pasti bisa terjadi. Tapi
ya itu tadi, mereka benar-benar pemberani, ketika jatuh pun ketika memungkinkan
untuk bangkit lagi, mereka akan bangkit. Tapi ada juga yang ketika jatuh, dan
dia mampu berdiri tapi kemudian dia langsung pingsan, haduuuh....rasanya nafas
ini berhenti.
Anak-anak kecil ini begitu selesai jatah
mereka, mereka juga ikut nonton dan wira wiri di sekitaran arena, dan becandaan
biasa aja dong, ya masih anak kecil gitu lah. Lucu. Saya Cuma mikir, mereka
seperti itu, ikut kompetisi yang bisa dibilang bukan semestinya mereka ikuti,
atas dasar keinginan sendiri, melihat anggota keluarga memang berprofesi
demikian atau sudah siarahkan orang tuanya ya, yah tapi semoga tidak dipaksa.
Kasihan kalau mereka dipaksa. J
Masih kecil-kecil kan. Tapi mereka jago dan
pemberani.
Oh iyah...sendal saya seolah menemukan habitatnya, hari itu becek sekali. :)
Monday, April 15, 2013
Saturday, April 13, 2013
Tuesday, April 09, 2013
Friday, March 29, 2013
Ayah Korea
Sekali lagi saya nonton A gentleman’s
Dignity mulai episode 17 sampai 20. seperti yang saya bilang kemarin, ada
banyak bagian film ini yang saya suka. Kali ini saya akan menceritakan bagian
dari episode 19, yaitu ketika Colin terlibat perkelahian. Colin adalah anak
dari Kim Do Jin, umurnya 19 tahun. Dia anak Kim Do Jin dengan cinta pertamanya
ketika kuliah. Anak yang tidak diketahuinya selama 19 tahun.
Colin tadinya tinggal di Jepang bersama
ibunya (cinta pertama Kim Do Jin) dan suami ibunya tapi kemudian pergi ke Korea
untuk mencari sang ayah kandung. Colin mengetahui bahwa ia bukan anak kandung
suami ibunya karena ibunya menikah dengan pria berkulit putih. Hohoho. Tahu kan
kalau gen anak laki-laki adalah XY? X gen dari ibunya dan Y gen dari ayahnya,
jadi semisal anak laki-laki itu sipit (berwajah asia) maka sudah dapat
dipastikan ayahnya juga orang asia. Hehehe. Setelah tahu bahwa Colin adalah
anaknya, Do Jin memintanya untuk tinggal dan bersekolah di Korea. Sekarang
Colin menyebut Do Jin sebagai Ayah Korea.
Nah di episode 19 ini Colin terlibat
perkelahian sehingga ayahnya (Kim Do Jin) dipanggil ke kantor polisi. Colin dan
dua temannya menolong salah satu teman sekolahnya yang dipalak anak-anak dari
sekolah lain, berjumlah 4 anak. Kelompok pemalak itu babak belur daripada Colin
dan teman-temannya.
Ketika di kantor polisi, selain Kim Do Jin
sebagai wali dari Colin, juga hadir seorang bapak dari salah satu si pemalak.
Si Bapak tersebut terkejut melihat anaknya babak belur kemudian dia bertanya “Siapa
yang melakukan itu pada wajahmu?” anak itu menunjuk teman Colin, Kim Do Hyup,
tanpa tedeng aling-aling si Bapak memukul kepala Dong Hyup. Do Jin yang melihat
tersebut sontak kaget gantian bertanya pada Colin “Siapa yang melakukan itu
pada wajahmu?” mungkin ini bapak sama anak sama-sama memiliki criminal minds ya
jadinya Colin lalu menunjuk anak pemalak yang tengil itu, entah dia beneran
yang mukul atau bukan, tahu nggak Do Jin terus ngapain? dia mukul kepala Bapak
itu dong. Hahahahaha. Heroik sungguh heroik...hahahaha. Tidak seperti si Bapak
yang mukul kepala Dong Hyup, Do Jin mukul kepala bapaknya, bukan anaknya.
Setelah itu yang dikatakan Do Jin adalah yang
membuat saya suka bagian ini “Sebagai
seorang yang dewasa, memukul anak-anak itu tidak dibenarkan. Aku ayah dari
temannya. Aku punya anak yang tidak pernah kupukul, dan dia adalah teman dari
anakku yang berharga. Karena anakmu berharga, kau seharusnya tahu bahwa anak
lain pun sama berharganya dengan anakmu. Kau berani memukul seorang anak? Aku
seharusna mematahkan pergelangan tanganmu.” Wawawawawa. Speechless.
Kemudian pak polisi bertanya “sebenarnya
anda wali dari siapa?” dan dengan mantap Do Jin menjawab “Keduanya.” Yang
dimaksud adalah Colin dan Dong Hyup. Huahahahaha. Mereka berdua wajahnya kaget,
terutama Dong Hyup, nggak nyangka dia. Hihihihi. Dong Hyup dua kali lho eh tiga
kali lho dibela seperti itu, pertama oleh Seo I Suu kemudian oleh Park Min Sook
dan ini yang ketiga Kim Do Jin. Hehehe.
Cerita saya di sini pasti kurang bagus,
coba deh nonton. Hahaha.
Selamat malam..selamat berakhir pekan..
^_^
Wednesday, March 27, 2013
Manual Cinta Tak Terbalas
krik..krik..krik...
Dua minggu terakhir ini, saya sering nonton drama korea berjudul A Gentlemen's Dignity, dua puluh episode drama ini saya ulangi beberapa kali. Maksudnya, setiap episode ada yang sudah saya tonton dua atau tiga kali. Seperti yang dibilang mba chopi di sini, saya suka drama ini. Dan memang nontonnya bikin perasaan campur aduk, sedikit sedikit ketawa, sedikit sedikit nangis. sungguh jangkrik. Kalau ditanya bagian mana yang saya suka, tentu saja saya suka episode terakhir, ketika adegan pelamaran. Kenapa? Pengen dilamar semacam itu? Enggak sich, cuma menyentuh saja dan nggak bakal nyangka. hehehe
Tapi sebenarnya bagian dari drama ini banyak sekali yang saya suka. Buanyaaak. hehehehe. Ini salah satunya. Manual Cinta Tak Terbalas.
Apa itu manual cinta tak terbalas? yeah menurut saya, ketika seseorang begitu menyukai kekasihnya, tapi sang kekasih tidak sadar, berasa cinta tak terbalas gitu. oh yeah..sudah tahu kenapa saya suka drama ini kan. hehehe. Jadi, mari akan saya sebutkan apa saja isi manual cinta tak terbalas itu. check it out..
Siapa dalam drama ini yang mencetuskan manual super ini? dia adalah kim do jin. Bakal panjang kalau harus menjelaskan siapa itu Kim Do Jin, baca di blog mba chopie tadi saja ya. hehehe. Ya intinya Do Jin itu yang pertama suka pada Seo I Suu, wasit perempuan sekaligus guru pelajaran etika. Nah, manual ini dicetuskan Do Jin karena dia sudah merasakan ketujuh poin tadi, dan pengen I Suu juga merasakan. hohoho. Etapi I Suu akhirnya ngelakuin juga lho. hehehe. Dibikin daftar gitu, trus dicoretin satu-satu.
Kalau saya yang disuruh bikin, sudah tak coret sampai nomor lima.
hehehe. selamat pagi...berbahagia hari ini.. :)
Dua minggu terakhir ini, saya sering nonton drama korea berjudul A Gentlemen's Dignity, dua puluh episode drama ini saya ulangi beberapa kali. Maksudnya, setiap episode ada yang sudah saya tonton dua atau tiga kali. Seperti yang dibilang mba chopi di sini, saya suka drama ini. Dan memang nontonnya bikin perasaan campur aduk, sedikit sedikit ketawa, sedikit sedikit nangis. sungguh jangkrik. Kalau ditanya bagian mana yang saya suka, tentu saja saya suka episode terakhir, ketika adegan pelamaran. Kenapa? Pengen dilamar semacam itu? Enggak sich, cuma menyentuh saja dan nggak bakal nyangka. hehehe
Tapi sebenarnya bagian dari drama ini banyak sekali yang saya suka. Buanyaaak. hehehehe. Ini salah satunya. Manual Cinta Tak Terbalas.
Apa itu manual cinta tak terbalas? yeah menurut saya, ketika seseorang begitu menyukai kekasihnya, tapi sang kekasih tidak sadar, berasa cinta tak terbalas gitu. oh yeah..sudah tahu kenapa saya suka drama ini kan. hehehe. Jadi, mari akan saya sebutkan apa saja isi manual cinta tak terbalas itu. check it out..
- pikirkan aku setiap hari. tanpa makan
atau tidur.
- jika aku tidak menjawab telepon
atau membalas sms, terlukalah dan marahlah.
- coba datangi kantorku atau rumahku,
saat kau harap berpapasan denganku.
- bahkan jika kau bertemu denganku,
awasi aku tanpa henti dari kejauhan. dengan cinta.
- jika aku bicara dengan wanita lain,
cemburulah dan pikirkan untuk menabrak mobilnya.
- dapatkan foto sd, smp, dan sma ku dan
taruh di dompetmu.
- datang ke rumahku tiba-tiba dan buat
hatiku berdebar.
Pertama saya nonton drama ini, saya nggak gitu ngeh sama tujuh hal itu. Tapi setelah nonton untuk yang ketiga kali, saya ngeh banget. hahahahaha. *ketawanya pengen tak bold* Saya sudah ngalamin poin nomor satu sampai lima.
Siapa dalam drama ini yang mencetuskan manual super ini? dia adalah kim do jin. Bakal panjang kalau harus menjelaskan siapa itu Kim Do Jin, baca di blog mba chopie tadi saja ya. hehehe. Ya intinya Do Jin itu yang pertama suka pada Seo I Suu, wasit perempuan sekaligus guru pelajaran etika. Nah, manual ini dicetuskan Do Jin karena dia sudah merasakan ketujuh poin tadi, dan pengen I Suu juga merasakan. hohoho. Etapi I Suu akhirnya ngelakuin juga lho. hehehe. Dibikin daftar gitu, trus dicoretin satu-satu.
Kalau saya yang disuruh bikin, sudah tak coret sampai nomor lima.
hehehe. selamat pagi...berbahagia hari ini.. :)
Monday, March 25, 2013
sesimpel itu
jatuh cinta lagi padamu adalah ketika setiap pagi membaca ucapan selamat pagi darimu,
sesimpel itu.
jatuh cinta lagi padamu adalah ketika melihatmu dari kejauhan,
sesimpel itu.
jatuh cinta lagi padamu adalah ketika melihatmu sibuk memotret,
sesimpel itu.
jatuh cinta lagi padamu adalah ketika dari kejauhan pandangan kita bertemu,
sesimpel itu.
jatuh cinta lagi padamu adalah kau meredam amarahku,
sesimpel itu.
jatuh cinta lagi padamu adalah ketika kau berdendang, menggumam sebuah nada, bernyanyi,
sesimpel itu.
jatuh cinta lagi padamu adalah ketika melihatmu tersenyum,
sesimpel itu.
sesimpel itu dan aku bahagia.
terimakasih sudah membahagiakanku.
sesimpel itu.
jatuh cinta lagi padamu adalah ketika melihatmu dari kejauhan,
sesimpel itu.
jatuh cinta lagi padamu adalah ketika melihatmu sibuk memotret,
sesimpel itu.
jatuh cinta lagi padamu adalah ketika dari kejauhan pandangan kita bertemu,
sesimpel itu.
jatuh cinta lagi padamu adalah kau meredam amarahku,
sesimpel itu.
jatuh cinta lagi padamu adalah ketika kau berdendang, menggumam sebuah nada, bernyanyi,
sesimpel itu.
jatuh cinta lagi padamu adalah ketika melihatmu tersenyum,
sesimpel itu.
sesimpel itu dan aku bahagia.
terimakasih sudah membahagiakanku.
Monday, March 11, 2013
Pertama dan terakhir
Saya bukan sedang membuat lagu, tapi saya sedang mendengarkan lagu kemudian menulis eh mengetik liriknya. Jadi, sambil mendengarkan lagu, sambil mengetik liriknya. Biasanya sih saya tulis manual, ditulis tangan gitu. Hasilnya bisa ditebak, tulisan kaya cekeran ayam eh bukan tapi kaya tipak cacing jalan di pasir, oret-oretan resep dokter mah kalah, oret-oretan revisi dosbing mah lewatttt... hehehe. Nah kali ini saya coba dengan metode ketik. Lagu yang saya dengarkan "Cinta Pertama dan Terakhir" punya Sherina. Percobaan pertama hasilnya:
Percobaan kedua:
Lebih parah!!!hahahaha. Udah ah...tulis yang bener. Saya suka lagu ini. Saya sedang mellow sepertinya. :)
Udah kelanjutannya ketinggalan Sherina nyanyi...khekhekhe..."Sebelumnya tak ada yg mampu memngajakku untuk bertahan dikala sedih. Sebelumnya kuikat hatiku hanya untuk aku seorang. Sekarang kau di sini hilang rasanya semua bimbang tangis kesepian. Kau uat aku bertanya kau buat aku mencari rentang rasa ini aku tak mengerti akankah sama jadinya bila bukan kamu, lalu senyummu menyadarkanku kau cinta pertama dan terakhirku. Sbelmunya tak mudah bagiku, tertawa sedniri di kehdupan yang kelam ini sebelmunya rasanya tak perlu membagi kisahku tak ada yang mngerti sekarang kau disini hilang rasanya semua imabng tangis sedih...."
Percobaan kedua:
"Sebelmunya tak ada yang mampu mengajakku untuk bertahan dikala sedih seblemunya kuikat hatiku hanya untuk aku seorang sekarang kau disini hilang rasanya semua bimbang tangis kesepian kau buat aku bertanya kau buat aku mencari tentanng rasa ini aku tak mengerti akankah sama jadinya bila bukan kamu lalu senyummu menyadarkanku kau cinta pertama terkahirku, sebelumnya tak mudah bagiku tertawa sendiri dikehidupan yang kelam ini seelumnya rasanya tak perlu mem..."
Lebih parah!!!hahahaha. Udah ah...tulis yang bener. Saya suka lagu ini. Saya sedang mellow sepertinya. :)
"Sebelumnya tak ada yang mampu mengajakku untuk bertahan dikala sedih. Sebelumnya kuikat hatiku hanya untuk aku seorang. Sekarang kau di sini hilang rasanya semua bimbang tangis kesepian. Kau buat aku bertanya, kau buat aku mencari, tentang rasa ini, aku tak mengerti akankah sama jadinya bila bukan kamu. Lalu senyummu menyadarkanku, kau cinta pertama dan terakhirku. Sebelumnya tak mudah bagiku, tertawa sendiri di kehidupan yang kelam ini. Sebelumnya rasanya tak perlu membagi kisahku tak ada yang mengerti sekarang kau di sini hilang rasanya semua bimbang tangis kesepian, Kau buat aku bertanya, kau buat aku mencari, tentang rasa ini, aku tak mengerti akankah sama jadinya bila bukan kamu. Lalu senyummu menyadarkanku, kau cinta pertama dan terakhirku. Bila suatu saat kau harus pergi, jangan paksa aku tuk cari yang lebih baik, karena senyummu menyadarkanku kaulah cinta pertama dan terakhirku. Kau buat aku bertanya, kau buat aku mencari, tentang rasa ini, aku tak mengerti akankah sama jadinya bila bukan kamu. Lalu senyummu menyadarkanku, kau cinta pertama dan terakhirku."
Sunday, March 03, 2013
Sekalimat semesta
Sekalimat doang butuh nyali sebesar semesta dunia akhirat. Coba tebak? Iyes, kalimat saat ijab-kabul pernikahan. heuheuheu..
Jadi pagi ini saya menghadiri pernikahan teman saya, Fitri. Dia teman SMA saya, meskipun kami tidak pernah satu kelas, tapi hubungan kami sangat dekat. Dulu sewaktu jaman SMA saya punya satu kelompok bermain, hahaha kaya anak teka ya, cuma bermain loh, jarang belajar soalnya. :) kami bersepuluh seringnya, lima perempuan lima lelaki, Saya, Elena, Fitri, Dewi, Ery, Embun, I Gede, Bram, Freddy, dan Dwaya.
Diantara kami bersepuluh, yang sudah menikah adalah Elena dan Fitri. Elen begitu kami sering memanggilnya, sudah punya putra satu, umurnya satu tahun namanya Satria. Nah kalau Fitri ini yang tadi pagi saya hadiri akad nikahnya.
| saya dan mempelai perempuan |
Menghadiri acara sekhidmat itu dalam kondisi pilek bukanlah hal yang nyaman, sendlap sendlup sodara. Berusaha nahan sendlupan ketika kalimat ijab diucapkan, bukan hal yang gampang. *nyengir*
Dari beberapa acara akad yang pernah saya hadiri, baru kali ini saya mendengar kalimat ijab-kabul berbahasa ngarab. hehehe. Nggak paham blas, cuma paham pas nyebutin namanya kedua mempelai doang. hehehe. Ya pokonya begitu selesai kalimat ijab-kabul itu "sah..sah..sah.." alhamdulillaaah...
Barakallah ya teman...
Tadi disebelah saya ada Elen, dia bilang "Pas habis kalimat sah itu dulu aku ngerasanya ha-gitu-doang." hahahaha. Iya ya..kan cuma sekalimat doang, tapi persiapannya seabreg, jauh jauh bulan direncanakan. Dan yang paling penting ngumpulin nyalinya itu lho, seluas semesta, sedunia akhirat. :)
Apa?oh sudah pasti ada pertanyaan, kapan nyusul? hehehe.
Saturday, March 02, 2013
drama skripsi
Sudah semestinya kamu bersyukur. Kamu sudah
checking akhir, tinggal bimbingan artikel saja toh. Baru ditolak sekali,
mungkin kemarin ibu dosen sudah cape’ sudah sore, mungkin seharian sibuk, dan
lagi mendekati bulan april begini yang pengen segera kelar urusan artikelnya
kan bukan cuma kamu saja, pasti banyak artikel yang musti ibu itu bimbing. J hahaha. Coba lihat
aku, baru akhir februari ujian proposal, belum apa-apa, masih puanjang lagi
prosedurnya. J iya sih masih ada beberapa teman yang bahkan belum mengajukan judul, pada
dasarnya aku juga harus bersyukur, aku baru ujian proposal tapi penelitian
sudah kelar. Ya itulah intinya kita harus lebih bersyukur dengan apa yang kita
raih. J tetep semangat yaaa...
*kemudian ada suara menggema, “SETELAH BERSYUKUR
KAMU HARUS BERUSAHA LEBIH KERAS LAGI, DANI!!!”
*kemudian diglundungkan dari atap auditorium
Hahahaha...
Thursday, February 28, 2013
kangenku memang tak tahu malu
matahari pagi dan embun yang dingin hari ini
oh indahnya..
ku harus memulai kerinduan lagi hari ini
karena kangenku memang tak tahu malu
apalagi karna sedang diracun madu
tolong aku...
ku tak tahu...
oh ku tak mau tahu...
oh indahnya..
ku harus memulai kerinduan lagi hari ini
karena kangenku memang tak tahu malu
apalagi karna sedang diracun madu
tolong aku...
ku tak tahu...
oh ku tak mau tahu...
tapi memang senyummu selalu hantuiku
walau ku tak tahu hatimu
oh please jangan pernah kau berhenti
hantui aku
hari ini.. oh sejuknya
engkau masih disini isi lamunanku hari ini
oh biar hatiku memang tak mau tahu
apalagi karna sedang di mabuk rindu
tolong aku...
aku mau..
ketemu lagi kamu
tapi memang dirimu selalu hantuiku
walau ku tak tahu hatimu
oh please jangan pernah kau berhenti hantui aku
tapi memang dirimu selalu hantuiku
walau ku tak tahu hatimu
::letto::
Subscribe to:
Posts (Atom)






